Month: December 2025

Ma’had Aly Al Fithrah Surabaya Raih Predikat Mumtaz dalam Asesmen Akreditasi Majelis Masyayikh Kemenag RI

Alhamdulillah, kabar gembira kembali menyelimuti keluarga besar Ma’had Aly Al Fithrah Surabaya. Lembaga pendidikan tinggi pesantren ini resmi meraih predikat Akreditasi Mumtaz, hasil dari asesmen yang dilakukan oleh Majelis Masyayikh Kemenag Republik Indonesia. Pencapaian tersebut bukan hanya membuktikan kualitas lembaga dari sisi administrasi, tetapi juga mencerminkan kedalaman tradisi keilmuan, kesungguhan para masyayikh, serta ketekunan para thullab dalam menempuh jalan ilmu.

Predikat Mumtaz merupakan tingkatan tertinggi dalam standar akreditasi Ma’had Aly. Ia menjadi simbol bahwa sebuah lembaga bukan hanya memenuhi standar, tetapi melampaui ekspektasi, baik dari aspek kurikulum, tradisi ilmiah, mutu pengajaran, hingga penguatan karakter santri. Keberhasilan ini merupakan karunia besar yang pantas disyukuri, sekaligus bukti nyata bahwa perjuangan panjang yang dijalankan selama ini berbuah manis.

Makna Predikat Mumtaz dan Pengakuan Majelis Masyayikh

Majelis Masyayikh Kemenag RI merupakan lembaga tertinggi yang mengatur standarisasi mutu pendidikan pesantren, termasuk Ma’had Aly. Ketika sebuah lembaga mendapatkan predikat Mumtaz, itu berarti lembaga tersebut telah memenuhi standar keilmuan, kelembagaan, dan atmosfir akademik yang sangat tinggi.

Bagi Ma’had Aly Al Fithrah, predikat ini menjadi stempel kehormatan bahwa lembaga tersebut tidak hanya sekadar berdiri, tetapi berdiri dengan kokoh di atas tradisi ilmiah pesantren yang telah diwariskan para ulama.

Nilai Mumtaz ini lahir dari proses panjang yang penuh dinamika—mulai dari penyusunan kurikulum yang menjaga keseimbangan antara turats dan keilmuan kontemporer, evaluasi internal berkala, hingga konsistensi dalam menjaga adab thalabul ‘ilmi. Semuanya berpadu menjadi bukti bahwa Ma’had Aly Al Fithrah menjalankan amanah pendidikan bukan setengah hati, tetapi dengan sepenuh keikhlasan dan ketekunan.

Perjalanan Panjang: Dari Muroja’ah, Diskusi, hingga Evaluasi Tanpa Henti

Dalam keterangan pihak Ma’had Aly, pencapaian ini bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Ia adalah buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi murāja’ah setiap malam, diskusi ilmiah yang tidak pernah surut, dan rapat-rapat evaluasi yang kadang berlangsung lebih lama daripada daftar hadir itu sendiri.

Para masyayikh dan muhadir (dosen) tak henti menanamkan ruh keilmuan, sementara para thullab dengan penuh semangat memakmurkan halaqah, kajian kitab, dan rutinitas akademik lainnya. Doa para pengasuh yang senantiasa mengalir ke langit menjadi energi yang tidak terlihat, namun sangat terasa keberkahannya.

Akreditasi Mumtaz ini menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan yang dijalankan di Ma’had Aly Al Fithrah bukan formalitas, melainkan perjalanan ruhani dan intelektual yang hidup. Sebuah perjalanan yang menjadikan ilmu bukan sekadar materi dan ujian, tetapi juga adab, khidmah, dan kedekatan kepada Allah.

Mumtaz Bukan Garis Akhir, Tetapi Garis Awal untuk Melangkah Lebih Tinggi

Salah satu pesan penting dari pencapaian ini adalah bahwa predikat Mumtaz bukanlah garis akhir suatu perjuangan. Justru, ia menjadi garis start baru. Semakin tinggi pengakuan yang diraih, semakin besar pula amanah yang harus dipikul.

Predikat Mumtaz menjadi pengingat bahwa seluruh civitas Ma’had Aly—mulai dari mudir hingga para santri—harus terus memupuk kedisiplinan, memperkuat budaya ilmiah, serta menjaga adab dalam menuntut ilmu. Zona nyaman bukanlah tempat bagi mereka yang ingin terus maju. Oleh sebab itu, pencapaian ini menjadi momentum untuk melangkah lebih jauh, lebih dalam, dan lebih berkualitas dalam pengabdian dan penyebaran ilmu.

Harapannya, melalui pengakuan ini, Ma’had Aly Al Fithrah semakin mampu mencetak kader ulama yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jernih hati, kuat adabnya, dan luas pengabdiannya kepada umat.

Penutup

Seluruh keluarga besar Ma’had Aly Al Fithrah Surabaya patut bersyukur dan berbahagia. Prestasi gemilang ini merupakan hasil kerja bersama—para masyayikh, muhadir, para santri, pengurus, dan seluruh pendukung pesantren. Semoga Allah menjaga keberkahan ilmu di lingkungan Ma’had Aly Al Fithrah dan menjadikannya wasilah lahirnya ulama-ulama yang istiqamah, tawadhu’, serta bermanfaat bagi umat. Aamiin

14 Kunci Pembuka Rezeki: Rahasia dari Kitab Kayfa Takunu Ghaniyan

Setiap kita adalah ingin dimudahkan urusan urusan rezekinya. Kalau perlu tidak harus usaha ngoyo tapi hasilnya limpah meruah. Apalagi masing-masing kita memiliki amanat dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhannya.

Rezeki itu sudah diatur dan dijamin oleh Allah SWT. Tugas manusia adalah berusaha dan beramal, tetapi hasil akhir sepenuhnya diserahkan kepada Allah. Yakin akan jaminan ini akan melahirkan ketenangan hati. Maka niatkanlah mencari rezeki adalah demi kewajiban menafkahi keluarga.

Sugih iku urusan liyo. seng penting nduwe roso gelemnyambut gawe, didorong minongko njogo awake, melaksanakno amanat kewajibane. Hasil gak hasil, sugih gak sugih, ojok kon urus. Nek sampeyan dadi urusan, akhire sugihne (seng dadi tujuan). Nek pun sugihne (tujuane), niku seng dikuatirno Kanjeng Nabi, ndadekno ngko laline karo Gusti Allah” dawuh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqi.

“(tujuan) kaya itu urusan lain. Yang penting memiliki keinginan untuk bekerja, dengan didorong menjaga diri melaksanakan amanat tanggung jawabnya. Hasil atau tidak hasil, kaya atau tidak kaya, jangan jadi urusan. Kalau sampeyan jadikan tujuan, akhirnya kayanya (yang diprioritaskan). Kalau sudah kaya-nya (yang jadi tujuan), itu yang dikhawatirkan Rasulullah SAW menjadikan sebab lupa terhadap Allah subhanahu wa ta’ala” terj.

Berikut kami sampaikan 14 kunci pembuka rezeki yang dirangkum oleh Habib Muhammad bin Alawi bin Umar Alaydrus dalam kitab Kayfa Takunu Ghaniyan. Bukan sekadar teori, tetapi amalan yang telah diamalkan para salaf dan terbukti membawa keberkahan.

Apa saja kunci itu? Berikut penjelasan lengkapnya.

14 Kunci Rezeki dalam Kitab Kayfa Takunu Ghaniyan

Berikut 14 Kunci Pembuka Rezeki yang disebutkan dalam Kitab Kayfa Takunu Ghaniyan:

1. Taqwa dan Istiqamah

Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)

Taqwa yang disertai istiqamah akan membuka jalan-jalan kemudahan dalam hidup.

2. Bersyukur

Syukur adalah magnet rezeki. Ketika kita mengakui, memuji, dan menggunakan nikmat Allah sesuai tujuan-Nya, maka nikmat itu akan bertambah.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ 

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.” (QS. Ibrahim: 7)

3. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sumber ketenangan dan kekayaan hati. Dalam sebuah riwayat:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ ؛ فَهُوَ غَنِيٌّ، لَا فَقْرَ بَعْدَهُ

“Siapa membaca Al-Qur’an, maka ia menjadi kaya; ia tidak akan fakir setelah itu.”

Surat yang dianjurkan untuk memperluas rezeki antara lain: Al-Waqi’ah, Thaha, Al-Ikhlas, Yasin, Al-Qadr, Al-Insyirah, dan lainnya.

4. Berdzikir kepada Allah

Dzikir adalah sumber ketenangan dan pembuka pintu rezeki. Dzikir La ilaha illallah disebut membuka 99 pintu rezeki.

5. Berdoa

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ 

“Doa adalah senjata orang mukmin.”

Doa adalah kunci besar pembuka rezeki.

6. Istighfar

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا. يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا. وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا .

maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Nuh: 10 -12)

Dosa menutup pintu rezeki; istighfar membukanya kembali.

7. Bershalawat

Shalawat mendatangkan rahmat, kemudahan urusan, dan membuka pintu rezeki.

8. Menjaga Shalat

وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡئلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)

Shalat adalah penghubung dengan Allah dan sumber keberkahan.

Memperhatikan Orang Lain

Dalam memenuhi kebutuhan diri sendiri, kita juga memperhatikan orang lain. Kunci pembuka rezeki bukan hanya sekadar bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Justru, berkah membantu orang lain, menjadi sebab pembuka rezeki bagi diri sendiri.

9. Bersedekah

وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥ 

“Apa yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)

Sedekah adalah investasi rezeki yang tidak pernah merugi.

10. Menjaga Silaturahim

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ… فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, sambunglah silaturahim.” (HR. Bukhari Muslim)

Hubungan baik membawa keberkahan hidup.

11. Berbudi Pekerti Luhur

Akhlak baik mendatangkan cinta manusia dan membuka banyak peluang rezeki.

12. Qana’ah

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh telah beruntung (berjaya) orang yang berislam, dan diberi rezeki sekadar cukup (kafaafan), dan Allah menjadikannya qana’ah (puas) terhadap apa yang diberikan-Nya kepadanya.” Shohih Muslim (Kitab Az-Zakat, Bab: Tentang Kecukupan dan Qana’ah). Nomor Hadis: No. 1054

Qana’ah membuat hati tenang dan hidup berkah.

13. Bersegera Mencari Rezeki di Pagi Hari

بَاكِرُوا طَلَبَ الرِّزْقِ وَالْحَوَائِجِ؛ فَإِنَّ الْغُدُوَّ بَرَكَةٌ وَنَجَاحٌ

“Berpagi-pagianlah kamu dalam mencari rezeki dan hajat (kebutuhan-kebutuhan), karena sesungguhnya pagi itu adalah keberkatan dan kejayaan (kesuksesan).” (HR. Ath-Thabarani)

Pagi adalah waktu rezeki dibagikan.

14. Menjamu Tamu dan Dermawan

“Siapa yang memperbanyak nafkahnya, Allah memperbanyak rezekinya.” (HR. Al-Baihaqi)

Kedermawanan meluaskan rezeki.

Pembuka Rezeki Terbuka Hati

Selain 14 Kunci Pembuka rezeki tersebut, KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy juga mengijazahkan kepada kami bacaan dzikir yang perlu diistikomahkan. Di antaranya adalah membaca doa dzikir tujuh kali setiap pagi dan sore hari agar dicukupkan urusan rezekinya. Berikut redaksinya:

حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِࣖ

“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.” (QS. At Taubah: 129)

Disamping itu, juga Beliau Kiai Asrori Al-Ishaqy mengijazahkan Sholat Ar-Rizq Al-Midrar agar deras rezekinya. Berikut redaksi sholawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُطِيلُ لَنَا بِهَا الْأَعْمَارَ، وَتُزِيلُ بِهَا عَنَّا جَمِيعَ الْأَسْقَامِ وَالْأَخْطَارِ، وَتُدِرُّ بِهَا عَلَيْنَا الرِّزْقَ الْمِدْرَارَ، وَتَقْضِيَ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْأَوْطَارِ، وَتُشَفِّعْهُ فِينَا عِنْدَكَ فِي دَارِ الدُّنْيَا وَدَارِ الْقَرَارِ، بِرَحْمَتِكَ يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ يَا قَهَّارُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad —salawat dengannya yang Engkau panjangkan umur kami, dan Engkau hilangkan dengannya dari kami seluruh penyakit dan segala bahaya, dan Engkau alirkan dengannya kepada kami rezeki yang deras, dan Engkau tunaikan dengannya seluruh hajat kami, dan Engkau jadikan beliau memberi syafaat bagi kami di sisi-Mu, di dunia dan di negeri akhir (akhirat). Dengan rahmat-Mu, wahai Maha Pengampun, wahai Maha Pengampun, wahai Maha Perkasa. Serta limpahkanlah salawat dan salam atas keluarga dan para sahabat beliau.”

Rezeki bukan hanya soal bekerja keras, tetapi tentang kedekatan dengan Allah dan akhlak terhadap sesama. Jika 14 amalan ini diamalkan dengan ikhlas, insyaaAllah pintu-pintu rezeki akan terbuka luas. Semoga, bukan hanya rezekinya aja yang dimudahkan, terbukanya hati juga.