Guyub, Rukun, Istiqamah: Tiga Pesan Utama HUT Ke-17 UCC di Al Fithrah Gresik

Silahkan share

GRESIK – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang terletak di Jln Lingkar Selatan Desa Kembangan 99, Kebomas, Gresik pada Sabtu malam Ahad, 18 Juli 2026. Ribuan jamaah, keluarga besar Ukhsafi Copler Community (UCC), Jamaah Al Khidmah, para habaib, kiai, dan masyarakat berkumpul dalam Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Ukhsafi Copler Community (UCC).

Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan UCC selama 17 tahun sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan yang dibangun di atas kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Acara diisi dengan pembacaan Tawasul Fatihah, Surat Yasin, Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jilany, Maulidurrasul SAW, mauidhoh hasanah, serta doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan seluruh anggota UCC, para masyayikh, dan kaum muslimin.

Syukur atas Usia Ke-17, Perkuat Ukhuwah karena Allah

Dalam sambutannya yang mewakili Jamaah Al Khidmah, panitia HUT UCC, dan Keluarga Ndalem, KH. Muhammad Husni Mubarok menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-17 UCC.

Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh anggota UCC seraya mendoakan agar kebersamaan yang telah terjalin semakin kuat.

“Selamat ulang tahun untuk teman-teman semuanya. Semoga semakin guyub, semakin rukun, semakin kompak. Yang sudah waktunya menikah, semoga Allah segera memberikan jodoh terbaik.”

Beliau juga mengajak seluruh anggota UCC agar terus istiqamah mengamalkan ajaran Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy serta menjaga niat dalam berorganisasi semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Menurut beliau, lahirnya UCC patut disyukuri melalui amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, membaca manaqib, dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga  Lupa Tidak Berniat Puasa Ramadhan di Malam Hari

“Semoga tidak ada yang keluar dari tempat ini kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya,” doa beliau yang diamini seluruh jamaah.

KH. Muhammad Husni Mubarok juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara selama berminggu-minggu hingga berlangsung dengan lancar.

Beliau berharap seluruh anggota diberikan umur panjang sehingga dapat kembali dipertemukan pada HUT UCC ke-18 tahun 2027.

Persaudaraan karena Takwa Tidak Akan Terputus

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula pesan penting mengenai hakikat persaudaraan dalam Islam.

Mengutip firman Allah SWT:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf ayat 67).

Pesan ini menjadi pengingat bahwa hubungan duniawi akan berakhir, sedangkan persaudaraan yang dibangun karena ketakwaan akan tetap membawa keberkahan hingga akhirat.

Semangat inilah yang menjadi ruh berdirinya UCC, yakni membangun persahabatan tanpa memandang latar belakang. Ada anggota yang pernah mondok maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, namun semuanya dipersatukan oleh kecintaan kepada Allah, Rasulullah SAW, para ulama, serta keinginan untuk terus memperbaiki diri.

Para jamaah juga diajak untuk senantiasa menjaga kekompakan dan persatuan karena rahmat Allah SWT senantiasa turun kepada orang-orang yang hidup dalam kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan sejumlah agenda besar Jamaah Al Khidmah yang akan datang, di antaranya:

  • Haul Akbar Al Fithrah Semarang pada 2 Agustus 2026.
  • Haul Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy di Masjid Al Fithrah Kepanjen, Malang pada Jum’at malam, 14 Agustus 2026.
  • Haul KH. Afifi dan KH. Ali Afifi pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca Juga  Menggapai Lailatul Qodar di Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan

Jamaah turut memanjatkan doa untuk kesembuhan Ketua Umum Pengurus Jamaah Al Khidmah, H. Muhammad Uripan, agar segera dianugerahi kesehatan dan dapat kembali berkhidmah bersama jamaah.

Mauidhoh Hasanah: Taubat Membuka Jalan Kemuliaan

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Habib Abas bin Abu Bakar Al-Haddad dari Tegal, Jawa Tengah.

Beliau mengajak jamaah agar senantiasa memuliakan Rasulullah SAW, para ulama, dan para kiai sebagai penyambung risalah Nabi Muhammad SAW.

Habib Abas juga mendoakan agar seluruh ulama, habaib, kiai, serta para ustaz diberikan umur panjang, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan dakwah.

Tak lupa beliau turut mendoakan seluruh jamaah.

“Semoga yang belum mendapatkan jodoh segera dipertemukan dengan pasangan terbaik. Yang sudah berumah tangga semoga Allah menambahkan mawaddah, rahmah, dan sakinah.”

Dalam tausiyahnya, beliau mengisahkan perjalanan hidup Imam Fudhail bin Iyadh yang diringkas dari Kitab Hilyatul Auliya’.

Dikisahkan bahwa sebelum menjadi seorang ulama besar, Fudhail bin Iyadh dikenal sebagai seorang yang sangat disegani karena keburukannya. Namun ketika hendak menemui kekasihnya pada suatu malam, beliau mendengar firman Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 16:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

Seketika beliau berkata, “Qad āna (sudah saatnya).”

Ayat tersebut menjadi titik balik kehidupannya hingga beliau bertaubat, berangkat ke Makkah, menuntut ilmu, dan akhirnya menjadi salah satu ulama besar yang dikenang sepanjang sejarah.

Habib Abas juga menjelaskan adab berdoa sebagaimana diajarkan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, yakni menghadapkan hati kepada Allah SWT serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai wasilah dalam memohon kepada-Nya.

Baca Juga  Masa Depan Media Pesantren: Refleksi Talkshow Media Di Acara Multaqo MPJ 2023 (2)

Beliau mengutip sejumlah atsar dan pendapat ulama, di antaranya dari Imam Makruf Al-Karkhi sebagaimana dinukil dalam I’anatut Thalibin:

مَنْ هَيَّأَ طَعَامًا لِأَجْلِ قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَمَعَ إِخْوَانًا، وَأَوْقَدَ سِرَاجًا، وَلَبِسَ جَدِيدًا، وَتَبَخَّرَ، وَتَعَطَّرَ تَعْظِيمًا لِمَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَشَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الْفِرْقَةِ الْأُولَى مِنَ النَّبِيِّينَ، وَكَانَ فِي أَعْلَى عِلِّيِّينَ.

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin).”

Acara ditutup dengan doa bersama agar UCC senantiasa mendapatkan keberkahan di usianya yang ke-17, diberikan kekuatan untuk terus istiqamah dalam kebaikan, serta menjadi wadah persaudaraan yang semakin kokoh karena Allah SWT.

Semoga seluruh jamaah yang hadir memperoleh ampunan dosa, diangkat derajatnya, dimudahkan segala urusannya, serta senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.