PDF Wustha Al Fithrah

Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Pesan Memanfaatkan Waktu Luang

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berkomitmen mewujudkan generasi yang sholih dan sholihah, pandai bersyukur, ta’at kepada Allah SWT., ta’at kepada Rasulullah SAW., berbakti kepada kedua orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa. Hal ini tertulis dan menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Di antara bentuk ikhtiar baik ini adalah mengenalkan santri kepada sejarah. Di antara bentuk sejarah santri adalah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya. Secara berurutan tanggal penting dalam perjalanan Bangsa Indonesia di antaranya adalah 17 Agustus 1945, 22 Otober 1945, 10 November 1945.

Tanggal 22 Otober 1945 menjadi patut dikenang sebab menjadi titik awal perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan Indonesia, tepatnya persiapan menuju pertempuan 10 November di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945 ini KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan perintah Resolusi Jihad yang mewajibkan para santri untuk ikut dalam andil mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hari ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Peringatan Hari Santri 2026 dikemas dengan acara yang berbeda. Jika biasanya peringatan hari santri diisi dengan apel atau upacara, dua tahun terakhir ini Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisinya dengan Majlis Dzikir dan Maulidurrasul SAW, serta refleksi mengingat sejarah hari santri.

Acara yang diikuti semua santri dan guru dari mulai RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan diisi Tawasul, Isttighotsah dan Maulid fi Hubby. Dalam hal ini dipimpin secara bergilir oleh Ust. H. Hadlori, S.Ud, Ust. H. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Lukman Bahrowi, S.Ud, Ust. Ahmad Syathori, M.Fil.I dan Ust. Kholil Su’udi, S.Ud. Acara dilanjutkan dengan sambutan setelah Doa Maulid fi Hubby selesai dibacakan.

“Mudah-mudahan perkumpulan kita pada hari ini menjadi perkumpulan yang penuh dengan keberkahan. Menjadikan kita sebagai santri yang tidak pernah lepas identitasnya, hatta ilaa yaumil qiyamah” buka Ust. Ilyas Rahman, S.Ud dalam sambutannya mewakili Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

“Hari Santri ini Mari kita jadikan sebagai momen untuk meningkatkan kedisiplinan kita sebagai santri.  Kedisiplinan kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Kedisiplinan kita dalam menjalankan amaliah-amaliah Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” pesan beliau.

Pesan Untuk Terus Mengaji

Kewajiban untuk belajar adalah terus tertanam selagi nyawa masih dikandung badan. Menggunakan seluruh waktu untuk memupuk ilmu bukanlah hal tabu. Menyemai ilmu di usia senja juga tidak perlu malu. Sebab, ilmu dibutuhkan kapanpun, di mana pun dan dalam kondisi apapun.

Senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan sangat kuat kewajibannya bagi santri. Di usianya yang masih muda, Santri diharap menjadi agent of change menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

“Pada moment hari santri pada hari ini, Saya berpesan kepada panjenengan semua, khususnya kepada diri sendiri. Teruslah belajar. Teruslah mengaji. Teruslah mengisi waktu-waktu kosong dengan berdiskusi, dengan mengevaluasi, musyawarah, sebagaimana yang tertunag dalam Al-Mahfudlot, pesan dan tips yang diberikan oleh Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” pesan Ust. Ilyas Rahman, S.Ud.

“Mudah-mudahan panjenengan semua semakin meningkat menjadi pribadi yang penuh dengan kasih sayang, berakhlakul karimah, istikomah, tumakninah, baik dalam berkhidmah dan mencari barokah kepada para guru, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” tutup beliau.

Refleksi Hari Santri 2026

Refleksi dalam agenda Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan di Masjid Al Fithrah Surabaya ini disampaikan oleh Ust. H. Khoiruddin, S.Ud. Beliau menyampaikan ada banyak hal yang perlu kita syukuri, di antaranya adalah menjadi santri.

“Tentu pada pagi hari ini, kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya kepada kita semua, dhahiran wa bathinan, sehingga hari ini kita bisa bersama-sama mensyukuri suatu nikmat Allah SWT, yang berupa peringatan Hari Santri pada pagi hari ini”

Semoga kaberkahan majlis ini Allah menambahkan kesemangatan kita dalam menuntut ilmu di masa yang akan datang. Menjadi santri adalah di antara nikmat besar, sebab kita dikehendaki baik oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT baik, maka Allah SWT akan memahamkannya dalam urusan agama” (HR Imam Bukhari (no. 71) dan HR Imam Muslim (no. 1037))

Tentu hal ini tidak akan berhasil, kalau kita tidak didasari dengan ilmu. Berdasar yang disampaikan Imam Syafi’i:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia berbekal ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia berbekal ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah ia berbekal ilmu.”

Untuk mencapai tujuan ilmi ini, Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy dalam Al-Malhudlot-nya mengatakan:

وَعَلَيْكَ بِالْمُوَاظَبَةِ وَالْمُدَاوَمَةِ فِي أَوْقَاتِ فَرَاغِكَ لِلْمُطَالَعَةِ وَالْمُرَاجَعَةِ وَالْمُذَاكَرَةِ وَالْمُشَاوَرَةِ عَلَى نَهْجِ التَّدْقِيقِ وَالتَّحْقِيقِ، مُسْتَعِينًا وَمُسْتَمِدًّا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ.

“Dan hendaklah engkau senantiasa tekun dan istiqamah pada waktu-waktu luangmu untuk menelaah, mengulang pelajaran, berdiskusi, dan bermusyawarah dengan menempuh metode yang cermat dan mendalam dalam meneliti serta memastikan kebenaran, seraya memohon pertolongan dan mengharap limpahan pertolongan dari Allah Swt.”

Kita tidak cukup mengandalkan ilmu. Maka Hadratusy Syaikh Romo KH Ahmad Asrori Al Ishaqy memberikan uswah, suritauladan, yakni Imtitsalul awamiri wa ijtinabun nawahi, melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

“Kami memohon kepada para ustadz dan ustadzah untuk membersamai adek-adek santri kegiatan wadzifah yaumiyah wal lailiyah. Sehingga menjadi sebab sa’idud dunya wa sa’idul akhiroh (kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat)” tutup beliau.

Acara selesai pukul 09.00 WIB dengan ditutup Doa Fatihah oleh Ust. H. Ridwan, S,Ud. Para asatidz dan asatidzah melanjutkan beramah tamah di Pendopo Al Fithrah, sementara para santri bisa membeli aneka makanan ringan hingga buku-buku bacaan menarik di stand-stand bazar yang diadakan oleh pengurus pondok.

Mengakhiri tulisan ini, Kami Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menyampaikan selamat hari santri 2026 dan Selamat Milad Nyai Seira En Nadia El Ishaqy, semoga panjang umur dan senantiasa dapat membimbing kami, serta semoga peringatan hari santri ini menjadi motivasi untuk menjadi santri yang lebih baik lagi.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Peringati Milad Ke-40 bersamaan dengan HUT Ke-81 Republik Indonesia

Ada nuansa berbeda pada peringatan HUT Ke-81 RI di Al Fithrah Surabaya kali ini. Pada hari yang sama, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah juga melaksanakan seremonial perayaan Milad Ke-40 tahunnya.

Para santri dari semua jenjang di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya turut hadir dalam pelaksanaan upacara bendera di lapangan Al Fithrah. Tampak hadir juga para Tenaga Pendidik dan Kependidikan mulai dari RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah.

Mereka terlihat antusias memperingati Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia. Tim Paskibraka Al Fithrah dengan tenang menyuguhkan formasi indah 81 TH ketika prosesi pengibaran bendera. Mereka telah berlatih siang malam dalam sebulan terakhir ini untuk kesuksesan pengibaran sangsaka merah putih di Peringatan HUT Ke-81 RI di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Menjadi Santri yang Merdeka

“Hari kemerdekaan bukan sekedar momentum untuk mengenang masa lalu. Kemerdekaan adalah suatu amanah. Para pahlawan telah memberikan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa mereka untuk kemerdekaan. Maka tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan ilmu, dengan akhlak, dengan kerja keras, persatuan dan pengabdian” Kata Ust. Nashirudin, M.Pd dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara 17 Agustus 2026 di lapangan Al Fithrah.

“Seorang santri tidak akan menjadi manusia yang merdeka, apabila dirinya masih dikuasai oleh kemalasan, dikuasai oleh hawa nafsu, dikuasai oleh keinginan yang tidak terkendali. Karena itu, kemerdekaan seorang santri ialah ketika ia mampu menjadikan dirinya dan mengarahkannya taat kepada Allah SWT, disiplin dalam sholat, bersungguh-sungguh dalam belajar, taat kepada guru, mentaati aturan, menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap amanah. Semua itu adalah latihan menjadi santri yang merdeka dan bertanggung jawab” imbuhnya.

Upacara selesai tepat pada pukul 08.00 WIB dan acara dilanjutkan dengan sowan kepada Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Bagi kami, momentum HUT RI adalah juga harinya Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Beliau -dalam riwayat yang masyhur-, lahir pada 17 Agustus 1950 M dan wafat pada hari Selasa, 18 Agustus 2009 M. Sehingga, momentum Hari Kemerdekaan adalah juga mement haulnya guru kami.

Memperingati Milad Ke-40 Al Fithrah

Setelah sowan Hadratusy Syaikh, acara dilanjutkan dengan seremonial peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah yang berpusat di Masjid Al Fithrah. Acara dimulai dengan Tawasul Al Fatihah dan Pembacaan Maulid Ad-Diba’i, serta dilanjutkan dengan sambutan dan Mau’idotul hasanah.

Sambutan mewakili Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya disampaikan oleh Ust. Ilyas Rohman, S.Ud. Beliau menyampaikan bahwa 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. 40 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, doa, kesabaran dan keikhlasan dari pendiri, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.

“Oleh sebab itu, Peringatan Milad Ke-40 ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebuah perayaan bertambahnya usia, namun lebih dari itu, Milad Ke-40 ini adalah sebuah moment untuk bermuhasabah, introspeksi diri, memperkuat rasa syukur, dan meneguhkan kembali komitmen kita meneruskan perjuangan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” tutur Ust. Ilyas.

“Pada moment Milad Ke-40 ini ada hal yang bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing; ‘Apa dan sudah sejauh mana kita memberikan manfaat kepada lembaga ini.  Bukan hanya apa yang telah kita terima dari pondok, tetapi juga apa yang telah kita berikan untuk keberlangsungan dan kemajuan pondok’” tambah beliau

Dengan menghadapi perkembangan zaman ini, Al Fithrah harus mampu menyesuaikan dan menyelesaikan tantangan zaman, tapi juga harus tetap dalam tradisi luhur para masyakhih. Sesuai prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah.

“Dalam moment Milad ke-40 pada siang ini, Jadilah santri yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat, berkarakter dalam berakhlakul karimah dan adab. Hormati para guru, para masyayikh, para ketua kamar, para pengurus yang lebih tua. Serta bagi yang lebih tua, hendaknya mengayomi menyayangi adek-adeknya yang lebih muda. Muliakan orang tua kalian. Senantiasa menanamkan nilai-nilai Al Fithrah dalam hati kalian dan manfaatkan waktu selama berada di pondok untuk menuntut ilmu dan membentuk kepribadian. Ingat, kalian semua membawa amanah dari rumah masing-masing” pesan beliau

Mengembalikan Semangat Khidmah

Mauidhotul hasanah dalam peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Mengawali mauidohnya, Ustad Wahdi mendoakan agar para guru, para ustad dan ustadzah diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir batih untuk menjaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Tak lupa, beliau mendoakan para santri agar menjadi orang-orang yang diorangkan oleh orang lain. Menjadi orang mulia dan dimuliakan oleh orang lain. Salah satu kuncinya adalah dengan berkhidmah kepada orang yang mulia.

الخَادِمُ يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمَخْدُوْمِ

“Pembantu itu akan menjadi mulia, sebab kemuliaan orang yang dilayani” jelas Ust. Wahdi menyampaikan penjelasan yang disampaikan ulama-ulama shufiyah.

Khidmah di pesantren di antaranya adalah dengan melaksanakan sholat berjamaah dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Beliau juga menyampaikan bahwa usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk menjadi lebih baik lagi. Disebutkan dalam sebuah ayat Al-Qur’an :

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan ketika dia (Musa) telah dewasa dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Qashash [28]: 14)

Sebelum mengakhiri mauidohnya, Ust. Wahdi menghadiahkan sebuah syair untuk Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Beliau menamainya Sab’ul Wasaith li nail matholib Tujuh syair untuk mendapatkan apa yang dicari. Tapi kemudian disempurnakan dengan menambahkan dua syair. Berikut bait syairnya:

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَفَاعَةِ الْهَادِي مُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِبَرَكَةِ السُّلْطَانِ الْجِيلَانِي

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَيْخِنَا عُثْمَانَ قُدْوَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِأَحْمَدَ أَسْرَارِي مُرْشِدِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِحُضُورِ الْمَجْمَعِ وَخِدْمَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا# بِالْقُرْبِ فِيهِ وَشَهِدْنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # مَا أَذْرَفَتِ الْعُيُونُ دُمُوعَنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِصَلَاةٍ مِنْكَ طَهَ الْأَمِينَ

يَا مَوْلَايَ اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِالْآلِ وَالْأَصْحَابِ وَالتَّابِعِينَ

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan syafaat Al-Hadi, Nabi kami Muhammad ﷺ.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan Sultan Auliya Al-Jilani.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (berkah) guru kami, Syaikh Utsman, teladan kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (keberkahan) SyaikhAhmad Asrori, pembimbing kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kehadiran dalam majelis dan pengabdian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kedekatan di dalamnya dan kesaksian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, ketika mata kami meneteskan air mata.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan shalawat dari-Mu kepada Thaha Al-Amin ﷺ.

Wahai Tuhanku, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan keluarga, para sahabat, dan para tabi’in.

Selamat memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia, serta Selamat Sukses Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Semoga senantiasa guyub rukun dan istiqomah dalam perjuangan. Aamiiin

Rapat Khidmah Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya selenggarakan rapat khidmah pengurus. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Timur Lantai 5  ini diikuti oleh semua jajaran tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Nampak hadir dalam rapat khidmah ini para pendidikan dan tenaga kependidikan dari tingkat RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDT Jami’ah Al Fithrah.

Rapat khidmah yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka dengan bacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid dan Doa fi hubby. Dalam hal ini dipimpin oleh Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Khoiruddin, S.Ud, Ust. H. Hadori, S.Ud, Ust. Syirojul Munir, S.Ud, dan Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I.

Mewujudkan Cita-Cita Besar

Sambutan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan oleh Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa dalam rapat khidmah ini akan disusun rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. “Besar harapan kami terhadap doa, dukungan dan arahan panjenengan semua” kata beliau.

Beliau mengingatkan kembali tentang cita-cita besar dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy terhadap Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

“Pondok pesantren ini perlu dikelola secara profesional, sehingga masyarakat melihat (keunggulan) pondok ini, tidak hanya melihat Hadratusy Syaikh” pesan beliau.

Secara umum, unit-unit lembaga di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah sudah terakreditasi baik oleh pihak stakeholder. RA Al Fithrah terakreditasi B, MI Al Fithrah terakreditasi A, PDF Ulya Al Fithrah terakreditasi A, Ma’had Aly Al Fithrah akreditasi A, Institut Al Fithrah terakreditasi B.

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tidak hanya untuk belajar agama, melainkan juga ilmu umum, serta pengamalannya. Sesuai dengan jargon yang biasa digaungkan “Pendidikan agama menjadi tauladan dan pendidikan umum tidak ketinggalan”.

Untuk mencapai tujuan santri menjadi tauladan, setidaknya membutuhkan dua kekuatan; kekuatan ruhani dan kekuatan tata kelola yang baik.

Kekuatan ruhani kita jamak ketahui bisa berupa doa, kesungguhan dan keikhlasan hati. Sementara kekuatan tata kelola bisa berupa laporan-laporan yang terdokumentasikan dan manajemen yang jelas. Pelaporan dan transparansi ini tentu untuk menghindari adanya kepentingan pribadi, serta tercapainya cita-cita Al Fithrah.

Nasehat terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sambutan penasehat dan mauidoh disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Beliau mengharapkan agar para pendidik dan tenaga pendidik sebagai pembantu dan penerima amanah Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy harus memiliki himmatun aliyah (kesungguhan yang tinggi) dan lebih banyak belajar lagi.

“Jangan hanya iktifa’an bima kaana” (merasa cukup dengan keadaan) pesan beliau.

Dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya, jangan jadi ‘pembantu’ yang buruk.

الأجير السوء لا يعمل إلا بالأجرة

“Seng estu. Seng temen. Lek nang kene, ojok itung-itungan bayaran. Insya Allah, Allah yang akan mencukupi. (Yang ikhlas. Yang sungguh-sungguh. Kalau di sini, jangan perhitungan bayaran. Insya Allah, Allah yang mencukupi)” pesan beliau.

Beliau berpesan juga agar para pendidik dan tenaga pendidikan untuk banyak membaca kitab. Mengingat bahwa Hadratusy Syaikh sendiri adalah pribadi yang rajin membaca, di manapun berada. “Jangan sampai orang menilai bahwa Al Fithrah hanya bisa manaqib saja” tegas beliau.

Acara dilanjutkan dengan sidang komisi per bidang kepengurusan dalam struktural pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Total ada empat bidang yang mengampu kepengurusan Al Fithrah Surabaya, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kewadhifahan, Bidang Umum dan Administrasi dan Bidang Keuangan.

Merumuskan Program

Selama dua hari ini dilakukan diskusi mendalam terkait program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Hasil pemaparan, pengayaan dan kesimpulan yang dihasilkan dalam sidang komisi ini kemudian dipaparkan Kepala bidang masing-masing dalam Sidang Pleno di hari kedua.

Dalam sesi ini, semua kepala pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisi panggung. Tampak hadir Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd, Wakil Kepala Pondok I Ust. Ilyas Rahman, M.Pd, Wakil Kepala II Ustadzah Mufarohah, S.Ud, Kepala Bagian Pendidikan Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I, Kepala Bagian Umum dan Administrasi Ust. Mustaqim, M.Ag, Kepala Bagian Kewadhifahan Ust. M. Toha, Kepala Bagian Keuangan Ust. Nashruddin, S.Ud,

Semoga setiap agenda dan program yang telah dan akan dilaksanakan ini dapat membawa perbaikan dan kebaikan untuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di masa depan. Aamiiin.

Al Fithrah Surabaya Wisuda 721 Santri, Pesan Menjaga Identitas Santri Menggema

SURABAYA – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Ke-24 Tahun Ajaran 2025/2026 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya yang digelar pada 3–4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini dihadiri oleh segenap Keluarga Ndalem Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dewan asatidz, wali santri, serta tamu undangan dari Kementerian Agama.

Pada hari pertama, hadir Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Imam Turmidi, S.Ag., M.H.I. Sementara pada hari kedua, hadir Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fathul Mubin, S.Pd., M.Pd.I.

Sebanyak 721 santri resmi diwisuda yang terdiri atas 416 santri Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha Al Fithrah, 266 santri PDF Ulya Al Fithrah, 14 santri Ma’had Aly Al Fithrah, dan 25 santri MDT Jami’ah Al Fithrah. Prosesi diawali dengan pembacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid fi Hubby, serta pembacaan surat keputusan kelulusan. Hari pertama dilaksanakan wisuda santri putri dan hari kedua dilaksanakan wisuda untuk santri putra.

Perjalanan Panjang Menuju Ilmu

Dalam sambutannya, Mewakili Keluarga Ndalem Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Nyai Siera En Nadia El Ishaqia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan. Beliau menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengamalan ilmu yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Kita ini saat pertama kali masuk ke dalam pondok pesantren ibarat gelas yang kosong. Perlahan, gelas itu kini telah terisi dengan banyaknya ilmu, disertai dengan pengalaman dan banyaknya pelajaran hidup yang bisa menjadi pegangan anak-anakku semua di luar sana. Apa yang telah kalian istikomahkan di dalam pondok, semoga bisa diistikomahkan di rumah” pesan beliau.

Sementara pada Sambutan Kepala Pondok hari kedua, Ustadz Nashiruddin, M.Pd mengingatkan bahwa capaian para wisudawan lahir dari proses panjang yang penuh perjuangan. Menurutnya, setiap santri pernah berada pada fase sulit saat mempelajari kitab-kitab yang belum dipahami, namun akhirnya mampu bertahan hingga mencapai titik kelulusan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Keluarga Ndalem yang senantiasa memberikan doa dan dukungan kepada para santri. Selain itu, para lulusan diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar ilmu yang diperoleh semakin berkembang dan berkelanjutan.

“Kami sangat berharap agar para santri terus melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Apa yang telah diperoleh di pondok ini hendaknya diamalkan ketika berada di tengah masyarakat. Jika ingin sukses, maka harus dengan ilmu,” ujarnya.

Menjaga Identitas dan Martabat Santri

Sambutan mewakili wisudawan pada hari kedua disampaikan oleh Ahmad Hasan Hariri. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah lulus bukanlah meraih profesi tertentu, melainkan mempertahankan identitas sebagai santri.

“Yang susah bukan menjadi tentara atau dokter, tetapi tetap menjadi santri dan mempertahankan identitas santri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya penghormatan kepada guru sebagai bagian dari ta’dzimul ilmi. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh keberkahan ilmu yang diperoleh melalui penghormatan kepada para pendidik, serta doa-doa yang tak pernah usai.

“Hari ini kita berdiri di tempat yang sama, tetapi setelah ini kita akan melangkah menuju jalan yang berbeda-beda. Meski langkah kita nanti tidak lagi berjalan berdampingan seperti hari ini, semoga kita tetap terhubung oleh doa dan nilai-nilai yang telah tumbuh di dalam tubuh kita” ujar Yunita Hikmatal Karimah dalam sambutannya mewakili wisudawati.

Momen haru semakin terasa ketika para wisudawan menerima medali dan sertifikat kelulusan yang diserahkan secara simbolis oleh pengasuh pesantren dan para guru. Sejumlah wali santri tampak meneteskan air mata sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan pesantren.

Ilmu yang Bermanfaat dan Pendidikan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fathul Mubin, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia berpesan agar para lulusan terus mengajarkan Al-Qur’an dan menjaga nama baik pesantren di mana pun berada.

“Kalau sudah lulus pondok, jangan sampai lupa mengajar, terutama mengajarkan Al-Qur’an. Karena yang diajarkan adalah Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan ilmu bukan hanya pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, salah satu faktor terbesar keberhasilan seseorang adalah doa orang tua yang menyertai setiap langkah perjuangan anak-anaknya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah senantiasa menanamkan ilmu yang mengantarkan santri untuk semakin mengenal Allah SWT, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada umat.

“Ayok kita bersinergi, bagaimana anak-anak kita ini menjadi anak-anak yang berilmu, bertakwa sekaligus berakhlakul karimah. Karena kita harus yakin dengan ilmu yang tinggi, dengan akhlak yang mantap, insya Allah kita bisa eksis di manapun kita berada. Karena janji Allah, dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11” jelas Bapak Imam Turmudi mewakili Kepada Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadrah, pembacaan puisi, dan persembahan dari para santri sebagai bentuk penghormatan kepada guru serta orang tua. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto wisuda.

Melalui wisuda ini, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya resmi dibuka untuk Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H. Informasi ini diperuntukkan bagi calon santri dan wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya.

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, jenjang pendidikan, serta tata cara pendaftaran santri baru.

Tentang Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dengan berbagai jenjang formal maupun nonformal.

Lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah meliputi pendidikan untuk santri mukim (menetap) dan non mukim (tidak menetap).

Alamat lengkap:
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur (60129)

Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H

Pendaftaran santri baru dibuka untuk Tahun Ajaran: 2026–2027 Masehi / 1447–1448 Hijriyah

Tingkat Pendidikan yang Dibuka

Berikut jenjang pendidikan yang tersedia dalam Pendaftaran Santri Baru Al Fithrah Surabaya:

Untuk pendaftaran santri non mukim meliputi dua lembaga pendidikan dasar:

Sedangkan untuk pendaftaran santri baru mukim meliputi

Calon santri dapat memilih jenjang pendidikan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan pendidikan masing-masing.

Jadwal Pendaftaran Santri Baru 2026

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang:

🟢 Gelombang I

  • 20 Februari – 5 Maret 2026 M
  • 2 – 15 Ramadhan 1447 H

🟢 Gelombang II

  • 1 April – 30 April 2026 M
  • 12 Syawal – 12 Dzulqaidah 1447 H

Disarankan untuk mendaftar lebih awal agar mendapatkan kesempatan lebih luas, disebabkan pembatasan kuota santri baru.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Berikut alur pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

1. Tes Non Akademik

Calon santri melakukan tes akademik dan non akademik secara offline di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

  • Tes Akademik meliputi baca Al-Qur’an dan tulis pego untuk santri baru lulusan SD sederajat, baca Fathul Qorib dan pengetahuan Nahwu Shorof untuk lulusan SMP sederajat dan baca Kitab Mau’idzatul Mu’minin bagi santri baru Ma’had Aly Al Fithrah.
  • Tes Non Akademik meliputi tes skill non-akademik seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, disiplin, adaptasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan ketahanan diri.

Tes ini dilaksanakan untuk menentukan penempatan kelas santri baru. Tes ini juga dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

2. Pengumuman Hasil Tes

Hasil tes santri baru akan diinformasikan melalui WhatsApp kepada calon santri atau wali santri.

3. Daftar Ulang

Setelah mendapatkan pengumuman hasil tes, santri baru wajib melakukan:

  • Pembayaran administrasi
  • Pengumpulan berkas persyaratan pendaftaran

Sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Pengumuman Jadwal Masuk

Santri akan mendapatkan informasi jadwal masuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya melalui WhatsApp.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui:

👉 https://psb.alfitrah.net

Calon santri juga dapat memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Narahubung Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pendaftaran Santri Baru 2026–2027, silakan menghubungi:

📱 0812 2339 9950 – Panitia PSB
☎ (031) 3717304 / (031) 3722771 – Kantor Pondok

Media Sosial dan Website Resmi

Ikuti informasi terbaru melalui:

  • Instagram / Media Sosial: @alfitrahsby
  • Website resmi: alfitrah.org

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027 telah resmi dibuka dengan dua gelombang pendaftaran. Calon santri diwajibkan mengikuti tes akademik dan non akademik, menunggu pengumuman via WhatsApp, serta melakukan daftar ulang apabila dinyatakan lulus.

Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Semoga dimudahkan segala urusan kita semuanya