Pentingnya Niat Dalam Belajar

Spread the love

Di penghujung Februari hingga awal Maret 2023 santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah mendapat jatah liburan yang lumayan panjang. Liburan sebelum Haul Akbar Al Fithrah 2023 selama seminggu dan seminggu lagi setelah haul.

Santri memang baru pulang ke rumah pada hari minggu bakda Salat Dhuhur setelah haul berlansung. Hari-hari dalam seminggu menjelang haul santri ikut membantu menyiapkan hau sesuai dengan kemampuannya.

Setelah di rumah sejak tanggal 26 Februari 2023, minggu besok tanggal 5 Maret 2023 santri harus kembali ke pondok Al Fithrah Surabaya. Pengurus memberi tenggang waktu hingga sebelum Maghrib santri harus tiba di lokasi pondok, dan melaporkan kedatangannya pada pengurus.

Kembali dari liburan ada baiknya santri membarui niat. Mengingat setelah santri kembali akan langsung disambut dengan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap. Jangan sampai kembalinya mereka ke pondok, hanya berniat mengikuti UAS Genap saja.

Panduan niat dalam belajar.

Baca Juga  Kajian Al Muntakhobat: Mensuritauladani Rasulullah Saw.

Saking pentingnya niat dalam belajar, Syaikh al-Zarnuji menjadikannya bab tersendiri dalam kitab Ta’limu al-Muta’alim. Sebagai pengantar, beliau mengutip hadits Nabi Saw. bahwa suatu rutinitas bisa bernilai ibadah atau sebaliknya ditentukan oleh niat.

Masih dalam kitab yang sama, Syaikh al-Zarnuji memberikan panduan niat dalam belajar. Pertama, mengharap ridho Allah Swt.. Kedua, menghilangkan kebodohan dalam diri. Ketiga, melestarikan agama Islam. Keempat, mensyukuri nikmat berupa akal dan badan yang sehat. (Syarh Ta’limu al-Muta’alaim hlm. 10)

Berniat ulang ketika kembali ke pondok

Dari keterangan tersebut, kiranya penting bagi santri yang kembali ke pondok untuk berniat ulang sesuai dengan panduan Syaikh al-Zarnuji. Dimulai dengan meniatkan rutinitas belajar dan wadhifah untuk mensyukuri nikmat Allah Swt..

Selanjutnya, berniat belajar dan berwadhifah untuk melestarikan agama Islam, khususnya ajaran pengasuh Al Fithrah, Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy – Allahu yarhamuhuu -. Dan, menghilangkan kebodohan dalam diri.

Puncaknya, rutinitas belajar dan wadhifah diniatkan mendapat ridho Allah Swt. Dengan harapan, selama di pondok setelah liburan rutinitas santri berupa belajar ataupun wadhifah tak hanya berhenti di angka yang tertera dalam rapot atau laporan dari wali kelas.

Baca Juga  Kajian al-Muntakhobat: Rasulullah Saw Sebagai Panutan