AlFithrah

Penyaluran ZIS-DSKL bulan Agustus 2022 UPZ BAZNAS Yayasan Al Khidmah Indonesia (YAKIN)

Di bulan Agustus 2022, UPZ BAZNAZ Yayasan Al Khidmah Indonesia (YAKIN) kembali menyalurkan zakat, infak, shadaqah serta dana keagamaan sosial lainnya. Ada dua program utama yang menjadi prioritas di bulan Agustus 2022, yaitu program kemanusiaan dan program pendidikan. UPZ BAZNAS YAKIN juga menggandeng PDF Wustho, HMP PGMI STAI Al Fithrah dan TPQ Al Fithrah dalam melaksanakan program-programnya. Berikut laporan dua program tersebut.

Program Kemanusiaan: Do’a Bersama dan Santunan Yatim dan Dhuafa

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1444 H., UPZ BAZNAS YAKIN bekerjasama dengan PDF Wustha Al Fithrah mengadakan acara Doa Bersama dan Santunan Yatim dan Dhuafa. Acara ini diselenggarakan bertepatan pada tanggal 9 Agustus 2022 M. / 11 Muharram 1444H. Dilasaknakan dua kali, yaitu pada jam 08.00 WIB dihadiri oleh santri putri dan pada jam 13.00 di hadiri oleh santri putra. UPZ BAZNAS YAKIN menyiapkan 96 bingkisan untuk santri dan 139 es teh hijau untuk dibagikan kepada santri dan asatidz yang hadir.

Program Pendidikan:

Beasiswa Periode II: Agustus 2022

Program beasiswa ini diterimakan pada santri yatim dan santri tidak mampu Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Terdata penerima program ini sebanyak 20 santri yang terdiri dari 5 santri MI, 6 santri PDF Wustha, 7 santri PDF Ulya dan 2 Mahasantri STAI Al Fithrah. Jumlah bantuan Pendidikan sesuai besaran syahriyah masing-masing unit Pendidikan. Penyaluran beasiswa Agustus telah di berikan langsung kepada Bagian Keuangan Pondok pada tanggal 28 Juli 2022.

Dukungan Kegiatan Santri: HMP PGMI STAI Al Fithrah Surabaya

HMP PGMI menyelenggarakan Lomba dan Bazar dalam rangka Kemerdekaan RI yang ke 77 dan Tahun Baru Islam 1444 H. dengan tema “Mendorong Terwujudnya SGD’s Indonesia Maju untuk Generasi yang Islami, Cinta tanah air dan berakhlakul karimah”. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk mengkader siswa-siswi yang berkompeten, berbudi pekerti luhur sekaligus memiliki kreativitas yang unggul. UPZ BAZNAS YAKIN menyalurkan bantuan sebesar Rp500.000 untuk mendukung kegiatan ini. HMP PGMI juga menyediakan gerai bagi UPZ BAZNAS YAKIN di acara tersebut. Di gerai itu, donatur baru bisa mendapatkan kaleng sedekah dan mencari informasi seputar UPZ BAZNAS YAKIN.

Dukungan Kegiatan Santri: TPQ Al Fithrah Surabaya

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke 77, TPQ Al Fithrah Surabaya mengadakan kegiatan Class Meeting dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Pemberani dan Mampu Bersaing”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan santri kepada negara serta sebagai sarana mengembangkan potensi minat bakat santri. Kegiatan ini diisi dengan berbagai lomba yang dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai 12 Agustus 2022. Beberapa lomba yang diselenggarakan antara lain: lomba adzan putra, lomba praktik sholat, lomba memindahkan karet, lomba mewarnai, menggambar kaligrafi, lomba baca puisi Islami dan lomba memindahkan kelereng dengan kertas. Serangkaian lomba tersebut di ikuti oleh santri TPQ dan ditutup dengan acara pembagian hadiah lomba yang di laksanakan tanggal 12 Agustus 2022. UPZ BAZNAS YAKIN turut memberikan bantua untuk mendukung kegiatan ini.

Visitasi Akreditasi RA Al Fithrah Surabaya

Jum’at 22 Juli 2022, RA Al FIthrah Surabaya mendapat kunjungan dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (BAN-PAUD). Kunjungan ini dalam rangka visitasi akreditasi Raudhatul Athfal (RA) Al Fithrah. Kunjungan bertujuan mengamati langsung kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di RA Al Fithrah.

Pengamatan proses KBM di RA Al Fithrah oleh tim Asesor

Ibu Luluk Iffatur Rocmah, S.S, M.Pd. dan Ibu Lailatin Khofifah, S.Ag. dua asesor dari BAN-PAUD yang bertugas sudah berada di RA Al Fithrah sejak jam 6 pagi. Mereka mengamati KBM mulai dari kegiatan penyambutan kedatangan santri RA hingga proses santri pulang. Semua kegiatan itu direkam, selanjutnya akan diberi penilaian.

Semua proses tadi adalah yang biasa terjadi di luar hari visitasi, yang sudah dilaporkan dalam berkas dokumen yang sudah dikirimkan sebelumnya ke tim akreditasi. Sehingga boleh dibilang visitasi ini bagian dari pengamatan kesesuaian berkas dengan kondisi riil di lapangan.

Chek pemberkasan oleh Tim Asesor

Pengamatan ini berakhir jal 10.30 WIB, dilanjutkan chek pemberkasan. Sebelum chek pemberkasan, dilaksakan seremoni singkat. Hadir dalam seremoni pengurus harian Pondok Pesantren Assalafi Al FIthrah dan pengurus harian Yayasan Al Khidmah Indonesia.

Tim Asesor bersama Asatidzah RA Al Fithrah

Kegiatan visitasi ini baru berakhir pukul 17.00 WIB. Kegaiatan ini tentu diharapkan membuat RA Al Fithrah semakin baik dalam pelayanan administrasi, lebih khusus dalam proses KBM.

Puasa Tarwiyah & Arafah

Diantara kesunahan yang terdapat dalam bulan Dzulhijjah adalah puasa di tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah, dilanjutkan dengan puasa pada tanggal 8 dan 9 bulan Dzulhijjah. Keterangan ini tertuang dalam kitab I’anatuth Thalibin Juz II hlm. 300.

Dalam kitab ini disebutkan hadits Nabi Saw yang artinya:

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar”

Hadits ini menyampaikan kabar gembira terutama bagi umat islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji di manapun berada. Di bulan Dzulhijjah di mana mereka yang berkesempatan menunaikan ibadah haji yang tentunya pahala besar sudah menanti, umat islam lainnya bisa beribadah dengan janji pahala yang besar pula.

Dalam sebuah riwayat yang ditampilkan dalam kitab ini disampaikan bagi orang yang berpuasa di tanggal 9 Dzulhijjah maka ia akan mendapat pengampunan dosa yang sudah ia lakukan setahun sebelumnya dan yang – semoga tidak – ia lakukan di setahun yang akan datang.

Anjuran puasa di tanggal 9 Dzulhijjah ini juga berdasar pada apa yang sudah pernah dilakukan oleh Nabi Saw, semasa hidup beliau.

Adapun puasa di tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyah) dianjurkan sebagai bentuk sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 10 hari pertama Dzulhijjah, selain hari Idul Adha.

Adapun niat puasa tarwiyah (8 Dzulhijjah), adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan liLlaahi ta‘aalaa.  

Artinya: Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala.

Adapun niat puasa arafah (9 Dzulhijjah), adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma arafata sunnatan liLlaahi ta‘aalaa.   

Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.  

Semoga segala bentuk ibadah kita di bulan Dzulhijjah ini diterima oleh Allah Swt. Amin, amin. Ya Rabbal ‘alamin

Salman, Abu Darda’ dan Seorang Perempuan

Salman al-Farisi ra. ingin menikahi seorang perempuan dari Bani Laits. Ia meminta Abu Darda’ ra. – sahabatnya yang juga keluarga perempuan itu – untuk meminangkan perempuan itu untuk dirinya.

Abu Darda pergi menemui keluarga perempuan tersebut. Ia bercerita kepada mereka tentang keutamaan Salman sebagai sahabat senior yang lebih dulu masuk Islam. Setelah itu, barulah ia utarakan maksud ke datangannya untuk meminang anak perempuan mereka untuk Salmån.

Keluarga perempuan itu menjawab, “kami tidak akan menikahkan anak perempuan kami kepada Salmân. Tapi, kami akan menikahkannya denganmu!”

Abú Darda’ pun menikah dengan perempuan itu. Tak lama setelah peristiwa itu, ia pulang dan menemui Salman.  Ia berkata, “Sesuatu telah terjadi, tapi aku malu menceritakannya kepadamu.” Melihat Abu Darda’ tampak tak nyaman, Salman pun bertanya, “apa itu, Abu Darda’?”

Abu Darda’ pun menceritakan peristiwa itu. Mendengar itu, Salman berkata, “Mestinya aku yang lebih malu karena meminang seorang perempuan yang ternyata Allah takdirkan untukmu.”

Sumber: Shifatu al-Shofwah Juz I hlm 204

Kehati-hatian Abu Bakar ra.

Abu Bakar al-Shiddiq ra. memiliki seorang budak yang bekerja untuk mencari nafkah baginya. Pada suatu malam, budaknya itu menyuguhinya makanan. Lalu Abu Bakar memakannya sesuap.

Budaknya itu pun bertanya, “Mengapa engkau bertanya kepadaku di setiap malam (tentang makanan), tetapi kamu tidak bertanya kepadaku pada malam ini?” Abu Bakar menjawab, “Karena aku sangat lapar.” Ia pun lalu bertanya, “Darimana kamu memperoleh makanan ini?”

Budak itu menjawab, “Dahulu aku pemah berpapasan dengan suatu kaum di masa jahiliyah, lalu aku melakukan jampi-jampi kepada mereka, dan mereka berjanji untuk memberiku sesuatu. Nah, hari ini aku bertemu dengan mereka lagi, dan ternyata mereka sedang mengadakan pesta sehingga mereka pun memberiku makanan ini.”

Abu Bakar berkata, “Kamu menyaris menghancurkanku.” Kemudian Abu Bakar memasukkan tangannya ke tenggorokannya agar muntah. Namun, makanan itu tidak kunjung keluar. Lalu seseorang berkata kepadanya, “Makanan itu tidak bisa keluar kecuali dengan air.”

Abu Bakar pun meminta diambilkan sebaskom air dan meminumnya hingga muntah. Lalu seseorang berkata, “Semoga Allah merahmatimu. Semua ini hanya demi sesuap makanan?” Abu Bakar menjawab, “Seandainya sesuap makanan ini tidak bisa keluar kecuali bersama nyawaku, niscaya tetap aku keluarkan. Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari makanan yang haram, maka neraka lebih pantas untuknya’. Karena itu, aku takut ada bagian dari tubuhku yang tumbuh dari sesuap makanan ini.”

Sumber: Hilyatu al-Auliya’ Juz I hlm 30