MDJT Al Fithrah

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Peringati Milad Ke-40 bersamaan dengan HUT Ke-81 Republik Indonesia

Ada nuansa berbeda pada peringatan HUT Ke-81 RI di Al Fithrah Surabaya kali ini. Pada hari yang sama, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah juga melaksanakan seremonial perayaan Milad Ke-40 tahunnya.

Para santri dari semua jenjang di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya turut hadir dalam pelaksanaan upacara bendera di lapangan Al Fithrah. Tampak hadir juga para Tenaga Pendidik dan Kependidikan mulai dari RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah.

Mereka terlihat antusias memperingati Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia. Tim Paskibraka Al Fithrah dengan tenang menyuguhkan formasi indah 81 TH ketika prosesi pengibaran bendera. Mereka telah berlatih siang malam dalam sebulan terakhir ini untuk kesuksesan pengibaran sangsaka merah putih di Peringatan HUT Ke-81 RI di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Menjadi Santri yang Merdeka

“Hari kemerdekaan bukan sekedar momentum untuk mengenang masa lalu. Kemerdekaan adalah suatu amanah. Para pahlawan telah memberikan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa mereka untuk kemerdekaan. Maka tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan ilmu, dengan akhlak, dengan kerja keras, persatuan dan pengabdian” Kata Ust. Nashirudin, M.Pd dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara 17 Agustus 2026 di lapangan Al Fithrah.

“Seorang santri tidak akan menjadi manusia yang merdeka, apabila dirinya masih dikuasai oleh kemalasan, dikuasai oleh hawa nafsu, dikuasai oleh keinginan yang tidak terkendali. Karena itu, kemerdekaan seorang santri ialah ketika ia mampu menjadikan dirinya dan mengarahkannya taat kepada Allah SWT, disiplin dalam sholat, bersungguh-sungguh dalam belajar, taat kepada guru, mentaati aturan, menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap amanah. Semua itu adalah latihan menjadi santri yang merdeka dan bertanggung jawab” imbuhnya.

Upacara selesai tepat pada pukul 08.00 WIB dan acara dilanjutkan dengan sowan kepada Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Bagi kami, momentum HUT RI adalah juga harinya Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Beliau -dalam riwayat yang masyhur-, lahir pada 17 Agustus 1950 M dan wafat pada hari Selasa, 18 Agustus 2009 M. Sehingga, momentum Hari Kemerdekaan adalah juga mement haulnya guru kami.

Memperingati Milad Ke-40 Al Fithrah

Setelah sowan Hadratusy Syaikh, acara dilanjutkan dengan seremonial peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah yang berpusat di Masjid Al Fithrah. Acara dimulai dengan Tawasul Al Fatihah dan Pembacaan Maulid Ad-Diba’i, serta dilanjutkan dengan sambutan dan Mau’idotul hasanah.

Sambutan mewakili Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya disampaikan oleh Ust. Ilyas Rohman, S.Ud. Beliau menyampaikan bahwa 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. 40 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, doa, kesabaran dan keikhlasan dari pendiri, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.

“Oleh sebab itu, Peringatan Milad Ke-40 ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebuah perayaan bertambahnya usia, namun lebih dari itu, Milad Ke-40 ini adalah sebuah moment untuk bermuhasabah, introspeksi diri, memperkuat rasa syukur, dan meneguhkan kembali komitmen kita meneruskan perjuangan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” tutur Ust. Ilyas.

“Pada moment Milad Ke-40 ini ada hal yang bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing; ‘Apa dan sudah sejauh mana kita memberikan manfaat kepada lembaga ini.  Bukan hanya apa yang telah kita terima dari pondok, tetapi juga apa yang telah kita berikan untuk keberlangsungan dan kemajuan pondok’” tambah beliau

Dengan menghadapi perkembangan zaman ini, Al Fithrah harus mampu menyesuaikan dan menyelesaikan tantangan zaman, tapi juga harus tetap dalam tradisi luhur para masyakhih. Sesuai prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah.

“Dalam moment Milad ke-40 pada siang ini, Jadilah santri yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat, berkarakter dalam berakhlakul karimah dan adab. Hormati para guru, para masyayikh, para ketua kamar, para pengurus yang lebih tua. Serta bagi yang lebih tua, hendaknya mengayomi menyayangi adek-adeknya yang lebih muda. Muliakan orang tua kalian. Senantiasa menanamkan nilai-nilai Al Fithrah dalam hati kalian dan manfaatkan waktu selama berada di pondok untuk menuntut ilmu dan membentuk kepribadian. Ingat, kalian semua membawa amanah dari rumah masing-masing” pesan beliau

Mengembalikan Semangat Khidmah

Mauidhotul hasanah dalam peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Mengawali mauidohnya, Ustad Wahdi mendoakan agar para guru, para ustad dan ustadzah diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir batih untuk menjaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Tak lupa, beliau mendoakan para santri agar menjadi orang-orang yang diorangkan oleh orang lain. Menjadi orang mulia dan dimuliakan oleh orang lain. Salah satu kuncinya adalah dengan berkhidmah kepada orang yang mulia.

الخَادِمُ يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمَخْدُوْمِ

“Pembantu itu akan menjadi mulia, sebab kemuliaan orang yang dilayani” jelas Ust. Wahdi menyampaikan penjelasan yang disampaikan ulama-ulama shufiyah.

Khidmah di pesantren di antaranya adalah dengan melaksanakan sholat berjamaah dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Beliau juga menyampaikan bahwa usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk menjadi lebih baik lagi. Disebutkan dalam sebuah ayat Al-Qur’an :

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan ketika dia (Musa) telah dewasa dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Qashash [28]: 14)

Sebelum mengakhiri mauidohnya, Ust. Wahdi menghadiahkan sebuah syair untuk Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Beliau menamainya Sab’ul Wasaith li nail matholib Tujuh syair untuk mendapatkan apa yang dicari. Tapi kemudian disempurnakan dengan menambahkan dua syair. Berikut bait syairnya:

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَفَاعَةِ الْهَادِي مُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِبَرَكَةِ السُّلْطَانِ الْجِيلَانِي

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَيْخِنَا عُثْمَانَ قُدْوَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِأَحْمَدَ أَسْرَارِي مُرْشِدِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِحُضُورِ الْمَجْمَعِ وَخِدْمَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا# بِالْقُرْبِ فِيهِ وَشَهِدْنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # مَا أَذْرَفَتِ الْعُيُونُ دُمُوعَنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِصَلَاةٍ مِنْكَ طَهَ الْأَمِينَ

يَا مَوْلَايَ اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِالْآلِ وَالْأَصْحَابِ وَالتَّابِعِينَ

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan syafaat Al-Hadi, Nabi kami Muhammad ﷺ.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan Sultan Auliya Al-Jilani.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (berkah) guru kami, Syaikh Utsman, teladan kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (keberkahan) SyaikhAhmad Asrori, pembimbing kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kehadiran dalam majelis dan pengabdian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kedekatan di dalamnya dan kesaksian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, ketika mata kami meneteskan air mata.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan shalawat dari-Mu kepada Thaha Al-Amin ﷺ.

Wahai Tuhanku, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan keluarga, para sahabat, dan para tabi’in.

Selamat memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia, serta Selamat Sukses Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Semoga senantiasa guyub rukun dan istiqomah dalam perjuangan. Aamiiin

Rapat Khidmah Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya selenggarakan rapat khidmah pengurus. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Timur Lantai 5  ini diikuti oleh semua jajaran tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Nampak hadir dalam rapat khidmah ini para pendidikan dan tenaga kependidikan dari tingkat RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDT Jami’ah Al Fithrah.

Rapat khidmah yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka dengan bacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid dan Doa fi hubby. Dalam hal ini dipimpin oleh Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Khoiruddin, S.Ud, Ust. H. Hadori, S.Ud, Ust. Syirojul Munir, S.Ud, dan Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I.

Mewujudkan Cita-Cita Besar

Sambutan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan oleh Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa dalam rapat khidmah ini akan disusun rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. “Besar harapan kami terhadap doa, dukungan dan arahan panjenengan semua” kata beliau.

Beliau mengingatkan kembali tentang cita-cita besar dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy terhadap Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

“Pondok pesantren ini perlu dikelola secara profesional, sehingga masyarakat melihat (keunggulan) pondok ini, tidak hanya melihat Hadratusy Syaikh” pesan beliau.

Secara umum, unit-unit lembaga di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah sudah terakreditasi baik oleh pihak stakeholder. RA Al Fithrah terakreditasi B, MI Al Fithrah terakreditasi A, PDF Ulya Al Fithrah terakreditasi A, Ma’had Aly Al Fithrah akreditasi A, Institut Al Fithrah terakreditasi B.

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tidak hanya untuk belajar agama, melainkan juga ilmu umum, serta pengamalannya. Sesuai dengan jargon yang biasa digaungkan “Pendidikan agama menjadi tauladan dan pendidikan umum tidak ketinggalan”.

Untuk mencapai tujuan santri menjadi tauladan, setidaknya membutuhkan dua kekuatan; kekuatan ruhani dan kekuatan tata kelola yang baik.

Kekuatan ruhani kita jamak ketahui bisa berupa doa, kesungguhan dan keikhlasan hati. Sementara kekuatan tata kelola bisa berupa laporan-laporan yang terdokumentasikan dan manajemen yang jelas. Pelaporan dan transparansi ini tentu untuk menghindari adanya kepentingan pribadi, serta tercapainya cita-cita Al Fithrah.

Nasehat terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sambutan penasehat dan mauidoh disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Beliau mengharapkan agar para pendidik dan tenaga pendidik sebagai pembantu dan penerima amanah Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy harus memiliki himmatun aliyah (kesungguhan yang tinggi) dan lebih banyak belajar lagi.

“Jangan hanya iktifa’an bima kaana” (merasa cukup dengan keadaan) pesan beliau.

Dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya, jangan jadi ‘pembantu’ yang buruk.

الأجير السوء لا يعمل إلا بالأجرة

“Seng estu. Seng temen. Lek nang kene, ojok itung-itungan bayaran. Insya Allah, Allah yang akan mencukupi. (Yang ikhlas. Yang sungguh-sungguh. Kalau di sini, jangan perhitungan bayaran. Insya Allah, Allah yang mencukupi)” pesan beliau.

Beliau berpesan juga agar para pendidik dan tenaga pendidikan untuk banyak membaca kitab. Mengingat bahwa Hadratusy Syaikh sendiri adalah pribadi yang rajin membaca, di manapun berada. “Jangan sampai orang menilai bahwa Al Fithrah hanya bisa manaqib saja” tegas beliau.

Acara dilanjutkan dengan sidang komisi per bidang kepengurusan dalam struktural pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Total ada empat bidang yang mengampu kepengurusan Al Fithrah Surabaya, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kewadhifahan, Bidang Umum dan Administrasi dan Bidang Keuangan.

Merumuskan Program

Selama dua hari ini dilakukan diskusi mendalam terkait program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Hasil pemaparan, pengayaan dan kesimpulan yang dihasilkan dalam sidang komisi ini kemudian dipaparkan Kepala bidang masing-masing dalam Sidang Pleno di hari kedua.

Dalam sesi ini, semua kepala pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisi panggung. Tampak hadir Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd, Wakil Kepala Pondok I Ust. Ilyas Rahman, M.Pd, Wakil Kepala II Ustadzah Mufarohah, S.Ud, Kepala Bagian Pendidikan Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I, Kepala Bagian Umum dan Administrasi Ust. Mustaqim, M.Ag, Kepala Bagian Kewadhifahan Ust. M. Toha, Kepala Bagian Keuangan Ust. Nashruddin, S.Ud,

Semoga setiap agenda dan program yang telah dan akan dilaksanakan ini dapat membawa perbaikan dan kebaikan untuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di masa depan. Aamiiin.

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya resmi dibuka untuk Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H. Informasi ini diperuntukkan bagi calon santri dan wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya.

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, jenjang pendidikan, serta tata cara pendaftaran santri baru.

Tentang Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dengan berbagai jenjang formal maupun nonformal.

Lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah meliputi pendidikan untuk santri mukim (menetap) dan non mukim (tidak menetap).

Alamat lengkap:
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur (60129)

Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H

Pendaftaran santri baru dibuka untuk Tahun Ajaran: 2026–2027 Masehi / 1447–1448 Hijriyah

Tingkat Pendidikan yang Dibuka

Berikut jenjang pendidikan yang tersedia dalam Pendaftaran Santri Baru Al Fithrah Surabaya:

Untuk pendaftaran santri non mukim meliputi dua lembaga pendidikan dasar:

Sedangkan untuk pendaftaran santri baru mukim meliputi

Calon santri dapat memilih jenjang pendidikan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan pendidikan masing-masing.

Jadwal Pendaftaran Santri Baru 2026

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang:

🟢 Gelombang I

  • 20 Februari – 5 Maret 2026 M
  • 2 – 15 Ramadhan 1447 H

🟢 Gelombang II

  • 1 April – 30 April 2026 M
  • 12 Syawal – 12 Dzulqaidah 1447 H

Disarankan untuk mendaftar lebih awal agar mendapatkan kesempatan lebih luas, disebabkan pembatasan kuota santri baru.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Berikut alur pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

1. Tes Non Akademik

Calon santri melakukan tes akademik dan non akademik secara offline di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

  • Tes Akademik meliputi baca Al-Qur’an dan tulis pego untuk santri baru lulusan SD sederajat, baca Fathul Qorib dan pengetahuan Nahwu Shorof untuk lulusan SMP sederajat dan baca Kitab Mau’idzatul Mu’minin bagi santri baru Ma’had Aly Al Fithrah.
  • Tes Non Akademik meliputi tes skill non-akademik seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, disiplin, adaptasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan ketahanan diri.

Tes ini dilaksanakan untuk menentukan penempatan kelas santri baru. Tes ini juga dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

2. Pengumuman Hasil Tes

Hasil tes santri baru akan diinformasikan melalui WhatsApp kepada calon santri atau wali santri.

3. Daftar Ulang

Setelah mendapatkan pengumuman hasil tes, santri baru wajib melakukan:

  • Pembayaran administrasi
  • Pengumpulan berkas persyaratan pendaftaran

Sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Pengumuman Jadwal Masuk

Santri akan mendapatkan informasi jadwal masuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya melalui WhatsApp.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui:

👉 https://psb.alfitrah.net

Calon santri juga dapat memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Narahubung Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pendaftaran Santri Baru 2026–2027, silakan menghubungi:

📱 0812 2339 9950 – Panitia PSB
(031) 3717304 / (031) 3722771 – Kantor Pondok

Media Sosial dan Website Resmi

Ikuti informasi terbaru melalui:

  • Instagram / Media Sosial: @alfitrahsby
  • Website resmi: alfitrah.org

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027 telah resmi dibuka dengan dua gelombang pendaftaran. Calon santri diwajibkan mengikuti tes akademik dan non akademik, menunggu pengumuman via WhatsApp, serta melakukan daftar ulang apabila dinyatakan lulus.

Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Semoga dimudahkan segala urusan kita semuanya

Sosialisasi Ma’had Aly Al-Fithrah: Kenalkan Pendidikan Tinggi Pesantren kepada Santri Kelas XII

Pengurus dan BEM Ma’had Aly Al-Fithrah menggelar kegiatan sosialisasi Ma’had Aly kepada santri PDF Ulya Al Fithrah kelas XII Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 untuk santri putra dan Rabu, 11 Februari 2026 untuk santri putri, bertempat di Pendopo Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah setelah makan siang.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran dan wawasan kepada santri kelas XII terkait pilihan pendidikan lanjutan setelah lulus. Ma’had Aly Al Fithrah diperkenalkan sebagai salah satu opsi pendidikan tinggi berbasis pesantren, khususnya bagi santri yang ingin melanjutkan studi dengan tetap menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai kesantrian.

Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan tawassul, istighatsah, dan shalawat fi hubbi. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Ma’had Aly Al-Fithrah, kemudian disusul pemutaran video profil Ma’had Aly sebagai pengantar pengenalan institusi.

Sejarah Ma’had Aly Al Fithrah

Dalam sambutannya, Mudir ‘Am Ma’had Aly Al-Fithrah, Ust. Abdullah, menyampaikan bahwa Ma’had Aly Al-Fithrah telah berdiri sejak tahun 2007, pada masa Hadhratus Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori masih hidup. Secara resmi, Ma’had Aly menjadi institusi pendidikan formal pada tahun 2009 dan memperoleh akreditasi A pada tahun 2017. Hingga saat ini, Ma’had Aly Al-Fithrah tetap konsisten menjaga mutu pendidikannya, dengan status Akreditasi A (Mumtaz).

Lebih lanjut, Ust. Abdullah menjelaskan bahwa Ma’had Aly memiliki kekhasan yang membedakannya dengan perguruan tinggi pada umumnya. Ma’had Aly Al-Fithrah hanya berfokus pada satu takhassus, yakni tasawuf dan tarekat, dengan penekanan kajian pada turats keilmuan Islam. Meski berstatus pendidikan tinggi, nilai-nilai kesantrian tetap dijaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa Ma’had Aly. Menurutnya, santri yang memiliki jiwa pesantren akan menemukan kecocokan dalam sistem pendidikan Ma’had Aly.

Harapan Besar di Ma’had Aly Al Fithrah

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Kurikulum PDF Ulya Al-Fithrah, Ust. Dzulfikar, S.Ud. Ia menyampaikan harapannya agar sebagian santri kelas XII dapat melanjutkan pendidikan ke Ma’had Aly. Menurutnya, Al-Fithrah memiliki prospek besar di masa depan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren terutama di Al-Fithrah. Hal tersebut membuka peluang bagi santri Pondok Pesantren Al-Fithrah terutama Ma`had Aly Al Fithrah untuk terus berkembang, termasuk di Al-Fithrah daerah-daerah, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni sebagai penunjang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow, sharing, dan tanya jawab bersama alumni Ma’had Aly. Sesi ini dipandu oleh seorang host guna menjaga suasana diskusi tetap kondusif dan terarah. Melalui sesi ini, para santri diberi kesempatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam terkait Ma’had Aly.

Pada sesi pertama, pembahasan difokuskan pada sistem pendidikan di Ma’had Aly Al Fithrah, meliputi persiapan yang perlu dilakukan bagi calon mahasiswa serta berbagai kegiatan akademik dan kepesantrenan yang dijalani selama masa studi.

Sesi kedua membahas tentang pengabdian (khidmah), di mana santri Ma’had Aly diwajibkan untuk mengabdi sebagai bentuk pengamalan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren. Para alumni menekankan pentingnya khidmah dalam membentuk karakter dan tanggung jawab seorang santri.

Budaya Penelitian Ma’had Aly Al Fithrah

Sesi terakhir Sosialisasi Ma’had Aly Al Fithrah membahas aspek penelitian di Ma’had Aly. Dijelaskan bahwa Ma’had Aly selain memiliki lingkungan disksui yang intens, juga memiliki budaya penelitian sebagaimana perguruan tinggi pada umumnya, dengan adanya bimbingan dan arahan bagi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian akademik.

Dengan hasil Akreditasi Unggul, Ma’had Aly Al Fithrah siap memberikan layanan pendidikan dan pengajaran kepada para santri, terutama yang ingin mendalami tasawuf dan tarekat. Ma’had Aly Al Fithrah juga membuka peluang lebar bagi para santri, dosen, peneliti dan masyarakat umum untuk memasukan tulisannya di Jurnal Putih.

Pendaftaran Santri Baru Ma’had Aly Al Fithrah Surabaya tahun ajaran 2026-2027 M / 1447-1448 H. dapat dilihat di website: https://psb.alfithrah.net/

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan santri kelas XII PDF Ulya Al-Fithrah memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai Ma’had Aly Al-Fithrah serta dapat menjadikannya sebagai salah satu pilihan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hari Santri 2023: Santri Sebagai Pilar Pembangun Bangsa

Amanat inspektur apel menjadi acara selanjutnya. Ust, Nashiruddin menyampaikan beberapa hal penting terkait apel hari santri kali ini. Pertama, apel ini sebagai wujud terimakasih pada para pejuang terdahulu dan simbol Syukur atas pertolongan Allah Swt, dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kedua, tema hari santri “jihad santri jayakan negeri”, mencerminkan semangat dedikasi dan kontribusi santri dalam mengawal kemajuan bangsa. Ketiga, jihad santri tak harus diartikan dengan perjuangan fisik. Jihad santri bisa berwujud perjuangan spiritual, intelektual, dan moral.

Keberadaan santi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, punya dua peran utama. Pertama sebagai penjaga dan pelestaari nilai-nilai agama dan budaya di Indonesia. Kedua, santri juga menjadi pelopor untuk memajukan aspek pendidikan, sosial dan lainnya di manapun mereka bertempat tinggal.

Di penghujung amanatnya, Ust. Nashir mendoakan para santri di seluruh negeri ini agar senantiasa menjadi pilar-pilar kebaikan dalam membangun bangsa.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hari Santri dan Ayo Mondok, diringi dengan kirap bendera merah putih raksasa. Pembacaan Do’a oleh Ust. H. Adenan menjadi penutup seremonial apel.

Selepas pembacaan do’a dan inspektur apel meninggalkan apel, acara ini tak langsung usai. Setelah santri dipersilahkan duduk, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon dan burung, sebai simbol kebebasan. Ikut memeriahkan apel tahun ini, Gus Hafidzul Ahkam dari Syubbanul Muslimin. Gus Ahkam menyumbang beberapa lagu religi untuk menghibur para santri.

22 Oktober akan datang lagi tahun depan. Logo hari santri yang baru akan diluncurkan beserta taglinenya. Apel serupa pun akan diadakan beserta amanat yang menyertainya. Sampai tanggal itu tiba, waktu terus berjalan. Dan, jihad santri semoga tak hanya jadi slogan-slogan yang terpampang di baliho dan media lainnya.

Foto: Al Wava Media

dfn