Month: March 2026

Rapat Koordinasi Guru PDF Ulya Al Fithrah: Menguatkan Tafaqqquh Fiddin dan Penyesuaian Kurikulum

Dalam rangka mengawali kembali kegiatan belajar mengajar pasca liburan Idul Fitri serta menyambut perubahan kalender pendidikan dari Hijriyah ke Masehi, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah Surabaya menggelar rapat koordinasi bagi seluruh ustadz dan ustadzah pada Selasa, 31 Maret 2026 bertempat di Pendopo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi lembaga dalam memperkuat kembali komitmen mencetak generasi tafaqquh fiddin, yaitu para pelajar yang mendalami ilmu agama secara utuh, mendalam, dan berkelanjutan. Dengan perubahan kalender dan dinamika pembelajaran modern, diperlukan penyusunan ulang strategi pembelajaran agar tetap selaras dengan visi pendidikan pesantren.

Acara dibuka dengan bacaan tawassul Al-Fatihah, dilanjutkan istighotsah dan Sholawat Fi Hubbi, sebagai bentuk permohonan keberkahan kepada Allah SWT agar rapat berjalan lancar dan membawa maslahat bagi lembaga. Dalam sesi ini dipandu beberapa asatidz sepuh. Tampak hadir Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I, Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Moh. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Khoirudin, S.Ud, Ust. H. Ridwan, S.Ud dan asatid lainnya.

Apresiasi atas dedikasi

Dalam sambutannya, Kepala Pendidikan Diniyah Formal Ulya Al Fithrah, H. Nasiruddin, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya ketepatan administrasi melalui sosialisasi jurnal mengajar dan absensi, serta perlunya menyesuaikan materi ajar dengan kalender pendidikan baru. Ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus bagian dari upaya menjaga kesinambungan belajar santri.

“Berdasarkan hasil penilaian assesor kemarin, kita (PDF Ulya Al Fithrah, red.) sudah mendapatkan nilai akreditasi A. Tapi ada satu yang kurang, berdasarkan saran yang disampaikan oleh salah seorang assesor yang merupakan dzurriyah Pondok Lirboyo, yaitu jurnal (mengajar)” jelas Ust. Nashir.

Dalam suasana masih bulan Syawal itu beliau juga tak lupa memohon maaf atas segala kurang dalam memberikan pelayanan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panjenengan semua atas dedikasinya dalam membersamai dan mengajar para santri semuanya” lanjut beliau.

Penyesuaian Materi Ajar

Agenda utama rapat kali ini adalah musyawarah materi ajar setiap mata pelajaran seiring perubahan kalender pendidikan. Dalan hal ini diisi dengan pengarahan dari Waka Kurikulum, Ust. Dzulfikar Nasrullah, S.Ud.

“Tahun ini santri kelas XII sudah tidak lagi kembali (karena sudah dinyatakan lulus), sehingga perlu adanya penyesuian terhadap kegiatan belajar mengajar” terang Ustadz Dzul.

Dalam kesempatan ini beliau juga memandu diskusi kelompok guru sesuai rumpun mata pelajaran yang fokus pembahasannya pada dua hal penting:

1. Penyesuaian materi ajar sesuai kalender Masehi

2. Pengaturan ulang waktu dan alokasi pembelajaran

Para pendidik diminta membawa kitab mata pelajaran untuk jenjang Isti’dad, kelas X, dan kelas XI agar proses musyawarah berjalan efektif dan terarah.

Mengawal Proses Tafaqquh fiddin

Melalui forum musyawarah tersebut, diharapkan tersusun langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat proses pembelajaran, khususnya yang berorientasi pada pendalaman ilmu agama. Dengan demikian, setiap guru memiliki peran penting dalam menjaga ruh pendidikan pesantren, yaitu membentuk santri yang memahami agama secara menyeluruh (tafaqquh fiddin) sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh ustadz dan ustadzah yang hadir tepat waktu dan mengikuti acara hingga selesai akan memperoleh fasilitas transport dari panitia. Hal ini merupakan wujud penghargaan atas dedikasi dan partisipasi aktif tenaga pendidik dalam memajukan lembaga.

Acara ditutup dengan penyampaian hasil diskusi dan doa bersama, dipimpin oleh MC. Semoga seluruh rangkaian musyawarah ini membawa keberkahan dan menjadi langkah maju dalam meningkatkan mutu pendidikan di PDF Ulya Al Fithrah.

Menggapai Lailatul Qodar di Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan

Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan berpamitan. Gegap gempita ibadah di dalamnya akan kita rindukan. Yaa semestinya itu yang perlu kita hidupkan di bulan-bulan Ramadhan.

Di antara ‘hadiah besar’ yang ada di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodar. Malam Lailatul Qodar adalah modal yang sangat besar. Keistimewaannya yang berlipat ganda membuat semua hati ingin mengejar. Apakah semua orang berhak untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qodar?

Tanda-tanda Lailatul Qodar

Lailatul Qodar memiliki tanda-tanda yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Tanda-tanda ini meliputi tanda-tanda alam dan tanda-tanda rasa.

Tanda-tanda alam Lailatul Qodar di antaranya adalah pada malam itu tidak terasa panas dan tidak pula dingin. Malam itu nyaman dan tenteram sekali. Pada pagi harinya, matahari terbit dan sinar sorot dan hanya menampakkan kuningnya selayaknya kuning telur.

Pada malam itu juga tidak terdengar gonggongan anjing. Atau maknanya adalah tidak terdengar suara yang tidak Allah ridai pada malam Lailatul Qodar.

Tanda-tanda rasa Lailatul Qodar bisa dirasakan oleh orang yang mendapatkannya. Pada malam itu hati terasa mudah tersentuh. Muncul perasaan rendah diri dan merasa banyak kesalahan dan dosa yang dilakukan.

Yang muncul hanyalah rasa tunduk. Hingga kemudian keluar air mata. Pada waktu itulah bertepatan dengan disalami oleh Malaikat Jibril.

Kapan Lailatul Qodar?

Para ulama berselisih tentang kapan Lailatul Qodar. Tak lain sebab Allah merahasiakan kapan Lailatul Qodar.

Ada banyak riwayat yang menyatakan bahwa para sahabat dan ulama salaf yang mengalami Lailatul Qodar di tanggal yang berbeda-beda.

Dari banyaknya pengalaman para sahabat didapati bahwa mereka ‘menemukan’ Lailatul Qodar pada malam 27 Ramadhan (pitulikur). Hal ini yang kemudian melandasi kegiatan Majlis Dzikir dan Sholat Malam di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya dilaksanan setiap malam 27 Ramadhan atau Pitulikuran. Tentu dengan tidak melupakan pelaksanaan dzikir dan sholat malam setiap malam selama bulan Ramadhan.

Berikut doa munajat yang biasa dibaca ketika Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

مُوَدَّعْ مُوَدَّعْ يَا رَمَضَانَ # عَوْدَةً عَلَيْنَا بِالْغُفْرَانِ

حُوَيْدِي أَعِدْ لِي يَا رَمَضَانُ # حَدِيْثُ الْحَبَائِبُ يَا رَمَضَانُ

وَمَا حَالَ مِنْهُمْ يَا رَمَضَانُ # عَنِ الْعَيْنِ غَائِبُ يَا رَمَضَانُ

جَمِيْلُ الْمُحَيَّا يَا رَمَضَانُ # جَعِيْدُ أَمْ ذَوَائِبْ يَا رَمَضَانُ

رَعَا اللهُ لَيَالِي يَا رَمَضَانُ # حُظِيْنَا بِوَصْلِهُ يَا رَمَضَانُ

وَطَابَ اتَّصَالِي يَا رَمَضَانُ # بِعَلَّهُ وَنَهْلِهْ يَا رَمَضَانٌ

فَيَا ذَا الْجَلَالِ يَا رَمَضَانُ # لُفْ شَمْلِي بِشَمْلِهُ يَا رَمَضَانُ

فَقَلْبِي مِنَ الْبُعْدِ يَا رَمَضَانُ # وَالْهَجْرُ ذَائِبْ يَا رَمَضَانُ

أَنَا سَأَتْرُكِ الْهَمَّ يَا رَمَضَانُ # وَوَاصِلْ سُرُورِي يَا رَمَضَانُ

وَشَادْخُلْ وَشَازْحَمْ يَا رَمَضَانُ # بِقَلْبٍ جَشُوْرِي يَا رَمَضَانُ

وَلِي رَبِّ يَعْلَمْ يَا رَمَضَانُ # بِخَافِي أُمُوْرِي يَا رَمَضَانُ

أَرَى اللَّوْمَ عِنْدِي يَا رَمَضَانُ # خَطَأً غَيْرُ صَائِبْ يَا رَمَضَانْ

أَنَا مُسْتَجِيْرُ بَالُ يَا رَمَضَانُ # جَمَالُ الْمُكَمَّلْ يَا رَمَضَانُ

وَمَنْ فِي النَّبِيِّينَ يَا رَمَضَانُ # أَفْضَلْ وَأَكْمَلْ يَا رَمَضَانُ

أَبُو الْقَاسِمْ أَحْمَدْ يَا رَمَضَانُ # لَنَا خَيْرُ مُرْسَلٌ يَا رَمَضَانُ

بِهِ تَنْقَضِيْ لِي يَا رَمَضَانُ # جَمِيعُ الْمَطَالِبُ يَا رَمَضَانُ

وَمَنْ كَانَ جَدُّهُ يَا رَمَضَانَ # مُحَمَّد تَبَجَّحْ يَا رَمَضَانْ

فَفِي كُلِّ وَزْنَةً يَا رَمَضَانُ # فَوَزْنَتُهُ أَرْجَحْ يَا رَمَضَانُ

بِبَرْكَتِه رَبِّي يَا رَمَضَانُ # يُجَاوِزُ وَيَسْمَحْ يَا رَمَضَانُ

إِذَا اعْيَتْ عَلَيْنَا يَا رَمَضَانُ # جَمِيعُ الْمَذَاهِبْ يَا رَمَضَانُ

Siapa yang berhak atas Lailatul Qodar

Kembali ke pertanyaan awal tentang apakah semua orang bisa ‘memetik keutamaan’ Lailatul Qodar?

Terkait ini Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy pernah dawuh:

“Kulo kaleh panjenengan dipun pacu dening Gusti Allah. Dipun pacu dus pundi? Shidqut tawajjuh ilaa Allah. Mboten cuma ngelakoni, mboten cuma tunduk. Estu. Estu seng ndadosaken kulo kaleh panjenengan niku shidqut tawajjuh niku nopo? Iso ngumpulaken pikiran lan atine dadi siji. Dikumpulaken ten pundi? Madep dateng Gusti Allah. Coro dus pundi? Ilang rasane. Mboten cumak ngelakoni tok mboten”

(Dengan dirahasiakannya Lailatul Qodar) saya dan Anda sekaliyan dipacu oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dipacu untuk apa? Bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah (shidqut tawajjuh). Bersungguh-sungguh. Bukan hanya sekadar melaksanakan. Bukan hanya tunduk. Bersungguh-sungguh bagaimana yang menyebabkan saya dan Anda sekaliyan menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala? Yaitu yang bisa mengumpulkan hati dan pikiran menjadi satu. Dikumpulkan ke mana? Menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Caranya bagaimana? Hilang rasanya (dari kepentingan). Bukan hanya melaksanakan-melaksanakan (ibadah) saja” (terj.)

Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan keistikomahan dalam menghadap dan sibo kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin

Pengumuman Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Kita sudah berada di pertengahan bulan Ramadhan. Semangat untuk mengisi Ramadhan dengan kebaikan semoga tetap berkobar tak terpadamkan. Ramadhan adalah momentum yang baik, dikuatkan dengan keadaan yang baik, untuk melakukan amalan-amalan baik.

Setelah selama separuh pertama Ramadhan para santri menghabiskan waktunya di pesantren, kini waktunya untuk para santri mengamalkan apa-apa yang telah didapatkannya.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor 99, Surabaya menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh orang tua dan wali santri mengenai jadwal libur Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1447 H / 2026 M. Informasi ini disampaikan sebagai pedoman bagi para wali santri terkait jadwal kepulangan, ketentuan selama liburan, serta waktu kembali ke pondok.

Jadwal Kepulangan Santri

Libur Ramadhan bagi santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan dengan jadwal sebagai berikut:

  • Santri Putri: Jum’at, 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026
  • Santri Putra: Sabtu, 17 Ramadhan 1447 H / 7 Maret 2026

Waktu kepulangan santri ditetapkan mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB. Santri wajib dijemput langsung oleh orang tua atau wali dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga sebagai syarat administrasi. Khusus bagi santri putri, penjemput juga diwajibkan menunjukkan Kartu Mahram.

Apabila terdapat santri putra dan putri yang merupakan saudara kandung, keduanya diperbolehkan dijemput bersamaan pada Jum’at, 6 Maret 2026, dengan tetap membawa dokumen yang dipersyaratkan.

Kegiatan Mushafahah Sebelum Kepulangan Santri

Sebelum santri pulang untuk menjalani libur Ramadhan dan Idul Fitri, telah dilaksanakan kegiatan mushafahah (salam-salaman) bersama keluarga ndalem Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Kegiatan mushafahah ini dilaksanakan pada Kamis malam, 5 Maret 2026, dan diikuti oleh para santri sebagai bentuk adab, penghormatan, serta memohon doa restu kepada keluarga ndalem sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Tradisi mushafahah ini merupakan kegiatan rutin pesantren yang dilaksanakan setiap menjelang kepulangan santri, sebagai sarana mempererat hubungan batin antara santri dengan para masyayikh dan keluarga ndalem pondok.

Ketentuan Selama Masa Libur

Selama santri berada di rumah, pihak pondok menegaskan bahwa orang tua atau wali santri bertanggung jawab dalam menjaga ibadah (ubudiyah) serta keistiqamahan amalan para santri sebagaimana yang telah dibiasakan selama di pesantren.

Selain itu, santri tidak diperkenankan mengadakan kegiatan yang mengatasnamakan santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, seperti:

  • Buka puasa bersama
  • Pembagian takjil
  • Kegiatan lain yang menggunakan nama pondok

Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik serta ketertiban kegiatan santri selama masa libur.

Jadwal Kembali ke Pondok

Setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri, santri diwajibkan kembali ke pondok sesuai jadwal yang telah ditentukan:

  • Santri Putri: Senin, 10 Syawal 1447 H / 30 Maret 2026
  • Santri Putra: Selasa, 11 Syawal 1447 H / 31 Maret 2026

Santri yang kembali melewati pukul 17.00 WIB akan dianggap terlambat dan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di pondok.

Saat kembali ke pondok, santri juga diwajibkan membawa slip pembayaran syahriyah bulan Maret 2026 sebagai bukti administrasi.

Informasi Pembayaran Syahriyah

Pihak pondok juga menyampaikan beberapa ketentuan terkait pembayaran syahriyah:

  • Potongan biaya makan selama libur disesuaikan dengan waktu kepulangan santri.
  • Pembayaran syahriyah setiap bulan berlaku tanggal 26 sampai 10.
  • Apabila melewati tanggal tersebut akan tercatat sebagai tunggakan.

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening yang telah ditentukan oleh pihak pondok, dan wali santri diwajibkan menyimpan bukti pembayaran minimal tiga bulan terakhir.

Penutup

Dengan adanya pemberitahuan ini, diharapkan seluruh wali santri dapat memperhatikan jadwal serta ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Kerja sama antara pihak pondok dan orang tua sangat penting dalam menjaga pendidikan, akhlak, dan kedisiplinan para santri, baik ketika berada di pesantren maupun selama menjalani masa libur Ramadhan dan Idul Fitri.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kemudahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.