Info

Halal Bihalal Santri dan Asatidz Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Mengawali Hari Baik dengan Keberkahan Ilmu

Surabaya, 1 April 2026 — Setelah menikmati liburan selama satu bulan penuh di rumah masing-masing pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, para santri akhirnya kembali ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya pada Senin-Selasa, 30-31 Maret 2026. Hari ini mereka mengikuti kegiatan Halal Bihalal bersama seluruh jajaran Asatidz-asatidzah Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Momentum ini menjadi awal yang penuh keberkahan untuk memulai kembali perjalanan menuntut ilmu di tahun pelajaran berikutnya.

Mengawali Kegiatan di Hari Rabu: Hari yang Diberkahi dalam Tradisi Keilmuan

Dalam tradisi pesantren, pemilihan hari bukan sekadar kebiasaan, tetapi sarat nilai. Hari Rabu adalah hari baik untuk memulai suatu pekerjaan, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim:

مَا مِنْ شَيْئٍ بُدِئَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ إِلَّا وَقَدْ تَمَّ

“Tiada sesuatu yang dimulai pada hari Rabu kecuali akan selesai dengan sempurna.”

Tradisi keberkahan ini menjadi alasan mengapa kegiatan halal bihalal ini digelar pada hari Rabu, 1 April 2026, dengan harapan seluruh aktivitas pendidikan di tahun ini berjalan lancar dan paripurna.

Acara halal bihalal dimulai pukul 07.30 WIB, dibuka dengan rangkaian wadhifah yang dipimpin oleh jajaran asatidz sesepuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Tawasul oleh Ust. H. Khoirudin, S.Ud, Istighotsah oleh Ust. H. Moh. Sholeh, S.Ud, Maulid fi Hubby oleh Ust. H. Hadori, S.Ud, Doa fi Hubby oleh Ust. H. Lukman Bahrowi, S.Ud dan Ilahi Ya Karim oleh Ust. H. Ali, S.Ud.

Rangkaian ini menjadi penguat spiritual bagi seluruh santri sebelum memasuki masa belajar berikutnya.

Sambutan Kepala Pondok: Aturan untuk Mengawal Kesuksesan

Dalam sambutannya, Ust. Nashirudin, M.Pd selaku kepala pondok menyampaikan selamat datang kepada seluruh santri setelah masa liburan. Beliau juga memberikan apresiasi atas ketaatan santri terhadap aturan-aturan pondok.

“Aturan-aturan pondok itu dibuat untuk mengawal kita agar menjadi pribadi yang baik,” jelas Ust. Nashir.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama ini, disertai doa:

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian semua termasuk golongan orang-orang yang kembali fitrah, orang-orang yang bahagia, diterima amal ibadahnya. Setiap tahun dalam keadaan baik.

Nasihat Sesepuh Pondok: Mondok Ibarat Menanam

Arahan dan nasihat kemudian disampaikan oleh sesepuh dan penasehat pondok, diwakili oleh Ust. H. Khoirudin, S.Ud. Beliau mengingatkan pentingnya kesabaran dan konsistensi dalam menuntut ilmu.

Beliau mengutip dawuh Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi:

“Tolong sampaikan ke santri-santri. Wong mondok iku podo karo nandur.”

(Menjadi santri itu seperti menanam—butuh kesabaran hingga berbuah.)

Beliau juga menegaskan salah satu kunci sukses belajar yang tercantum dalam Ta’limul Muta’allim, yaitu irsyadu ustadz—mendapatkan bimbingan dan doa dari guru, bukan sekadar menerima pelajaran.

Penutup dengan Doa dan Mushafahah

Acara ditutup dengan doa bihaqqil Fatihah oleh Ust. Mustaqim, M.Fil.I. Setelah itu seluruh santri — baik putra maupun putri — melakukan mushafahah dengan para asatidz.

Kegiatan halal bihalal diikuti oleh seluruh unit pendidikan santri mukim di bawah naungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Meliputi PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly Al Fithrah dan MDTJ Al Fithrah Surabaya

Halal bihalal sendiri identik dengan saling memaafkan dan bersalaman (mushafahah). Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud disebutkan:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أنْ يَتَفَرَّقَا

“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali dosa-dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah.”

Hadis ini menjadi dasar kuatnya tradisi mushafahah di lingkungan pesantren.

Kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi momentum menguatkan ukhuwah, membersihkan hati, dan memulai ikhtiar menuntut ilmu dengan semangat baru. Semoga seluruh aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah pada tahun ini senantiasa diberkahi dan disempurnakan oleh Allah SWT.

Pengumuman Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Kita sudah berada di pertengahan bulan Ramadhan. Semangat untuk mengisi Ramadhan dengan kebaikan semoga tetap berkobar tak terpadamkan. Ramadhan adalah momentum yang baik, dikuatkan dengan keadaan yang baik, untuk melakukan amalan-amalan baik.

Setelah selama separuh pertama Ramadhan para santri menghabiskan waktunya di pesantren, kini waktunya untuk para santri mengamalkan apa-apa yang telah didapatkannya.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor 99, Surabaya menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh orang tua dan wali santri mengenai jadwal libur Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1447 H / 2026 M. Informasi ini disampaikan sebagai pedoman bagi para wali santri terkait jadwal kepulangan, ketentuan selama liburan, serta waktu kembali ke pondok.

Jadwal Kepulangan Santri

Libur Ramadhan bagi santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan dengan jadwal sebagai berikut:

  • Santri Putri: Jum’at, 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026
  • Santri Putra: Sabtu, 17 Ramadhan 1447 H / 7 Maret 2026

Waktu kepulangan santri ditetapkan mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB. Santri wajib dijemput langsung oleh orang tua atau wali dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga sebagai syarat administrasi. Khusus bagi santri putri, penjemput juga diwajibkan menunjukkan Kartu Mahram.

Apabila terdapat santri putra dan putri yang merupakan saudara kandung, keduanya diperbolehkan dijemput bersamaan pada Jum’at, 6 Maret 2026, dengan tetap membawa dokumen yang dipersyaratkan.

Kegiatan Mushafahah Sebelum Kepulangan Santri

Sebelum santri pulang untuk menjalani libur Ramadhan dan Idul Fitri, telah dilaksanakan kegiatan mushafahah (salam-salaman) bersama keluarga ndalem Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Kegiatan mushafahah ini dilaksanakan pada Kamis malam, 5 Maret 2026, dan diikuti oleh para santri sebagai bentuk adab, penghormatan, serta memohon doa restu kepada keluarga ndalem sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Tradisi mushafahah ini merupakan kegiatan rutin pesantren yang dilaksanakan setiap menjelang kepulangan santri, sebagai sarana mempererat hubungan batin antara santri dengan para masyayikh dan keluarga ndalem pondok.

Ketentuan Selama Masa Libur

Selama santri berada di rumah, pihak pondok menegaskan bahwa orang tua atau wali santri bertanggung jawab dalam menjaga ibadah (ubudiyah) serta keistiqamahan amalan para santri sebagaimana yang telah dibiasakan selama di pesantren.

Selain itu, santri tidak diperkenankan mengadakan kegiatan yang mengatasnamakan santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, seperti:

  • Buka puasa bersama
  • Pembagian takjil
  • Kegiatan lain yang menggunakan nama pondok

Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik serta ketertiban kegiatan santri selama masa libur.

Jadwal Kembali ke Pondok

Setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri, santri diwajibkan kembali ke pondok sesuai jadwal yang telah ditentukan:

  • Santri Putri: Senin, 10 Syawal 1447 H / 30 Maret 2026
  • Santri Putra: Selasa, 11 Syawal 1447 H / 31 Maret 2026

Santri yang kembali melewati pukul 17.00 WIB akan dianggap terlambat dan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di pondok.

Saat kembali ke pondok, santri juga diwajibkan membawa slip pembayaran syahriyah bulan Maret 2026 sebagai bukti administrasi.

Informasi Pembayaran Syahriyah

Pihak pondok juga menyampaikan beberapa ketentuan terkait pembayaran syahriyah:

  • Potongan biaya makan selama libur disesuaikan dengan waktu kepulangan santri.
  • Pembayaran syahriyah setiap bulan berlaku tanggal 26 sampai 10.
  • Apabila melewati tanggal tersebut akan tercatat sebagai tunggakan.

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening yang telah ditentukan oleh pihak pondok, dan wali santri diwajibkan menyimpan bukti pembayaran minimal tiga bulan terakhir.

Penutup

Dengan adanya pemberitahuan ini, diharapkan seluruh wali santri dapat memperhatikan jadwal serta ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Kerja sama antara pihak pondok dan orang tua sangat penting dalam menjaga pendidikan, akhlak, dan kedisiplinan para santri, baik ketika berada di pesantren maupun selama menjalani masa libur Ramadhan dan Idul Fitri.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kemudahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Qasidah Ramadhan Arab, Latin dan Terjemahnya

Ramadhan adalah bulan yang dinantikan umat muslim sedunia. Hati mereka merindukannya. Pada bulan Ramadhan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sementara setan dalam belenggu-Nya. Artinya, pada bulan Ramadhan Allah membuka pintu rahmatnya dan pengaruh setan ‘melemah’.

Banyak orang mengisi Ramadhan dengan berbagai macam amal kebaikan. Ada yang membaca Alquran, memperbanyak dzikir dan sholawat, menambah ilmu dan pengetahuan, bersedakah serta banyak amal kebaikan lainnya.

Di antaranya adalah berdzikir dengan bacaan Qasidah Ramadhan. Qasidah ini tidak asing di hampir seluruh kalangan umat muslim Indonesia. Hanya saja dalam pengamalannya ada yang memulainya dengan redaksi berbeda. Dalam sebagian kalangan menggunakan redaksi Syai’lillah yaa Ramadhan ataupun Syirillah yaa Ramadhan.

Qasidah Ramadhan biasa dibaca di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya setiap malam bulan Ramadhan, tepatnya setelah selesai salam kesepuluh sholat Tarawih. Berikut redaksi lengkap Qasidah Ramadhan, Arab, indonesia dan terjemahnya.

Redaksi Lengkap Qasidah Ramadhan

Berikut redaksi lengkap Qasidah Ramadhan yang dibaca di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

لَا إلهَ إِلَّا اللهُ              لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ         جُدْ لَنَا بِالْغُفْرَانِ

يَا حَنَّانُ يَا مَنَانُ         يَا قَدِيمَ الْإِحْسَانُ

بَحْرِ جُودِكَ مَلْيَانُ      جُد لَنَا بِالْغُفْرَانِ

جُدْ لِهَذَا الْإِنْسَانِ        عَبْدَ سُوءٍ خَزْيَان

مِنْ ذُنُوْبِ وَحْلَانْ      خَائِفْ إِنَّكَ غَضْبَانْ

رَبَّنَا نَسْتَعْفِيكَ            رَبَّنَا نَسْتَرْضِيْكَ

وَلَنَا ظَنٌّ فِيكَ             يَارَجَا أَهْلَ الْإِيْمَانِ

لَا تُخَيِّبُ رَاجِي         تَحْتَ بَابِكْ لَاجِي

لَمْ يَزَلْ فِي الدَّجِي      قَائِلاً يا حَنَّانْ

بِالنَّبِيِّ الْأُمِّي             وَخَدِيجَةُ أُمِّي

وَالْبَتُوْلِ الخَتْمِي         سَيِّدَاتِ النِّسْوَانُ

بِالنَّبِيِّينَ الْجَمْ             مِنْ أَبِيْنَا آدَمْ

وَ بِنُوْحِ الْأَقْدَامْ           وَخَلِيلِ الرَّحْمن

بِأَهْلِ تُرْبَةٌ بَشَار        وَالْفَقِيهِ الْمِشْهَارُ

وَبَأَلِ عَلْوِى الْأَبْرَارِ   مَنْ بِهِمْ حَالِي زَان

وَبِحَدَّادِ الْقُلُوبْ          يُنَالُ كُلُّ الْمَرْغُوب

وَزَالَ جُلُّ الْكُرُوْبِ    دَائِمَا فِي الْأَمَانُ

وَسُلْطَانِهِمْ مَنْظُوْرٌ      وَسَيْفِهِمْ مَشْهُوْرٌ

وَقَوْسِهِمْ مَوْتُوْرْ         عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِ

وَبِالْبَطَلِ الْعَبْقَرِي      وَسِرُّهُ السَّارِيْ

لِمُحِبِّيْهْ يَسْرِيْ           شَيْخُنَا عُثْمَان

وَبِأَحْمَدْ أَسْرَارِي       ذِي الْأَخْلَاقِ النَّقِيُّ

لِمُعْتَقِدِيْهِ وَافِيْ           فِي مَدَى الْأَزْمَانُ

وَأَحْزَابِهِ مَنْصُوْرٌ      فِي الْأَفَاقِ مَشْهُوْرٌ

وَمُتَّبِعِيْهْ مَحْصُونَ     فِيْ رِضَا الرَّحْمَنْ

وَالْأَوْلِيَاءْ وَالصِّدِّيْقِيْنْ وَالشُّهَدَاءْ وَالصَّالِحِيْنْ

وَالْأَتْقِيَاءْ وَالْمُسْلِمِيْنْ  يَا رَجَا أَهْلَ الْعِرْفَانْ

يَا صَمَدُ يَا مُعْطِيْ      بِالْعَطَا لَا تُبْطِيْ

جُدْ لِهَذَا الْمُخْطِيْ       بِالرِّضَا وَالْغُفْرَان

جُدْ لَنَا بِالْمَطْلُوبُ       وَالْفَرَحْ مِثْلَ أَيُّوبُ

وَبِفَرْحَةْ يَعْقُوْبْ         حِيْنَ زَالَتِ الْأَحْزَان

الْفَقِيرِ الْمُحْضَارِ        قَائِمًا فِي الْأَسْحَارِ

قَائِلًا يَا سَتَارُ             جُدْ لَنَا بِالْغُفْرَان

وَالصَّلَاةُ الدَّائِمُ          عَلَى النَّبِيِّ بْنِ هَاشِم

عَدَّ مَنْ هُوَ قَائِمْ          بِالْعِبَادَةْ سَهْرَانِ

Redaksi Latin Qasidah Ramadhan

Redaksi Latin Qasidah Ramadhan ala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Lā ilāha illallāh
Lā ilāha illallāh

Yā Ḥannān yā Mannān
Jud lanā bil-ghufrān

Yā Ḥannān yā Manān
Yā qadīmal-iḥsān

Baḥru jūdika malyān
Jud lanā bil-ghufrān

Jud lihādzal-insān
‘Abda sū’in khazyān

Min dzunūbin waḥlān
Khāif innaka ghaḍbān

Rabbanā nasta‘fīka
Rabbanā nastarḍīka

Wa lanā ẓannun fīka
Yā rajā’a ahlal-īmān

Lā tukhayyib rājī
Taḥta bābika lājī

Lam yazal fid-dajā
Qā’ilan yā Ḥannān

Bin-nabiyyil-ummī
Wa Khadījatu ummī

Wal-batūlil-khatmī
Sayyidātin-niswān

Bin-nabiyyīnal-jam‘
Min abīnā Ādam

Wa bi Nūḥil-aqdām
Wa Khalīlir-Raḥmān

Bi ahli turbati Bashār
Wal-faqīhil-mishhār

Wa bi Āli ‘Alawiyil-abrār
Man bihim ḥālī zān

Wa bi Ḥaddādil-qulūb
Yunālu kullul-marghūb

Wa zāla jullul-kurūb
Dā’iman fil-amān

Wa sulṭānihim manẓūr
Wa saifihim mashhūr

Wa qawsihim mawtūr
‘Abdul Qādir al-Jīlānī

Wa bil-baṭalil-‘abqarī
Wa sirruhūs-sārī

Li muḥibbīhi yasrī
Syaikhunā ‘Utsmān

Wa bi Aḥmad Asrārī
Dzil-akhlāqin-naqī

Li mu‘taqidīhi wāfī
Fī madal-azmān

Wa aḥzābihī manṣūr
Fil-āfāqi mashhūr

Wa muttabi‘īhi maḥṣūn
Fī riḍar-Raḥmān

Wal-awliyā’i wash-ṣiddīqīn
Wash-shuhadā’i wash-ṣāliḥīn

Wal-atqiyā’i wal-muslimīn
Yā rajā’a ahlal-‘irfān

Yā Ṣamad yā Mu‘ṭī
Bil-‘aṭā lā tubṭī

Jud lihādzal-mukhṭī
Bir-riḍā wal-ghufrān

Jud lanā bil-maṭlūb
Wal-faraḥ mitsla Ayyūb

Wa bifarḥati Ya‘qūb
Ḥīna zālatil-aḥzān

Al-faqīril-Muḥḍār
Qā’iman fil-asḥār

Qā’ilan yā Sattār
Jud lanā bil-ghufrān

Wash-ṣalātud-dā’im
‘Alan-nabiyyi ibni Hāsyim

‘Adda man huwa qā’im
Bil-‘ibādati sahrān

Terjemahan Lengkap Qasidah Ramadhan

Berikut terjemahan lengkap Qasidah Ramadhan

Tiada Tuhan selain Allah.
Tiada Tuhan selain Allah.

Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Maha Pemberi,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Wahai Maha Pengasih, Wahai Maha Pemberi,
Wahai Dzat yang sejak dahulu melimpahkan kebaikan.

Lautan kemurahan-Mu penuh melimpah,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Karuniakanlah kepada manusia ini,
Seorang hamba yang buruk dan hina.

Yang tenggelam dalam lumpur dosa,
Takut karena Engkau murka.

Wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu,
Wahai Tuhan kami, kami memohon keridaan-Mu.

Dan kami berbaik sangka kepada-Mu,
Wahai harapan orang-orang beriman.

Jangan Engkau kecewakan orang yang berharap,
Yang berlindung di bawah pintu-Mu.

Yang terus berada dalam gelap malam,
Seraya berkata: Wahai Maha Pengasih.

Dengan (perantaraan) Nabi yang ummi,
Dan Sayyidah Khadijah ibuku.

Dan wanita suci yang utama,
Pemimpin para wanita.

Dengan seluruh para nabi,
Dari ayah kami Nabi Adam.

Dan Nabi Nuh yang teguh,
Dan kekasih Allah (Nabi Ibrahim).

Dengan para penghuni Turbah Basyar,
Dan para fuqaha yang masyhur.

Dengan keluarga Alawi yang saleh,
Yang dengan mereka keadaanku menjadi indah.

Dengan penempaan hati,
Dengannya tercapai segala harapan.

Dan hilanglah segala kesusahan,
Selamanya dalam keamanan.

Dan sultan mereka tampak nyata,
Dan pedang mereka masyhur.

Dan busur mereka yang kuat,
(Ya Allah, dengan wasilah) Abdul Qadir al-Jilani.

Dengan sang pahlawan yang luar biasa,
Dan rahasianya yang mengalir.

Kepada para pecintanya mengalir,
Guru kami Syekh Utsman Al-Ishaqy.

Dengan (keberkahan) Syaikh Ahmad Asrori (Al-Ishaqy),
Yang berakhlak suci.

Bagi para pengikutnya setia,
Sepanjang zaman.

Dan hizibnya mendapat pertolongan,
Terkenal di seluruh penjuru.

Para pengikutnya terlindungi,
Dalam keridaan Ar-Rahman.

Dan para wali, para shiddiqin,
Para syuhada dan orang-orang saleh.

Para muttaqin dan kaum muslimin,
Wahai harapan ahli makrifat.

Wahai Dzat Maha Dibutuhkan, Wahai Maha Pemberi,
Dalam memberi jangan Engkau tunda.

Karuniakan kepada hamba yang bersalah ini,
Keridaan dan ampunan.

Karuniakan kepada kami apa yang kami harapkan,
Dan kebahagiaan seperti Nabi Ayyub.

Dan kebahagiaan Nabi Ya‘qub,
Ketika kesedihan telah hilang.

Hamba yang fakir, Al-Muhdhar,
Berdiri di waktu sahur.

Seraya berkata: Wahai Maha Menutup Aib,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Dan shalawat yang terus-menerus,
Atas Nabi keturunan Bani Hasyim.

Sebanyak orang yang berdiri,
Dalam ibadah di malam hari.

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya resmi dibuka untuk Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H. Informasi ini diperuntukkan bagi calon santri dan wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya.

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, jenjang pendidikan, serta tata cara pendaftaran santri baru.

Tentang Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dengan berbagai jenjang formal maupun nonformal.

Lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah meliputi pendidikan untuk santri mukim (menetap) dan non mukim (tidak menetap).

Alamat lengkap:
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur (60129)

Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H

Pendaftaran santri baru dibuka untuk Tahun Ajaran: 2026–2027 Masehi / 1447–1448 Hijriyah

Tingkat Pendidikan yang Dibuka

Berikut jenjang pendidikan yang tersedia dalam Pendaftaran Santri Baru Al Fithrah Surabaya:

Untuk pendaftaran santri non mukim meliputi dua lembaga pendidikan dasar:

Sedangkan untuk pendaftaran santri baru mukim meliputi

Calon santri dapat memilih jenjang pendidikan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan pendidikan masing-masing.

Jadwal Pendaftaran Santri Baru 2026

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang:

🟢 Gelombang I

  • 20 Februari – 5 Maret 2026 M
  • 2 – 15 Ramadhan 1447 H

🟢 Gelombang II

  • 1 April – 30 April 2026 M
  • 12 Syawal – 12 Dzulqaidah 1447 H

Disarankan untuk mendaftar lebih awal agar mendapatkan kesempatan lebih luas, disebabkan pembatasan kuota santri baru.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Berikut alur pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

1. Tes Non Akademik

Calon santri melakukan tes akademik dan non akademik secara offline di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

  • Tes Akademik meliputi baca Al-Qur’an dan tulis pego untuk santri baru lulusan SD sederajat, baca Fathul Qorib dan pengetahuan Nahwu Shorof untuk lulusan SMP sederajat dan baca Kitab Mau’idzatul Mu’minin bagi santri baru Ma’had Aly Al Fithrah.
  • Tes Non Akademik meliputi tes skill non-akademik seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, disiplin, adaptasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan ketahanan diri.

Tes ini dilaksanakan untuk menentukan penempatan kelas santri baru. Tes ini juga dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

2. Pengumuman Hasil Tes

Hasil tes santri baru akan diinformasikan melalui WhatsApp kepada calon santri atau wali santri.

3. Daftar Ulang

Setelah mendapatkan pengumuman hasil tes, santri baru wajib melakukan:

  • Pembayaran administrasi
  • Pengumpulan berkas persyaratan pendaftaran

Sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Pengumuman Jadwal Masuk

Santri akan mendapatkan informasi jadwal masuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya melalui WhatsApp.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui:

👉 https://psb.alfitrah.net

Calon santri juga dapat memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Narahubung Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pendaftaran Santri Baru 2026–2027, silakan menghubungi:

📱 0812 2339 9950 – Panitia PSB
(031) 3717304 / (031) 3722771 – Kantor Pondok

Media Sosial dan Website Resmi

Ikuti informasi terbaru melalui:

  • Instagram / Media Sosial: @alfitrahsby
  • Website resmi: alfitrah.org

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027 telah resmi dibuka dengan dua gelombang pendaftaran. Calon santri diwajibkan mengikuti tes akademik dan non akademik, menunggu pengumuman via WhatsApp, serta melakukan daftar ulang apabila dinyatakan lulus.

Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Semoga dimudahkan segala urusan kita semuanya

Majlis Dzikir, Maulidur Rasul SAW & Haul Akbar Al Fithrah 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali menjadi pusat berkumpulnya ratusan ribu jamaah dari berbagai penjuru Indonesia dalam Majlis Dzikir, Maulidur Rasul SAW, dan Haul Akbar, yang diselenggarakan pada Ahad pagi, 06 Sya’ban 1447 H / 25 Januari 2026 M. Kegiatan akbar ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan, nuansa mahabbah, serta semangat birrul walidain dan khidmah kepada para masyayikh.

Rangkaian Acara Pagi yang Sarat Dzikir dan Doa

Acara diawali dengan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin oleh KH. Ali Syairozi (Lamongan), dilanjutkan Istighotsah oleh KH. Abdul Kholiq (Jawa Tengah). Suasana semakin khidmat saat Surat Yasin dilantunkan oleh Mas Fadhol Al Abror (Gresik), kemudian disambung Tawassul Manaqib oleh KH. Abu Althof (Pekalongan).

Pembacaan Manaqib disampaikan oleh Tim Santri Al Fithrah, lalu ditutup dengan Doa Manaqib oleh KH. Najib Zamzami (Kediri). Rangkaian dzikir berlanjut dengan Tahlil dan Talqin yang dipimpin KH. Mujib Qulyubi (Jakarta) serta Doa Tahlil oleh Habib Najib bin Hasan Al Haddad.

Puncak rasa cinta kepada Rasulullah SAW terasa dalam Maulidur Rasul SAW yang dilantunkan oleh santri Al Fithrah bersama para habaib, kemudian ditutup dengan Doa Maulid oleh Habib Hamid bin Salim Mauladawilah (Malang).

Sambutan, Mauidhoh Hasanah, dan Ziarah Maqbarah

Sambutan keluarga ndalem disampaikan oleh KH. Muhammad Ayn El Yaqin Al Ishaqy dan Habib Abbas bin Abu Bakar Al Haddad (Pekalongan). Sementara sambutan mewakili panitia disampaikan oleh H. Muhammad Uripan, Ketua Umum Jamaah Al Khidmah Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan ahlan wa sahlan kepada seluruh jamaah, terima kasih kepada Keluarga Ndalem, para panitia, serta unsur Forkopimda atas dukungan dan izin penyelenggaraan acara, sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan haul.

Panitia sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib, teman-teman Ukhsafi Copler Community untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan kekhusyuan selama majlis berlangsung. Adapun jika terdapat ketidaknyaman dari jamaah yang hadir, warga ataupun pengguna jalan semoga lebih diperbaiki lagi di tahun yang akan datang.

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Dr. Syaikh Abdul Qodir Al-Kattani dari Maroko, yang ceramahnya diterjemahkan oleh Habib Abbas bin Abu Bakar Al Haddad. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyinggung karya beliau Shofwatal Ahadits Nabawiyah, kitab ringkasan hadits-hadits shahih dari Kutubus Sittah yang disusun selama lebih dari 20 tahun berdasarkan hadits yang disepakati kesahihannya.

Syaikh Abdul Qodir Al-Kattani juga menyampaikan doa dan kesaksian tentang keistiqamahan Habib Umar Al-Jilani, yang wafat dalam perjalanan dakwah menuju Haul Akbar Al Fithrah pada Jumat, 23 Januari 2026 M / 04 Sya’ban 1447 H. Beliau dikenal sebagai sosok yang siap menghadapi perpisahan bahkan kematian demi dakwah, serta memiliki kedekatan khusus dengan Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy. Sepeninggal Romo Kyai Asrori, Habib Umar Al-Jilani diminta untuk terus membersamai Jamaah Al Khidmah, bahkan menganggap putra-putri beliau sebagai anak sendiri.

Acara ditutup dengan Doa Penutup bi Haqqil Fatihah oleh KH. Husni Mubarok (Surabaya), dilanjutkan Ziarah Maqbarah yang diikuti para habaib sepuh dan keluarga ndalem, serta salam penutup “Salamullah Ya Sadat” yang dipimpin Habib Umar Assegaf.

Menuju Haul Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy

Sebagai penutup rangkaian besar ini, jamaah juga diingatkan akan Haul ke-17 Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy, pendiri Jamaah Al Khidmah, yang akan diselenggarakan pada Sabtu malam Ahad, 27 Sya’ban 1447 H / 14 Februari 2026 M.

Majlis Haul Akbar Al Fithrah bukan sekadar peringatan, tetapi momentum menyambung sanad cinta, doa, dan pengabdian kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta para wali dan ulama pewaris risalah.

Semoga kita semuanya dipertemukan dengan kegiatan Haul Akbar Al Fithrah di tahun-tahun selanjutnya. Aamiiin