PDF Ulya Al Fithrah

Al Fithrah Surabaya Wisuda 721 Santri, Pesan Menjaga Identitas Santri Menggema

SURABAYA – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Ke-24 Tahun Ajaran 2025/2026 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya yang digelar pada 3–4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini dihadiri oleh segenap Keluarga Ndalem Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dewan asatidz, wali santri, serta tamu undangan dari Kementerian Agama.

Pada hari pertama, hadir Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Imam Turmidi, S.Ag., M.H.I. Sementara pada hari kedua, hadir Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fathul Mubin, S.Pd., M.Pd.I.

Sebanyak 721 santri resmi diwisuda yang terdiri atas 416 santri Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha Al Fithrah, 266 santri PDF Ulya Al Fithrah, 14 santri Ma’had Aly Al Fithrah, dan 25 santri MDT Jami’ah Al Fithrah. Prosesi diawali dengan pembacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid fi Hubby, serta pembacaan surat keputusan kelulusan. Hari pertama dilaksanakan wisuda santri putri dan hari kedua dilaksanakan wisuda untuk santri putra.

Perjalanan Panjang Menuju Ilmu

Dalam sambutannya, Mewakili Keluarga Ndalem Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Nyai Siera En Nadia El Ishaqia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan. Beliau menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengamalan ilmu yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Kita ini saat pertama kali masuk ke dalam pondok pesantren ibarat gelas yang kosong. Perlahan, gelas itu kini telah terisi dengan banyaknya ilmu, disertai dengan pengalaman dan banyaknya pelajaran hidup yang bisa menjadi pegangan anak-anakku semua di luar sana. Apa yang telah kalian istikomahkan di dalam pondok, semoga bisa diistikomahkan di rumah” pesan beliau.

Sementara pada Sambutan Kepala Pondok hari kedua, Ustadz Nashiruddin, M.Pd mengingatkan bahwa capaian para wisudawan lahir dari proses panjang yang penuh perjuangan. Menurutnya, setiap santri pernah berada pada fase sulit saat mempelajari kitab-kitab yang belum dipahami, namun akhirnya mampu bertahan hingga mencapai titik kelulusan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Keluarga Ndalem yang senantiasa memberikan doa dan dukungan kepada para santri. Selain itu, para lulusan diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar ilmu yang diperoleh semakin berkembang dan berkelanjutan.

“Kami sangat berharap agar para santri terus melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Apa yang telah diperoleh di pondok ini hendaknya diamalkan ketika berada di tengah masyarakat. Jika ingin sukses, maka harus dengan ilmu,” ujarnya.

Menjaga Identitas dan Martabat Santri

Sambutan mewakili wisudawan pada hari kedua disampaikan oleh Ahmad Hasan Hariri. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah lulus bukanlah meraih profesi tertentu, melainkan mempertahankan identitas sebagai santri.

“Yang susah bukan menjadi tentara atau dokter, tetapi tetap menjadi santri dan mempertahankan identitas santri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya penghormatan kepada guru sebagai bagian dari ta’dzimul ilmi. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh keberkahan ilmu yang diperoleh melalui penghormatan kepada para pendidik, serta doa-doa yang tak pernah usai.

“Hari ini kita berdiri di tempat yang sama, tetapi setelah ini kita akan melangkah menuju jalan yang berbeda-beda. Meski langkah kita nanti tidak lagi berjalan berdampingan seperti hari ini, semoga kita tetap terhubung oleh doa dan nilai-nilai yang telah tumbuh di dalam tubuh kita” ujar Yunita Hikmatal Karimah dalam sambutannya mewakili wisudawati.

Momen haru semakin terasa ketika para wisudawan menerima medali dan sertifikat kelulusan yang diserahkan secara simbolis oleh pengasuh pesantren dan para guru. Sejumlah wali santri tampak meneteskan air mata sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan pesantren.

Ilmu yang Bermanfaat dan Pendidikan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fathul Mubin, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia berpesan agar para lulusan terus mengajarkan Al-Qur’an dan menjaga nama baik pesantren di mana pun berada.

“Kalau sudah lulus pondok, jangan sampai lupa mengajar, terutama mengajarkan Al-Qur’an. Karena yang diajarkan adalah Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan ilmu bukan hanya pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, salah satu faktor terbesar keberhasilan seseorang adalah doa orang tua yang menyertai setiap langkah perjuangan anak-anaknya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah senantiasa menanamkan ilmu yang mengantarkan santri untuk semakin mengenal Allah SWT, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada umat.

“Ayok kita bersinergi, bagaimana anak-anak kita ini menjadi anak-anak yang berilmu, bertakwa sekaligus berakhlakul karimah. Karena kita harus yakin dengan ilmu yang tinggi, dengan akhlak yang mantap, insya Allah kita bisa eksis di manapun kita berada. Karena janji Allah, dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11” jelas Bapak Imam Turmudi mewakili Kepada Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadrah, pembacaan puisi, dan persembahan dari para santri sebagai bentuk penghormatan kepada guru serta orang tua. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto wisuda.

Melalui wisuda ini, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Rapat Koordinasi Guru PDF Ulya Al Fithrah: Menguatkan Tafaqqquh Fiddin dan Penyesuaian Kurikulum

Dalam rangka mengawali kembali kegiatan belajar mengajar pasca liburan Idul Fitri serta menyambut perubahan kalender pendidikan dari Hijriyah ke Masehi, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah Surabaya menggelar rapat koordinasi bagi seluruh ustadz dan ustadzah pada Selasa, 31 Maret 2026 bertempat di Pendopo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi lembaga dalam memperkuat kembali komitmen mencetak generasi tafaqquh fiddin, yaitu para pelajar yang mendalami ilmu agama secara utuh, mendalam, dan berkelanjutan. Dengan perubahan kalender dan dinamika pembelajaran modern, diperlukan penyusunan ulang strategi pembelajaran agar tetap selaras dengan visi pendidikan pesantren.

Acara dibuka dengan bacaan tawassul Al-Fatihah, dilanjutkan istighotsah dan Sholawat Fi Hubbi, sebagai bentuk permohonan keberkahan kepada Allah SWT agar rapat berjalan lancar dan membawa maslahat bagi lembaga. Dalam sesi ini dipandu beberapa asatidz sepuh. Tampak hadir Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I, Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Moh. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Khoirudin, S.Ud, Ust. H. Ridwan, S.Ud dan asatid lainnya.

Apresiasi atas dedikasi

Dalam sambutannya, Kepala Pendidikan Diniyah Formal Ulya Al Fithrah, H. Nasiruddin, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya ketepatan administrasi melalui sosialisasi jurnal mengajar dan absensi, serta perlunya menyesuaikan materi ajar dengan kalender pendidikan baru. Ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus bagian dari upaya menjaga kesinambungan belajar santri.

“Berdasarkan hasil penilaian assesor kemarin, kita (PDF Ulya Al Fithrah, red.) sudah mendapatkan nilai akreditasi A. Tapi ada satu yang kurang, berdasarkan saran yang disampaikan oleh salah seorang assesor yang merupakan dzurriyah Pondok Lirboyo, yaitu jurnal (mengajar)” jelas Ust. Nashir.

Dalam suasana masih bulan Syawal itu beliau juga tak lupa memohon maaf atas segala kurang dalam memberikan pelayanan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panjenengan semua atas dedikasinya dalam membersamai dan mengajar para santri semuanya” lanjut beliau.

Penyesuaian Materi Ajar

Agenda utama rapat kali ini adalah musyawarah materi ajar setiap mata pelajaran seiring perubahan kalender pendidikan. Dalan hal ini diisi dengan pengarahan dari Waka Kurikulum, Ust. Dzulfikar Nasrullah, S.Ud.

“Tahun ini santri kelas XII sudah tidak lagi kembali (karena sudah dinyatakan lulus), sehingga perlu adanya penyesuian terhadap kegiatan belajar mengajar” terang Ustadz Dzul.

Dalam kesempatan ini beliau juga memandu diskusi kelompok guru sesuai rumpun mata pelajaran yang fokus pembahasannya pada dua hal penting:

1. Penyesuaian materi ajar sesuai kalender Masehi

2. Pengaturan ulang waktu dan alokasi pembelajaran

Para pendidik diminta membawa kitab mata pelajaran untuk jenjang Isti’dad, kelas X, dan kelas XI agar proses musyawarah berjalan efektif dan terarah.

Mengawal Proses Tafaqquh fiddin

Melalui forum musyawarah tersebut, diharapkan tersusun langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat proses pembelajaran, khususnya yang berorientasi pada pendalaman ilmu agama. Dengan demikian, setiap guru memiliki peran penting dalam menjaga ruh pendidikan pesantren, yaitu membentuk santri yang memahami agama secara menyeluruh (tafaqquh fiddin) sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh ustadz dan ustadzah yang hadir tepat waktu dan mengikuti acara hingga selesai akan memperoleh fasilitas transport dari panitia. Hal ini merupakan wujud penghargaan atas dedikasi dan partisipasi aktif tenaga pendidik dalam memajukan lembaga.

Acara ditutup dengan penyampaian hasil diskusi dan doa bersama, dipimpin oleh MC. Semoga seluruh rangkaian musyawarah ini membawa keberkahan dan menjadi langkah maju dalam meningkatkan mutu pendidikan di PDF Ulya Al Fithrah.

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya resmi dibuka untuk Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H. Informasi ini diperuntukkan bagi calon santri dan wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya.

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, jenjang pendidikan, serta tata cara pendaftaran santri baru.

Tentang Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dengan berbagai jenjang formal maupun nonformal.

Lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah meliputi pendidikan untuk santri mukim (menetap) dan non mukim (tidak menetap).

Alamat lengkap:
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur (60129)

Tahun Ajaran 2026–2027 M / 1447–1448 H

Pendaftaran santri baru dibuka untuk Tahun Ajaran: 2026–2027 Masehi / 1447–1448 Hijriyah

Tingkat Pendidikan yang Dibuka

Berikut jenjang pendidikan yang tersedia dalam Pendaftaran Santri Baru Al Fithrah Surabaya:

Untuk pendaftaran santri non mukim meliputi dua lembaga pendidikan dasar:

Sedangkan untuk pendaftaran santri baru mukim meliputi

Calon santri dapat memilih jenjang pendidikan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan pendidikan masing-masing.

Jadwal Pendaftaran Santri Baru 2026

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang:

🟢 Gelombang I

  • 20 Februari – 5 Maret 2026 M
  • 2 – 15 Ramadhan 1447 H

🟢 Gelombang II

  • 1 April – 30 April 2026 M
  • 12 Syawal – 12 Dzulqaidah 1447 H

Disarankan untuk mendaftar lebih awal agar mendapatkan kesempatan lebih luas, disebabkan pembatasan kuota santri baru.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Berikut alur pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

1. Tes Non Akademik

Calon santri melakukan tes akademik dan non akademik secara offline di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

  • Tes Akademik meliputi baca Al-Qur’an dan tulis pego untuk santri baru lulusan SD sederajat, baca Fathul Qorib dan pengetahuan Nahwu Shorof untuk lulusan SMP sederajat dan baca Kitab Mau’idzatul Mu’minin bagi santri baru Ma’had Aly Al Fithrah.
  • Tes Non Akademik meliputi tes skill non-akademik seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, disiplin, adaptasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan ketahanan diri.

Tes ini dilaksanakan untuk menentukan penempatan kelas santri baru. Tes ini juga dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

2. Pengumuman Hasil Tes

Hasil tes santri baru akan diinformasikan melalui WhatsApp kepada calon santri atau wali santri.

3. Daftar Ulang

Setelah mendapatkan pengumuman hasil tes, santri baru wajib melakukan:

  • Pembayaran administrasi
  • Pengumpulan berkas persyaratan pendaftaran

Sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Pengumuman Jadwal Masuk

Santri akan mendapatkan informasi jadwal masuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya melalui WhatsApp.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui:

👉 https://psb.alfitrah.net

Calon santri juga dapat memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Narahubung Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pendaftaran Santri Baru 2026–2027, silakan menghubungi:

📱 0812 2339 9950 – Panitia PSB
(031) 3717304 / (031) 3722771 – Kantor Pondok

Media Sosial dan Website Resmi

Ikuti informasi terbaru melalui:

  • Instagram / Media Sosial: @alfitrahsby
  • Website resmi: alfitrah.org

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026–2027 telah resmi dibuka dengan dua gelombang pendaftaran. Calon santri diwajibkan mengikuti tes akademik dan non akademik, menunggu pengumuman via WhatsApp, serta melakukan daftar ulang apabila dinyatakan lulus.

Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Semoga dimudahkan segala urusan kita semuanya

270 Santri PDF Ulya Al Fithrah Ikuti Imtihan Wathoni 2026 Berbasis CBT

PDF Ulya Al Fithrah Surabaya menyelenggarakan Imtihan Wathoni, yaitu Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Imtihan Wathoni merupakan ujian nasional bagi santri PDF dengan sistem pendidikan pesantren berbasis kajian kitab kuning.

Pelaksanaan Imtihan Wathoni Tahun 2026 berlangsung pada 8–10 Januari 2026 M / 19–21 Rajab 1447 H. Program Pendidikan Diniyah Formal sendiri telah berjalan sejak tahun 2015 dan terus mengalami penguatan dari sisi mutu pembelajaran maupun pengakuan nasional.


Pelaksanaan Imtihan Wathoni dan Sistem CBT

Pada tahun ini, Imtihan Wathoni tingkat Ulya diikuti oleh 83 lembaga PDF Ulya se-Indonesia. Pelaksanaannya kembali menggunakan Computer Based Test (CBT) sebagai bentuk komitmen transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren.

“Pelaksanaan Imtihan Wathani kembali menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang mencerminkan komitmen dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren,”
ungkap Basnang Said, Direktur Pesantren Kementerian Agama RI.

Di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, demi menjaga fokus dan kedisiplinan, para wali santri diminta mengumpulkan handphone kepada pengurus dan hanya digunakan saat ujian berlangsung. Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan ini juga mendapat kunjungan dari Kementerian Agama Kota Surabaya, khususnya dari Kasi Pondok Pesantren.


‍Jumlah Peserta dan Tujuan Imtihan Wathoni

Jumlah peserta Imtihan Wathoni di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya tahun ini mencapai 270 santri, dengan rincian 134 santri putra dan 136 santri putri. Sebanyak 4 santri mengikuti ujian dari rumah, dan terdapat santri yang melaksanakan ujian di rumah sakit karena kondisi sakit tifus.

Menurut Ust. H. Nashiruddin, M.M., selaku Kepala PDF Ulya Al Fithrah, Imtihan Wathoni bertujuan untuk:

  1. Menunjukkan kualitas pembelajaran PDF Ulya
  2. Mengukur kemampuan akademik santri
  3. Menstandarkan mutu pendidikan diniyah formal
  4. Memberikan pengakuan resmi capaian santri oleh Majelis Masyayikh dan Kementerian Agama RI

Harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy

Ust. Nashiruddin juga menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren, khususnya di bidang turats:

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. H. Nashiruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Haul Akbar Al Fithrah 2026.


Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Pondok Pesantren Al Fithrah diharapkan menjadi teladan, tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum, sehingga santri mampu menghadapi tantangan zaman secara seimbang.

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. Nashiruddin.

Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Al Fithrah diharapkan menjadi teladan tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum.

Semoga para santri semuanya diberikan nilai yang baik, serta diberikan ilmu yang manfaat penuh keberkahan. Aamiin

PDF Ulya Al Fithrah Resmi Raih Akreditasi Mumtaz (A/Unggul)

Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah ﷻ, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah resmi meraih Akreditasi MUMTAZ (A/Unggul) dari Majelis Masyayikh Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Nomor 47 Tahun 2025.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PDF Ulya Al Fithrah sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang berkomitmen menjaga mutu, amanah, dan kualitas pendidikan diniyah tingkat menengah atas.

Proses Visitasi Asesmen Akreditasi

Akreditasi ini diperoleh melalui proses visitasi asesmen yang dilaksanakan pada:

  • Tanggal: 28–29 Oktober 2025
  • Tim Asesor Majelis Masyayikh RI:
    • Dr. Hj. Faizah Rohmah, M.Pd
    • Muhammad Falah Fasih, M.Ag

Proses asesmen dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional Pendidikan Diniyah Formal.

Sertifikat hasil asesmen akreditasi ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak:

  • 5 Desember 2025 hingga 5 Desember 2030
  • Ditandatangani langsung oleh Ketua Majelis Masyayikh RI, KH. Abdul Ghofarrozin

Akreditasi Mumtaz merupakan predikat tertinggi yang menandakan keunggulan lembaga dalam aspek tata kelola, kurikulum, tenaga pendidik, serta sistem pembelajaran berbasis kitab kuning.

Bukti Ikhtiar dan Komitmen dalam Mendidik Santri

Capaian Akreditasi Mumtaz ini merupakan bukti nyata dari ikhtiar, kesungguhan, dan amanah PDF Ulya Al Fithrah dalam menjaga mutu Pendidikan Diniyah Formal Ulya, sekaligus menjadi motivasi untuk terus istiqamah mendidik generasi yang beradab, berilmu, beramal ilmiah dan berilmu amaliah.

Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, serta keistiqamahan dalam setiap langkah pengabdian PDF Ulya Al Fithrah untuk umat dan bangsa.


Profil PDF Ulya Al Fithrah

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah atas yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang didirikan oleh Hadhrotus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA.

PDF merupakan layanan pendidikan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencetak kader ulama, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 31 Tahun 2020, yaitu pendidikan pesantren formal yang diselenggarakan secara berjenjang, terstruktur, dan berbasis kitab kuning.

  • Nama Sekolah: PDF Ulya Al Fithrah
  • NSPDF: 231235780008
  • NPSN: 69937227
  • Alamat: Jl. Kedinding Lor No. 99, Surabaya
  • Kelurahan: Tanah Kali Kedinding
  • Kecamatan: Kenjeran
  • Kota: Surabaya
  • Kode Pos: 60129
  • Telepon: (031) 37304978
  • Email: pdfulya.alfithrah@yahoo.com

 Penutup

Dengan diraihnya Akreditasi Mumtaz (A/Unggul), PDF Ulya Al Fithrah semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang unggul, terpercaya, dan berorientasi pada pembentukan ulama masa depan yang berilmu dan berakhlak.