Wisuda Ke-15 dan Grand Launching Universitas Al Fithrah: Melahirkan Sarjana Berilmu, Berakhlak dan Bermanfaat
SURABAYA – Dalam sejarah panjang perjalannya, perguruan tinggi Al Fithrah dimulai pada tahun 2007. Pada tanggal 17 Desember 2007, diterbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ.I/495/2007 tentang pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Al Fithrah. Adapun kegiatan pendidikannya mulai berdiri pada 11 Maret 2008, bertepatan dengan 3 Rabiulawal 1429 H.
Pada masa awal berdirinya, STIU Al Fithrah menyelenggarakan dua program studi: Tafsir Hadis dan Ilmu Tasawuf. Kehadiran STIU Al Fithrah menjadi langkah penting dalam membangun kesinambungan pendidikan di lingkungan pesantren. Para santri dan masyarakat memperoleh kesempatan untuk mendalami ilmu-ilmu keislaman melalui sistem pendidikan tinggi yang terstruktur dan memiliki legalitas formal.
Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan dan tuntutan pengembangan kelembagaan, STIU Al Fithrah melakukan pengajuan alih status pada tahun 2009. Setelah melalui proses pengajuan dan visitasi, permohonan tersebut memperoleh persetujuan pemerintah melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ.I/200/2010 tanggal 26 April 2010.
Melalui keputusan tersebut, STIU Al Fithrah resmi berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fithrah. Pada tahun 2016, STAI Al Fithrah mengajukan dan memperoleh izin penyelenggaraan dua program studi baru, yaitu: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Perbankan Syariah.
Perizinan kedua program studi tersebut didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2013 Tahun 2016 tentang Izin Penyelenggaraan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta. Pada tahun 2023, STAI Al Fithrah mengajukan penambahan program studi sekaligus perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut.
Dua program studi yang diajukan pada tahap tersebut adalah: Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Pengembangan tersebut berjalan bersamaan dengan proses alih bentuk kelembagaan menjadi Institut Al Fithrah (IAF).
Usulan perubahan bentuk tersebut akhirnya memperoleh persetujuan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 922 Tahun 2023 tanggal 4 Oktober 2023.
Berikut narasi yang telah dikembangkan dengan gaya bahasa jurnalistik, humanis, formal, dan informatif islami. Alur tulisan disusun mulai dari suasana pembukaan, prosesi wisuda, pesan dan motivasi, hingga momentum bersejarah transformasi Institut Al Fithrah menjadi Universitas Al Fithrah. Bagian akhir juga dilengkapi dengan penutup yang menegaskan harapan bagi masa depan lembaga dan para lulusan.
Wisuda Ke-15 Universitas Al Fithrah
Universitas Al Fithrah Surabaya menggelar prosesi Wisuda Ke-15 pada Sabtu, 31 Oktober 2026 M bertepatan dengan 20 Jumadil Ula 1448 H. Bertempat di Gedung Timur Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Jalan Kedinding Lor No. 99 Surabaya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus menandai babak baru perjalanan kelembagaan Universitas Al Fithrah.
Rangkaian acara diawali dengan seremonial spiritual yang menjadi ciri khas lingkungan pendidikan Al Fithrah. Pembacaan Tawasul Fatihah, Istighotsah, dan Maulid Fi Hubby mengawali prosesi dengan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ust. H. Hadori, S.Ud., Ust. H. Luqman Bahrowi, S.Ud., Habib Musthofa Al-Jufri, dan Habib Abdurrahman Baagil.
Setelah rangkaian spiritual selesai, acara dilanjutkan dengan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ust. Dr. H. Nur Kholis, Lc., M.H.I. Suasana kebangsaan semakin terasa melalui lantunan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Agenda tahunan ini dihadiri oleh keluarga ndalem Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy, jajaran civitas akademika Universitas Al Fithrah, para wisudawan dan wali wisudawan, serta santri putra dan putri PDF Ulya Al Fithrah Surabaya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara tradisi pesantren, dunia akademik, dan keluarga besar Al Fithrah dalam mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Al Fithrah, Dr. H. Rosidi, M.Fil.I., menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar tidak menjadikan wisuda sebagai akhir dari proses belajar. Menurutnya, kelulusan justru merupakan awal dari perjalanan baru untuk mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan yang sesungguhnya. Gelar yang saudara terima hari ini bukan sekadar tambahan huruf di belakang nama, melainkan amanah untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor juga menganjurkan para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana Universitas Al Fithrah. Hal tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun tradisi akademik yang berkesinambungan, sekaligus mendorong lahirnya generasi intelektual muslim yang memiliki kedalaman ilmu dan kematangan spiritual.
86 Mahasiswa Resmi Dikukuhkan sebagai Sarjana
Prosesi wisuda dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Nomor 412/AF/R/PP.07/X/2026/SK oleh Dr. Kusroni, M.Th.I. Berdasarkan keputusan tersebut, sebanyak 86 mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus dan mengikuti Wisuda Ke-15 Universitas Al Fithrah.
Para lulusan tersebut berasal dari lima program studi, yakni 14 wisudawan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 9 wisudawan Ilmu Tasawuf, 23 wisudawan Perbankan Syariah, 27 wisudawan Manajemen Pendidikan Islam, serta 13 wisudawan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Pada kesempatan yang sama, universitas juga memberikan apresiasi kepada para wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Mereka adalah Zuliatus Sholeha dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Andin Ina Julia dari Manajemen Pendidikan Islam, Miftakhur Rohman dari Ilmu Tasawuf, Siti Fathia dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Muhammad Ainul Haq dari Perbankan Syariah.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, ketekunan, dan prestasi akademik yang telah dicapai selama menempuh pendidikan. Lebih dari sekadar capaian akademik, prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan potensi diri dan mengamalkan ilmu di tengah kehidupan masyarakat.
Nasihat mendalam juga disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., selaku Penasehat Ahli Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa lulusan Universitas Al Fithrah memiliki karakteristik tersendiri karena memperoleh pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritualitas melalui pendidikan tasawuf.
“Sarjana yang bukan sembarang sarjana. Karena sarjana yang dilahirkan oleh Universitas Al Fithrah, yang di dalamnya terdapat pendidikan tasawuf yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa gelar akademik idealnya berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Seorang sarjana tidak cukup hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga harus mampu menjaga akhlak, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Launching Universitas Al Fithrah: Babak Baru Perjalanan Pendidikan
Wisuda Ke-15 tahun ini memiliki makna istimewa. Selain menjadi momentum pengukuhan para lulusan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sejarah penting transformasi kelembagaan Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya menjadi Universitas Al Fithrah.
Setelah melalui perjalanan panjang selama hampir dua dekade sejak dirintis pada tahun 2007, Institut Al Fithrah akhirnya memasuki babak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi. Melalui pengumuman resmi yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026 di situs kampus, Institut Al Fithrah dinyatakan telah resmi bertransformasi menjadi Universitas Al Fithrah berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1154 Tahun 2026.
Perubahan bentuk kelembagaan ini bukan sekadar pergantian nama atau identitas institusi. Lebih dari itu, transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi pendidikan Al Fithrah dalam mencetak generasi yang unggul, berintegritas, dan memiliki kedalaman nilai-nilai keislaman.
Momentum bersejarah tersebut disampaikan oleh KH. M. Husni Mubarok, M.Ag., dalam rangkaian Wisuda Ke-15 sekaligus Launching Universitas Al Fithrah. Peresmian ini menjadi penanda dimulainya fase baru perjalanan pendidikan tinggi Al Fithrah, dengan harapan mampu memperkuat peran institusi dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai pesantren yang telah menjadi fondasinya.
Melanjutkan Khidmah, Mengembangkan Keilmuan
Perjalanan panjang Al Fithrah dalam bidang pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan yang diwariskan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Nilai-nilai keilmuan, akhlak, tasawuf, dan khidmah menjadi landasan penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial.
Oleh karena itu, Wisuda Ke-15 dan Launching Universitas Al Fithrah tidak semata-mata menjadi seremoni akademik, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dengan keluhuran akhlak.
Bagi para wisudawan, gelar sarjana yang telah diraih merupakan amanah sekaligus tanggung jawab untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi. Sementara bagi Universitas Al Fithrah, perubahan status menjadi universitas merupakan tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas pengembangan keilmuan, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan negara.
Dengan semangat khidmah dan berpegang teguh pada nilai-nilai salaf, Universitas Al Fithrah diharapkan terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Wisuda Ke-15 Universitas Al Fithrah. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang manfaat dan barokah, menjadi bekal dalam melanjutkan khidmah, serta menjadi jalan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Selamat pula atas lahirnya Universitas Al Fithrah. Semoga langkah baru ini senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT dan menjadi bagian dari keberlanjutan perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa.










