Kebersihan Lokasi Haul: Tanggung Jawab Bersama

Silahkan share

Menyambut Haul Akbar Al Fithrah 2023, tim kebersihan telah menyiapkan cukup banyak tong sampah. Pada haul edisi ini, tim kebersihan terdiri santri, Ukhsafi, dan Copler Community harus berkhidmah ekstra.

Haul terakhir diselenggarakan dalam skala besar di tahun 2019. 3 tahun kerinduan menghadiri haul tentu akan menimbulkan membludaknya jama’ah yang hadir. Yang juga berarti akan banyak sekali sampah yang bakal menumpuk.

Masih menjadi PR yang belum terpecahkan, menumbuhkan kesadaran para jama’ah yang menghadiri haul, majlis dzikir atau semacamnya untuk ikut andil menjaga kebersihan baik ketika di lokasi haul maupun ketika meninggalkan lokasi haul. Padahal, seruan untuk menjaga kebersihan sudah sering didengungkan lewat pengeras suara atau poster yang ditempel di sekitar lokasi haul.

Agak ironis memang, kehadiran para jama’ah mengikuti haul, majlis dzikir atau semacamnya di antaranya menyucikan hati yang merupakan kebersihan rohani. Tapi, di saat yang sama tidak memperhatikan kebersihan jasmani, yakni kebersihan lokasi haul.

Baca Juga  Meremajanya Jama’ah Yang Menghadiri Majlis Dzikir

Dalil menjaga kebersihan

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menyinggung tentang kebersihan. Baik itu kebersihan secara jasmani ataupun rohani. Diantaranya surat al-Baqarah ayat 222 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat, dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin juz 1 halaman 125 disebutkan hadits Nabi Saw yang artinya, “pembuka sholat adalah kesucian.” Dalam kitab al-Adabu al-Islamiyyah juz 1 halaman 25 disebutkan bahwa menjaga kebersihan merupakan pokok segala hal yang baik.

Ikut berkhidmah menjaga kebersihan lokasi majlis

Dari dalil-dalil tersebut bisa disimpulkan, dalam beribadah kehadirat Allah Swt. badan, pakaian dan tempat yang akan kita gunakan dituntut untuk bersih lagi suci. Hadirnya para jama’ah dalam haul, majlis dzikir atau semacamnya tentu merupakan wujud beribadah kepada Allah Swt. Oleh sebab itu kebersihan lokasi ibadah tentunya bukan hanya tanggung jawab  panitia saja.

Panitia sudah berkhidmah menyediakan tempat yang bersih bagi jama’ah. Semua jama’ah yang hadir pun bisa ikut andil dalam berkhidmah menjaga lokasi haul tetap bersih selama haul, terlebih setelah haul. Setidaknya jama’ah bisa berkhidmah membuang sampah alas, dan bungkus makanan masing-masing ke tempat yang sudah disediakan. Semoga keikut sertaan jama’ah berkhidmah menjaga kebersihan lokasi majlis menambah catatan amal baik.

Baca Juga  Filosofi Logo Hari Santri