Liputan

LAPORAN PELAKSANAAN RU’YATUL HILAL PENENTUAN 1 RAMADHAN 1443 H / 2022 M. PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH

29 Sya’ban 1443 H., dua tim Lajnah Falakiyah Al Fithrah tidak melihat hilal. Berbekal data hisab dan peralatan ru’yah, dua tim ini diutus ke titik bukit Condrodipo, Gresik dan pantai Gebang, Bangkalan.

Cuaca jum’at petang itu memang terpantau mendung. Di pantai Gebang sejak pukul 17.00 WIB, matahari sudah tidak bisa dilihat lantaran tertutup mendung. Sehingga ketika jam menunjukkan waktu matahari tenggelam di ufuk, potensi hilal terlihat pun kecil.

Ketinggian hilal dan jarak azimut hilal dengan matahari petang 1 April 2022 M. itu memang hanya 2° lebih sekian menit. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses ru’yatul hilal.

Berdasarkan informasi tim LF Al Fithrah yang melakukan ru’yatul hilal di dua titik ru’yah, pengurus ponpes Al Fithrah membuat laporan pelaksanaan ru’yatul hilal penentuan 1 Ramadhan 1443 H.

HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN WISUDA XX PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH

Al Fithrah Kembali menggelar acara untuk santri tingkat akhir di jenjang PDF Wustho, PDF Ulya, Ma’had Aly, dan Madrasa Diniyah Takmiliha Jami’ah (MDTJ). Haflah akhirus sanah dan wisuda ke 20 diadakan untuk menandai seslesainya para santri belajar di empat unit pendidikan tersebut. Diselenggarakan selama dua hari, rabu 20 Sya’ban untuk santri putra dan kamis 21 Sya’ban 1443 H untuk santri putri.

Berlokasi di masjid pondok pesantren assalafi al fithrah, acara ini juga dihadiri oleh putra-putri KH. Achmad Asrori Al Ishaqy. Mengingat terbatasnya lokasi, hanya pengurus pondok, pengurus satuan unit pendidikan, semua wali kelas serta sebagian pendidik yang diundang hadir dilokasi.

Haflah ini juga yang ke tiga kalinya wali santri tidak bisa menyaksikan secara langsung putra-putrinya diwisuda. Wali santri hanya bisa menyaksikan jalannya prosesi wisuda putra-putrinya lewat siaran langsung dari Al Wava, selaku media resmi al fithrah.

Dimulai pada pukul 06.30 WIB, hafalah ini dibuka dengan bacaan Tawasul Fatihah, Istighotsah, dan Maulid Fi Hubby. Selepas rangkaian pembukaan itu, acara ini dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

PESAN DARI PENGURUS PONDOK

Ustadz Kunawi, ketua pondok Al Fithrah turun langsung di hari pertama untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada para lulusan. Di hari kedua, Ustadzah Mufarrohah, wakil ketua pondok Al Fithrah yang didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada santri putri yang lulus.

“Ketika nanti sudah lulus dari Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini, saya berharap tetap menjadi santrinya Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy di manapun berada. Amalkan apa-apa yang telah didapat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini. Laksanakan wadhifah-wadhifah yaumiyah. Insya Allah dengan berbekal mengamalkan amalan-amalan yang telah dibimbingkan dituntunkan oleh Hadlratusy Syaikh, kita akan selamat, menjadi orang saleh, selamat di dunia dan di akhirat.” Pesan Ustadz Kunawi kepada para lulusan di hari pertama.

“Pesan terakhir kami sebelum kalian menginjak ke perjalanan selanjutnya dan sebelum Romadhon ini tiba, minta maaf kepada ustad dan ustadzah kalian. Karena ridho mereka begitu berharga. Lebih-lebih minta maaflah kepada orang tua kalian. Karena ridhallah fi ridhol walidain wa sukhtullah bi sukhtil walidayn.” Pesan Ustadzah Mufar di hari ke dua haflah.

JUMLAH SANTRI YANG DIWISUDA

Ust. Moh. Yasin, Kepala bagian (kabag) umum dan administrasi Pondok Al Fithrah, diminta untuk membacakan surat kelulusan di hari pertama. Di hari kedua, Kabag. Pendidikan, Ustadz Nasiruddin diminta membacakan surat kelulusan pada haflah ini.

Sebanyak 615 santri PDF Wustho yang terdiri dari 359 santri putra dan 256 santri putri dinyatakan lulus dalam haflah ini. Adapun PDF Ulya meluluskan 262 santri yang terdiri dari 108 santri putra dan 154 santri putri. Sementara di unit Ma’had Aly sebanyak 14 santri siap dikhidmahkan, terdiri dari 7 santri putra dan 7 santri putri. Ma’had Diniyah Takmilyah Jami’ah mewisuda 49 santri, yang terdiri dari 33 santri putra dan 16 santri putri.

PROSESI WISUDA DAN PENGUMUMAN SANTRI BERPRESTASI

Prosesi pemindahan kuncir dan pemberian ijazah dilakukan oleh kepala dan wakil masing-masing unit Pendidikan di hari pertama. Sedang di hari kedua, prosesi ini dilakukan oleh wakil kepala dan ustadzah masing-masing unit Pendidikan. Dua putri Kiai Asrori berkenan untuk memindah kuncir santri putri yang diwisuda di hari ke dua, Nyai Hj. Saviera Es Salavia El Ishaqy dan Nyai Hj. Siera Annadia El Ishaqy.

Ustadz Agus ditunjuk untuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi di hari pertama haflah. Berikut nama santri berprestasi mulai dari setiap tingkatan, M. Fawaid Azzahir bin Afdolul Mukarom (PDF Wustho), Dwi Hizami bin Muhammad Khalili (PDF Ulya), M. Sofyan Andriyan bin Mustaqim (Ma’had ‘Aly), dan Lukman Hakim bin Sudarus (MDTJ).

Di hari kedua, ustadz mustaqim yang ditunjuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi. Berikut nama santri di setiap tingkatan, Wahdatul Khoiriyah binti Muhammad Hoiri (PDF Wustho Hanna Dhiea Ma’lufah binti Ahmad Syatori (PDF Ulya), Dhofi Mufidah binti Karsono (Ma’had ‘Aly) dan Nurul Mufarrohah binti (alm) Kyai Sholihin (MDTJ).

Putra putri Kiai Asrori berkenan menyampaikan piagam penghargaan kepada para santri berprestasi. Agus M. Ayn El-Yaqin El-Ishaqy dan Agus M. Qushay Qarrafy El-Ishaqy berkenan menyampaikan penghargaan di hari pertama. Di hari kedua, Nyai Hj. Siera dan Nyai Hj. Saviera berkenan memberikan penghargaan.

KESAN DAN PESAN SANTRI YANG DIWISUDA

Dwi Hizami santri PDF Ulya Al Fithrah mendapat kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mewakili para santri yang diwisuda di hari pertama. Ia mengucapkan rasa syukur karena ditakdirkan belajar di Pondok Al Fithrah. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada keluarga Ndalem, dan segenap pendidik yang menemaninya belajar, baik secara fisik maupun lewat do’a.

Wisudawan asal Bawean ini megutip narasi dalam kitab Ihya’ Ulumiddin

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik dari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sekarang  sama dengan kemarin, maka ia orang yang merugi. Barang siapa harinya sekarang lebih jelek dari kemarin, maka ia termasuk orang yang terlaknat”

Di hari kedua, Fitriata Rormatun yang didapuk membeikan pesan dan kesan mewakili wisudawati dalam haflah ini. Senada dengan kesan dan pesan di hari pertama, ia juga menyampaikan syukur telah ditakdirkan mondok di Al Fithrah. Dan ia pun meminta do’a khususnya kepada keluarga Ndalem, agar ia dan teman-temannya mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

“Semoga kelak apa yang kita citakan bukan hanya asa dalam mimpi. Al Fithrah akan menjadi bukti. Semoga kelak kita kan dipertemukan kembali, bersama Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al Ishaqy.” Begitu do’a dalam kesan dan pesan Fitriata.

TAUJIHAT DAN NASIHAT DARI KELUARGA NDALEM

Dalam haflah ke 20 ini, para santri yang diwisuda juga mendapatkan taujihat dan nasihat dari keluarga Ndalem. Di hari pertama H. drg. Jusuf Sjamsuddin, Sp.Ort (K), ditunjuk untuk mewakili keluarga ndalam memberikan nasihat kepada para wisudawan.

“Saya tidak mendidik santri menjadi pinter. Tapi saya kepingin menjadikan anak-anak yang mondok di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah memiliki akhlak yang baik. Itu dawuhnya Yai. Jadi, pinter gak ada gunanya kalau tidak mempunyai akhlak yang baik.” Nasihat yang nyaris sama dengan yang H. Jusuf sampaikan di haflah tahun lalu.

Di hari kedua putri pertama Kiai Asrori, Nyai Hj. Siera berkenan langsung memberikan taujihat dan nasihat mewakili keluarga Ndalem. Beliau berpesan agar para santri menumbuhkan sikap welas asih terhadap sesama dalam bentuk membiasakan diri untuk saling tolong menolong, dan gemar memberi kepada siapapun tanpa pandang bulu.

“Beliau, ayahanda, guru kita semua, Hadlratusy Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi. Beliau sangat memiliki sifat welas asih yang sangat. Beliau tidak pernah memilih kepada siapa beliau akan berbagi dan memberi. Siapapun dan di manapun dalam perjalanan beliau, beliau sangat senang sekali berbagi dengan orang lain. Beliau tidak pernah membedakan orang lain, beliau pun tidak pernah menilai seseorang dari segi apapun dan dari kalangan manapun.” Begitu nasihat Nyai Siera menggambarkan sosok Romo Kiai Asrori.

Beliau mengajak agar para santri meneladani sosok Romo Kiai. Juga mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh Romo Kiai Asrori. Hal ini sebagai perwujudan pendakuan para santri sebagai murid Romo Kiai Asrori. Beliau juga mendoakan para santri agar dimudahkan langkah dalam mencapai cita-cita.

“Semoga anak-anakku semua bisa, selalu menjaga nama baik pondok tercinta kita. Semoga anak-anakku semua, dilancarkan dan dimudahkan langkahnya dalam mencapai cita-cita. Ingatlah anak-anakku. Jaga akhlak kalian. Sepintar apapun kalian, jika kalian tidak memiliki akhlak yang baik, semua tidak ada artinya.” Do’a dan pesan Nyai Siera.

YANG ISTIMEWA DI HAFLAH KE 20

Haflah tahun ini mencatatkan rekor jumlah santri wisuda terbanyak sepanjang 20 tahun haflah ini digelar. Tercatat 930 santri dari empat unit pendidikan yang dinyatakan lulus dan diwisuda haflah ini.

Para santri yang diwisuda dalah haflah tahun ini juga menyampaikan cinderamata untuk keluarga Ndalem. Cindera mata ini diwujudkan dalam bentuk dua buah AC yang diperuntukkan untuk pesarean Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy.

Rangkaian doa dan pesan nasihat semoga senantiasa tertancap dalam relung hati. Haflah tahun ini dibahagiakan dengan kehadiran keluarga besar, putra putri Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy. Keberkenan dan keridaan beliau-beliau sangat kami harapkan senantiasa tercurahkan kepada kami. Aamiiin.

SANTRI TINGKAT AKHIR PDF ULYA AL FITHRAH TERIMA SKL

Santri kelas XII Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah mengakhiri masa belajarnya di tahun ajaran 1442 – 1443 H. lebih cepat dari adik-adik kelasnya. Tiga tahun ajaran sudah mereka lewati dan di penghunjung bulan rajab lalu mereka juga sudah menyelesaikan Imtihan Waathani (Ujian Nasional untuk PDF). Rabu, 13 Sya’ban 1443 H. bertepatan dengan 16 Maret 2022 M. mereka menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) dari wali kelas mereka masing-masing.

Acara ini digelar di Masjid Al-Fithrah, dengan serangkaian acara pembuka sebelum acara utama, pembagian SKL. Para asatidz yang teridir dari pengurus PDF Ulya dan walikelas kelas XII, membuka acara ini dengan rangkaian pembacaan Tawasul, Istighotsah dan Maulid Fi Hubby. Para santri yang tahun depan sudah tidak lagi berstatus sebagai santri PDF Ulya, nampak khusyu’ mengikuti serangkaiaan acara ini. Pengurus harian pondok pesantren Assalafi Al Fithrah juga menghadiri acara ini; Ust. Kunawi, M.Pd (Kepala Pondok) dan Ust. Nashiruddin (Kepala Bagian Pendidikan).

Ust. Kunawi (Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah)

Dalam wejangannya, Ust. Kunawi mewanti-wanti agar para santri jangan berhenti untuk belajar. “Kalau tidak (pulang) di rumah ya, sebisa mungkin kuliah di Ma’had Aly atau di STAI Al Fithrah”, tekan beliau yang juga pernah menjadi kepala PDF Ulya Al Fithrah. Penekanan ini tentunya sangat perlu, mengaca dari tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar santri PDF Ulya memilih untuk pulang ke rumah.

Pembagian Surat Keterangan Lulus

SKL ini tidak hanya berisikan surat keterangan lulus atau tidaknya santri. Dalam surat ini juga dilampirkan keterangan nilai yang telah diperoleh para santri. Pelampiran ini dirasa perlu mengingat ijazah biasanya baru terbit setelah bulan Ramadhan. Pembagian SKL dilakukan oleh para wali kelasnya masing-masing. Agenda pembagian SKL ini dilakukan secara terpisah antara santri putra dan putri dalam waktu majelis yang berbeda.

Mengutip keterangan Kepala PDF Ulya Al Fithrah bahwa tingkat kelulusan anak didik di PDF Ulya Al-Fithrah tahun ini mencapai 99%. Hal ini merupakan prestasi tersendiri, bagi Ust. Hermansyah mengingat ini tahun pertama ia menjabat sebagai Kepala PDF Ulya. Tingginya tangka kelulusan ini tentu diharap semoga menjadi keberkahan bagi para santri. Keberkahan, yang juga dimintakan dalam doa penutup yang dipanjatkan oleh Ust. H. Soelaiman, M.Sy.

Belum bisa dipastikan setelah SKL ini dibagikan, berapa santri yang masih bermukim untuk melanjutkan masa belajarnya di Al Fithrah dan yang memilih pulang. Apapun yang mereka pilih nanti dan di manapun mereka kelak, semoga tetap diberikan istikamah dalam menjalankan apa yang telah diajarkan para gurunya.

Santri PDF Ulya

اَللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَزِدْنَا عِلْمًا

“Ya Allah, berikanlah kemanfaatan atas semua hal yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Dan ajarkanlah kami semua hal yang memberi manfaat kepada kami, dan tambahlah kami ilmu.” Teriring doa mengiringi para santri. Aamiiin.

HAUL AKBAR (HYBRID) AL FITHRAH 2022

Untuk kali ke dua Haul Akbar Al Fithrah dilaksanakan secara virtual. Hal ini untuk menghindari titik kerumunan yang berpotensi menjadi klaster baru covid-19. Walaupun sudah melakukan booster vaksin ke tiga, para pendidik dan tenaga pendidikan yang tinggal di luar area pondok pun tetap diswab untuk bisa hadir di area haul.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini haul akbar tidak hanya dihadiri oleh santri dan pengisi acara saja. Semua pendidik dan tenaga pendidikan diperkanankan hadir tahun ini. Selain itu, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah jama’ah al Khidmah juga diundang.

Dengan jama’ah yang semakin banyak, panitia haul akbar 2022 membagi lokasi jama’ah yang hadir. Masjid yang menjadi lokasi utama seperti haul tahun lalu, ditempati oleh pengisi acara, para imam khususi dan perwakilan dari pengurus daerah Jama’ah Al Khidmah. Tepat di timur masjid terpasang tenda yang ditempati oleh para santri. Sementara itu Pendidik dan tenaga kependidikan berada di gedung baru yang terletak di ujung timur lokasi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Alwava studio selaku media dan panitia dokumentasi resmi haul akbar 2022, bertanggung jawab penuh atas tersiarnya majlis ini. Tidak hanya Ketika acara berlangsung, alwava juga konsisten menyiarkan segala persiapan masjlis ini di media sosialnya. Mulai dari sambutan dari ketua panitia, hingga seksi bidang di bawahnya.

Ust. Ali Mastur selaku ketua panitia haul akbar 2022 dalam video pra haul akbar, yang diunggah oleh alwava menyampaikan banyak terimakasih kepada para pihak yang mendukung dan terlibat baik secara langsung maupun tidak dalam majlis ini. Ia juga menghimbau kepada para jama’ah untuk ikut menghadiri majlis ini secara virtual dari kediaman masing-masing.

Sekilas jalannya Haul Akbar 2022

Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022

Haul Akbar sebagaimana ketika Romo KH. Achmad Asrori masih di tengah-tengah kita secara dhohir, terdiri dari Majlis Dzikir Fida’ pada sabtu malam, dan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw dilaksanakan minggu pagi. Rangkaian Majlis Dzikir Fida’ terdiri dari pembacaan tawasul, istighotsah, khotmil qur’an, do’a khotmil qur’an, dzikir fida’, talqin, do’a tahlil, do’a birrul walidain, fii hubby doa fii hubby, do’a bihaqqil fatihah.

Nyaris seluruh rangkaian acara ini diisi oleh Imam Khususi, kecuali do’a bihaqqil fatihah. Hanya do’a bihaqqil fatihah yang dibacakan oleh KH. Hilmi Basyaiban, dan Qasidah Allahu yang dibacakan oleh Habib Umar bin Abdullah As Sagaff.

Dzikir Fida’ Haul Akbar 2022

Ust. Abdur Rosyid selaku ketua Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah al Ustmaniyah menerangkan Majlid Dzikir Fida’ ini adalah acara silaturruhiyah antara murid dengan guru. Di masa Romo Yai Asrori masih hadir di tengah-tengan jama’ah, acara ini sepenuhnya diisi oleh beliau. Ada beberapa habib yang diberi kesempatan oleh beliau untuk membaca bacaan tertentu, lebih karena penghormatan Romo Yai Asrori kepada dzuriah Nabi Saw. Setelah Romo Yai Asrori wafat, acara ini dikembalikan ke konsep awal; silaturruhiyyah antara murid dengan guru. Sehingga pengisi acara ini adalah imam khususi.

Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Saw. Haul Akbar 2022

Untuk rangkaian acara Majlis Dzikir dan Maulidurrasul Saw terdiri dari tawassul, Istighotsah, Surat Yasin, tawassul manaqib, manaqib, doa manaqib, tahlil/talqin, do’a tahlil, maulidurRasul saw., dan doa maulid. Pengisi acara majlis di minggu pagi ini terdiri dari para imam khususi dan habaib. Setelah pembacaan do’ maulid acara dilanjutkan dengan sambutan Pengurus Pusat (PP) Al Khidmah.

H. Uripan selaku ketua PP Al Khidmah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Ia juga mengapreasiasi keikutsertaan para jama’ah dalam majlis ini. Walaupun sebagian besar hanya bisa mengikuti secara virtual, tapi tak mengurangi kesemangatan untuk mengikuti rangkaian Haul Akbar 2022.

Partisipan Zoom Haul Akbar 2022

Ust. Soher selaku panitia bagian dokumentsi mencatat ada 7900 akun yang mengikuti haul akbar 2022 via Youtube, 274 akun via facebook, dan 74 akun via Instagram. Sementara itu kurang lebih 500 partisipan yang mengikuti via zoom. Terpantau dari keterangan di profil akun-akun itu, ada yang dari dalam dan luar negeri.

Jama’ah dari Singapura dan Malaysia yang di tahun sebelum covid 19, istikomah menghadiri majlis ini secara langsung, dua tahun ini hanya bisa mengikuti secara virtual. Selain itu ada jama’ah dari Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Mesir, Turki, dan Thailand juga menghadiri majlis ini via zoom.

Di dalam sambutannya H. Uripan juga memohon do’a, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan khidmahnya sebagai ketua PP Al Khidmah. Selain itu ia juga meminta do’a dari segenap hadirin baik itu habaib, masyayikh, kiai dan umumnya dari semua jama’ah, semoga di tahun mendatang, majlis ini bisa dilaksankan secara normal, sebagaimana sebelum covid mewabah.

Setelah sambutan, jama’ah Bersama-sama menyimak mauidhoh hasanah dari Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi al Jilani ra.. Dua kesempatan Haul Akbar ini, Habib Umar al Jilany belum bisa Kembali hadir di tengah-tengah jama’ah. Sehingga mauidhoh beliau yang disimak oleh para jama’ah adalah rekaman. KH. Reza Achmad Zahid didaulat untuk menerjemahkan mauidhoh Habib Umar al Jilany ra.

Pesan Habib Umar al Jilany ra.

Dalam mauidhohnya Habib Umar al Jilany ra. berpesan agar kita tidak gampang mudah menilai orang lain. Beliau menyampaikan setiap apa yang kita pandang pada orang lain itulah cerminan hati kita, jika kita memandang orang lain buruk berarti hati kitalah yang kotor. Seyogyanya yang kita  benci adalah dosa bukan pada pendosanya.

Selanjutnya Habib Umar al Jilany ra. mengisahkan bagaimana Kanjeng Syaikh Abdul Qodir al Jilany ra. di usianya yang masih belia menundukkan hati para perampok, sehingga mereka bertaubat. Kejujuran Abdul Qodir kecil, sebagai bentuk kepatuhan atas perintah ibunya untuk berkata jujur membuat pemimpin perampok teringat akan banyaknya perintah Tuhan yang ia langar.

Di dalam mauidhohnya, Habib Umar al Jilany ra juga mendo’akan putra putri Romo Yai Asrori, semoga tetap diberi kekuatan dalam melanjutkan perjuangan beliau. Habib juga mendo’akan para jama’ah semoga dibebaskan dari segala kesulitan, senantiasa diberi kesehatan dan tentunya dikumpulkan bersama Romo Yai Asrori ra.

Do’a do’a yang berlimpah

Setelah KH. Reza menerjemahkan mauidhoh Habib Umar, acara ditutup dengan pembacaan do’a bihaqqil fatihah. Dalam kesempatan ini do’a dibacakan langsung oleh putra Romo Yai Asrori al Ishaqy ra, KH. M. Ayn El Yaqin El Ishaqy.

Setelah do’a bihaqqil fatihah dibacakan, jama’ah tidak membubarkan diri begitu saja. Sejak setelah Romo Yai Asrori wafat, penutup rangkaian Haul Akbar Al Fithrah adalah berziarah ke maqbarah Romo Yai. Sebelum pandemi, ziarah ini dipipmpin langsung oleh Habib Umar al Jilany dan segenap habaib yang hadir. Tidak hadirnya Habib Umar al Jilany, acara ini dipimpin oleh habaib yang rawuh di Haul Akbar 2022.

Terlihat di layar video trone, ada habib yang tak kuat menahan air matanya ketika acara ziarah ini. Dan, di sepanjang acara banyak dijumpai wajah-wajah sendu para jama’ah baik yang hadir di area haul, maupun yang mengikuti via zoom. Barangkali ingatan pada Romo Yai Asrori membuat mereka membiarkan air mata mereka keluar begitu saja. Atau, seperti yang dialami oleh pemimpin perampok, barangkali para jama’ah teringat akan banyaknya perintah Allah yang mereka langar dan begitu banyak nikmat-Nya yang lupa untuk disyukuri.

Berlimpahnya do’a-do’a di majlis ini bisa jadi juga penyebab mereka meneteskan air mata. Sebab di luar majlis semacam ini, membaca sendiri do’a sepanjang itu agaknya berat untuk dilakukan. Sementara di majlis ini, kita tinggal mengamini semua do’a-do’a itu. Ditambah lagi, pembaca do’a-do’a dalam majlis ini tentu diyakini sebagai orang-orang yang dikasihi Allah Swt. dan begitu banyaknya jama’ah yang mengamini do’a-do’a itu. Tentunya kemungkinan keterkabulan do’a-do’a itu juga semakin tinggi.

LAKSANAKAN IMTIHAN WATHANI, SANTRI PDF ULYA DAN WUSTHO MENGEVALUASI DIRI

Di minggu terakhir bulan Rajab tahun ini, santri Pendidikan Diniyah Formal Ulya dan Wustho Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah melaksanakan Imtihan Wathani. Imtihan Wathani yang disingkat IW adalah ujian akhir semacam Ujian Nasional, yang diperuntukkan untuk Pendidikan Diniyah Formal yang disingkat PDF. PDF sendiri adalah usaha dari Kementrian Agama dibawah naungan PD Pontren, untuk merawat tradisi pembelajaran salaf yang diterapkan di pesantren selanjutnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan pendidikan di luar pesantren.

Banyak catatan yang mengudar bahwa pesantren adalah Lembaga Pendidikan tertua di negara ini. Sayangnya dalam perkembangannya pesantren sering dicap tertinggal. Kenyataannya, hari banyak dijumpai pesantren yang mengakomodir Pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah menengan Pertama, hingga Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atas di dalamnya. Pendidikan bahkan mendapat porsi waktu yang cukup besar dibanding dengan kajian kitab kuning yang lazimnya dilakukan di pesantren.

PDF menjawab kebutuhan itu. Dengan kurikulum yang 70%-nya berbasis kitab kuning, PDF ulya seakan memformalkan pendidikan klasikal ala pesantren. Dan, IW adalah usaha yang lain, dengan tujuan agar lulusan PDF terukur ketercapainnya secara Nasional.

Di Al Fithrah sendiri, IW ini sudah dilaksanakan untuk kelima kalinya di tingkat Ulya dan ke empat kalinya di tingkat Wustho. Setiap tahunnya tercatat selalau ada peningkatan baik itu pelaksanaan maupun hasil yang dicapai oleh para santri. Hal ini terbukti dalam lima tahun terakhir, santri-santri PDF Ulya Al Fithrah tidak lagi jago kandang. Tercatat, lulusan pertama dari PDF Ulya Al Ftthrah banyak yang diterima di PTN, dari berbagai jalur. Keterterimaan ini terus berlanjut, hingga kabar gembira di tahun lalu, dua santri alumni PDF Ulya Al Fithrah tercatat sebagai mahasiswa Al Azhar Mesir.

Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah

266 Santri PDF Ulya Al Fithrah menjadi peserta IW 1443 H. Di IW yang ke lima ini, PDF Ulya AL FIthrah untuk pertama kali, melaksankan IW berbasis CBT (Computer Based Test) secara total. Tahun kemarin, baru separuh peserta dari PDF Ulya Al Fithrah yang menggunakan basis ini. 14 Operator dan 14 pengawas mengawal IW tingkat Ulya tahun ini. Sempat terjadi beberapa kendala Ketika proses try out, diantaranya beberapa santri gagal log in. Hingga hari pelaksanaan, kendala itu bisa teratasi, dan kendala-kendala lain yang bermunculan juga bisa teratasi.

Pelaksanaan IW di PDF Wustho & Ulya Al Fithrah

Di IW tingkat Wustho, 622 santri PDF Wustho mengikuti IW 1443 H. 64 pengawas diturunkan untuk mensukseskan evaluasi akhir santri kelas XI ini. Ujian masih dilaksanakan secara klasik, dengan menggunakan LJK, berbeda dengan di tingkat Ulya. Tak ada kendala berarti selama persiapan hingga pelaksaan IW untuk tingkat Wustho.

Pengurus PDF Wustho dan Ulya Al Fithrah beserta para peninjau dari Aspendif dan Kemenag

Pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah juga ditinjau langsung oleh ketua ASPENDIF (Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal) pusat, KH. M.Fadhlullah Turmudzi. Ikut juga memantau pelaksaan IW tahun ini, Bapak M.Arifin SH. (Plt. Kasi PD Pontren Surabaya), Bapak Rahmat Hidayat (Bag. Emis Pontren), Dra. Enik Eri Purwati, M.Pd (perwakilan Kanwil Kemenag Jatim) dan Bapak Azis Saleh, S.T, M.Si (perwakilan Kemenag RI). Secara umum, para peninjau ini mengapresiasi positif pelaksanaan IW di PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah. Melihat mampunya PDF Ulya melaksakan IW berbasis CBT, para peninjau juga berharap di tahun yang akan datang PDF Wustho juga bisa melaksanakan IW berbasis CBT. Santri-santri PDF Ulya dan Wustho Al Fithrah sedang melaksanakan IW hari terakhir ketika liputan ini di tulis.

Semoga para santri mendapatkan nilai yang baik, dan dijadikan Allah Swt, sebagai sesuatu yang baik pula, serta mendatangkan kemanfaatam khususnya bagi para santri, umumnya bagi masyararakat dimana para santri akan tingal.