Santri kelas XII Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah mengakhiri masa belajarnya di tahun ajaran 1442 – 1443 H. lebih cepat dari adik-adik kelasnya. Tiga tahun ajaran sudah mereka lewati dan di penghunjung bulan rajab lalu mereka juga sudah menyelesaikan Imtihan Waathani (Ujian Nasional untuk PDF). Rabu, 13 Sya’ban 1443 H. bertepatan dengan 16 Maret 2022 M. mereka menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) dari wali kelas mereka masing-masing.
Acara ini digelar di Masjid Al-Fithrah, dengan serangkaian acara pembuka sebelum acara utama, pembagian SKL. Para asatidz yang teridir dari pengurus PDF Ulya dan walikelas kelas XII, membuka acara ini dengan rangkaian pembacaan Tawasul, Istighotsah dan Maulid Fi Hubby. Para santri yang tahun depan sudah tidak lagi berstatus sebagai santri PDF Ulya, nampak khusyu’ mengikuti serangkaiaan acara ini. Pengurus harian pondok pesantren Assalafi Al Fithrah juga menghadiri acara ini; Ust. Kunawi, M.Pd (Kepala Pondok) dan Ust. Nashiruddin (Kepala Bagian Pendidikan).
Ust. Kunawi (Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah)
Dalam wejangannya, Ust. Kunawi mewanti-wanti agar para santri jangan berhenti untuk belajar. “Kalau tidak (pulang) di rumah ya, sebisa mungkin kuliah di Ma’had Aly atau di STAI Al Fithrah”, tekan beliau yang juga pernah menjadi kepala PDF Ulya Al Fithrah. Penekanan ini tentunya sangat perlu, mengaca dari tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar santri PDF Ulya memilih untuk pulang ke rumah.
Pembagian Surat Keterangan Lulus
SKL ini tidak hanya berisikan surat keterangan lulus atau tidaknya santri. Dalam surat ini juga dilampirkan keterangan nilai yang telah diperoleh para santri. Pelampiran ini dirasa perlu mengingat ijazah biasanya baru terbit setelah bulan Ramadhan. Pembagian SKL dilakukan oleh para wali kelasnya masing-masing. Agenda pembagian SKL ini dilakukan secara terpisah antara santri putra dan putri dalam waktu majelis yang berbeda.
Mengutip keterangan Kepala PDF Ulya Al Fithrah bahwa tingkat kelulusan anak didik di PDF Ulya Al-Fithrah tahun ini mencapai 99%. Hal ini merupakan prestasi tersendiri, bagi Ust. Hermansyah mengingat ini tahun pertama ia menjabat sebagai Kepala PDF Ulya. Tingginya tangka kelulusan ini tentu diharap semoga menjadi keberkahan bagi para santri. Keberkahan, yang juga dimintakan dalam doa penutup yang dipanjatkan oleh Ust. H. Soelaiman, M.Sy.
Belum bisa dipastikan setelah SKL ini dibagikan, berapa santri yang masih bermukim untuk melanjutkan masa belajarnya di Al Fithrah dan yang memilih pulang. Apapun yang mereka pilih nanti dan di manapun mereka kelak, semoga tetap diberikan istikamah dalam menjalankan apa yang telah diajarkan para gurunya.
“Ya Allah, berikanlah kemanfaatan atas semua hal yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Dan ajarkanlah kami semua hal yang memberi manfaat kepada kami, dan tambahlah kami ilmu.” Teriring doa mengiringi para santri. Aamiiin.
Tahun ajaran 1442 – 1443 H./ 2021 – 2022 M. menjelang rampung. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 1443 – 1444 H./ 2022 – 2023 M..
Untuk tingkat Raudlatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI), pendaftaran sudah dimulai di bulan ini. Untuk tingkat pendaftaran di tingkat RA sudah dimulai sejak tanggal 7 Maret dan sudah berakhir tanggal 12 Maret.
Sementara itu untuk pendaftaran tingkat MI baru akan dimulai tanggal 17 Maret dan akan berakhir pada tanggal 19 Maret 2022. Cepatnya durasi pendaftaran di tingkat RA dan Mi ini dikarenakan banyaknya minat wali santri untuk menyekolahkan putra-putrinya ke RA dan MI, tetapi kuota santri baru yang diterima di RA dan MI terbatas.
Adapun tahapan pendafataran santri baru untuk tingkat MI sebagai berikut
Pertama, pemberkasan
Menyiapkan berkas; (1)KK, (2) Akte kelahiran, (3) pas foto background merah dan (4) KTP Ayah dan Ibu
Setelah mengisi formulir pendaftaran kemudian menunggu verifikasi panitia. Tanda sudah sudah diverifikasi adalah munculnya menu pembayaran di website PPDB MI Al Fithrah.
Ketiga, membayar administrasi
Melakukan pembayaran administrasi dan tes. Kemudian menunggu pembayaran diverifikasi oleh panitia.
Keempat, masuk dalam grup whatsapp
Setelah pembayaran diverifikasi, pendaftar akan dimasukkan ke dalam grup whatssaap santri baru.
Setelah tanggal pendaftaran 17-19 Maret 2022, agenda PSB tingkat MI dilanjutkan dengan tes kesiapan belajar pada tanggal 29-31 maret 2022. Hasil tes akan diumumkan tanggal 23 April 2022. Untuk daftar ulang dimulai tanggal 25 April – 14 Mei 2022.
Untuk tingkat PDF (Pendidikan Diniyah Formal) Wustho, PDF Ulya, MDTJ (Madrasah Diniyah Takmiliyah Jami’ah), dan Ma’had ‘Aly pendaftaran bisa dilakukan secara offline dan online. Ada dua gelombang untuk mendaftar di empat tingkatan ini.
Gelombang Pertama
Pendaftaran : 6 – 28 Sya’ban 1443 H. / 9 – 31 Maret 2022 M.
Tes Masuk : 17 – 20 Syawal 1443 H. / 18 – 21 Mei 2022 M.
Pengumuman : 23 Syawal 1443 H. / 24 Mei 2022 M.
Daftar Ulang : 26 – 30 Syawal 1443 H. / 27 – 31 Mei 2022 M.
Gelombang Kedua
Pendaftaran : 2 – 11 Dzulqo’dah 1443 H. / 2 – 11 Juni 2022 M.
Tes Masuk : 13 – 16 Dzulqo’dah 1443 H. / 13 – 16 Juni 2022 M.
Pengumuman : 18 Dzulqo’dah 1443 H. / 18 Juni 2022 M.
Daftar Ulang : 20 – 25 Dzulqo’dah 1443 H. / 20 – 25 Juni 2022 M.
Untuk prosedur pendaftaran di empat tingkatan itu mrngikuti alur sebagai berikut.
Pertama: Registrasi Pendaftaran di web psb.alfithrah.net
Mengisi data diri singkat, nomor WhatsApp aktif dan membuat username dan password.
Kedua: Membayar Registrasi sebesar Rp. 150.000
Pembayaran melalui transfer ke Bank BSI No Rek. 7120072003 an. Yayasan Al Khidmah Indonesia.
Jika sudah melakukan transfer, bukti transfer segera dikirim ke nomor WhatsApp panitia -081223399950, dengan menyertakan nama dan asal lulusan.
Ketiga: Mengisi formulir pendaftaran
Login ke akun pendaftaran di web psb.alfithrah.net dan mulai mengisi formulir pendaftaran.
Keempat: Mengikuti TesAkademik Dan non akademik
Tes bisa dilakukan secara online atau offline sesuai waktu yang telah ditentukan.
Pengumpulan berkas dan pembayaran biaya administrasi pendaftaran dapat dilakukan secara online maupun offline.
Ketujuh: Masuk ke Pondok
Menunggu pengumuman berikutnya.
Brosur dan pendaftaran secara online dapat diakses di website : https://psb.alfithrah.net/. Untuk Pendaftaran offline bisa mengisi mengisi form pendaftaran di pondok.
Untuk kali ke dua Haul Akbar Al Fithrah dilaksanakan secara virtual. Hal ini untuk menghindari titik kerumunan yang berpotensi menjadi klaster baru covid-19. Walaupun sudah melakukan booster vaksin ke tiga, para pendidik dan tenaga pendidikan yang tinggal di luar area pondok pun tetap diswab untuk bisa hadir di area haul.
Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini haul akbar tidak hanya dihadiri oleh santri dan pengisi acara saja. Semua pendidik dan tenaga pendidikan diperkanankan hadir tahun ini. Selain itu, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah jama’ah al Khidmah juga diundang.
Dengan jama’ah yang semakin banyak, panitia haul akbar 2022 membagi lokasi jama’ah yang hadir. Masjid yang menjadi lokasi utama seperti haul tahun lalu, ditempati oleh pengisi acara, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah Jama’ah Al Khidmah. Tepat di timur masjid terpasang tenda yang ditempati oleh para santri. Sementara itu Pendidik dan tenaga kependidikan berada di gedung baru yang terletak di ujung timur lokasi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.
Alwava studio selaku media dan panitia dokumentasi resmi haul akbar 2022, bertanggung jawab penuh atas tersiarnya majlis ini. Tidak hanya Ketika acara berlangsung, alwava juga konsisten menyiarkan segala persiapan masjlis ini di media sosialnya. Mulai dari sambutan dari ketua panitia, hingga seksi bidang di bawahnya.
Ust. Ali Mastur selaku ketua panitia haul akbar 2022 dalam video pra haul akbar, yang diunggah oleh alwava menyampaikan banyak terimakasih kepada para pihak yang mendukung dan terlibat baik secara langsung maupun tidak dalam majlis ini. Ia juga menghimbau kepada para jama’ah untuk ikut menghadiri majlis ini secara virtual dari kediaman masing-masing.
Sekilas jalannya Haul Akbar 2022
Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022
Haul Akbar sebagaimana ketika Romo KH. Achmad Asrori masih di tengah-tengah kita secara dhohir, terdiri dari Majlis Dzikir Fida’ pada sabtu malam, dan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw dilaksanakan minggu pagi. Rangkaian Majlis Dzikir Fida’ terdiri dari pembacaan tawasul, istighotsah, khotmil qur’an, do’a khotmil qur’an, dzikir fida’, talqin, do’a tahlil, do’a birrul walidain, fii hubby doa fii hubby, do’a bihaqqil fatihah.
Nyaris seluruh rangkaian acara ini diisi oleh Imam Khususi, kecuali do’a bihaqqil fatihah. Hanya do’a bihaqqil fatihah yang dibacakan oleh KH. Hilmi Basyaiban, dan Qasidah Allahu yang dibacakan oleh Habib Umar bin Abdullah As Sagaff.
Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022
Ust. Abdur Rosyid selaku ketua Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah al Ustmaniyah menerangkan Majlid Dzikir Fida’ ini adalah acara silaturruhiyah antara murid dengan guru. Di masa Romo Yai Asrori masih hadir di tengah-tengan jama’ah, acara ini sepenuhnya diisi oleh beliau. Ada beberapa habib yang diberi kesempatan oleh beliau untuk membaca bacaan tertentu, lebih karena penghormatan Romo Yai Asrori kepada dzuriah Nabi Saw. Setelah Romo Yai Asrori wafat, acara ini dikembalikan ke konsep awal; silaturruhiyyah antara murid dengan guru. Sehingga pengisi acara ini adalah imam khususi.
Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw. Haul Akbar 2022
Untuk rangkaian acara Majlis Dzikir dan Maulidurrasul Saw terdiri dari tawassul, Istighotsah, Surat Yasin, tawassul manaqib, manaqib, doa manaqib, tahlil/talqin, do’a tahlil, maulidurRasul saw., dan doa maulid. Pengisi acara majlis di minggu pagi ini terdiri dari para imam khususi dan habaib. Setelah pembacaan do’ maulid acara dilanjutkan dengan sambutan Pengurus Pusat (PP) Al Khidmah.
H. Uripan selaku ketua PP Al Khidmah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Ia juga mengapreasiasi keikutsertaan para jama’ah dalam majlis ini. Walaupun sebagian besar hanya bisa mengikuti secara virtual, tapi tak mengurangi kesemangatan untuk mengikuti rangkaian Haul Akbar 2022.
Partisipan Zoom Haul Akbar 2022
Ust. Soher selaku panitia bagian dokumentsi mencatat ada 7900 akun yang mengikuti haul akbar 2022 via Youtube, 274 akun via facebook, dan 74 akun via Instagram. Sementara itu kurang lebih 500 partisipan yang mengikuti via zoom. Terpantau dari keterangan di profil akun-akun itu, ada yang dari dalam dan luar negeri.
Jama’ah dari Singapura dan Malaysia yang di tahun sebelum covid 19, istikomah menghadiri majlis ini secara langsung, dua tahun ini hanya bisa mengikuti secara virtual. Selain itu ada jama’ah dari Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Mesir, Turki, dan Thailand juga menghadiri majlis ini via zoom.
Di dalam sambutannya H. Uripan juga memohon do’a, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan khidmahnya sebagai ketua PP Al Khidmah. Selain itu ia juga meminta do’a dari segenap hadirin baik itu habaib, masyayikh, kiai dan umumnya dari semua jama’ah, semoga di tahun mendatang, majlis ini bisa dilaksankan secara normal, sebagaimana sebelum covid mewabah.
Setelah sambutan, jama’ah Bersama-sama menyimak mauidhoh hasanah dari Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi al Jilani ra.. Dua kesempatan Haul Akbar ini, Habib Umar al Jilany belum bisa Kembali hadir di tengah-tengah jama’ah. Sehingga mauidhoh beliau yang disimak oleh para jama’ah adalah rekaman. KH. Reza Achmad Zahid didaulat untuk menerjemahkan mauidhoh Habib Umar al Jilany ra.
Pesan Habib Umar al Jilany ra.
Dalam mauidhohnya Habib Umar al Jilany ra. berpesan agar kita tidak gampang mudah menilai orang lain. Beliau menyampaikan setiap apa yang kita pandang pada orang lain itulah cerminan hati kita, jika kita memandang orang lain buruk berarti hati kitalah yang kotor. Seyogyanya yang kita benci adalah dosa bukan pada pendosanya.
Selanjutnya Habib Umar al Jilany ra. mengisahkan bagaimana Kanjeng Syaikh Abdul Qodir al Jilany ra. di usianya yang masih belia menundukkan hati para perampok, sehingga mereka bertaubat. Kejujuran Abdul Qodir kecil, sebagai bentuk kepatuhan atas perintah ibunya untuk berkata jujur membuat pemimpin perampok teringat akan banyaknya perintah Tuhan yang ia langar.
Di dalam mauidhohnya, Habib Umar al Jilany ra juga mendo’akan putra putri Romo Yai Asrori, semoga tetap diberi kekuatan dalam melanjutkan perjuangan beliau. Habib juga mendo’akan para jama’ah semoga dibebaskan dari segala kesulitan, senantiasa diberi kesehatan dan tentunya dikumpulkan bersama Romo Yai Asrori ra.
Do’a do’a yang berlimpah
Setelah KH. Reza menerjemahkan mauidhoh Habib Umar, acara ditutup dengan pembacaan do’a bihaqqil fatihah. Dalam kesempatan ini do’a dibacakan langsung oleh putra Romo Yai Asrori al Ishaqy ra, KH. M. Ayn El Yaqin El Ishaqy.
Setelah do’a bihaqqil fatihah dibacakan, jama’ah tidak membubarkan diri begitu saja. Sejak setelah Romo Yai Asrori wafat, penutup rangkaian Haul Akbar Al Fithrah adalah berziarah ke maqbarah Romo Yai. Sebelum pandemi, ziarah ini dipipmpin langsung oleh Habib Umar al Jilany dan segenap habaib yang hadir. Tidak hadirnya Habib Umar al Jilany, acara ini dipimpin oleh habaib yang rawuh di Haul Akbar 2022.
Terlihat di layar video trone, ada habib yang tak kuat menahan air matanya ketika acara ziarah ini. Dan, di sepanjang acara banyak dijumpai wajah-wajah sendu para jama’ah baik yang hadir di area haul, maupun yang mengikuti via zoom. Barangkali ingatan pada Romo Yai Asrori membuat mereka membiarkan air mata mereka keluar begitu saja. Atau, seperti yang dialami oleh pemimpin perampok, barangkali para jama’ah teringat akan banyaknya perintah Allah yang mereka langar dan begitu banyak nikmat-Nya yang lupa untuk disyukuri.
Berlimpahnya do’a-do’a di majlis ini bisa jadi juga penyebab mereka meneteskan air mata. Sebab di luar majlis semacam ini, membaca sendiri do’a sepanjang itu agaknya berat untuk dilakukan. Sementara di majlis ini, kita tinggal mengamini semua do’a-do’a itu. Ditambah lagi, pembaca do’a-do’a dalam majlis ini tentu diyakini sebagai orang-orang yang dikasihi Allah Swt. dan begitu banyaknya jama’ah yang mengamini do’a-do’a itu. Tentunya kemungkinan keterkabulan do’a-do’a itu juga semakin tinggi.
Di minggu terakhir bulan Rajab tahun ini, santri Pendidikan Diniyah Formal Ulya dan Wustho Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah melaksanakan Imtihan Wathani. Imtihan Wathani yang disingkat IW adalah ujian akhir semacam Ujian Nasional, yang diperuntukkan untuk Pendidikan Diniyah Formal yang disingkat PDF. PDF sendiri adalah usaha dari Kementrian Agama dibawah naungan PD Pontren, untuk merawat tradisi pembelajaran salaf yang diterapkan di pesantren selanjutnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan pendidikan di luar pesantren.
Banyak catatan yang mengudar bahwa pesantren adalah Lembaga Pendidikan tertua di negara ini. Sayangnya dalam perkembangannya pesantren sering dicap tertinggal. Kenyataannya, hari banyak dijumpai pesantren yang mengakomodir Pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah menengan Pertama, hingga Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atas di dalamnya. Pendidikan bahkan mendapat porsi waktu yang cukup besar dibanding dengan kajian kitab kuning yang lazimnya dilakukan di pesantren.
PDF menjawab kebutuhan itu. Dengan kurikulum yang 70%-nya berbasis kitab kuning, PDF ulya seakan memformalkan pendidikan klasikal ala pesantren. Dan, IW adalah usaha yang lain, dengan tujuan agar lulusan PDF terukur ketercapainnya secara Nasional.
Di Al Fithrah sendiri, IW ini sudah dilaksanakan untuk kelima kalinya di tingkat Ulya dan ke empat kalinya di tingkat Wustho. Setiap tahunnya tercatat selalau ada peningkatan baik itu pelaksanaan maupun hasil yang dicapai oleh para santri. Hal ini terbukti dalam lima tahun terakhir, santri-santri PDF Ulya Al Fithrah tidak lagi jago kandang. Tercatat, lulusan pertama dari PDF Ulya Al Ftthrah banyak yang diterima di PTN, dari berbagai jalur. Keterterimaan ini terus berlanjut, hingga kabar gembira di tahun lalu, dua santri alumni PDF Ulya Al Fithrah tercatat sebagai mahasiswa Al Azhar Mesir.
Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah
266 Santri PDF Ulya Al Fithrah menjadi peserta IW 1443 H. Di IW yang ke lima ini, PDF Ulya AL FIthrah untuk pertama kali, melaksankan IW berbasis CBT (Computer Based Test) secara total. Tahun kemarin, baru separuh peserta dari PDF Ulya Al Fithrah yang menggunakan basis ini. 14 Operator dan 14 pengawas mengawal IW tingkat Ulya tahun ini. Sempat terjadi beberapa kendala Ketika proses try out, diantaranya beberapa santri gagal log in. Hingga hari pelaksanaan, kendala itu bisa teratasi, dan kendala-kendala lain yang bermunculan juga bisa teratasi.
Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah
Di IW tingkat Wustho, 622 santri PDF Wustho mengikuti IW 1443 H. 64 pengawas diturunkan untuk mensukseskan evaluasi akhir santri kelas XI ini. Ujian masih dilaksanakan secara klasik, dengan menggunakan LJK, berbeda dengan di tingkat Ulya. Tak ada kendala berarti selama persiapan hingga pelaksaan IW untuk tingkat Wustho.
Pengurus PDF Wustho dan Ulya Al Fithrah beserta para peninjau dari Aspendif dan Kemenag
Pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah juga ditinjau langsung oleh ketua ASPENDIF (Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal) pusat, KH. M.Fadhlullah Turmudzi. Ikut juga memantau pelaksaan IW tahun ini, Bapak M.Arifin SH. (Plt. Kasi PD Pontren Surabaya), Bapak Rahmat Hidayat (Bag. Emis Pontren), Dra. Enik Eri Purwati, M.Pd (perwakilan Kanwil Kemenag Jatim) dan Bapak Azis Saleh, S.T, M.Si (perwakilan Kemenag RI). Secara umum, para peninjau ini mengapresiasi positif pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah. Melihat mampunya PDF Ulya melaksakan IW berbasis CBT, para peninjau juga berharap di tahun yang akan datang PDF Wustho juga bisa melaksanakan IW berbasis CBT. Santri-santri PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah sedang melaksanakan IW hari terakhir ketika liputan ini di tulis.
Semoga para santri mendapatkan nilai yang baik, dan dijadikan Allah Swt, sebagai sesuatu yang baik pula, serta mendatangkan kemanfaatam khususnya bagi para santri, umumnya bagi masyararakat dimana para santri akan tingal.
Varian Covid baru mulai menunjukkan tajinya. Berita penularannya masih berupa grafik naik. Pemerintah pun sudah mengeluarkan kebijakan dan berupaya menurunkan penularan varian covid yang dimanai Omicorn. Pembatasan kerumunan mulai digalakkan kembali. Booster vaksin tahap 3 pun jadi program yang dikebut.
Mewaspadai Omicorn ikut nyantri, Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah pun merespon dengan membatasi kembali akses keluar masuk lokasi pondok. Tak ketinggalan, booster vaksin tahap 3 pun sudah dilaksanakan. Tepatnya di hari Jum’at 11 Februari 2022, berlokasi di auditoriun Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.
Kegiatan ini didukung oleh Tim Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan PKM TAKAL (Tanah Kali Kedinding). Petugas Klinik Al Fithrah dan Santri Husada juga ikut terlibat membantu 11 tenaga medis yang diterjunkan dalam vaksinasi ini. Menggunakan vaksin jenis Astrazeneca, 192 orang mendapatkan vaksin. Dengan rincian 178 mendapatkan vaksin ke tiga dan 14 vaksin ke dua.
Rencananya, target peserta vaksin berjumlah 500 orang, yang terdiri dari Pendidik dan tenaga kependidikan serta Mahasantri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Sedikitnya target yang dicapai dalam vaksin kali ini dikarenakan banyak peserta vaksin tidak lolos screening dan sejak awal tidak hadir karena kondisi tubuh mereka memang sedang tidak sehat.
Usaha dan do’a sudah dilakukan sebagai bentuk respon mencegah kedatangan Omicorn. Selanjutnya memasrahkan segala kajadian yang akan datang pada Allah Swt. Semoga bumi lekas sehat dan penghuninya bisa beraktivitas sebagaimana virus ini belum melanda.