Al Fithrah Surabaya Terima Kunjungan Persebaya

Silahkan share

Mengarungi putaran pertama Liga 1 Indonesia musim 2023/2024, Persebaya sambangi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya (4/7/2023). Rombongan terdiri dari pemain dan official yang dipimpin langsung Coach Aji Santoso.

Mas Muhammad Nur El Yaqin El Ishaqy (Mas Nico) – putra KH. Achmad Asrori Al Ishaqy ra. – menyambut langsung rombongan ini. Tiba saat Maghrib, rombongan langsung menunaikan shalat Maghrib berjama’ah.

Selepas shalat Maghrib, rombongan menuju ke pesarean Kiai Asrori untuk berziarah, bersama membaca tahlil dan do’a. Ketua STAI Al Fithrah Surabaya, Ust. H. Abdur Rosyid memimpin majlis ini. Setelah majlis di pesarean selesai, rombongan diarahkan ke pendopo untuk ramah tamah.

Persebaya di Liga 1

Sembilan partai Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 telah digelar sejak Sabtu (1/7/2023) hingga hari Senin (3/7/2023). Alhamdulillah, Persebaya, tim kebanggaan kota Surabaya mendapat kemenangan di laga pertama melawan Persis Solo. Drama 5 gol berlangsung dengan kemenangan 3-2 untuk Persebaya.

Baca Juga  AL KHIDMAH ASEAN ADALAH TUNTUTAN

Kemenangan yang selain harus tetap dievaluasi juga patut disyukuri. Karena terlepas dari hal yang terjadi di lapangan, kemenangan itu tak bisa dilepas dari pemberian dari Allah Swt. Dengan evaluasi dan syukur yang sudah dilakukan, kemenangan demi kemenangan tentu menjadi harapan yang disemogakan dan diusahakan.

Tetap menjaga ibadah di setiap laga

“Ternyata Aji Santoso adalah sosok yang agamis”, kesan Ust. Rosyid dari Coach Aji Santoso dalam lawatan ini. Pelatih yang juga mantan pemain Persebaya (1995-1999), sudah sejak 2019 didapuk sebagai pelatih klub dengan hijau sebagai warna kebesaran.

Tak hanya melatih fisik dan mental untuk bertanding di Lapangan, Coach Aji juga sangat perhatian pada spiritualitas pemainnya. Ia tak pernah alpa untuk mengingatkan shalat pada pemain yang beragama islam. Bahkan ia sendiri yang menjadi imam jama’ah shalat para pemainnya.

Coach Aji bahkan mengerti bagiamana harusnya menjama’ shalat. Penyelanggaraan Liga 1 yang terpengaruh kondisi geografis Indonesia, membuat klub menempuh jarak yang jauh untuk satu pertandingan. Menimbang ini, pengetahuan tentang menjama’ shalat tentu jadi sangat penting.

Baca Juga  Kesiapan Panitia Jelang Haul Akbar Al Fithrah 2023

Al Fithrah dan Persebaya

Habib Abdullah al-Haddar – Allahu yarhamuhu – pernah bercerita, beliau pernah diajak Kiai Asrori untuk menyaksikan pertandingan Persebaya. Mas Nico sendiri adalah Bonek – sebutan pendukung Persebaya -. Banyak sekali dokumentasi kehadiran beliau dalam pertandingan Persebaya yang bertebaran di media sosial.

Santri Al Fithrah? Tak usah ditanya. Setiap Persebaya bertanding di kandang Surabaya, pengurus wadhifah harus bersiap siaga menjaga santri. Apalagi kalau bukan kabur menonton langsung Persebaya di stadion. Jika pengorbanan mereka untuk melanggar aturan demi menyaksikan Persebaya berlaga tidak disebut cinta? Lalu apa?

Kehadiran Persebaya di Al Fithrah tentu menjadi penawar para santri yang di kitabnya bisa dijumpai tulisan PERSEBAYA SAMPEK KIAMAT. Kehadiran ini tentu harus disikapi bahwa mendukung tak harus hadir di stadion saat laga Persebaya berlangsung. Dukungan berupa do’a juga perlu dipanjatkan.

Biarlah pemain dan official dan yang berlaga di lapangan. Bonek yang menyemangati dari tribun stadion. Dan santri mengudarakan do’a dari pesantren, agar Persebaya mendapat kemenangan.

Baca Juga  Liputan: Kajian Al Muntakhobat; Urgensi Guru Mursyid (2)

dfn