SHALAT ISYA’, KAPAN YANG LEBIH UTAMA ?

Spread the love

Pertanyaan:

Apa ada hadits yang menyebutkan bahwa shalat Isya afdlolnya pukul 12 malam, karena dilanjut dengan shalat hajat ?

Jawaban:

Mengenai keutamaan shalat Isya’ kapan dilakukan, dalam hal ini memang ada beberapa hadits shahih. Di antaranya:

  1. Diriwayatkan dari Sayyidina Abu Barzah RA, bahwa Rasulullah SAW senang mengakhirkan shalat Isya’ (HR. Bukhari-Muslim). Mayoritas ulama mengomentari hadits ini bahwa, shalat Isya’ yang lebih utama tetap dilakukan di awal waktu, sebab Rasulullah RAW kontinyu atau istiqamah melakukannya di awal waktu. Artinya, hadits ini bukan sabda Beliau secara langsung, melainkan berita dari Sayyidina Abu Barzah RA sebagai perawi hadits ini. Sayyidina Abu Barzah RA, mengatakan demikian, karena memang Rasulullah SAW terkadang mengakhirkan shalat Isya’, dan hal ini sebagai dalil kebolehan mengakhirkan shalat Isya’, bukan sebagai dalil keutamaan mengakhirkannya.
  2. “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan terhadap umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat Isya’ sampai pada sepertiga malam (pertama) atau separuh malam (pukul 12)” (HR. Ahmad, Ibu Majah, Tirmidzi, & Hakim).
  3. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas RA, bahwa Rasulullah SAW mengakhirkan shalat Isya’ sampai separuh malam” (HR. Bukhari-Muslim).
  4. Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Amar RA: “Waktu shalat Isya’ adalah sampai separuh malam” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, & Nasa’i).

Hadits-hadits di atas, bila ditinjau secara lahiriyahnya menganjurkan agar shalat Isya’ diakhirkan sampai pada pertengahan malam. Akan tetapi ada hadits shahih lain yang menjelaskan bahwa yang lebih utama, semua shalat lima waktu dikerjakan di awal waktu. Diceritakan dari Sayyidia Abdullah RA, ia berkata: “saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amal yang paling utama”, lalu Beliau menjawab: “Shalat di awal waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah”. Sayyidina Abdullah RA berkata: “Seandainya aku minta tambah kepada Beliau, niscaya Beliau akan menambahnya” (HR. Ahmad).

Dari hadits-hadits tersebut, kemudian para ulama berbeda pendapat:

  • Madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah mengatakan bahwa, shalat Isya’ lebih utama dilakukan di awal waktu.
  • Madzhab Hanafiyah mengatakan bahwa, shalat Isya’ sunnah untuk diakhirkan sampai sebelum sepertiga malam yang pertama.
  • Madzhab Hanabilah mengatakan bahwa, shalat Isya’ yang lebih utama adalah dilakukan pada sepertiga malam pertama atau pada pertengahan malam. Itupun jika tidak memberatkan.

Pendapat yang menyebutkan bahwa shalat Isya’ lebih utama untuk diakhirkan tetap mengatakan bahwa, keutamaan tersebut jika: shalat tadi tetap dilakukan secara berjamaah. Tapi jika tidak, maka yang lebih utama adalah dilakukan di awal waktu secara berjamaah.

Mengenai shalat hajat, ia tak harus dilakukan setelah shalat Isya’. Bahkan bisa dilakukan setiap ada hajat atau urusan yang ingin diberi kelapangan. Dan di Pondok Pesantren Al Fithrah Kedinding, shalat hajat dilakukan secara istiqamah setelah shalat Isya’ berjamaah di awal waktu.

 

Referensi:

Al Mahally: 1/130-133

Al Madzahibul Arba’ah: 1/194

Ihkamul Ahkam: 1/104 Al Fiqhul Islami: 1/671-674