Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Selenggarakan Sholat Idul Adha Terbuka untuk Santri & Masyarakat

Silahkan share


Ada yang berbeda di Idul Adha tahun ini. Momentum penyatuan hari raya antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjadi warna tersendiri bagi umat Islam di Indonesia. Kebersamaan itu terasa semakin kuat ketika ribuan jamaah memadati halaman Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya untuk mengumandangkan takbir dan melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah.

Idul Adha 1447 H di Al Fithrah: Syiar, Kebersamaan, dan Tabarruk

Pada Rabu, 27 Mei 2026 M / 10 Dzulhijjah 1447 H, suasana di Masjid Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya sudah dipenuhi jamaah sejak dini hari. Tahun ini, sholat Idul Adha kembali dibuka untuk santri dan masyarakat umum.

Sholat dimulai pukul 06.09 WIB, yakni sekitar 10 menit setelah masuknya awal waktu duha, sebagaimana mengikuti anjuran agar pelaksanaan Id dilakukan pada waktu yang lapang.

صَلُّوا قَبْلَ الْخُطْبَةِ
“Laksanakanlah sholat sebelum khutbah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Setelah rangkaian sholat dan khutbah selesai, jamaah mengikuti tradisi khas Al Fithrah: ziarah ke maqbarah Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy, Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, yang kemudian dilanjutkan ramah tamah dengan hidangan nasi talaman yang menjadi sajian kebersamaan setiap Idul Adha.

Baca Juga  Amanah di Era Digital: Menjaga Integritas di Tengah Kemudahan Teknologi

Ribuan Daging Qurban untuk Masyarakat

Tahun ini, amanah qurban yang dititipkan oleh Keluarga Ndalem, para jamaah, serta masyarakat luar daerah kembali meningkat. Total hewan qurban: 23 ekor sapi, 17 ekor kambing dan 92 ekor domba (termasuk domba kiriman jamaah dari Singapura)

Hewan-hewan tersebut berasal dari jamaah di Surabaya, Gresik, Malang, serta beberapa daerah luar pulau.

Distribusi daging qurban diberikan kepada:

Tidak hanya dibagikan kepada santri, daging hewan qurban di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya juga akan didistribusikan kepada Keluarga Ndalem, Warga sekitar pesantren, Warga yang rumahnya digunakan sebagai maktab saat Haul Akbar Al Fithrah, Para pejabat yang berafiliasi dengan pesantren, para pengurus Al Khidmah serta para ulama sekitar.

Proses penyembelihan dilakukan bertahap selama tiga hari: Hari Raya Idul Adha + dua hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah), sesuai tuntunan syariat. Hal ini selaras dengan bunyi hadits:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemah: “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah.” (HR. Muslim)

Kebersamaan yang Meneguhkan Syiar

Idul Adha tahun ini menjadi momen yang indah. Kesatuan momen berlebaran antara dua ormas besar semakin menambah spirit ukhuwah. Sementara di Al Fithrah, kebersamaan antara santri, masyarakat, dan para jamaah memberikan warna khas yang hangat, penuh barakah, dan sarat nilai keikhlasan.

Baca Juga  Haul Akbar Al Fithrah 2026: Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Doa Bersama

Bukan hanya ibadah dan ritual, tetapi juga rasa syukur, sedekah, silaturahmi, serta tabarruk pada para muassis yang menjadi ruh keberkahan pesantren ini.