Masa Depan Media Pesantren: Refleksi Talkshow Media Di Acara Multaqo MPJ 2023 (1)

Silahkan share

Media memiliki peran sentral dalam membentuk dan membimbing masyarakat di era modern. Keberadaannya tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai pembentuk opini, penggerak perubahan sosial, dan perekat keberagaman. Mengingat urgensi media dalam masyarakat modern, penting bagi pesantren juga mengembangkan medianya dengan baik.

Menyikapi hal ini, Media Pondok Jawa Timur (MPJ) – wadah berkumpulnya para pengelola media pesantren di jawa timur – mengadakan Multaqo Media Pondok Jatim (MMPJ). Multaqo ini merupakan acara yang diselenggarakan setahun sekali.

Seperti yang diungkap oleh Kang Zahro’u, ketua MPJ, Acara ini bertujuan memupuk semangat dan komitmen dalam menumbuh suburkan media pesantren. Juga sebagai wadah kolaborasi untuk memunculkan ide-ide yang segar dalam pengembangkan media pesantren. Dan, acara ini juga sebagai diskusi mencari solusi atas berbagai masalah dan kendala dalam pengelolaan media pesantren.

Multaqo MPJ  2023 diadakan di pondok Al Fattah Kikil dan pondok Termas Pacitan (22-24/12/2023). Acara ini diikuti oleh utusan pengelola media pondok se-Jawa Timur dan delegasi peserta Festival MPJ. Festival yang menjadi ajang unjuk kemampuan dalam menulis, mendisain dan mengambil gambar pengelola media pesantren yang menjadi anggota MPJ.

Baca Juga  Masa Depan Media Pesantren: Refleksi Talkshow Media Di Acara Multaqo MPJ 2023 (2)

Talkshow media yang menjadi rangkaian acara Multaqo MPJ 2023, merupakan acara yang menjadi daya tarik tersendiri dalam multaqo edisi ini. Pasalnya narasumber yang dihadirkan punya riwayat dalam dunia media islam yang sangat diperhitungkan. Pertama, Mas Candra Malik, sastrawan muslim, yang juga pernah aktif di Jawa Pos. Kedua, Agus Ahmad Kafabihi, putra KH. Kafabihi Mahrus, Lirboyo.

Narasumber ketiga Mas Savic Ali, founder NU Online dan Islamidotco. Narasumber terakhir Mas Bahrul Ulum, general manager Sosialoka. Keempat narasumber ini mengisi dua sesi talkshow. Sesi pertama, Mas Candra Malik dan Gus Ahmad Kafa. Sesi kedua, Mas Savic Ali dan Mas Bahrul Ulum.