MA Al Asror Semarang Selenggarakan “SUNAH” ke Al Fithrah Surabaya
Silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi jalan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengambil hikmah. Semangat inilah yang dibawa rombongan Madrasah Aliyah (MA) Al Asror Semarang ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Senin, 5 Oktober 2026.
Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan yang dikemas dalam program SUNAH (Sowan Ulama Ngalab Barokah). Kegiatan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren sekaligus menyambung silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.
Dalam tradisi Islam, silaturahmi memiliki kedudukan yang istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, kunjungan semacam ini tidak berhenti sebagai perjalanan fisik. Ia dapat menjadi rihlah ilmiah, yakni perjalanan untuk mencari pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi yang dapat dibawa pulang.
Mengenal Al Fithrah dan Kehidupan Pesantren
Rombongan MA Al Asror Semarang dipimpin oleh Hj. Bayu Sulistyawati, S.Pd. selaku Ketua Panitia. Kedatangan rombongan diterima dan didampingi oleh Ust. Ilyas Rahman, S.Ud., Wakil Ketua Pondok, serta Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I., Kabag. Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.
Rute kunjungan meliputi Pendopo Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.
Di Pendopo, Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I. menyampaikan profil Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Penjelasan tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan lembaga pendidikan, tetapi juga mengenalkan budaya serta lingkungan kehidupan pesantren.
Para peserta mendapatkan gambaran mengenai berbagai jenjang pendidikan yang ada di Al Fithrah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Wustha, Ulya, Ma’had Aly, hingga Institut Al Fithrah.
Bagi peserta didik, mengenal lembaga pendidikan lain menjadi pengalaman yang berharga. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah pesantren mengembangkan pendidikan sekaligus membangun budaya kehidupan yang berorientasi pada ilmu, adab, ibadah, dan khidmah.
Belajar Kebersihan sebagai Bagian dari Pendidikan
Hal menarik lainnya dalam kunjungan tersebut adalah pembahasan mengenai pengelolaan kebersihan lingkungan pesantren.
Ust. Ilyas Rahman, S.Ud. menjelaskan bagaimana kebersihan dikelola di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, baik di area pondok putra maupun pondok putri.
Penjelasan mencakup struktur pengelolaan, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai upaya yang dilakukan agar kebersihan lingkungan pondok dapat terjaga.
Kebersihan dalam lingkungan pesantren bukan sekadar persoalan teknis. Ia juga berkaitan dengan pendidikan karakter.
Islam sangat memperhatikan kebersihan. Rasulullah ﷺ bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci itu adalah sebagian dari iman.”
(HR. Muslim)
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Santri tidak hanya belajar dari buku dan kelas, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari.
Membuang sampah pada tempatnya, menjaga kamar tetap rapi, membersihkan lingkungan, serta merawat fasilitas bersama adalah bentuk sederhana dari pendidikan adab.

SUNAH: Rihlah, Silaturahmi, dan Ngalab Barokah
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MA Al Asror Semarang menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah atas penerimaan dan penyambutan terhadap rombongan.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kunjungan terdapat kekurangan.
Kegiatan SUNAH sendiri telah direncanakan dan diwacanakan sejak jauh-jauh hari. Setelah melalui proses persiapan, akhirnya rombongan sekitar 120 peserta dapat berkunjung ke Al Fithrah dengan lancar.
Pihak MA Al Asror Semarang juga memperkenalkan secara singkat latar belakang dan profil lembaga kepada keluarga besar Al Fithrah. Pertemuan tersebut akhirnya menjadi ruang untuk saling mengenal, bukan hanya antara dua lembaga pendidikan, tetapi juga antara para pendidik dan peserta didik yang sama-sama sedang menapaki jalan ilmu.
Perjalanan seperti ini mengajarkan bahwa ilmu tidak selalu diperoleh dengan duduk di ruang kelas. Kadang ilmu hadir ketika kita melihat cara orang lain mengelola pesantren. Kadang inspirasi muncul ketika mendengar pengalaman lembaga lain. Dan kadang, keberkahan justru terasa ketika perjalanan ilmu disertai silaturahmi dan ziarah kepada orang-orang saleh.
Semoga kegiatan SUNAH MA Al Asror Semarang ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah menjadi perjalanan yang membawa manfaat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat para peserta untuk terus belajar.
Sebab dalam perjalanan mencari ilmu, yang dibawa pulang bukan hanya pengetahuan, tetapi juga pengalaman, teladan, persaudaraan, dan doa.
