Info

HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN WISUDA XX PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH

Al Fithrah Kembali menggelar acara untuk santri tingkat akhir di jenjang PDF Wustho, PDF Ulya, Ma’had Aly, dan Madrasa Diniyah Takmiliha Jami’ah (MDTJ). Haflah akhirus sanah dan wisuda ke 20 diadakan untuk menandai seslesainya para santri belajar di empat unit pendidikan tersebut. Diselenggarakan selama dua hari, rabu 20 Sya’ban untuk santri putra dan kamis 21 Sya’ban 1443 H untuk santri putri.

Berlokasi di masjid pondok pesantren assalafi al fithrah, acara ini juga dihadiri oleh putra-putri KH. Achmad Asrori Al Ishaqy. Mengingat terbatasnya lokasi, hanya pengurus pondok, pengurus satuan unit pendidikan, semua wali kelas serta sebagian pendidik yang diundang hadir dilokasi.

Haflah ini juga yang ke tiga kalinya wali santri tidak bisa menyaksikan secara langsung putra-putrinya diwisuda. Wali santri hanya bisa menyaksikan jalannya prosesi wisuda putra-putrinya lewat siaran langsung dari Al Wava, selaku media resmi al fithrah.

Dimulai pada pukul 06.30 WIB, hafalah ini dibuka dengan bacaan Tawasul Fatihah, Istighotsah, dan Maulid Fi Hubby. Selepas rangkaian pembukaan itu, acara ini dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

PESAN DARI PENGURUS PONDOK

Ustadz Kunawi, ketua pondok Al Fithrah turun langsung di hari pertama untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada para lulusan. Di hari kedua, Ustadzah Mufarrohah, wakil ketua pondok Al Fithrah yang didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada santri putri yang lulus.

“Ketika nanti sudah lulus dari Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini, saya berharap tetap menjadi santrinya Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy di manapun berada. Amalkan apa-apa yang telah didapat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini. Laksanakan wadhifah-wadhifah yaumiyah. Insya Allah dengan berbekal mengamalkan amalan-amalan yang telah dibimbingkan dituntunkan oleh Hadlratusy Syaikh, kita akan selamat, menjadi orang saleh, selamat di dunia dan di akhirat.” Pesan Ustadz Kunawi kepada para lulusan di hari pertama.

“Pesan terakhir kami sebelum kalian menginjak ke perjalanan selanjutnya dan sebelum Romadhon ini tiba, minta maaf kepada ustad dan ustadzah kalian. Karena ridho mereka begitu berharga. Lebih-lebih minta maaflah kepada orang tua kalian. Karena ridhallah fi ridhol walidain wa sukhtullah bi sukhtil walidayn.” Pesan Ustadzah Mufar di hari ke dua haflah.

JUMLAH SANTRI YANG DIWISUDA

Ust. Moh. Yasin, Kepala bagian (kabag) umum dan administrasi Pondok Al Fithrah, diminta untuk membacakan surat kelulusan di hari pertama. Di hari kedua, Kabag. Pendidikan, Ustadz Nasiruddin diminta membacakan surat kelulusan pada haflah ini.

Sebanyak 615 santri PDF Wustho yang terdiri dari 359 santri putra dan 256 santri putri dinyatakan lulus dalam haflah ini. Adapun PDF Ulya meluluskan 262 santri yang terdiri dari 108 santri putra dan 154 santri putri. Sementara di unit Ma’had Aly sebanyak 14 santri siap dikhidmahkan, terdiri dari 7 santri putra dan 7 santri putri. Ma’had Diniyah Takmilyah Jami’ah mewisuda 49 santri, yang terdiri dari 33 santri putra dan 16 santri putri.

PROSESI WISUDA DAN PENGUMUMAN SANTRI BERPRESTASI

Prosesi pemindahan kuncir dan pemberian ijazah dilakukan oleh kepala dan wakil masing-masing unit Pendidikan di hari pertama. Sedang di hari kedua, prosesi ini dilakukan oleh wakil kepala dan ustadzah masing-masing unit Pendidikan. Dua putri Kiai Asrori berkenan untuk memindah kuncir santri putri yang diwisuda di hari ke dua, Nyai Hj. Saviera Es Salavia El Ishaqy dan Nyai Hj. Siera Annadia El Ishaqy.

Ustadz Agus ditunjuk untuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi di hari pertama haflah. Berikut nama santri berprestasi mulai dari setiap tingkatan, M. Fawaid Azzahir bin Afdolul Mukarom (PDF Wustho), Dwi Hizami bin Muhammad Khalili (PDF Ulya), M. Sofyan Andriyan bin Mustaqim (Ma’had ‘Aly), dan Lukman Hakim bin Sudarus (MDTJ).

Di hari kedua, ustadz mustaqim yang ditunjuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi. Berikut nama santri di setiap tingkatan, Wahdatul Khoiriyah binti Muhammad Hoiri (PDF Wustho Hanna Dhiea Ma’lufah binti Ahmad Syatori (PDF Ulya), Dhofi Mufidah binti Karsono (Ma’had ‘Aly) dan Nurul Mufarrohah binti (alm) Kyai Sholihin (MDTJ).

Putra putri Kiai Asrori berkenan menyampaikan piagam penghargaan kepada para santri berprestasi. Agus M. Ayn El-Yaqin El-Ishaqy dan Agus M. Qushay Qarrafy El-Ishaqy berkenan menyampaikan penghargaan di hari pertama. Di hari kedua, Nyai Hj. Siera dan Nyai Hj. Saviera berkenan memberikan penghargaan.

KESAN DAN PESAN SANTRI YANG DIWISUDA

Dwi Hizami santri PDF Ulya Al Fithrah mendapat kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mewakili para santri yang diwisuda di hari pertama. Ia mengucapkan rasa syukur karena ditakdirkan belajar di Pondok Al Fithrah. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada keluarga Ndalem, dan segenap pendidik yang menemaninya belajar, baik secara fisik maupun lewat do’a.

Wisudawan asal Bawean ini megutip narasi dalam kitab Ihya’ Ulumiddin

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik dari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sekarang  sama dengan kemarin, maka ia orang yang merugi. Barang siapa harinya sekarang lebih jelek dari kemarin, maka ia termasuk orang yang terlaknat”

Di hari kedua, Fitriata Rormatun yang didapuk membeikan pesan dan kesan mewakili wisudawati dalam haflah ini. Senada dengan kesan dan pesan di hari pertama, ia juga menyampaikan syukur telah ditakdirkan mondok di Al Fithrah. Dan ia pun meminta do’a khususnya kepada keluarga Ndalem, agar ia dan teman-temannya mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

“Semoga kelak apa yang kita citakan bukan hanya asa dalam mimpi. Al Fithrah akan menjadi bukti. Semoga kelak kita kan dipertemukan kembali, bersama Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al Ishaqy.” Begitu do’a dalam kesan dan pesan Fitriata.

TAUJIHAT DAN NASIHAT DARI KELUARGA NDALEM

Dalam haflah ke 20 ini, para santri yang diwisuda juga mendapatkan taujihat dan nasihat dari keluarga Ndalem. Di hari pertama H. drg. Jusuf Sjamsuddin, Sp.Ort (K), ditunjuk untuk mewakili keluarga ndalam memberikan nasihat kepada para wisudawan.

“Saya tidak mendidik santri menjadi pinter. Tapi saya kepingin menjadikan anak-anak yang mondok di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah memiliki akhlak yang baik. Itu dawuhnya Yai. Jadi, pinter gak ada gunanya kalau tidak mempunyai akhlak yang baik.” Nasihat yang nyaris sama dengan yang H. Jusuf sampaikan di haflah tahun lalu.

Di hari kedua putri pertama Kiai Asrori, Nyai Hj. Siera berkenan langsung memberikan taujihat dan nasihat mewakili keluarga Ndalem. Beliau berpesan agar para santri menumbuhkan sikap welas asih terhadap sesama dalam bentuk membiasakan diri untuk saling tolong menolong, dan gemar memberi kepada siapapun tanpa pandang bulu.

“Beliau, ayahanda, guru kita semua, Hadlratusy Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi. Beliau sangat memiliki sifat welas asih yang sangat. Beliau tidak pernah memilih kepada siapa beliau akan berbagi dan memberi. Siapapun dan di manapun dalam perjalanan beliau, beliau sangat senang sekali berbagi dengan orang lain. Beliau tidak pernah membedakan orang lain, beliau pun tidak pernah menilai seseorang dari segi apapun dan dari kalangan manapun.” Begitu nasihat Nyai Siera menggambarkan sosok Romo Kiai Asrori.

Beliau mengajak agar para santri meneladani sosok Romo Kiai. Juga mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh Romo Kiai Asrori. Hal ini sebagai perwujudan pendakuan para santri sebagai murid Romo Kiai Asrori. Beliau juga mendoakan para santri agar dimudahkan langkah dalam mencapai cita-cita.

“Semoga anak-anakku semua bisa, selalu menjaga nama baik pondok tercinta kita. Semoga anak-anakku semua, dilancarkan dan dimudahkan langkahnya dalam mencapai cita-cita. Ingatlah anak-anakku. Jaga akhlak kalian. Sepintar apapun kalian, jika kalian tidak memiliki akhlak yang baik, semua tidak ada artinya.” Do’a dan pesan Nyai Siera.

YANG ISTIMEWA DI HAFLAH KE 20

Haflah tahun ini mencatatkan rekor jumlah santri wisuda terbanyak sepanjang 20 tahun haflah ini digelar. Tercatat 930 santri dari empat unit pendidikan yang dinyatakan lulus dan diwisuda haflah ini.

Para santri yang diwisuda dalah haflah tahun ini juga menyampaikan cinderamata untuk keluarga Ndalem. Cindera mata ini diwujudkan dalam bentuk dua buah AC yang diperuntukkan untuk pesarean Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy.

Rangkaian doa dan pesan nasihat semoga senantiasa tertancap dalam relung hati. Haflah tahun ini dibahagiakan dengan kehadiran keluarga besar, putra putri Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy. Keberkenan dan keridaan beliau-beliau sangat kami harapkan senantiasa tercurahkan kepada kami. Aamiiin.

PROGRES PEMBANGUNAN GEDUNG TIMUR AL FITHRAH BULAN FEBRUARI 2022

Progres pembangunan gedung timur Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah sudah mencapai 50% lebih. Pembangunan yang sudah dimulai sejak tahun 2018 ini direncanakan akan menghabiskan dana 26,5 milyar rupiah. Target yang dicanangkan, bangunan ini akan selesai di tahun 2023.

Proses pemasangan usuk atap

Laporan dari bagian pembangunan, di bulan ini fokus utama pembangunan pada penyelesaian pengerjaan atap. Penyelesaian ini diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar 310 juta rupiah. Anggaran itu untuk keperluan belanja usuk/reng dari baja ringan, genteng kanmuri, dan wuwung/nok kanmauri.

Penyelesaian ruang kelas lantai 3

Untuk proses pembangunan sektor yang lain juga tetap berlanjut. Pembangunan berfokus pada penyelesaian ruang kelas di lantai 3. Rencananya gedung timur ini memang akan dipergunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Selain itu, di lantai bawah nantinya akan dipergunakan untuk ruang parkir. Sementara di lantai empat juga akan dipergunakan untuk ruang belajar sedang di lantai 5 akan dijadikan auditorium dan ruang observasi tim falak.

Di tengah pembangunan gedung timur ini, sudah dijumpai aktifitas belajar mengjar di lantai 2. Di lantai ini ada 12 ruang kelas, 2 kantor, 1 ruang UKS, dan 4 kamar mandi, yang semuanya sudah siap digunakan. Sejak mendapat izin melakukan pembelajaran tatap muka bulan Januari lalu, Madrasah Ibtida’iyah Al Fithrah menggunakan ruangan di lantai ini.

Yayasan Al Khidmah Indonesia dan UPZ YAKIN masih membuka donasi untuk penyelesaian pembangunan gedung timur Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Bagi Jama’ah Al Khidmah atau masyarakat umum, yang hendak menyalurkan sebagian rizkinya untuk pembangunan gedung ini melalui nomor rekening a.n YAYASAN AL KHIDMAH INDONESIA berikut:
BCA Syariah 469 300 95 99
BSI 510 510 510 3
MANDIRI 142 00 1554247 4
BNI 6661 6662 59

Untuk konfirmasi transfer, bisa menghubungi nomor berikut:
0852 5978 4448 (Admin UPZ)
0822 3167 5885 (Ust. Ridwan)
0822 3167 5885 (Ust. Ridwan)

Semoga pembangunan gedung timur Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah segera rampung, setidaknya sesuai dengan rencana. Dan semoga para donatur yang menyisihkan rizkinya untuk pembangunan gedung ini, mendapat balasan yang sebaik-baiknya.

MUTIH

Setiap bulan Ramadan tiba, para murid -terutama yang telah mengikuti bai’at tarekat al-Qadiriyyah wa al-Naqsyabandiyyah al-Utsmaniyyah  dimana Kiai Asrori adalah mursyidnya-, dianjurkan [baca: didawuhi] untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang berasal dari makhluk yang bernyawa, atau yang salah satu campuran bahan pembuatannya terdapat unsur hewani. Ritual ini disebut dengan mutih atau tarak  dalam bahasa Jawa.

Bagi jamaah laki-laki, mutih dilakukan mulai memasuki tanggal 21 Sya’ban. Sedangkan jamaah perempuan memulai mutihnya pada tanggal 1 Ramadan. Ritual mutih dilakukan sampai bulan Ramadan selesai, kecuali malam Jum’at pada bulan Ramadan. Artinya, setiap malam Jum’at bulan Ramadan, mereka libur melakukan ritual mutih. Sebab, hari Jum’at -yang dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis- adalah hari raya mingguan bagi umat Islam.

Nisbatnya sebuah hari raya, mereka tak mempunyai pantangan apapun mengenai makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi. Namun pada malam (Jum’at) itu, para murid melakukan ritual yang lain, yaitu membaca tiga macam shalawat yang telah ditentukan masing-masing dibaca sebanyak 1000 kali.

Tujuan utama mutih adalah untuk Riyadhoh, Mujahadah, Taqliluth Thoam (menyedikitkan makan) agar hawa nafsu bisa dikendalikan, semangat beribadah (Jawa: rikat) dan dibersihkan dari pengaruh-pengaruh makanan syubhat dan haram. Oleh karenanya, perintah Mutih dari guru Mursyid kepada murid lebih pada sisi menghasilkan kesempurnaan bagi murid. Jika dirasa bermanfaat kemudian ia meninggalkan, maka ia termasuk melakukan adab yang buruk (su’ul adab).

Ritual ‘mutih’ telah dilakukan sejak dulu oleh para tokoh sufi dari berbagai macam aliran tarekat. Menurut sebagian Sufi -seperti yang dikutip oleh Syaikh Abdul Wahhab al-Syaraniy RA dalam kitab beliau al-Anwar al-Qudsiyyah-, rukun atau tiang penyangga pelaku tarekat itu ada empat, yaitu: menahan rasa lapar, tidak banyak bergaul jika tidak ada manfaatnya (al ‘uzlah ), bangun malam, dan tidak berbicara jika tidak bermanfaat.

Kunci pokok dari ke-empat hal ini adalah rasa lapar. Artinya jika seorang murid sudah terbiasa lapar, maka tiga hal sisanya niscaya akan mengikutinya secara otomatis. Sebab, secara tabiat, seorang yang lapar akan cenderung mengirit energinya dengan sedikit bicara, badannya menjadi mudah atau ringan untuk bangun malam, serta mempunyai kecenderungan untuk menghindari pergaulan yang tidak bermanfaat.  

Manfaat dari terbiasa menahan lapar adalah seorang murid tidak akan mudah tergoda oleh hawa nafsunya sendiri juga tidak mudah digoda oleh setan. Sehingga, hatinya akan menjadi bersih. Rasulullah Saw. pernah bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setan mengalir pada diri anak cucu Adam mengikuti aliran darah. Maka, sempitkanlah semua jalan setan dengan (cara) lapar.” [HR. Ibnu Abi Dunya].

Syaikh Abdul Wahab al-Sya’raniy ra dalam karya beliau yang lain, yaitu al-Mizan al-Kubra menyebutkan beberapa syarat yang hendaknya dilakukan oleh penempuh jalan tarekat [baca; salik]. Satu di antara dari beberapa syarat tersebut adalah tidak mengonsumsi makanan yang mempunyai ruh/nyawa yang dalam tarekat kita dikenal dengan istilah mutih ini.

Dengan melakukan ritual mutih ini, seorang murid akan mudah dalam mengontrol serta mengekang hawa nafsunya. Sebab, awal timbulnya semua maksiat adalah nafsu dan kekuatan (diri). Sedangkan esensi atau sumber energi dari nafsu serta kekuatan itu sendiri adalah makanan. Maka, dengan menyedikitkan makan (melalui mutih), otomatis akan bisa melemahkan nafsu dan syahwat.

Sebenarnya, dalam kitab tersebut Asy Sya’rani ra. tidak menyebutkan bahwa aktivitas mutih hanya tertentu dan khusus dilakukan pada bulan Ramadan saja. Artinya, seorang murid tarekat idealnya dituntut untuk melakukan aktivitas mutih ini sepanjang tahun dan bahkan sepanjang hayatnya. Hanya saja, karena faktor kewelasan serta kemurah hati-an dari guru kita Syaikh Achmad Asrori al Ishaqy RA dan karena beberapa faktor lain [baca: sirri-rahasia] yang hanya diketahui oleh beliau, mutih bagi murid tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyyah ini -seperti yang pernah Beliau dawuhkan– hanya perlu dilakukan pada tiap bulan Ramadan saja. Itupun masih dikurangi dengan ‘libur’ mutih setiap malam Jum’at.

Wal hasil, secara global, ritual mutih ini bisa dibilang adalah nilai plus dari puasanya seorang murid tarekat. Artinya, dengan  dilakukannya ritual mutih ini, akan ada perbedaan antara puasanya seorang murid tarekat dengan puasanya seorang yang bukan murid tarekat. Kalau yang non tarekat syahwat makannya dikekang pada siang hari bulan Ramadan dan lalu ‘dilepas’ lagi pada malam harinya, seorang murid tarekat tidak begitu. Akan tetapi, syahwat makan seorang murid tarekat tetap dikontrol serta dibatasi, meskipun pada malam hari.

Mumpung momennya pun juga pas: Ramadan!. Jadi, hanya satu bulan dalam setahun, jika dibandingkan dengan tidak mutih nya yang sudah dijalani selama 11 bulan, mengapa tidak bersungguh-sungguh?  Wa Allahu a’lam.                 

Sumber: (1) Rubrik Ribath Buletin Al Fithrah edisi 56, (2) Maklumat PP. Ath Thoriqoh Al Qodiriyyah wan Naqsabandiyah Al Oesmaniyyah

PENDAFTARAN SANTRI BARU PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH TAHUN AJARAN 1443 – 1444 H./ 2022 – 2023 M.

Tahun ajaran 1442 – 1443 H./ 2021 – 2022 M. menjelang rampung. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 1443 – 1444 H./ 2022 – 2023 M..

Untuk tingkat Raudlatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI), pendaftaran sudah dimulai di bulan ini. Untuk tingkat pendaftaran di tingkat RA  sudah dimulai sejak tanggal 7 Maret dan sudah berakhir tanggal  12 Maret.

Sementara itu untuk pendaftaran tingkat MI baru akan dimulai tanggal 17 Maret dan akan berakhir pada tanggal 19 Maret 2022. Cepatnya durasi pendaftaran di tingkat RA dan Mi ini dikarenakan banyaknya minat wali santri untuk menyekolahkan putra-putrinya ke RA dan MI, tetapi kuota santri baru yang diterima di RA dan MI terbatas.

Adapun tahapan pendafataran santri baru untuk tingkat MI sebagai berikut

Pertama, pemberkasan

Menyiapkan berkas; (1)KK, (2) Akte kelahiran, (3) pas foto background merah dan (4) KTP Ayah dan Ibu

Kedua, mengisi formulir

Mengisi formulir pendafataran pada website http://mialfithrah-sby.sch.id.

Ketiga, menunggu verifikasi

Setelah mengisi formulir pendaftaran kemudian menunggu verifikasi panitia. Tanda sudah sudah diverifikasi adalah munculnya menu pembayaran di website PPDB MI Al Fithrah.

Ketiga, membayar administrasi

Melakukan pembayaran administrasi dan tes. Kemudian menunggu pembayaran diverifikasi oleh panitia.

Keempat, masuk dalam grup whatsapp

Setelah pembayaran diverifikasi, pendaftar akan dimasukkan ke dalam grup whatssaap santri baru.

Setelah tanggal pendaftaran 17-19 Maret 2022, agenda PSB tingkat MI dilanjutkan dengan tes kesiapan belajar pada tanggal 29-31 maret 2022. Hasil tes akan diumumkan tanggal 23 April 2022. Untuk daftar ulang dimulai tanggal 25 April – 14 Mei 2022.

Untuk tingkat PDF (Pendidikan Diniyah Formal) Wustho, PDF Ulya, MDTJ (Madrasah Diniyah Takmiliyah Jami’ah), dan Ma’had ‘Aly pendaftaran bisa dilakukan secara offline dan online. Ada dua gelombang untuk mendaftar di empat tingkatan ini.

Gelombang Pertama

Pendaftaran : 6 – 28 Sya’ban 1443 H. / 9 – 31 Maret 2022 M.

Tes Masuk : 17 – 20 Syawal 1443 H. / 18 – 21 Mei 2022 M.

Pengumuman : 23 Syawal 1443 H. / 24 Mei 2022 M.

Daftar Ulang : 26 – 30 Syawal 1443 H. / 27 – 31 Mei 2022 M.

Gelombang Kedua

Pendaftaran : 2 – 11 Dzulqo’dah 1443 H. / 2 – 11 Juni 2022 M.

Tes Masuk : 13 – 16 Dzulqo’dah 1443 H. / 13 – 16 Juni 2022 M.

Pengumuman : 18 Dzulqo’dah 1443 H. / 18 Juni 2022 M.

Daftar Ulang : 20 – 25 Dzulqo’dah 1443 H. / 20 – 25 Juni 2022 M.

Untuk prosedur pendaftaran di empat tingkatan itu mrngikuti alur sebagai berikut.

Pertama: Registrasi Pendaftaran di web psb.alfithrah.net

Mengisi data diri singkat, nomor WhatsApp aktif dan membuat username dan password.

Kedua: Membayar Registrasi sebesar Rp. 150.000

Pembayaran melalui transfer ke Bank BSI No Rek. 7120072003 an. Yayasan Al Khidmah Indonesia.

Jika sudah melakukan transfer, bukti transfer segera dikirim ke nomor WhatsApp panitia -081223399950, dengan menyertakan nama dan asal lulusan.

Ketiga: Mengisi formulir pendaftaran

Login ke akun pendaftaran di web psb.alfithrah.net dan mulai mengisi formulir pendaftaran.

Keempat: Mengikuti Tes Akademik Dan non akademik

Tes bisa dilakukan secara online atau offline sesuai waktu yang telah ditentukan.

Kelima: melihat Pengumuman hasil tes

Hasil tes bisa dilihat di web psb.alfithrah.net

Keenam: Melakukan Daftar ulang

(1) Mengumpulkan berkas persyaratan pendaftaran. (2) Membayar biaya administrasi pendaftaran.

Pengumpulan berkas dan pembayaran biaya administrasi pendaftaran dapat dilakukan secara online maupun offline.

Ketujuh: Masuk ke Pondok

Menunggu pengumuman berikutnya.

Brosur dan pendaftaran secara online dapat diakses di website : https://psb.alfithrah.net/. Untuk Pendaftaran offline bisa mengisi mengisi form pendaftaran di pondok.

Narahubung Pendaftaran santri baru: 081223399950 – Panitia PSB pusat, (031) 3722771 – Kantor Pondok, 082142936745 (Panitia PSB RA), 085646023734 (Panitia PSB MI).

HAUL AKBAR (HYBRID) AL FITHRAH 2022

Untuk kali ke dua Haul Akbar Al Fithrah dilaksanakan secara virtual. Hal ini untuk menghindari titik kerumunan yang berpotensi menjadi klaster baru covid-19. Walaupun sudah melakukan booster vaksin ke tiga, para pendidik dan tenaga pendidikan yang tinggal di luar area pondok pun tetap diswab untuk bisa hadir di area haul.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini haul akbar tidak hanya dihadiri oleh santri dan pengisi acara saja. Semua pendidik dan tenaga pendidikan diperkanankan hadir tahun ini. Selain itu, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah jama’ah al Khidmah juga diundang.

Dengan jama’ah yang semakin banyak, panitia haul akbar 2022 membagi lokasi jama’ah yang hadir. Masjid yang menjadi lokasi utama seperti haul tahun lalu, ditempati oleh pengisi acara, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah Jama’ah Al Khidmah. Tepat di timur masjid terpasang tenda yang ditempati oleh para santri. Sementara itu Pendidik dan tenaga kependidikan berada di gedung baru yang terletak di ujung timur lokasi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Alwava studio selaku media dan panitia dokumentasi resmi haul akbar 2022, bertanggung jawab penuh atas tersiarnya majlis ini. Tidak hanya Ketika acara berlangsung, alwava juga konsisten menyiarkan segala persiapan masjlis ini di media sosialnya. Mulai dari sambutan dari ketua panitia, hingga seksi bidang di bawahnya.

Ust. Ali Mastur selaku ketua panitia haul akbar 2022 dalam video pra haul akbar, yang diunggah oleh alwava menyampaikan banyak terimakasih kepada para pihak yang mendukung dan terlibat baik secara langsung maupun tidak dalam majlis ini. Ia juga menghimbau kepada para jama’ah untuk ikut menghadiri majlis ini secara virtual dari kediaman masing-masing.

Sekilas jalannya Haul Akbar 2022

Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022

Haul Akbar sebagaimana ketika Romo KH. Achmad Asrori masih di tengah-tengah kita secara dhohir, terdiri dari Majlis Dzikir Fida’ pada sabtu malam, dan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw dilaksanakan minggu pagi. Rangkaian Majlis Dzikir Fida’ terdiri dari pembacaan tawasul, istighotsah, khotmil qur’an, do’a khotmil qur’an, dzikir fida’, talqin, do’a tahlil, do’a birrul walidain, fii hubby doa fii hubby, do’a bihaqqil fatihah.

Nyaris seluruh rangkaian acara ini diisi oleh Imam Khususi, kecuali do’a bihaqqil fatihah. Hanya do’a bihaqqil fatihah yang dibacakan oleh KH. Hilmi Basyaiban, dan Qasidah Allahu yang dibacakan oleh Habib Umar bin Abdullah As Sagaff.

Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022

Ust. Abdur Rosyid selaku ketua Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah al Ustmaniyah menerangkan Majlid Dzikir Fida’ ini adalah acara silaturruhiyah antara murid dengan guru. Di masa Romo Yai Asrori masih hadir di tengah-tengan jama’ah, acara ini sepenuhnya diisi oleh beliau. Ada beberapa habib yang diberi kesempatan oleh beliau untuk membaca bacaan tertentu, lebih karena penghormatan Romo Yai Asrori kepada dzuriah Nabi Saw. Setelah Romo Yai Asrori wafat, acara ini dikembalikan ke konsep awal; silaturruhiyyah antara murid dengan guru. Sehingga pengisi acara ini adalah imam khususi.

Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw. Haul Akbar 2022

Untuk rangkaian acara Majlis Dzikir dan Maulidurrasul Saw terdiri dari tawassul, Istighotsah, Surat Yasin, tawassul manaqib, manaqib, doa manaqib, tahlil/talqin, do’a tahlil, maulidurRasul saw., dan doa maulid. Pengisi acara majlis di minggu pagi ini terdiri dari para imam khususi dan habaib. Setelah pembacaan do’ maulid acara dilanjutkan dengan sambutan Pengurus Pusat (PP) Al Khidmah.

H. Uripan selaku ketua PP Al Khidmah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Ia juga mengapreasiasi keikutsertaan para jama’ah dalam majlis ini. Walaupun sebagian besar hanya bisa mengikuti secara virtual, tapi tak mengurangi kesemangatan untuk mengikuti rangkaian Haul Akbar 2022.

Partisipan Zoom Haul Akbar 2022

Ust. Soher selaku panitia bagian dokumentsi mencatat ada 7900 akun yang mengikuti haul akbar 2022 via Youtube, 274 akun via facebook, dan 74 akun via Instagram. Sementara itu kurang lebih 500 partisipan yang mengikuti via zoom. Terpantau dari keterangan di profil akun-akun itu, ada yang dari dalam dan luar negeri.

Jama’ah dari Singapura dan Malaysia yang di tahun sebelum covid 19, istikomah menghadiri majlis ini secara langsung, dua tahun ini hanya bisa mengikuti secara virtual. Selain itu ada jama’ah dari Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Mesir, Turki, dan Thailand juga menghadiri majlis ini via zoom.

Di dalam sambutannya H. Uripan juga memohon do’a, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan khidmahnya sebagai ketua PP Al Khidmah. Selain itu ia juga meminta do’a dari segenap hadirin baik itu habaib, masyayikh, kiai dan umumnya dari semua jama’ah, semoga di tahun mendatang, majlis ini bisa dilaksankan secara normal, sebagaimana sebelum covid mewabah.

Setelah sambutan, jama’ah Bersama-sama menyimak mauidhoh hasanah dari Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi al Jilani ra.. Dua kesempatan Haul Akbar ini, Habib Umar al Jilany belum bisa Kembali hadir di tengah-tengah jama’ah. Sehingga mauidhoh beliau yang disimak oleh para jama’ah adalah rekaman. KH. Reza Achmad Zahid didaulat untuk menerjemahkan mauidhoh Habib Umar al Jilany ra.

Pesan Habib Umar al Jilany ra.

Dalam mauidhohnya Habib Umar al Jilany ra. berpesan agar kita tidak gampang mudah menilai orang lain. Beliau menyampaikan setiap apa yang kita pandang pada orang lain itulah cerminan hati kita, jika kita memandang orang lain buruk berarti hati kitalah yang kotor. Seyogyanya yang kita  benci adalah dosa bukan pada pendosanya.

Selanjutnya Habib Umar al Jilany ra. mengisahkan bagaimana Kanjeng Syaikh Abdul Qodir al Jilany ra. di usianya yang masih belia menundukkan hati para perampok, sehingga mereka bertaubat. Kejujuran Abdul Qodir kecil, sebagai bentuk kepatuhan atas perintah ibunya untuk berkata jujur membuat pemimpin perampok teringat akan banyaknya perintah Tuhan yang ia langar.

Di dalam mauidhohnya, Habib Umar al Jilany ra juga mendo’akan putra putri Romo Yai Asrori, semoga tetap diberi kekuatan dalam melanjutkan perjuangan beliau. Habib juga mendo’akan para jama’ah semoga dibebaskan dari segala kesulitan, senantiasa diberi kesehatan dan tentunya dikumpulkan bersama Romo Yai Asrori ra.

Do’a do’a yang berlimpah

Setelah KH. Reza menerjemahkan mauidhoh Habib Umar, acara ditutup dengan pembacaan do’a bihaqqil fatihah. Dalam kesempatan ini do’a dibacakan langsung oleh putra Romo Yai Asrori al Ishaqy ra, KH. M. Ayn El Yaqin El Ishaqy.

Setelah do’a bihaqqil fatihah dibacakan, jama’ah tidak membubarkan diri begitu saja. Sejak setelah Romo Yai Asrori wafat, penutup rangkaian Haul Akbar Al Fithrah adalah berziarah ke maqbarah Romo Yai. Sebelum pandemi, ziarah ini dipipmpin langsung oleh Habib Umar al Jilany dan segenap habaib yang hadir. Tidak hadirnya Habib Umar al Jilany, acara ini dipimpin oleh habaib yang rawuh di Haul Akbar 2022.

Terlihat di layar video trone, ada habib yang tak kuat menahan air matanya ketika acara ziarah ini. Dan, di sepanjang acara banyak dijumpai wajah-wajah sendu para jama’ah baik yang hadir di area haul, maupun yang mengikuti via zoom. Barangkali ingatan pada Romo Yai Asrori membuat mereka membiarkan air mata mereka keluar begitu saja. Atau, seperti yang dialami oleh pemimpin perampok, barangkali para jama’ah teringat akan banyaknya perintah Allah yang mereka langar dan begitu banyak nikmat-Nya yang lupa untuk disyukuri.

Berlimpahnya do’a-do’a di majlis ini bisa jadi juga penyebab mereka meneteskan air mata. Sebab di luar majlis semacam ini, membaca sendiri do’a sepanjang itu agaknya berat untuk dilakukan. Sementara di majlis ini, kita tinggal mengamini semua do’a-do’a itu. Ditambah lagi, pembaca do’a-do’a dalam majlis ini tentu diyakini sebagai orang-orang yang dikasihi Allah Swt. dan begitu banyaknya jama’ah yang mengamini do’a-do’a itu. Tentunya kemungkinan keterkabulan do’a-do’a itu juga semakin tinggi.