Majelis Halal bi Halal dan Haul Sayyidatina Khadijah Rah. : Meneladani Akhlaq Wanita Shalihah

Silahkan share

Halal bi Halal dan Haul Sayyidatina Khadijah Rah adalah majlis rutin yang dirintis oleh Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Majlis rutin tahunan ini biasa diselenggarakan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, tepatnya setiap Ahad kedua bulan Dzulqaidah. Tahun ini dilaksanakan pada Ahad tanggal 19 Mei 2024 M atau 10 Dzulqaidah 1445 H.

Dalam majelis ini dibacakan manaqib Sayyidatina Khadijah Rah yang terhimpun dalam Kitab Al-Busyra fi Manaqib Sayyidah Khadijah al-Kubra Rah yang ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Tentu saja dengan rangkaian Tawasul, Istighatsah dan doa-doa yang telah ditartibkan oleh Hadratusy Syaikh.

Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Habsyi dari Yaman berkesempatan menyampaikan kasidah. Beliau menasyidkan syair Natawassal yang juga gemar disampaikan oleh Sayyid Muhammad Al-Maliki.

نَتَوَسَّلْ بِالْحُبَابَة وَالْبَتُوْلِ الْمُسْتَطَابَة
وَالنَّبِي ثُمَّ الصَّحَابَة فَعَسَى دَعْوَة مُجَابَة

Kami bertawassul kepada sosok tercinta, Sayyidah Khadijah Ra dan dia yang murni lagi dihargai, Sayyidah Fatimah Ra, dan Nabi serta para sahabat, semoga doa kita diijabah

Dalam acara ini kembali digalang pendanaan untuk Pembangunan Gedung Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Diketahui bahwa RAB untuk pembangunan gedung timur ini adalah Rp 26.457.442.242,- dan telah terkumpul senilai Rp 18.527.247.242,-, sementara kekurangannya adalah Rp 7.930.195.000,-. Dari hasil penggalangan dana acara Ahad kedua ini diperoleh senilai Rp 30.470.800,-. Semoga amal jariah para jamaah semua ini menjadi amal yang senantiasa mengalir pahalanya.

Baca Juga  Puasa Tasu’a: Dalil, Hikmah, Niat

Mauidoh Hasanah disampaikan oleh Habib Abbas bin Abu Bakar Al-Haddad dari Tegal, Jawa Tengah.

 “Kita doakan para habaib kita, ulama kita, penyambung lisan Rasulullah SAW, diberikan panjang umur. Kita doakan, keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, yang diasuh langsung oleh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi. Anak-anak beliau, anak biologis dan anak-anak ideologis, wabil khusus keluarga besar beliau semoga diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” doa beliau di awal mauidohnya.

“Anak-anak di masa depan, adalah bergantung pada pendidikan, bagaimana asuhan, bagaimana pantauan,” Habib Abbas mengapresiasi partisipasi Ukhsafi Copler Community dalam setiap majelis-majelis Al Khidmah di bawah naungan para masyayikh.

“Mereka mendidik dengan pandangan rohmah, kasih sayang. Sudah seharusnya kita memandang para guru dengan pandangan penuh takdzim, menghormat” pesan beliau.

Beliau mengungkapkan tentang pertemuan terakhir Sayyidina al-Walid Abuyya Sayyid Muhammad al-Maliki dengan Hadratusy Syaikh Romo Kyai Asrori. Di situ beliau mengijazahkan kepada Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi Kitab al-Busyro. Kitab berisikan manaqib Sayyidatina Khadijah Rah.

Baca Juga  Halaqah Falakiyah PBNU: Menyikapi Perbedaan Ramadhan dan Dua  Hari Raya

Sayyidatina Khadijah Rah sendiri merupakan istri tercinta Rasulullah SAW. Beliau istri pertama Rasulullah SAW dan menemani Rasulullah SAW dalam menjalani pahit getirnya perjuangan menyebarkan agama Islam.

Sayyidatina Khadijah Rah merupakan perempuan kaya raya. Bisnisnya menjangkau ke beberapa negara. Bukan hanya di Makah dan Madinah. Beliau perempuan terpandang dan memiliki banyak pekerja yang bisa dipercaya.

Sayyidatina Khadijah Rah merupakan wanita yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW. Bukan hanya beriman, melainkan juga mengerahkan semua harta bendanya untuk perjuangan beliau. Jiwa raganya untuk Rasulullah.

Keberhasilan Rasulullah SAW tidak lepas dengan peran penting istri beliau, Sayyidatina Khadijah Rah.

لِكُلِّ رَجُلٍ عَظِيْمٍ وَرَائَهُ اِمْرَءَةٌ عَظِيْمَةٌ

“Orang hebat di belakangnya ada seorang istri atau ibu yang hebat” ungkap Habib Abas.

Beliau Sayyidah Khadijah Rah wafat pada 11 Ramadhan tiga tahun sebelum hijrahnya Rasulullah SAW. Alhasil, semoga momentum baik ini menjadi spirit kita untuk menauladani beliau Sayyidah Khadijah Rah.

اللَّهُمَّ كَما مَنَنتَ عَلَى السَّيِّدَةِ خَدِيجَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِتَمَامِ التَّصْدِيقِ وَالإِيمَانِ، بِنَبِيكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ فَمُنَّ عَلَيْنَا بِذلِكَ يَا قَدِيمَ الإِحْسَانِ

Baca Juga  Liputan: Kajian Al Muntakhobat; Urgensi Guru Mursyid (2)

Ya Allah, sebagaimana Engkau karuniakan kepada Sayyidah Khadijah kesungguhan dan keimanan yang sempurna terhadap Nabi Muhammad SAW, karuniakanlah kepada kami hal demikian itu. Wahai Dzat Yang Maha Dahulu kebaikannya

اللَّهُمَّ أَعطِنَا مِنَ الدنيا مَا تَقِينَا بِهِ فِتَنَتَهَا ، وَتُعْنِينَا بِهِ عَن أَهْلِهَا، وَيَكُونُ بَلَاغاً لَنَا إِلَى مَا هُوَ خَيْرٌ مِنهَا، فَإِنَّهُ لَا حَولَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ .

Ya Allah, berikan kami harta dunia yang kami mampu menghindari fitnahnya dan mencukupi kami dari berharap kepada manusia, serta menjadi sebab bagi kami melakukan kebaikan darinya. Sungguh, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Engkau, Yaa Allah.