PDF Ulya Al Fithrah

Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Pesan Memanfaatkan Waktu Luang

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berkomitmen mewujudkan generasi yang sholih dan sholihah, pandai bersyukur, ta’at kepada Allah SWT., ta’at kepada Rasulullah SAW., berbakti kepada kedua orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa. Hal ini tertulis dan menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Di antara bentuk ikhtiar baik ini adalah mengenalkan santri kepada sejarah. Di antara bentuk sejarah santri adalah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya. Secara berurutan tanggal penting dalam perjalanan Bangsa Indonesia di antaranya adalah 17 Agustus 1945, 22 Otober 1945, 10 November 1945.

Tanggal 22 Otober 1945 menjadi patut dikenang sebab menjadi titik awal perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan Indonesia, tepatnya persiapan menuju pertempuan 10 November di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945 ini KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan perintah Resolusi Jihad yang mewajibkan para santri untuk ikut dalam andil mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hari ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Peringatan Hari Santri 2026 dikemas dengan acara yang berbeda. Jika biasanya peringatan hari santri diisi dengan apel atau upacara, dua tahun terakhir ini Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisinya dengan Majlis Dzikir dan Maulidurrasul SAW, serta refleksi mengingat sejarah hari santri.

Acara yang diikuti semua santri dan guru dari mulai RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan diisi Tawasul, Isttighotsah dan Maulid fi Hubby. Dalam hal ini dipimpin secara bergilir oleh Ust. H. Hadlori, S.Ud, Ust. H. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Lukman Bahrowi, S.Ud, Ust. Ahmad Syathori, M.Fil.I dan Ust. Kholil Su’udi, S.Ud. Acara dilanjutkan dengan sambutan setelah Doa Maulid fi Hubby selesai dibacakan.

“Mudah-mudahan perkumpulan kita pada hari ini menjadi perkumpulan yang penuh dengan keberkahan. Menjadikan kita sebagai santri yang tidak pernah lepas identitasnya, hatta ilaa yaumil qiyamah” buka Ust. Ilyas Rahman, S.Ud dalam sambutannya mewakili Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

“Hari Santri ini Mari kita jadikan sebagai momen untuk meningkatkan kedisiplinan kita sebagai santri.  Kedisiplinan kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Kedisiplinan kita dalam menjalankan amaliah-amaliah Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” pesan beliau.

Pesan Untuk Terus Mengaji

Kewajiban untuk belajar adalah terus tertanam selagi nyawa masih dikandung badan. Menggunakan seluruh waktu untuk memupuk ilmu bukanlah hal tabu. Menyemai ilmu di usia senja juga tidak perlu malu. Sebab, ilmu dibutuhkan kapanpun, di mana pun dan dalam kondisi apapun.

Senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan sangat kuat kewajibannya bagi santri. Di usianya yang masih muda, Santri diharap menjadi agent of change menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

“Pada moment hari santri pada hari ini, Saya berpesan kepada panjenengan semua, khususnya kepada diri sendiri. Teruslah belajar. Teruslah mengaji. Teruslah mengisi waktu-waktu kosong dengan berdiskusi, dengan mengevaluasi, musyawarah, sebagaimana yang tertunag dalam Al-Mahfudlot, pesan dan tips yang diberikan oleh Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” pesan Ust. Ilyas Rahman, S.Ud.

“Mudah-mudahan panjenengan semua semakin meningkat menjadi pribadi yang penuh dengan kasih sayang, berakhlakul karimah, istikomah, tumakninah, baik dalam berkhidmah dan mencari barokah kepada para guru, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” tutup beliau.

Refleksi Hari Santri 2026

Refleksi dalam agenda Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan di Masjid Al Fithrah Surabaya ini disampaikan oleh Ust. H. Khoiruddin, S.Ud. Beliau menyampaikan ada banyak hal yang perlu kita syukuri, di antaranya adalah menjadi santri.

“Tentu pada pagi hari ini, kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya kepada kita semua, dhahiran wa bathinan, sehingga hari ini kita bisa bersama-sama mensyukuri suatu nikmat Allah SWT, yang berupa peringatan Hari Santri pada pagi hari ini”

Semoga kaberkahan majlis ini Allah menambahkan kesemangatan kita dalam menuntut ilmu di masa yang akan datang. Menjadi santri adalah di antara nikmat besar, sebab kita dikehendaki baik oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT baik, maka Allah SWT akan memahamkannya dalam urusan agama” (HR Imam Bukhari (no. 71) dan HR Imam Muslim (no. 1037))

Tentu hal ini tidak akan berhasil, kalau kita tidak didasari dengan ilmu. Berdasar yang disampaikan Imam Syafi’i:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia berbekal ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia berbekal ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah ia berbekal ilmu.”

Untuk mencapai tujuan ilmi ini, Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy dalam Al-Malhudlot-nya mengatakan:

وَعَلَيْكَ بِالْمُوَاظَبَةِ وَالْمُدَاوَمَةِ فِي أَوْقَاتِ فَرَاغِكَ لِلْمُطَالَعَةِ وَالْمُرَاجَعَةِ وَالْمُذَاكَرَةِ وَالْمُشَاوَرَةِ عَلَى نَهْجِ التَّدْقِيقِ وَالتَّحْقِيقِ، مُسْتَعِينًا وَمُسْتَمِدًّا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ.

“Dan hendaklah engkau senantiasa tekun dan istiqamah pada waktu-waktu luangmu untuk menelaah, mengulang pelajaran, berdiskusi, dan bermusyawarah dengan menempuh metode yang cermat dan mendalam dalam meneliti serta memastikan kebenaran, seraya memohon pertolongan dan mengharap limpahan pertolongan dari Allah Swt.”

Kita tidak cukup mengandalkan ilmu. Maka Hadratusy Syaikh Romo KH Ahmad Asrori Al Ishaqy memberikan uswah, suritauladan, yakni Imtitsalul awamiri wa ijtinabun nawahi, melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

“Kami memohon kepada para ustadz dan ustadzah untuk membersamai adek-adek santri kegiatan wadzifah yaumiyah wal lailiyah. Sehingga menjadi sebab sa’idud dunya wa sa’idul akhiroh (kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat)” tutup beliau.

Acara selesai pukul 09.00 WIB dengan ditutup Doa Fatihah oleh Ust. H. Ridwan, S,Ud. Para asatidz dan asatidzah melanjutkan beramah tamah di Pendopo Al Fithrah, sementara para santri bisa membeli aneka makanan ringan hingga buku-buku bacaan menarik di stand-stand bazar yang diadakan oleh pengurus pondok.

Mengakhiri tulisan ini, Kami Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menyampaikan selamat hari santri 2026 dan Selamat Milad Nyai Seira En Nadia El Ishaqy, semoga panjang umur dan senantiasa dapat membimbing kami, serta semoga peringatan hari santri ini menjadi motivasi untuk menjadi santri yang lebih baik lagi.

Apel Pagi PDF Ulya Al Fithrah September 2026, Tekankan Kedisiplinan dan Kesungguhan Santri

SURABAYA – PDF Ulya Al Fithrah Surabaya kembali melaksanakan apel pagi pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di halaman PDF Ulya Al Fithrah Surabaya dan diikuti oleh seluruh santri, mulai dari kelas Isti’dad Ulya, kelas X, XI, hingga XII putra, serta asatidz PDF Ulya Al Fithrah.

Apel pagi menjadi salah satu momentum penting untuk memberikan arahan sekaligus membangun kedisiplinan santri dalam menjalani kegiatan pendidikan dan wadzifah di pondok.

Tawasul dan Pembacaan Al-Malhudot

Rangkaian apel pagi dibuka dengan Tawasul Al-Fatihah yang dipimpin oleh Ust. Edy Yusuf, S.Ud. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Malhudot oleh Ust. Nuril Mubin, M.Pd.

Al-Malhudot berisikan pesan dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy yang disampaikan kepada para santri. Salah satu pesan yang ditekankan dalam kesempatan tersebut adalah pentingnya senantiasa menjaga kedisiplinan dan melatih kesungguhan dalam menjalani kehidupan.

“Senantiasalah melatih jiwa, bersungguh-sungguh dan sabar serta ridho atas cobaan, himpitan, gangguan, rintangan, hambatan dan halangan, dengan bertawakal dan bersandar kepada Allah SWT.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa proses pendidikan di pondok tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan jiwa, kesabaran, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kepala PDF Ulya Al Fithrah Ingatkan Agenda Akademik

Sesi berikutnya adalah amanat Pembina apel yang disampaikan langsung oleh Kepala PDF Ulya Al Fithrah, Ust. H. Nasiruddin, M.M. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan para santri mengenai sejumlah agenda penting PDF Ulya Al Fithrah yang akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Agenda tersebut meliputi:

– Asesmen Harian: September 2026, pekan ke-2

– Asesmen Tengah Semester (ATS): Oktober 2026, pekan ke-2

– Tryout Imtihan Wathani: November 2026, pekan ke-1

– Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS): 14–26 Desember 2026

– Imtihan Wathani: 21–23 Desember 2026

Beliau juga mengingatkan bahwa Asesmen Harian dan Asesmen Tengah Semester merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran. Karena itu, para santri diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Selain agenda tersebut, pada November 2026 juga akan dilaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Beliau berharap seluruh santri kelas XII dapat mengikuti kegiatan tersebut meskipun pelaksanaannya tidak bersifat wajib.

Sementara itu, Desember 2026 akan menjadi bulan yang cukup padat dengan adanya pelaksanaan Imtihan Wathani (IW) dan ASAS Ganjil.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan beberapa pesan kepada para santri:

“Kesungguhan dan kedisiplinan kita, akan menentukan arah masa depan kita. Wadzifah di pondok akan menjadi landasan batin kita agar selamat di dunia dan akhirat” tutur beliau.

“Kalau bersungguh-sungguh insya Allah akan dimudahkan. Sebaliknya, Kalau bermalas-malasan jalannya semakin menyulitkan” pesan beliau.

Para santri juga diingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan, baik dalam mengikuti kegiatan sekolah maupun menjalankan wadzifah di pondok.

Al-Qur’an dan turats juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan santri kelas XII, sekaligus menjadi salah satu syarat kelulusan. Karena itu, para santri diharapkan memberikan perhatian yang seimbang terhadap pendidikan akademik, Al-Qur’an, serta pembelajaran turats.

Apel Menjadi Momentum Mempererat Hubungan

Apel pagi PDF Ulya Al Fithrah tidak hanya menjadi kegiatan untuk mendengarkan nasihat dan menyampaikan informasi mengenai agenda pendidikan. Lebih dari itu, apel menjadi momentum untuk saling mengenal dan mempererat hubungan di lingkungan pondok.

Melalui kegiatan bersama seperti ini, hubungan antara santri dengan santri lainnya, santri dengan asatidz, serta santri dengan pengurus PDF Ulya Al Fithrah dapat semakin terjalin dengan baik.

Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan di pesantren. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga oleh kedisiplinan, kebersamaan, keteladanan, dan kesungguhan dalam menjalankan seluruh aktivitas pondok.

Dengan berbagai agenda akademik dan kegiatan pondok yang akan datang, seluruh santri PDF Ulya Al Fithrah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, menjaga kedisiplinan, serta meningkatkan kesungguhan dalam belajar dan menjalankan wadzifah.

Semoga setiap langkah dan ikhtiar yang telah dilakukan oleh seluruh keluarga besar PDF Ulya Al Fithrah membuahkan hasil kebaikan dan keberkahan. Aamiiin.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Peringati Milad Ke-40 bersamaan dengan HUT Ke-81 Republik Indonesia

Ada nuansa berbeda pada peringatan HUT Ke-81 RI di Al Fithrah Surabaya kali ini. Pada hari yang sama, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah juga melaksanakan seremonial perayaan Milad Ke-40 tahunnya.

Para santri dari semua jenjang di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya turut hadir dalam pelaksanaan upacara bendera di lapangan Al Fithrah. Tampak hadir juga para Tenaga Pendidik dan Kependidikan mulai dari RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah.

Mereka terlihat antusias memperingati Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia. Tim Paskibraka Al Fithrah dengan tenang menyuguhkan formasi indah 81 TH ketika prosesi pengibaran bendera. Mereka telah berlatih siang malam dalam sebulan terakhir ini untuk kesuksesan pengibaran sangsaka merah putih di Peringatan HUT Ke-81 RI di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Menjadi Santri yang Merdeka

“Hari kemerdekaan bukan sekedar momentum untuk mengenang masa lalu. Kemerdekaan adalah suatu amanah. Para pahlawan telah memberikan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa mereka untuk kemerdekaan. Maka tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan ilmu, dengan akhlak, dengan kerja keras, persatuan dan pengabdian” Kata Ust. Nashirudin, M.Pd dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara 17 Agustus 2026 di lapangan Al Fithrah.

“Seorang santri tidak akan menjadi manusia yang merdeka, apabila dirinya masih dikuasai oleh kemalasan, dikuasai oleh hawa nafsu, dikuasai oleh keinginan yang tidak terkendali. Karena itu, kemerdekaan seorang santri ialah ketika ia mampu menjadikan dirinya dan mengarahkannya taat kepada Allah SWT, disiplin dalam sholat, bersungguh-sungguh dalam belajar, taat kepada guru, mentaati aturan, menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap amanah. Semua itu adalah latihan menjadi santri yang merdeka dan bertanggung jawab” imbuhnya.

Upacara selesai tepat pada pukul 08.00 WIB dan acara dilanjutkan dengan sowan kepada Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Bagi kami, momentum HUT RI adalah juga harinya Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Beliau -dalam riwayat yang masyhur-, lahir pada 17 Agustus 1950 M dan wafat pada hari Selasa, 18 Agustus 2009 M. Sehingga, momentum Hari Kemerdekaan adalah juga mement haulnya guru kami.

Memperingati Milad Ke-40 Al Fithrah

Setelah sowan Hadratusy Syaikh, acara dilanjutkan dengan seremonial peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah yang berpusat di Masjid Al Fithrah. Acara dimulai dengan Tawasul Al Fatihah dan Pembacaan Maulid Ad-Diba’i, serta dilanjutkan dengan sambutan dan Mau’idotul hasanah.

Sambutan mewakili Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya disampaikan oleh Ust. Ilyas Rohman, S.Ud. Beliau menyampaikan bahwa 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. 40 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, doa, kesabaran dan keikhlasan dari pendiri, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.

“Oleh sebab itu, Peringatan Milad Ke-40 ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebuah perayaan bertambahnya usia, namun lebih dari itu, Milad Ke-40 ini adalah sebuah moment untuk bermuhasabah, introspeksi diri, memperkuat rasa syukur, dan meneguhkan kembali komitmen kita meneruskan perjuangan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” tutur Ust. Ilyas.

“Pada moment Milad Ke-40 ini ada hal yang bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing; ‘Apa dan sudah sejauh mana kita memberikan manfaat kepada lembaga ini.  Bukan hanya apa yang telah kita terima dari pondok, tetapi juga apa yang telah kita berikan untuk keberlangsungan dan kemajuan pondok’” tambah beliau

Dengan menghadapi perkembangan zaman ini, Al Fithrah harus mampu menyesuaikan dan menyelesaikan tantangan zaman, tapi juga harus tetap dalam tradisi luhur para masyakhih. Sesuai prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah.

“Dalam moment Milad ke-40 pada siang ini, Jadilah santri yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat, berkarakter dalam berakhlakul karimah dan adab. Hormati para guru, para masyayikh, para ketua kamar, para pengurus yang lebih tua. Serta bagi yang lebih tua, hendaknya mengayomi menyayangi adek-adeknya yang lebih muda. Muliakan orang tua kalian. Senantiasa menanamkan nilai-nilai Al Fithrah dalam hati kalian dan manfaatkan waktu selama berada di pondok untuk menuntut ilmu dan membentuk kepribadian. Ingat, kalian semua membawa amanah dari rumah masing-masing” pesan beliau

Mengembalikan Semangat Khidmah

Mauidhotul hasanah dalam peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Mengawali mauidohnya, Ustad Wahdi mendoakan agar para guru, para ustad dan ustadzah diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir batih untuk menjaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Tak lupa, beliau mendoakan para santri agar menjadi orang-orang yang diorangkan oleh orang lain. Menjadi orang mulia dan dimuliakan oleh orang lain. Salah satu kuncinya adalah dengan berkhidmah kepada orang yang mulia.

الخَادِمُ يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمَخْدُوْمِ

“Pembantu itu akan menjadi mulia, sebab kemuliaan orang yang dilayani” jelas Ust. Wahdi menyampaikan penjelasan yang disampaikan ulama-ulama shufiyah.

Khidmah di pesantren di antaranya adalah dengan melaksanakan sholat berjamaah dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Beliau juga menyampaikan bahwa usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk menjadi lebih baik lagi. Disebutkan dalam sebuah ayat Al-Qur’an :

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan ketika dia (Musa) telah dewasa dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Qashash [28]: 14)

Sebelum mengakhiri mauidohnya, Ust. Wahdi menghadiahkan sebuah syair untuk Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Beliau menamainya Sab’ul Wasaith li nail matholib Tujuh syair untuk mendapatkan apa yang dicari. Tapi kemudian disempurnakan dengan menambahkan dua syair. Berikut bait syairnya:

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَفَاعَةِ الْهَادِي مُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِبَرَكَةِ السُّلْطَانِ الْجِيلَانِي

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَيْخِنَا عُثْمَانَ قُدْوَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِأَحْمَدَ أَسْرَارِي مُرْشِدِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِحُضُورِ الْمَجْمَعِ وَخِدْمَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا# بِالْقُرْبِ فِيهِ وَشَهِدْنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # مَا أَذْرَفَتِ الْعُيُونُ دُمُوعَنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِصَلَاةٍ مِنْكَ طَهَ الْأَمِينَ

يَا مَوْلَايَ اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِالْآلِ وَالْأَصْحَابِ وَالتَّابِعِينَ

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan syafaat Al-Hadi, Nabi kami Muhammad ﷺ.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan Sultan Auliya Al-Jilani.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (berkah) guru kami, Syaikh Utsman, teladan kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (keberkahan) SyaikhAhmad Asrori, pembimbing kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kehadiran dalam majelis dan pengabdian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kedekatan di dalamnya dan kesaksian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, ketika mata kami meneteskan air mata.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan shalawat dari-Mu kepada Thaha Al-Amin ﷺ.

Wahai Tuhanku, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan keluarga, para sahabat, dan para tabi’in.

Selamat memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia, serta Selamat Sukses Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Semoga senantiasa guyub rukun dan istiqomah dalam perjuangan. Aamiiin

MUKERTA PDF Ulya Al Fithrah 2026: Perkuat Khidmah dan Bangun Manajemen Pendidikan yang Profesional

Musyawarah Kerja Tahunan (MUKERTA) PDF Ulya Al Fithrah Surabaya Tahun Pelajaran 2026–2027 M sukses diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 26–27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan PDF Ulya Al Fithrah Surabaya.

Mengusung tema “Menguatkan Khidmah, Menegakkan Nilai Salaf, Membangun Manajemen Pendidikan yang Profesional, Inspiratif dan Berintegrasi”, kegiatan hari pertama dilaksanakan di Auditorium Al Fithrah, sedangkan hari kedua bertempat di Gedung Timur Lantai 5. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) PDF Ulya Al Fithrah Surabaya mengikuti agenda ini dengan penuh khidmat dan antusias.

Evaluasi Program dan Penguatan Komitmen Khidmah

Rangkaian acara diawali dengan seremonial keagamaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana serta evaluasi program tahunan yang disampaikan langsung oleh Kepala PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, Ust. H. Nashiruddin, M.M.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada para khuddam (pendidik dan tenaga kependidikan) yang telah dengan penuh amanah dan tanggung jawab mengawal seluruh proses pembelajaran di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang terbagi menjadi beberapa kelompok, meliputi:

  • Mata pelajaran agama Imtihan Wathoni (IW)
  • Mata pelajaran agama non-IW
  • Mata pelajaran umum dan bahasa
  • Mata pelajaran sorogan
  • Mata pelajaran Al-Qur’an
  • Mata pelajaran Gramatika Arab

Di penghujung kegiatan hari pertama, Wakil Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ust. Ilyas Rahman, M.Ag, hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap tata kelola lembaga.

Beliau mengapresiasi transparansi laporan keuangan yang disampaikan oleh Pengurus PDF Ulya Al Fithrah.

“Kami memberi nilai 9 dari 10.”

Beliau juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.

“Setiap kegiatan yang melibatkan dana yang diterima dari pemerintah, harus dilakukan audit secara internal terlebih dahulu.”

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Tata Kelola yang Baik

Memasuki hari kedua yang dilaksanakan di Gedung Timur Lantai 5, acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, Ust. Nashiruddin, M.M.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan semangat pengabdian, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang profesional.

“Pendidikan yang baik bukan hanya membutuhkan semangat khidmah pendidiknya, melainkan juga tata kelola yang baik juga, sehingga tercapai tujuan pendidikan dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy.”

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ust. Nashiruddin, S.Ud., M.Pd.I.

Beliau mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Pondok hanya merumuskan, selebihnya amanah dan tanggung jawab adalah konsekuensi yang harus dihadirkan oleh diri sendiri.”

Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan di lingkungan Al Fithrah tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

“Pendidikan di Al Fithrah ini tidak hanya di kelas, melainkan juga dalam wadhifah keseharian santri dalam bentuk pendidikan karakter, serta dalam kegiatan syiar yang berhubungan dengan masyarakat.”

Seminar Metode Mengajar dan Apresiasi bagi Pendidik

Sesi selanjutnya diisi dengan seminar metode mengajar yang disampaikan oleh Drs. H. Miftahul Jinan, Lc, dari Griya Parenting Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Pengasuh Pondok Modern Al-Firdaus.

Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa mendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kepada peserta didik. Beliau mengilustrasikan hal tersebut melalui kisah tiga orang tukang sapu.

Tukang sapu pertama bekerja hanya sebagai rutinitas. Tukang sapu kedua memiliki motivasi membersihkan lingkungan. Sementara tukang sapu ketiga merasa pekerjaannya mulia karena merupakan amanah dari kepala daerah agar kotanya memperoleh penghargaan Adipura sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Menurut beliau, tukang sapu ketiga akan menjalankan tugasnya dengan kualitas yang jauh lebih maksimal karena memahami makna di balik pekerjaannya.

Beliau juga menekankan bahwa seorang pendidik harus memiliki bonding (kedekatan emosional) dengan murid agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterima secara utuh.

Setidaknya terdapat empat ciri seorang pendidik yang memiliki bonding yang baik dengan peserta didiknya, yaitu:

  • Murid merasa aman.
  • Murid merasa dicintai.
  • Murid merasa penting.
  • Murid merasa diterima.

Seluruh pendidik PDF Ulya Al Fithrah Surabaya tampak mengikuti seminar dengan penuh perhatian dan antusias.

Sebagai penutup rangkaian MUKERTA, panitia menyampaikan raport evaluasi pendidik sekaligus memberikan penghargaan kepada para pendidik terbaik dalam aspek kedisiplinan, keteladanan, dan keaktifan.

Melalui Musyawarah Kerja Tahunan (MUKERTA) Tahun Pelajaran 2026–2027 ini, diharapkan seluruh hasil evaluasi dan perencanaan mampu menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat nilai-nilai salaf, serta menghadirkan tata kelola lembaga yang semakin profesional, inspiratif, dan berintegrasi demi kemaslahatan santri maupun lembaga.

Semoga acara ini dapat membawa manfaat perubahan ke arah kebaikan, baik kepada santri maupun lembaga. Aamiiin.

Rapat Khidmah Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya selenggarakan rapat khidmah pengurus. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Timur Lantai 5  ini diikuti oleh semua jajaran tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Nampak hadir dalam rapat khidmah ini para pendidikan dan tenaga kependidikan dari tingkat RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDT Jami’ah Al Fithrah.

Rapat khidmah yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka dengan bacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid dan Doa fi hubby. Dalam hal ini dipimpin oleh Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Khoiruddin, S.Ud, Ust. H. Hadori, S.Ud, Ust. Syirojul Munir, S.Ud, dan Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I.

Mewujudkan Cita-Cita Besar

Sambutan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan oleh Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa dalam rapat khidmah ini akan disusun rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. “Besar harapan kami terhadap doa, dukungan dan arahan panjenengan semua” kata beliau.

Beliau mengingatkan kembali tentang cita-cita besar dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy terhadap Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

“Pondok pesantren ini perlu dikelola secara profesional, sehingga masyarakat melihat (keunggulan) pondok ini, tidak hanya melihat Hadratusy Syaikh” pesan beliau.

Secara umum, unit-unit lembaga di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah sudah terakreditasi baik oleh pihak stakeholder. RA Al Fithrah terakreditasi B, MI Al Fithrah terakreditasi A, PDF Ulya Al Fithrah terakreditasi A, Ma’had Aly Al Fithrah akreditasi A, Institut Al Fithrah terakreditasi B.

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tidak hanya untuk belajar agama, melainkan juga ilmu umum, serta pengamalannya. Sesuai dengan jargon yang biasa digaungkan “Pendidikan agama menjadi tauladan dan pendidikan umum tidak ketinggalan”.

Untuk mencapai tujuan santri menjadi tauladan, setidaknya membutuhkan dua kekuatan; kekuatan ruhani dan kekuatan tata kelola yang baik.

Kekuatan ruhani kita jamak ketahui bisa berupa doa, kesungguhan dan keikhlasan hati. Sementara kekuatan tata kelola bisa berupa laporan-laporan yang terdokumentasikan dan manajemen yang jelas. Pelaporan dan transparansi ini tentu untuk menghindari adanya kepentingan pribadi, serta tercapainya cita-cita Al Fithrah.

Nasehat terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sambutan penasehat dan mauidoh disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Beliau mengharapkan agar para pendidik dan tenaga pendidik sebagai pembantu dan penerima amanah Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy harus memiliki himmatun aliyah (kesungguhan yang tinggi) dan lebih banyak belajar lagi.

“Jangan hanya iktifa’an bima kaana” (merasa cukup dengan keadaan) pesan beliau.

Dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya, jangan jadi ‘pembantu’ yang buruk.

الأجير السوء لا يعمل إلا بالأجرة

“Seng estu. Seng temen. Lek nang kene, ojok itung-itungan bayaran. Insya Allah, Allah yang akan mencukupi. (Yang ikhlas. Yang sungguh-sungguh. Kalau di sini, jangan perhitungan bayaran. Insya Allah, Allah yang mencukupi)” pesan beliau.

Beliau berpesan juga agar para pendidik dan tenaga pendidikan untuk banyak membaca kitab. Mengingat bahwa Hadratusy Syaikh sendiri adalah pribadi yang rajin membaca, di manapun berada. “Jangan sampai orang menilai bahwa Al Fithrah hanya bisa manaqib saja” tegas beliau.

Acara dilanjutkan dengan sidang komisi per bidang kepengurusan dalam struktural pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Total ada empat bidang yang mengampu kepengurusan Al Fithrah Surabaya, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kewadhifahan, Bidang Umum dan Administrasi dan Bidang Keuangan.

Merumuskan Program

Selama dua hari ini dilakukan diskusi mendalam terkait program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Hasil pemaparan, pengayaan dan kesimpulan yang dihasilkan dalam sidang komisi ini kemudian dipaparkan Kepala bidang masing-masing dalam Sidang Pleno di hari kedua.

Dalam sesi ini, semua kepala pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisi panggung. Tampak hadir Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd, Wakil Kepala Pondok I Ust. Ilyas Rahman, M.Pd, Wakil Kepala II Ustadzah Mufarohah, S.Ud, Kepala Bagian Pendidikan Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I, Kepala Bagian Umum dan Administrasi Ust. Mustaqim, M.Ag, Kepala Bagian Kewadhifahan Ust. M. Toha, Kepala Bagian Keuangan Ust. Nashruddin, S.Ud,

Semoga setiap agenda dan program yang telah dan akan dilaksanakan ini dapat membawa perbaikan dan kebaikan untuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di masa depan. Aamiiin.