Menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tubuh yang sehat membantu seseorang belajar dengan lebih nyaman, beribadah dengan tenang, serta menjalankan berbagai aktivitas tanpa hambatan. Bagi lingkungan pesantren yang dihuni banyak santri dalam satu kawasan, menjaga kesehatan menjadi tanggung jawab bersama.
Hal inilah yang terus diupayakan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Tidak hanya memberikan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan, pesantren juga berupaya menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan nyaman bagi para santri.
Salah satu langkah nyata tersebut dilakukan pada Selasa, 6 Oktober 2026, melalui kegiatan skrining dan pemeriksaan rontgen dada atau foto thorax bagi santri dan pengurus pesantren. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan saluran pernapasan, khususnya terhadap Tuberkulosis atau TBC.
Skrining TBC, Upaya Deteksi dan Pencegahan Sejak Dini
Kegiatan pemeriksaan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB di Auditorium Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Sekitar 100 santri dan pengurus mengikuti rangkaian pemeriksaan secara tertib sesuai arahan panitia dan petugas kesehatan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemeriksaan dilengkapi dengan bus rontgen mobile dan alat portable X-Ray. Para peserta mengikuti beberapa tahapan, mulai dari registrasi, skrining, pemeriksaan rontgen, pembacaan hasil, hingga menerima konsumsi.
Bagi lingkungan pesantren, kegiatan semacam ini menjadi langkah penting karena kehidupan santri berlangsung secara bersama-sama. Kamar, ruang belajar, tempat ibadah, dan berbagai fasilitas lainnya digunakan secara bersama sehingga perhatian terhadap kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Pemeriksaan kesehatan bukan berarti seseorang sedang dinyatakan sakit. Justru, skrining menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal sehingga langkah berikutnya dapat dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan arahan tenaga kesehatan.
Dengan deteksi yang lebih dini, potensi masalah kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.

Edukasi TBC dan Pentingnya Udara Bersih di Asrama
Di sela-sela pemeriksaan, dokter dan petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada para santri mengenai Tuberkulosis (TBC) dan kesehatan paru-paru.
Para santri mendapatkan pemahaman mengenai gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi juga menekankan pentingnya menjaga sirkulasi udara, terutama di dalam kamar asrama.
Hal sederhana seperti membuka jendela dan memastikan udara dapat berganti secara rutin merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Kebersihan kamar dan lingkungan sekitar juga perlu dijaga bersama.
Pesan ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ
“Sesungguhnya Allah itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan.”
Menjaga kebersihan lingkungan pesantren karena itu bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga bagian dari membangun kebiasaan baik dalam kehidupan santri.
Kesehatan Santri, Bekal Belajar dan Beribadah
Pihak Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah menyambut positif kegiatan skrining dan pemeriksaan tersebut. Kesehatan santri menjadi salah satu perhatian penting karena kondisi tubuh yang baik turut menunjang kelancaran proses pendidikan.
Santri membutuhkan tubuh yang sehat untuk mengikuti pelajaran, menghafal, berdiskusi, mengikuti kegiatan pesantren, melaksanakan ibadah, dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Karena itu, menciptakan pesantren yang sehat bukan hanya tugas pengurus atau petugas kesehatan. Santri juga memiliki peran penting di dalamnya.
Mulai dari menjaga kebersihan kamar, tidak berbagi barang pribadi secara sembarangan, menjaga etika batuk dan bersin, memperhatikan sirkulasi udara, hingga segera melapor kepada pengurus atau petugas kesehatan ketika mengalami keluhan kesehatan merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar.
Upaya Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah melalui skrining TBC ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat.
Sebab pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu. Pesantren juga merupakan tempat membentuk kebiasaan hidup, akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Semoga langkah sederhana ini menjadi ikhtiar berkelanjutan untuk mewujudkan asrama santri yang sehat, nyaman, bersih, dan bebas dari penularan TBC, sehingga para santri dapat belajar dan beribadah dengan lebih tenang.
Karena menjaga kesehatan bukan sekadar menjaga diri sendiri. Ketika kita menjaga kesehatan, kita juga sedang menjaga orang-orang yang hidup dan belajar bersama kita.
- Langkah Nyata Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Wujudkan Asrama Santri Sehat dan Bebas TBC - October 7, 2026
- MA Al Asror Semarang Selenggarakan “SUNAH” ke Al Fithrah Surabaya - October 7, 2026
- KH Muhammad Utsman Al-Ishaqy: Membumikan Amaliah Tarekat di Tengah Masyarakat - September 18, 2026


