Liputan

Semarak Maulid Nabi Saw di Al Fithrah

Setiap bulan Rabiโ€™ul Awal tiba, ada yang berbeda di masjid ponpes Assalafi Al FIthrah, Surabaya. Dinding bagian depan dan empat pilar masjid dihias sedemikian rupa, wujud bahagia atas datangnya hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Di bulan maulid, ada tiga agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahunnya. Ahad Awal bulan hijriyah, peringatan Maulid Nabi Saw di tanggal 12 Rabiโ€™ul Awal,  dan puncaknya Ahad ke-2.

Setelah dua kali bulan Rabiโ€™ul Awal acara ini terselenggara secara tertutup, tahun ini acara ini dibuka kembali secara umum. Ribuan jamaโ€™ah memadati halaman dan gedung ponpes Al Fithrah. Kerinduan mereka untuk ikut majlis ini terobati sudah.

Tenda yang disediakan panitia, yang hanya menyisakan tak lebih seperempat halaman pondok, terisi penuh. Hingga pembacaan Ya Nabi Salam โ€˜Alaika banyak jamaโ€™ah masih bertahan di panas matahari. Apalagi yang membuat mereka bertahan untuk tidak beranjak dari lokasi yang mulai panas, kalau bukan harapan, sebagaimana yang disampaikan habib Segaf Baharun.

Dalam tausiahnya beliau menyampaikan, bahwa makna uswatun hasanah dalam al-Qurโ€™an itu bukan hanya Nabi Muhammad Saw sebagai tauladan. Lebih dari itu Nabi Saw adalah barometer. Dengan kata lain, jika kita ingin mendapat kebaikan-kebaikan yang diterima oleh Nabi Saw, maka perlu kita tanyakan kepada diri kita berapa persen kita meniru Nabi Saw.

Beliau mengutip hadits Nabi Saw, yang menjelaskan kesenangan di dunia ini tidak ada. Sehingga menurut beliau, hidup di dunia ini hanya ada dua macam; hidup di dunia ini tidak enak dan nyaman menjalaninya, dan hidup di dunia ini tidak enak dan tidak nyaman menjalaninya.

Suasana di halaman ponpes Al Fithrah saat ahad ke-2

Jika kita ingin hidup di dunia yang tidak enak ini, nyaman dalam menjalani hidup maka ikuti Nabi Saw. Jika tidak, maka kiata hanya akan menjalani hidup yang tidak ini, dan tidak nyaman menjalaninya. Harapan bahwa dengan meniru Nabi Muhammad Saw, kelak kita akan berada di satu tempat dan bertemu dengan beliau.

Harapan inilah yang barangkali membuat jamaโ€™ah tetap bertahan hingga rangkaian majlis ini selesai, walaupun suhu di hari itu terus naik seiring siang datang. Taudiyah yang tidak lebih dari lima puluh menit ini diakhiri oleh Habib Segaff dengan pengijazahan Shalawat Busyro.

Para Habib, Kiai, dan jama’ah saat mahallul qiyam

Lazimnya Majlis Dzikir yang diadakan oleh Jamaโ€™ah Al Khidmah dan ponpes Al Fithrah, durasi mauidhoh biasanya lebih pendek dari rangkaian majlis. Seperti itu pula Majlis Ahad ke-2 bulan Rabiโ€™ul Awal, setelah mauidhoh yang disampaikan oleh Habib Segaf Baharun, acara dilanjutkan dengan pembacaan  fihubbi.

Sebelum fihubbi dibacakan, panitia mengajak para jamaโ€™ah mengumpulkan khidmah untuk Haul Akbar Al Fithrah 2023. Setelah rangkaian pembacaan fihubbi dan dipungkasi dengan doโ€™a oleh putra Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy, KH. Muhammad Ayn el-Ishaqy, acara dilanjutkan dengan pengumuman.

Pembacaan kasidah Qabul oleh Habib Umar Assegaf dari Pasuruan, dan doโ€™a bihaqqil Fatihah oleh KH. Abdullah Faqih dari Lamongan, menandari acara ini menjelang usai. Dan, seperti yang sudah ada sejak zaman Kiai Asrori masih bersama-sama dengan kita, majlis ini ditutup dengan lemparan buah oleh para Habib dan Kiai, lalu makan talaman bersama.

Kegembiraan tibanya maulid Nabi Saw, tidak hanya berhenti di ahad ke-2. MI dan RA Al Fithrah, juga ikut mengadakan acara tersendiri, menyambut hari kelahiran Nabi Saw. Bahkan, di MI juga diadakan lomba-lomba dalam mengisi rangkaian kegembiraan datangnya hari kelahiran Nabi.

Semua tadi tentu dengan harapan kelak di akhirat, kita semua akan dikumpulkan bersama Nabi Muhammad Saw.

Kajian al-Muntakhobat: Rasulullah Saw Sebagai Panutan

Majelis Kebersamaan dalam Pembahasan Ilmiah (MKPI) adalah organisasi yang didirikan untuk menaungi kegiatan musyawarah di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Baik musyawarah sughra di kelas, maupun musyawarah kubro yang diselenggarakan di area masjid Al Fithrah.

Salah satu agenda penting MKPI ini adalah kajian Kitab al-Muntakhobat fi Rabithah al-Qalbiyyah wa Silati al-Ruhiyah yang merupakan masterpiece dari Hadlratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy ra. Kajian yang tahun kemarin masih terselenggara secara online, Rabu malam ini dilaksanakan secara hybrid (online dan offline). Acara offline bertempat di Gedung PW lantai dua Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Sementara yang online dapat diikuti via zoom meeting dan siaran di channel YouTube alwava media.

Pembukaan acara

Dengan tetap menjaga tradisi lama yang baik, maka sebagaimana kegiatan-kegiatan di Al Fithrah pada umumnya, Kajian Al-Muntakhobat kali ini dimulai dengan pembacaan Tawasul, Istighosah dan Maulid fi Hubby. Sesi Pembukaan ini dipimpin oleh Ust. Ahmad Mahbub, M.Ag dan Ust. Nur Yasin, M.Pd.

Pandangan Umum sebelum memasuki acara inti disampaikan oleh Ust. Nasiruddin, M.Pd. Sebagai Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, beliau berharap agar Kajian al-Muntakhobat ini dapat memotivasi para santri untuk kembali mengkaji kitab kuning (turats), terutama mempelajari kembali kitabnya Hadlratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori al-Ishaqy. Terlebih, bab yang dikaji malam itu adalah tentang “Rasulullah Saw Sebagai Panutan”. Harapan besarnya disampaikan beliau, dapat memupuk kecintaan kepada Rasulullah Saw.

Dr. Kusroni, M.Th.I sebagai narasumber dalam kajian ini mengingatkan kita kembali bahwa adanya Kitab Al-Muntakhobat ini ditulis oleh Hadlratusy Syaikh dipersembahkan dan diprioritaskan kepada para santri, alumni Al Fithrah, dan juga Jama’ah Al Khidmah. Maka menjadi penting, bagi para santri di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah untuk mengkaji kitab ini. Pun juga, bagi para alumni dan juga Jama’ah Al Khidmah agar sepeninggal beliau, pemikiran-pemikiran beliau tetap lestari, selain amaliah tuntunan beliau yang selalu diistikomahkan.

Di awal sub judul, Hadlratusy Syaikh sudah memberikan judul berlapis kepada Rasulullah Saw, al-Qudwah al-Husna, al-Uswah al-Ulya, al-Wasithah al-Kubra. Ada dua kalimat yang memiliki arti sama, yakni al-Qudwah dan al-Uswah. Bedanya, menurut Dr. Kusroni adalah, bahwa al-Qudwah adalah tuntunan (role model) yang berlaku tatkala masa hidupnya, sedang al-Uswah berlaku selepas wafatnya. Pada diri Rasulullah Saw terkandung keduanya.

Perjalanan kepada Allah SWT, atau bahasa jelasnya, keberislaman seseorang tidak akan sempurna, kecuali ia mengikuti tuntunan, tatanan dan bimbingan seorang mursyid, dengan ia berbaiat (janji), talqin (menerima langsung) dan tahkim (mengakui).

ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑููู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ ุญูŽู‚ูŽู‘ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุชูู‡ู ุจูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉู ู†ูŽุจููŠูู‘ู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽ ุตูŽูููŠูู‘ู‡ู ูˆูŽุญูŽุจููŠู’ุจูู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ

Para wali mursyid tersebut, tidak akan mencapai makrifat kepada Allah SWT, kecuali setelah mereka bermakrifat kepada Rasulullah Saw. “Ibarat kata, Rasulullah Saw itu jalan dan para wali adalah pintunya” jelas pemateri.

Bahkan lebih jelas lagi disampaikan:

ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุณูŽุจูŽุจู ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุตููˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุฏููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽูˆููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽูˆููŠูŽู‘ุฉู

Beliau Rasulullah Saw adalah sebab paling utama dalam mencapai kebahagiaan abadi dan kebaikan dunia akhirat.

Tak heran jika Kitab al-Muntakhobat ini dimulai dengan bahasan al-Nur al-Muhammady. Maka, sudah pantas bagi kita untuk senantiasa melanggengkan sholawat kepada Rasulullah Saw.

“Sholawat ini posisinya adalah setara dengan Mursyid dalam hal tarbiyah. Bahkan berlaku bagi orang yang punya ataupun tidak punya guru Mursyid,” terang pemateri ketika memberikan terjemah atas Kitab al-Muntakhobat. “Perbanyak baca Sholawat al-Husainiyah. Demikian kata guru-guru saya,” tegas beliau.

Sayangnya, ada sebagian orang yang masih keliru dalam memposisikan guru mursyidnya. Mereka mendudukkan gurunya di atas segalanya. Mereka meyakini bahwa manfaat dan madharat adalah berasal dari gurunya, seraya lalai akan ‘campur tangan’ Allah SWT.

Orang semacam ini telah salah dalam mengambil keputusan. Perlu diketahui bahwa seharusnya guru mursyid hanyalah sebagai wasilah atau wasithah (perantara), bukan maqshad (tujuan). Akibatnya, mereka akan meninggalkan gurunya ketika suatu saat sang guru gagal memenuhi kehendaknya.

Melalui zoom, Dr. KH. Muhammad Musyafa’ menambahkan agar tidak berhenti kepada mursyid. Jangan menjadi seperti yang telah terjadi kepada kaum Syiah yang terlalu mengkultuskan imam-imamnya. Keterangan tentang ketergantungan kepada mursyid ini semakin menarik dengan adanya tambahan komentar dari Ust. Tajul Muluk, M.Ag dari Jogja dan Ust. A. Miftachul Ulum, M.Ag dari Malang.

Maka menjadi penting untuk berpegang kepada para ulama yang pantas disebut pewaris para nabi. Pewaris dalam arti mewarisi ilmu dan amalnya. Yakni, ulama yang dengan ilmunya memunculkan ketakutan (khos.yah) dan pengagungan (‘udmah) kepada Allah SWT.

Hal ini mengutip QS. Fathir ayat 28. Mata rantai para wali yang bersumber dari para nabi ini akan terus berjalan hingga sampai hari akhir nanti. Hal ini diisyarahkan oleh Syaikh Abul Abas Al-Mursyi dalam menafsir QS. al-Baqarah ayat 106. Tidaklah Kami akan mencabut seorang wali, melainkan akan didatangkan yang lebih baik atau setara dengannya.

Dalam berbagai kesempatan, Hadlratusy Syaikh seringkali menampilkan ayat al-Qur’an dengan disertai penafsirannya. Begitu juga dengan haditsnya. Sehingga bukan tidak mungkin jika beliau pantas mendapatkan julukan sebagai Sufi Mufassir yang Muhaddits.

Terinspirasi dari beliau, sebagai doktor di bidang tafsir, sekaligus Kaprodi IAT di STAI Al Fithrah Surabaya, Dr. Kusroni berharap agar kajian tafsir sufistik dapat dikembangkan di lembaganya, “Saya pingin agar IAT di STAI Al Fithrah, kalau di list perguruan tinggi, menjadi rujukan dalam bidang tafsir sufistiknya” sambung beliau.

Majelis Kajian al-Muntakhobat ini ditutup dengan pembacaan Doa Fatihah. Semoga semakin menambah keberkahan ilmu yang telah didapatkan. Aamiiin.

Penulis : Muhammad Zakki

Visitasi Akreditasi RA Al Fithrah Surabaya

Jumโ€™at 22 Juli 2022, RA Al FIthrah Surabaya mendapat kunjungan dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (BAN-PAUD). Kunjungan ini dalam rangka visitasi akreditasi Raudhatul Athfal (RA) Al Fithrah. Kunjungan bertujuan mengamati langsung kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di RA Al Fithrah.

Pengamatan proses KBM di RA Al Fithrah oleh tim Asesor

Ibu Luluk Iffatur Rocmah, S.S, M.Pd. dan Ibu Lailatin Khofifah, S.Ag. dua asesor dari BAN-PAUD yang bertugas sudah berada di RA Al Fithrah sejak jam 6 pagi. Mereka mengamati KBM mulai dari kegiatan penyambutan kedatangan santri RA hingga proses santri pulang. Semua kegiatan itu direkam, selanjutnya akan diberi penilaian.

Semua proses tadi adalah yang biasa terjadi di luar hari visitasi, yang sudah dilaporkan dalam berkas dokumen yang sudah dikirimkan sebelumnya ke tim akreditasi. Sehingga boleh dibilang visitasi ini bagian dari pengamatan kesesuaian berkas dengan kondisi riil di lapangan.

Chek pemberkasan oleh Tim Asesor

Pengamatan ini berakhir jal 10.30 WIB, dilanjutkan chek pemberkasan. Sebelum chek pemberkasan, dilaksakan seremoni singkat. Hadir dalam seremoni pengurus harian Pondok Pesantren Assalafi Al FIthrah dan pengurus harian Yayasan Al Khidmah Indonesia.

Tim Asesor bersama Asatidzah RA Al Fithrah

Kegiatan visitasi ini baru berakhir pukul 17.00 WIB. Kegaiatan ini tentu diharapkan membuat RA Al Fithrah semakin baik dalam pelayanan administrasi, lebih khusus dalam proses KBM.

LAPORAN PELAKSANAAN RUโ€™YATUL HILAL PENENTUAN 1 RAMADHAN 1443 H / 2022 M. PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH

29 Sya’ban 1443 H., dua tim Lajnah Falakiyah Al Fithrah tidak melihat hilal. Berbekal data hisab dan peralatan ru’yah, dua tim ini diutus ke titik bukit Condrodipo, Gresik dan pantai Gebang, Bangkalan.

Cuaca jum’at petang itu memang terpantau mendung. Di pantai Gebang sejak pukul 17.00 WIB, matahari sudah tidak bisa dilihat lantaran tertutup mendung. Sehingga ketika jam menunjukkan waktu matahari tenggelam di ufuk, potensi hilal terlihat pun kecil.

Ketinggian hilal dan jarak azimut hilal dengan matahari petang 1 April 2022 M. itu memang hanya 2ยฐ lebih sekian menit. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses ru’yatul hilal.

Berdasarkan informasi tim LF Al Fithrah yang melakukan ru’yatul hilal di dua titik ru’yah, pengurus ponpes Al Fithrah membuat laporan pelaksanaan ru’yatul hilal penentuan 1 Ramadhan 1443 H.

HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN WISUDA XX PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH

Al Fithrah Kembali menggelar acara untuk santri tingkat akhir di jenjang PDF Wustho, PDF Ulya, Maโ€™had Aly, dan Madrasa Diniyah Takmiliha Jamiโ€™ah (MDTJ). Haflah akhirus sanah dan wisuda ke 20 diadakan untuk menandai seslesainya para santri belajar di empat unit pendidikan tersebut. Diselenggarakan selama dua hari, rabu 20 Syaโ€™ban untuk santri putra dan kamis 21 Syaโ€™ban 1443 H untuk santri putri.

Berlokasi di masjid pondok pesantren assalafi al fithrah, acara ini juga dihadiri oleh putra-putri KH. Achmad Asrori Al Ishaqy. Mengingat terbatasnya lokasi, hanya pengurus pondok, pengurus satuan unit pendidikan, semua wali kelas serta sebagian pendidik yang diundang hadir dilokasi.

Haflah ini juga yang ke tiga kalinya wali santri tidak bisa menyaksikan secara langsung putra-putrinya diwisuda. Wali santri hanya bisa menyaksikan jalannya prosesi wisuda putra-putrinya lewat siaran langsung dari Al Wava, selaku media resmi al fithrah.

Dimulai pada pukul 06.30 WIB, hafalah ini dibuka dengan bacaan Tawasul Fatihah, Istighotsah, dan Maulid Fi Hubby. Selepas rangkaian pembukaan itu, acara ini dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

PESAN DARI PENGURUS PONDOK

Ustadz Kunawi, ketua pondok Al Fithrah turun langsung di hari pertama untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada para lulusan. Di hari kedua, Ustadzah Mufarrohah, wakil ketua pondok Al Fithrah yang didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kepada santri putri yang lulus.

โ€œKetika nanti sudah lulus dari Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini, saya berharap tetap menjadi santrinya Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy di manapun berada. Amalkan apa-apa yang telah didapat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini. Laksanakan wadhifah-wadhifah yaumiyah. Insya Allah dengan berbekal mengamalkan amalan-amalan yang telah dibimbingkan dituntunkan oleh Hadlratusy Syaikh, kita akan selamat, menjadi orang saleh, selamat di dunia dan di akhirat.โ€ Pesan Ustadz Kunawi kepada para lulusan di hari pertama.

โ€œPesan terakhir kami sebelum kalian menginjak ke perjalanan selanjutnya dan sebelum Romadhon ini tiba, minta maaf kepada ustad dan ustadzah kalian. Karena ridho mereka begitu berharga. Lebih-lebih minta maaflah kepada orang tua kalian. Karena ridhallah fi ridhol walidain wa sukhtullah bi sukhtil walidayn.โ€ Pesan Ustadzah Mufar di hari ke dua haflah.

JUMLAH SANTRI YANG DIWISUDA

Ust. Moh. Yasin, Kepala bagian (kabag) umum dan administrasi Pondok Al Fithrah, diminta untuk membacakan surat kelulusan di hari pertama. Di hari kedua, Kabag. Pendidikan, Ustadz Nasiruddin diminta membacakan surat kelulusan pada haflah ini.

Sebanyak 615 santri PDF Wustho yang terdiri dari 359 santri putra dan 256 santri putri dinyatakan lulus dalam haflah ini. Adapun PDF Ulya meluluskan 262 santri yang terdiri dari 108 santri putra dan 154 santri putri. Sementara di unit Maโ€™had Aly sebanyak 14 santri siap dikhidmahkan, terdiri dari 7 santri putra dan 7 santri putri. Maโ€™had Diniyah Takmilyah Jamiโ€™ah mewisuda 49 santri, yang terdiri dari 33 santri putra dan 16 santri putri.

PROSESI WISUDA DAN PENGUMUMAN SANTRI BERPRESTASI

Prosesi pemindahan kuncir dan pemberian ijazah dilakukan oleh kepala dan wakil masing-masing unit Pendidikan di hari pertama. Sedang di hari kedua, prosesi ini dilakukan oleh wakil kepala dan ustadzah masing-masing unit Pendidikan. Dua putri Kiai Asrori berkenan untuk memindah kuncir santri putri yang diwisuda di hari ke dua, Nyai Hj. Saviera Es Salavia El Ishaqy dan Nyai Hj. Siera Annadia El Ishaqy.

Ustadz Agus ditunjuk untuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi di hari pertama haflah. Berikut nama santri berprestasi mulai dari setiap tingkatan, M. Fawaid Azzahir bin Afdolul Mukarom (PDF Wustho), Dwi Hizami bin Muhammad Khalili (PDF Ulya), M. Sofyan Andriyan bin Mustaqim (Maโ€™had โ€˜Aly), dan Lukman Hakim bin Sudarus (MDTJ).

Di hari kedua, ustadz mustaqim yang ditunjuk menyampaikan nama-nama santri berprestasi. Berikut nama santri di setiap tingkatan, Wahdatul Khoiriyah binti Muhammad Hoiri (PDF Wustho Hanna Dhiea Maโ€™lufah binti Ahmad Syatori (PDF Ulya), Dhofi Mufidah binti Karsono (Maโ€™had โ€˜Aly) dan Nurul Mufarrohah binti (alm) Kyai Sholihin (MDTJ).

Putra putri Kiai Asrori berkenan menyampaikan piagam penghargaan kepada para santri berprestasi. Agus M. Ayn El-Yaqin El-Ishaqy dan Agus M. Qushay Qarrafy El-Ishaqy berkenan menyampaikan penghargaan di hari pertama. Di hari kedua, Nyai Hj. Siera dan Nyai Hj. Saviera berkenan memberikan penghargaan.

KESAN DAN PESAN SANTRI YANG DIWISUDA

Dwi Hizami santri PDF Ulya Al Fithrah mendapat kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mewakili para santri yang diwisuda di hari pertama. Ia mengucapkan rasa syukur karena ditakdirkan belajar di Pondok Al Fithrah. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada keluarga Ndalem, dan segenap pendidik yang menemaninya belajar, baik secara fisik maupun lewat doโ€™a.

Wisudawan asal Bawean ini megutip narasi dalam kitab Ihyaโ€™ Ulumiddin

โ€œBarangsiapa yang harinya sekarang lebih baik dari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sekarang  sama dengan kemarin, maka ia orang yang merugi. Barang siapa harinya sekarang lebih jelek dari kemarin, maka ia termasuk orang yang terlaknatโ€

Di hari kedua, Fitriata Rormatun yang didapuk membeikan pesan dan kesan mewakili wisudawati dalam haflah ini. Senada dengan kesan dan pesan di hari pertama, ia juga menyampaikan syukur telah ditakdirkan mondok di Al Fithrah. Dan ia pun meminta doโ€™a khususnya kepada keluarga Ndalem, agar ia dan teman-temannya mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

โ€œSemoga kelak apa yang kita citakan bukan hanya asa dalam mimpi. Al Fithrah akan menjadi bukti. Semoga kelak kita kan dipertemukan kembali, bersama Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al Ishaqy.โ€ Begitu doโ€™a dalam kesan dan pesan Fitriata.

TAUJIHAT DAN NASIHAT DARI KELUARGA NDALEM

Dalam haflah ke 20 ini, para santri yang diwisuda juga mendapatkan taujihat dan nasihat dari keluarga Ndalem. Di hari pertama H. drg. Jusuf Sjamsuddin, Sp.Ort (K), ditunjuk untuk mewakili keluarga ndalam memberikan nasihat kepada para wisudawan.

โ€œSaya tidak mendidik santri menjadi pinter. Tapi saya kepingin menjadikan anak-anak yang mondok di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah memiliki akhlak yang baik. Itu dawuhnya Yai. Jadi, pinter gak ada gunanya kalau tidak mempunyai akhlak yang baik.โ€ Nasihat yang nyaris sama dengan yang H. Jusuf sampaikan di haflah tahun lalu.

Di hari kedua putri pertama Kiai Asrori, Nyai Hj. Siera berkenan langsung memberikan taujihat dan nasihat mewakili keluarga Ndalem. Beliau berpesan agar para santri menumbuhkan sikap welas asih terhadap sesama dalam bentuk membiasakan diri untuk saling tolong menolong, dan gemar memberi kepada siapapun tanpa pandang bulu.

โ€œBeliau, ayahanda, guru kita semua, Hadlratusy Syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi. Beliau sangat memiliki sifat welas asih yang sangat. Beliau tidak pernah memilih kepada siapa beliau akan berbagi dan memberi. Siapapun dan di manapun dalam perjalanan beliau, beliau sangat senang sekali berbagi dengan orang lain. Beliau tidak pernah membedakan orang lain, beliau pun tidak pernah menilai seseorang dari segi apapun dan dari kalangan manapun.โ€ Begitu nasihat Nyai Siera menggambarkan sosok Romo Kiai Asrori.

Beliau mengajak agar para santri meneladani sosok Romo Kiai. Juga mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh Romo Kiai Asrori. Hal ini sebagai perwujudan pendakuan para santri sebagai murid Romo Kiai Asrori. Beliau juga mendoakan para santri agar dimudahkan langkah dalam mencapai cita-cita.

โ€œSemoga anak-anakku semua bisa, selalu menjaga nama baik pondok tercinta kita. Semoga anak-anakku semua, dilancarkan dan dimudahkan langkahnya dalam mencapai cita-cita. Ingatlah anak-anakku. Jaga akhlak kalian. Sepintar apapun kalian, jika kalian tidak memiliki akhlak yang baik, semua tidak ada artinya.โ€ Doโ€™a dan pesan Nyai Siera.

YANG ISTIMEWA DI HAFLAH KE 20

Haflah tahun ini mencatatkan rekor jumlah santri wisuda terbanyak sepanjang 20 tahun haflah ini digelar. Tercatat 930 santri dari empat unit pendidikan yang dinyatakan lulus dan diwisuda haflah ini.

Para santri yang diwisuda dalah haflah tahun ini juga menyampaikan cinderamata untuk keluarga Ndalem. Cindera mata ini diwujudkan dalam bentuk dua buah AC yang diperuntukkan untuk pesarean Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy.

Rangkaian doa dan pesan nasihat semoga senantiasa tertancap dalam relung hati. Haflah tahun ini dibahagiakan dengan kehadiran keluarga besar, putra putri Hadlratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy. Keberkenan dan keridaan beliau-beliau sangat kami harapkan senantiasa tercurahkan kepada kami. Aamiiin.