LAKSANAKAN IMTIHAN WATHANI, SANTRI PDF ULYA DAN WUSTHO MENGEVALUASI DIRI

Spread the love

Di minggu terakhir bulan Rajab tahun ini, santri Pendidikan Diniyah Formal Ulya dan Wustho Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah melaksanakan Imtihan Wathani. Imtihan Wathani yang disingkat IW adalah ujian akhir semacam Ujian Nasional, yang diperuntukkan untuk Pendidikan Diniyah Formal yang disingkat PDF. PDF sendiri adalah usaha dari Kementrian Agama dibawah naungan PD Pontren, untuk merawat tradisi pembelajaran salaf yang diterapkan di pesantren selanjutnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan pendidikan di luar pesantren.

Banyak catatan yang mengudar bahwa pesantren adalah Lembaga Pendidikan tertua di negara ini. Sayangnya dalam perkembangannya pesantren sering dicap tertinggal. Kenyataannya, hari banyak dijumpai pesantren yang mengakomodir Pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah menengan Pertama, hingga Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atas di dalamnya. Pendidikan bahkan mendapat porsi waktu yang cukup besar dibanding dengan kajian kitab kuning yang lazimnya dilakukan di pesantren.

PDF menjawab kebutuhan itu. Dengan kurikulum yang 70%-nya berbasis kitab kuning, PDF ulya seakan memformalkan pendidikan klasikal ala pesantren. Dan, IW adalah usaha yang lain, dengan tujuan agar lulusan PDF terukur ketercapainnya secara Nasional.

Di Al Fithrah sendiri, IW ini sudah dilaksanakan untuk kelima kalinya di tingkat Ulya dan ke empat kalinya di tingkat Wustho. Setiap tahunnya tercatat selalau ada peningkatan baik itu pelaksanaan maupun hasil yang dicapai oleh para santri. Hal ini terbukti dalam lima tahun terakhir, santri-santri PDF Ulya Al Fithrah tidak lagi jago kandang. Tercatat, lulusan pertama dari PDF Ulya Al Ftthrah banyak yang diterima di PTN, dari berbagai jalur. Keterterimaan ini terus berlanjut, hingga kabar gembira di tahun lalu, dua santri alumni PDF Ulya Al Fithrah tercatat sebagai mahasiswa Al Azhar Mesir.

Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah

266 Santri PDF Ulya Al Fithrah menjadi peserta IW 1443 H. Di IW yang ke lima ini, PDF Ulya AL FIthrah untuk pertama kali, melaksankan IW berbasis CBT (Computer Based Test) secara total. Tahun kemarin, baru separuh peserta dari PDF Ulya Al Fithrah yang menggunakan basis ini. 14 Operator dan 14 pengawas mengawal IW tingkat Ulya tahun ini. Sempat terjadi beberapa kendala Ketika proses try out, diantaranya beberapa santri gagal log in. Hingga hari pelaksanaan, kendala itu bisa teratasi, dan kendala-kendala lain yang bermunculan juga bisa teratasi.

Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah

Di IW tingkat Wustho, 622 santri PDF Wustho mengikuti IW 1443 H. 64 pengawas diturunkan untuk mensukseskan evaluasi akhir santri kelas XI ini. Ujian masih dilaksanakan secara klasik, dengan menggunakan LJK, berbeda dengan di tingkat Ulya. Tak ada kendala berarti selama persiapan hingga pelaksaan IW untuk tingkat Wustho.

Pengurus PDF Wustho dan Ulya Al Fithrah beserta para peninjau dari Aspendif dan Kemenag

Pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah juga ditinjau langsung oleh ketua ASPENDIF (Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal) pusat, KH. M.Fadhlullah Turmudzi. Ikut juga memantau pelaksaan IW tahun ini, Bapak M.Arifin SH. (Plt. Kasi PD Pontren Surabaya), Bapak Rahmat Hidayat (Bag. Emis Pontren), Dra. Enik Eri Purwati, M.Pd (perwakilan Kanwil Kemenag Jatim) dan Bapak Azis Saleh, S.T, M.Si (perwakilan Kemenag RI). Secara umum, para peninjau ini mengapresiasi positif pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah. Melihat mampunya PDF Ulya melaksakan IW berbasis CBT, para peninjau juga berharap di tahun yang akan datang PDF Wustho juga bisa melaksanakan IW berbasis CBT. Santri-santri PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah sedang melaksanakan IW hari terakhir ketika liputan ini di tulis.

Semoga para santri mendapatkan nilai yang baik, dan dijadikan Allah Swt, sebagai sesuatu yang baik pula, serta mendatangkan kemanfaatam khususnya bagi para santri, umumnya bagi masyararakat dimana para santri akan tingal.