Silaturrahmi Kapolres Tanjung Perak Ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Memperkuat Sinergitas, Meningkatkan Koordinasi dan Komunikasi

SURABAYA – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan sinergi berbagai elemen, termasuk kepolisian, ulama, dan lembaga pendidikan pesantren. Hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan tokoh agama menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan silaturrahmi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan AZ, ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Kedinding Lor, Surabaya, pada Rabu (4/11/2026). Kunjungan yang berlangsung di Pendopo Al Fithrah tersebut disambut hangat oleh keluarga besar pesantren dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara kepolisian dengan lingkungan pesantren. Lebih dari sekadar kunjungan formal, silaturrahmi tersebut juga mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mempererat Hubungan Kepolisian dengan Ulama dan Pesantren

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Irwan Kurniawan AZ didampingi Wakapolres Kompol Anindita Harcahyaningdyah, Kabag Ops Kompol Dwi Basuki Nugrogo, dan Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto. Turut hadir menyambut rombongan, perwakilan pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, di antaranya Ustaz Nasiruddin, M.Ag., Bapak Muhadi, dan Ustaz Mustaqim, M.Ag.

AKBP Irwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Menurutnya, menjalin silaturrahmi dengan para ulama dan tokoh agama merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang harmonis serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Ia juga menilai bahwa ulama dan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membangun kehidupan sosial yang damai. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan lingkungan pesantren perlu terus diperkuat.

“Kegiatan silaturahmi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan, membangun komunikasi yang harmonis, serta meningkatkan kedekatan dan sinergi antara kepolisian dengan para ulama dan santri,” ujar AKBP Irwan.

Lebih lanjut, Kapolres berharap hubungan baik yang telah terjalin tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak senantiasa terbuka untuk menjalin komunikasi dan membantu berbagai kebutuhan masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan kepolisian.

“Kami berharap kehadiran ini dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Al Fithrah. Apabila ada sesuatu yang memerlukan bantuan kepolisian, jangan sungkan untuk berkomunikasi. Selama berada dalam kewenangan kami, tentu akan kami bantu semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Sosialisasi Layanan Kepolisian dan Penguatan Kamtibmas

Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Kapolres untuk menyampaikan informasi mengenai layanan kepolisian kepada keluarga besar pesantren. Salah satunya adalah sosialisasi layanan call center 110, yakni saluran resmi kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian, menyampaikan pengaduan, maupun meminta bantuan kepolisian.

AKBP Irwan berharap keberadaan layanan tersebut semakin dikenal masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran aparat keamanan. Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang memiliki jaringan sosial dan kedekatan dengan berbagai lapisan warga. Karena itu, membangun komunikasi dengan lingkungan pesantren juga menjadi langkah strategis dalam menyerap informasi, aspirasi, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Silaturrahmi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergitas antara Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Mengenal Sejarah Al Fithrah dan Rencana Haul Akbar 2027

Sementara itu, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak beserta jajaran. Kehadiran pimpinan kepolisian tersebut disambut sebagai bentuk perhatian sekaligus langkah positif dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan lingkungan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus pesantren turut memperkenalkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang dirintis pada tahun 1985 oleh almarhum Hadhratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Pesantren yang berlokasi di Kedinding Lor, Surabaya, ini tumbuh dan berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai salaf, dengan perhatian terhadap pendidikan, pembinaan akhlak, serta penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Selain memperkenalkan sejarah lembaga, pihak pesantren juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Januari 2027. Agenda keagamaan tahunan tersebut direncanakan dihadiri jemaah Al Khidmah, wali santri, serta masyarakat luas yang akan mengikuti rangkaian kegiatan haul.

Pihak pesantren berharap silaturrahmi bersama jajaran kepolisian dapat terus terpelihara, sehingga terbangun komunikasi dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini juga menjadi bagian dari implementasi program Quick Wins Polri, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan komunikasi, serta kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat.

Melalui pendekatan yang humanis dan dialogis, kepolisian diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, termasuk kalangan ulama dan pesantren. Sinergi yang dibangun melalui silaturrahmi, koordinasi, dan komunikasi tersebut menjadi langkah nyata untuk merawat kerukunan, memperkuat kepercayaan, serta bersama-sama mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.