AlFithrah

Shalawat Penyelamat

Dikisahkan, seorang kekasih Allah Swt. yang bernama Syaikh Shalih Musa al-Dlarir ra. sedang berlayar di tengah samudra. Lalu, kapal yang dinaikinya bertemu dengan badai yang dikenal dengan nama Aqlabiyah. Badai yang terkenal akan keganasannya, dan sedikit orang yang bisa selamat dari terjangannya. Para penumpang kapal berteriak, panik, takut badai itu akan menenggelamkan mereka. Tiba-tiba Syaikh Shalih diserang rasa kantuk yang amat berat, hingga beliau tertidur.

Dalam kondisi tertidur itu, beliau melihat Nabi Muhammad Saw.. Nabi pun bersabda: โ€œkatakan pada penumpang kapal untuk membaca ini sebanyak seribu kali,

ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุชูู†ู’ุฌููŠู’ู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุงูฐููŽุงุชูุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ู’ุถููŠู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ุฌูŽู…ููŠุนูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุชูุทูŽู‡ูู‘ุฑูู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุชูŽุฑู’ููŽุนูู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑูŽุฌูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุชูุจูŽู„ูู‘ุบูู†ูŽุง ุจูู‡ูŽู€ู€ู€ุง ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽุงูŠูŽุงุชูุŒ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ููู‰ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽู€ู€ู€ุงุชู.

Allaahumma shalli โ€˜alaa Sayyidinaa Muhammadin, shalaatan tunjiinaa bihaa min jamiiโ€™il ahwaali wal aafaat, wa taqdhii lanaa bihaa jamiiโ€™al haajaat, wa tuthahhirunaa bihaa min jamiiโ€™is sayyiaat, wa tarfaโ€™unaa bihaa aโ€™lad darajaat, wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaat, min jamiโ€™il khairaati fil hayaati wa baโ€™dal mamaat.

โ€œYa Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, (yang) dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan semua hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.โ€

Kemudian ia terbangun, dan menceritakan mimpi yang barusan ia alami kepada penumpang kapal. Mereka pun membaca shalawat tersebut. Dan, ketika bacaan shalawat itu mencapai 300 kali, badaipun reda. (al-Fajru al-Muniru fi al-Shalaati โ€˜ala al-Basyiri wa al-Nadziri, hlm. 21)

***

Di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah shalawat ini jadi pembuka doโ€™a setelah sholat lima waktu. Sebagaimana yang telah dituntunkan oleh Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy, dan tertulis dalam kumpulan wirid dan doโ€™a setelah sholat di kitab Fathatu al-Nuriyah. Kitab ini selain diamalkan oleh santri Al Fithrah, juga diamalkan oleh jamaโ€™ah Al Khidmah.

Dalam kitab itu Kiai Asrori memang tak menyertakan kisah Syaikh Shalih dalam kitab Fathatu al-Nuriyah. Pun juga dengan amaliah-amaliah lain yang beliau tuntunkan dalam kitab tersebut, beliau tidak menyertakan dalil atau keterangan pendukung. Namun, kealpaan keterangan itu tentu, sama sekali tidak mengurangi keutamaan membaca amaliyah itu.

Mengingat, keutamaan membaca shalawat itu sudah disepakati oleh ulamaโ€™. Bahkan di dalam al-Qurโ€™an, Allah Swt. sudah berfirman:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง

โ€œSesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanyaโ€ (QS. al-Ahzab: 56)

Ayat ini merupakan penegasan anjuran membaca shalawat.

Di dalam kitab al-Muntakhobat, Kiai Asrori menerangkan jika seseorang memperbanyak (membaca) sholawat dan semua doanya dijadikan sebagai sholawat kepada Nabi, maka ia betul-betul telah mewujudkan apa yang telah dibawa oleh Syari’at. Sebagaimana yang telah diwujudkan oleh Shohabat yang telah menjadikan semua doanya sebagai sholawat kepada Nabi. Sehingga, ia diampuni semua dosanya, dipenuhi segala hajat-kebutuhannya dan terjaga dari segala yang mengkhawatirkan. (al-Muntakhobat, juz I lm 37-38).

Keterangan Kiai Asrori dalam kitab al-Muntakhobat ini tentunya menjadi landasan anjuran membaca berbagai bentuk shalawat yang telah dituntunkan oleh beliau. Sebagai santri, alumni, jamaโ€™ah dan umat islam pada umumnya, anjuran yang baik ini tentu perlu ditindaklanjuti dengan pengamalan yang istikomah.

Wabaโ€™du; semoga shalawat dan doโ€™a-doโ€™a yang menyertainya membuat kita terampuni dari segala dosa, terpenuhi segala kebutuhan dan terjaga dari segala hal yang mengkhawatirkan. Amin.

Kajian al-Muntakhobat: Rasulullah Saw Sebagai Panutan

Majelis Kebersamaan dalam Pembahasan Ilmiah (MKPI) adalah organisasi yang didirikan untuk menaungi kegiatan musyawarah di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Baik musyawarah sughra di kelas, maupun musyawarah kubro yang diselenggarakan di area masjid Al Fithrah.

Salah satu agenda penting MKPI ini adalah kajian Kitab al-Muntakhobat fi Rabithah al-Qalbiyyah wa Silati al-Ruhiyah yang merupakan masterpiece dari Hadlratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy ra. Kajian yang tahun kemarin masih terselenggara secara online, Rabu malam ini dilaksanakan secara hybrid (online dan offline). Acara offline bertempat di Gedung PW lantai dua Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Sementara yang online dapat diikuti via zoom meeting dan siaran di channel YouTube alwava media.

Pembukaan acara

Dengan tetap menjaga tradisi lama yang baik, maka sebagaimana kegiatan-kegiatan di Al Fithrah pada umumnya, Kajian Al-Muntakhobat kali ini dimulai dengan pembacaan Tawasul, Istighosah dan Maulid fi Hubby. Sesi Pembukaan ini dipimpin oleh Ust. Ahmad Mahbub, M.Ag dan Ust. Nur Yasin, M.Pd.

Pandangan Umum sebelum memasuki acara inti disampaikan oleh Ust. Nasiruddin, M.Pd. Sebagai Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, beliau berharap agar Kajian al-Muntakhobat ini dapat memotivasi para santri untuk kembali mengkaji kitab kuning (turats), terutama mempelajari kembali kitabnya Hadlratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori al-Ishaqy. Terlebih, bab yang dikaji malam itu adalah tentang “Rasulullah Saw Sebagai Panutan”. Harapan besarnya disampaikan beliau, dapat memupuk kecintaan kepada Rasulullah Saw.

Dr. Kusroni, M.Th.I sebagai narasumber dalam kajian ini mengingatkan kita kembali bahwa adanya Kitab Al-Muntakhobat ini ditulis oleh Hadlratusy Syaikh dipersembahkan dan diprioritaskan kepada para santri, alumni Al Fithrah, dan juga Jama’ah Al Khidmah. Maka menjadi penting, bagi para santri di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah untuk mengkaji kitab ini. Pun juga, bagi para alumni dan juga Jama’ah Al Khidmah agar sepeninggal beliau, pemikiran-pemikiran beliau tetap lestari, selain amaliah tuntunan beliau yang selalu diistikomahkan.

Di awal sub judul, Hadlratusy Syaikh sudah memberikan judul berlapis kepada Rasulullah Saw, al-Qudwah al-Husna, al-Uswah al-Ulya, al-Wasithah al-Kubra. Ada dua kalimat yang memiliki arti sama, yakni al-Qudwah dan al-Uswah. Bedanya, menurut Dr. Kusroni adalah, bahwa al-Qudwah adalah tuntunan (role model) yang berlaku tatkala masa hidupnya, sedang al-Uswah berlaku selepas wafatnya. Pada diri Rasulullah Saw terkandung keduanya.

Perjalanan kepada Allah SWT, atau bahasa jelasnya, keberislaman seseorang tidak akan sempurna, kecuali ia mengikuti tuntunan, tatanan dan bimbingan seorang mursyid, dengan ia berbaiat (janji), talqin (menerima langsung) dan tahkim (mengakui).

ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑููู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ ุญูŽู‚ูŽู‘ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุชูู‡ู ุจูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉู ู†ูŽุจููŠูู‘ู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽ ุตูŽูููŠูู‘ู‡ู ูˆูŽุญูŽุจููŠู’ุจูู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ

Para wali mursyid tersebut, tidak akan mencapai makrifat kepada Allah SWT, kecuali setelah mereka bermakrifat kepada Rasulullah Saw. “Ibarat kata, Rasulullah Saw itu jalan dan para wali adalah pintunya” jelas pemateri.

Bahkan lebih jelas lagi disampaikan:

ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุณูŽุจูŽุจู ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุตููˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุฏููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽูˆููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽูˆููŠูŽู‘ุฉู

Beliau Rasulullah Saw adalah sebab paling utama dalam mencapai kebahagiaan abadi dan kebaikan dunia akhirat.

Tak heran jika Kitab al-Muntakhobat ini dimulai dengan bahasan al-Nur al-Muhammady. Maka, sudah pantas bagi kita untuk senantiasa melanggengkan sholawat kepada Rasulullah Saw.

“Sholawat ini posisinya adalah setara dengan Mursyid dalam hal tarbiyah. Bahkan berlaku bagi orang yang punya ataupun tidak punya guru Mursyid,” terang pemateri ketika memberikan terjemah atas Kitab al-Muntakhobat. “Perbanyak baca Sholawat al-Husainiyah. Demikian kata guru-guru saya,” tegas beliau.

Sayangnya, ada sebagian orang yang masih keliru dalam memposisikan guru mursyidnya. Mereka mendudukkan gurunya di atas segalanya. Mereka meyakini bahwa manfaat dan madharat adalah berasal dari gurunya, seraya lalai akan ‘campur tangan’ Allah SWT.

Orang semacam ini telah salah dalam mengambil keputusan. Perlu diketahui bahwa seharusnya guru mursyid hanyalah sebagai wasilah atau wasithah (perantara), bukan maqshad (tujuan). Akibatnya, mereka akan meninggalkan gurunya ketika suatu saat sang guru gagal memenuhi kehendaknya.

Melalui zoom, Dr. KH. Muhammad Musyafa’ menambahkan agar tidak berhenti kepada mursyid. Jangan menjadi seperti yang telah terjadi kepada kaum Syiah yang terlalu mengkultuskan imam-imamnya. Keterangan tentang ketergantungan kepada mursyid ini semakin menarik dengan adanya tambahan komentar dari Ust. Tajul Muluk, M.Ag dari Jogja dan Ust. A. Miftachul Ulum, M.Ag dari Malang.

Maka menjadi penting untuk berpegang kepada para ulama yang pantas disebut pewaris para nabi. Pewaris dalam arti mewarisi ilmu dan amalnya. Yakni, ulama yang dengan ilmunya memunculkan ketakutan (khos.yah) dan pengagungan (‘udmah) kepada Allah SWT.

Hal ini mengutip QS. Fathir ayat 28. Mata rantai para wali yang bersumber dari para nabi ini akan terus berjalan hingga sampai hari akhir nanti. Hal ini diisyarahkan oleh Syaikh Abul Abas Al-Mursyi dalam menafsir QS. al-Baqarah ayat 106. Tidaklah Kami akan mencabut seorang wali, melainkan akan didatangkan yang lebih baik atau setara dengannya.

Dalam berbagai kesempatan, Hadlratusy Syaikh seringkali menampilkan ayat al-Qur’an dengan disertai penafsirannya. Begitu juga dengan haditsnya. Sehingga bukan tidak mungkin jika beliau pantas mendapatkan julukan sebagai Sufi Mufassir yang Muhaddits.

Terinspirasi dari beliau, sebagai doktor di bidang tafsir, sekaligus Kaprodi IAT di STAI Al Fithrah Surabaya, Dr. Kusroni berharap agar kajian tafsir sufistik dapat dikembangkan di lembaganya, “Saya pingin agar IAT di STAI Al Fithrah, kalau di list perguruan tinggi, menjadi rujukan dalam bidang tafsir sufistiknya” sambung beliau.

Majelis Kajian al-Muntakhobat ini ditutup dengan pembacaan Doa Fatihah. Semoga semakin menambah keberkahan ilmu yang telah didapatkan. Aamiiin.

Penulis : Muhammad Zakki

Penyaluran ZIS-DSKL bulan Agustus 2022 UPZ BAZNAS Yayasan Al Khidmah Indonesia (YAKIN)

Di bulan Agustus 2022, UPZ BAZNAZ Yayasan Al Khidmah Indonesia (YAKIN) kembali menyalurkan zakat, infak, shadaqah serta dana keagamaan sosial lainnya. Ada dua program utama yang menjadi prioritas di bulan Agustus 2022, yaitu program kemanusiaan dan program pendidikan.ย UPZ BAZNAS YAKIN juga menggandeng PDF Wustho, HMP PGMI STAI Al Fithrah dan TPQ Al Fithrah dalam melaksanakan program-programnya.ย Berikut laporan dua program tersebut.

Program Kemanusiaan: Doโ€™a Bersama dan Santunan Yatim dan Dhuafa

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1444 H., UPZ BAZNAS YAKIN bekerjasama dengan PDF Wustha Al Fithrah mengadakan acara Doa Bersama dan Santunan Yatim dan Dhuafa. Acara ini diselenggarakan bertepatan pada tanggal 9 Agustus 2022 M. / 11 Muharram 1444H. Dilasaknakan dua kali, yaitu pada jam 08.00 WIB dihadiri oleh santri putri dan pada jam 13.00 di hadiri oleh santri putra. UPZ BAZNAS YAKIN menyiapkan 96 bingkisan untuk santri dan 139 es teh hijau untuk dibagikan kepada santri dan asatidz yang hadir.

Program Pendidikan:

Beasiswa Periode II: Agustus 2022

Program beasiswa ini diterimakan pada santri yatim dan santri tidak mampu Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Terdata penerima program ini sebanyak 20 santri yang terdiri dari 5 santri MI, 6 santri PDF Wustha, 7 santri PDF Ulya dan 2 Mahasantri STAI Al Fithrah. Jumlah bantuan Pendidikan sesuai besaran syahriyah masing-masing unit Pendidikan. Penyaluran beasiswa Agustus telah di berikan langsung kepada Bagian Keuangan Pondok pada tanggal 28 Juli 2022.

Dukungan Kegiatan Santri: HMP PGMI STAI Al Fithrah Surabaya

HMP PGMI menyelenggarakan Lomba dan Bazar dalam rangka Kemerdekaan RI yang ke 77 dan Tahun Baru Islam 1444 H. dengan tema โ€œMendorong Terwujudnya SGDโ€™s Indonesia Maju untuk Generasi yang Islami, Cinta tanah air dan berakhlakul karimahโ€. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk mengkader siswa-siswi yang berkompeten, berbudi pekerti luhur sekaligus memiliki kreativitas yang unggul.ย UPZ BAZNAS YAKINย menyalurkan bantuan sebesar Rp500.000 untuk mendukung kegiatan ini.ย HMP PGMI juga menyediakan gerai bagi UPZย BAZNAS YAKINย di acara tersebut. Di gerai itu, donatur baru bisa mendapatkan kaleng sedekah dan mencari informasi seputar UPZย BAZNAS YAKIN.

Dukungan Kegiatan Santri: TPQ Al Fithrah Surabaya

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke 77, TPQ Al Fithrah Surabaya mengadakan kegiatan Class Meeting dengan tema โ€œMenumbuhkan Jiwa Pemberani dan Mampu Bersaingโ€. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan santri kepada negara serta sebagai sarana mengembangkan potensi minat bakat santri. Kegiatan ini diisi dengan berbagai lomba yang dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai 12 Agustus 2022. Beberapa lomba yang diselenggarakan antara lain: lomba adzan putra, lomba praktik sholat, lomba memindahkan karet, lomba mewarnai, menggambar kaligrafi, lomba baca puisi Islami dan lomba memindahkan kelereng dengan kertas. Serangkaian lomba tersebut di ikuti oleh santri TPQ dan ditutup dengan acara pembagian hadiah lomba yang di laksanakan tanggal 12 Agustus 2022. UPZย BAZNAS YAKIN turut memberikan bantua untuk mendukung kegiatan ini.

Visitasi Akreditasi RA Al Fithrah Surabaya

Jumโ€™at 22 Juli 2022, RA Al FIthrah Surabaya mendapat kunjungan dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (BAN-PAUD). Kunjungan ini dalam rangka visitasi akreditasi Raudhatul Athfal (RA) Al Fithrah. Kunjungan bertujuan mengamati langsung kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di RA Al Fithrah.

Pengamatan proses KBM di RA Al Fithrah oleh tim Asesor

Ibu Luluk Iffatur Rocmah, S.S, M.Pd. dan Ibu Lailatin Khofifah, S.Ag. dua asesor dari BAN-PAUD yang bertugas sudah berada di RA Al Fithrah sejak jam 6 pagi. Mereka mengamati KBM mulai dari kegiatan penyambutan kedatangan santri RA hingga proses santri pulang. Semua kegiatan itu direkam, selanjutnya akan diberi penilaian.

Semua proses tadi adalah yang biasa terjadi di luar hari visitasi, yang sudah dilaporkan dalam berkas dokumen yang sudah dikirimkan sebelumnya ke tim akreditasi. Sehingga boleh dibilang visitasi ini bagian dari pengamatan kesesuaian berkas dengan kondisi riil di lapangan.

Chek pemberkasan oleh Tim Asesor

Pengamatan ini berakhir jal 10.30 WIB, dilanjutkan chek pemberkasan. Sebelum chek pemberkasan, dilaksakan seremoni singkat. Hadir dalam seremoni pengurus harian Pondok Pesantren Assalafi Al FIthrah dan pengurus harian Yayasan Al Khidmah Indonesia.

Tim Asesor bersama Asatidzah RA Al Fithrah

Kegiatan visitasi ini baru berakhir pukul 17.00 WIB. Kegaiatan ini tentu diharapkan membuat RA Al Fithrah semakin baik dalam pelayanan administrasi, lebih khusus dalam proses KBM.

Puasa Tarwiyah & Arafah

Diantara kesunahan yang terdapat dalam bulan Dzulhijjah adalah puasa di tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah, dilanjutkan dengan puasa pada tanggal 8 dan 9 bulan Dzulhijjah. Keterangan ini tertuang dalam kitab I’anatuth Thalibin Juz II hlm. 300.

Dalam kitab ini disebutkan hadits Nabi Saw yang artinya:

โ€œTidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadarโ€

Hadits ini menyampaikan kabar gembira terutama bagi umat islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji di manapun berada. Di bulan Dzulhijjah di mana mereka yang berkesempatan menunaikan ibadah haji yang tentunya pahala besar sudah menanti, umat islam lainnya bisa beribadah dengan janji pahala yang besar pula.

Dalam sebuah riwayat yang ditampilkan dalam kitab ini disampaikan bagi orang yang berpuasa di tanggal 9 Dzulhijjah maka ia akan mendapat pengampunan dosa yang sudah ia lakukan setahun sebelumnya dan yang โ€“ semoga tidak โ€“ ia lakukan di setahun yang akan datang.

Anjuran puasa di tanggal 9 Dzulhijjah ini juga berdasar pada apa yang sudah pernah dilakukan oleh Nabi Saw, semasa hidup beliau.

Adapun puasa di tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyah) dianjurkan sebagai bentuk sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 10 hari pertama Dzulhijjah, selain hari Idul Adha.

Adapun niat puasa tarwiyah (8 Dzulhijjah), adalah sebagai berikut:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุฑู’ูˆููŠูŽุฉูŽ ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ย ย ย 

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan liLlaahi taโ€˜aalaa.ย ย 

Artinya: Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karena Allah taโ€™ala.

Adapun niat puasa arafah (9 Dzulhijjah), adalah sebagai berikut:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ย 

Nawaitu shauma arafata sunnatan liLlaahi taโ€˜aalaa.ย ย ย 

Artinya:ย Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah taโ€™ala.ย ย 

Semoga segala bentuk ibadah kita di bulan Dzulhijjah ini diterima oleh Allah Swt. Amin, amin. Ya Rabbal ‘alamin