Year: 2024

Masa Depan Media Pesantren: Refleksi Talkshow Media Di Acara Multaqo MPJ 2023 (2)

Dalam talkshow pertama, Mas Candra Malik menyampaikan bahwa dunia digital merupakan bentuk penjajahan terbaru di masa sekarang. Masuk ke dalam dunia digital dibutuhkan nalar kritis dalam menerima dan memfilter beragam informasi. Informasi yang tersebar dalam berbagai media tidak bias dimakan begitu saja.

Memang, idealnya media menyajikan informasi yang tepat dan akurat. Tapi di dunia digital, media bisa dikendalikan perorangan atau golongan untuk menyebar informasi yang sesuai dengan kepentingan mereka. Tak jarang dijumpai media yang menampilkan judul-judul berita yang click bait – mempengaruhi seseorang untuk mengklik -, yang isinya pangah jauh dari judul. Tuntutan rating, juga jadi alasan bagi media untuk menghalalkan cara seperti ini.

Menghadapi fenomena sepeerti ini, Mas Candra Malik menawarkan solusi, berkompetisi yang sehat dalam bermedia di dunia digital. Memperbaiki kualitas dalam penyampaian informasi dan menggaransi keakuratannya sebelum menyebarkannya dalam media di dunia digital. Prinsip dan kaidah jurnalistik dalam penyampaian informasi harus betul dijaga.

“Menulislah sebagai penyunting. Menyuntinglah sebagai pembaca. Membacalah sebagai penulis,” ungkap Mas Candra dalam kesempatan itu. Dengan menumbuh suburkan media-media yang tak hanya sekedar ada di dunia digital, maka media-media yang sering membelokkan fakta, dan hanya sekedar rating akan tenggelam seiring waktu.

Gus Ahmad Kafa mengamini pemaparan Mas Candra Malik. Dalam sesinya, beliau memberi penekanan pada pengelolaan media pesantren. Niat berkhidmah pada Kia dalam mengelola media pesantren perlu ditanamkan sejak awal.  Sehingga pengelola media pesantren perlu memperhatikan mutu dan kualitas konten yang diunggah.

“Santri itu rela rekoso,” tekan Gus Ahmad. Ungkapan ini sangat relate bagi pengelola media pesantren. Tuntutan untuk menjaga mutu dan kualitas konten kadang tidak dibarengi dengan ketersediaan alat yang mendukung. Menghadapi kenyataan ini pengelola media pesantren harus siap. Dengan ketulusan niat dan keuletan dalam memanfaatkan sumber daya dan data yang ada, pengelola media pesantren punya peran besar menyampaikan ajaran-ajaran agama di dunia digital.

Masa Depan Media Pesantren: Refleksi Talkshow Media Di Acara Multaqo MPJ 2023 (1)

Media memiliki peran sentral dalam membentuk dan membimbing masyarakat di era modern. Keberadaannya tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai pembentuk opini, penggerak perubahan sosial, dan perekat keberagaman. Mengingat urgensi media dalam masyarakat modern, penting bagi pesantren juga mengembangkan medianya dengan baik.

Menyikapi hal ini, Media Pondok Jawa Timur (MPJ) – wadah berkumpulnya para pengelola media pesantren di jawa timur – mengadakan Multaqo Media Pondok Jatim (MMPJ). Multaqo ini merupakan acara yang diselenggarakan setahun sekali.

Seperti yang diungkap oleh Kang Zahro’u, ketua MPJ, Acara ini bertujuan memupuk semangat dan komitmen dalam menumbuh suburkan media pesantren. Juga sebagai wadah kolaborasi untuk memunculkan ide-ide yang segar dalam pengembangkan media pesantren. Dan, acara ini juga sebagai diskusi mencari solusi atas berbagai masalah dan kendala dalam pengelolaan media pesantren.

Multaqo MPJ  2023 diadakan di pondok Al Fattah Kikil dan pondok Termas Pacitan (22-24/12/2023). Acara ini diikuti oleh utusan pengelola media pondok se-Jawa Timur dan delegasi peserta Festival MPJ. Festival yang menjadi ajang unjuk kemampuan dalam menulis, mendisain dan mengambil gambar pengelola media pesantren yang menjadi anggota MPJ.

Talkshow media yang menjadi rangkaian acara Multaqo MPJ 2023, merupakan acara yang menjadi daya tarik tersendiri dalam multaqo edisi ini. Pasalnya narasumber yang dihadirkan punya riwayat dalam dunia media islam yang sangat diperhitungkan. Pertama, Mas Candra Malik, sastrawan muslim, yang juga pernah aktif di Jawa Pos. Kedua, Agus Ahmad Kafabihi, putra KH. Kafabihi Mahrus, Lirboyo.

Narasumber ketiga Mas Savic Ali, founder NU Online dan Islamidotco. Narasumber terakhir Mas Bahrul Ulum, general manager Sosialoka. Keempat narasumber ini mengisi dua sesi talkshow. Sesi pertama, Mas Candra Malik dan Gus Ahmad Kafa. Sesi kedua, Mas Savic Ali dan Mas Bahrul Ulum.