alfithrah

PDF Ulya Al Fithrah Resmi Raih Akreditasi Mumtaz (A/Unggul)

Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah ﷻ, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah resmi meraih Akreditasi MUMTAZ (A/Unggul) dari Majelis Masyayikh Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Nomor 47 Tahun 2025.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PDF Ulya Al Fithrah sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang berkomitmen menjaga mutu, amanah, dan kualitas pendidikan diniyah tingkat menengah atas.

Proses Visitasi Asesmen Akreditasi

Akreditasi ini diperoleh melalui proses visitasi asesmen yang dilaksanakan pada:

  • Tanggal: 28–29 Oktober 2025
  • Tim Asesor Majelis Masyayikh RI:
    • Dr. Hj. Faizah Rohmah, M.Pd
    • Muhammad Falah Fasih, M.Ag

Proses asesmen dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional Pendidikan Diniyah Formal.

Sertifikat hasil asesmen akreditasi ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak:

  • 5 Desember 2025 hingga 5 Desember 2030
  • Ditandatangani langsung oleh Ketua Majelis Masyayikh RI, KH. Abdul Ghofarrozin

Akreditasi Mumtaz merupakan predikat tertinggi yang menandakan keunggulan lembaga dalam aspek tata kelola, kurikulum, tenaga pendidik, serta sistem pembelajaran berbasis kitab kuning.

Bukti Ikhtiar dan Komitmen dalam Mendidik Santri

Capaian Akreditasi Mumtaz ini merupakan bukti nyata dari ikhtiar, kesungguhan, dan amanah PDF Ulya Al Fithrah dalam menjaga mutu Pendidikan Diniyah Formal Ulya, sekaligus menjadi motivasi untuk terus istiqamah mendidik generasi yang beradab, berilmu, beramal ilmiah dan berilmu amaliah.

Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, serta keistiqamahan dalam setiap langkah pengabdian PDF Ulya Al Fithrah untuk umat dan bangsa.


Profil PDF Ulya Al Fithrah

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah atas yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang didirikan oleh Hadhrotus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA.

PDF merupakan layanan pendidikan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencetak kader ulama, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 31 Tahun 2020, yaitu pendidikan pesantren formal yang diselenggarakan secara berjenjang, terstruktur, dan berbasis kitab kuning.

  • Nama Sekolah: PDF Ulya Al Fithrah
  • NSPDF: 231235780008
  • NPSN: 69937227
  • Alamat: Jl. Kedinding Lor No. 99, Surabaya
  • Kelurahan: Tanah Kali Kedinding
  • Kecamatan: Kenjeran
  • Kota: Surabaya
  • Kode Pos: 60129
  • Telepon: (031) 37304978
  • Email: pdfulya.alfithrah@yahoo.com

 Penutup

Dengan diraihnya Akreditasi Mumtaz (A/Unggul), PDF Ulya Al Fithrah semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang unggul, terpercaya, dan berorientasi pada pembentukan ulama masa depan yang berilmu dan berakhlak.

Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Rajab 1447 H digelar di Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dengan terselenggaranya Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Bulan Rajab 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 28 Desember 2025 M bertepatan dengan 8 Rajab 1447 H, bertempat di Jln. Kedinding Lor 99 Surabaya.

Majlis tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, meliputi para Habaib, Masyayikh, Jamaah Ath Thoriqoh, Jamaah Al Khidmah, Ukhsafi Copler Community, serta umat Islam dari berbagai daerah. Kehadiran jamaah yang membludak menambah kekhidmatan suasana majlis yang sarat dengan nilai spiritual dan kebersamaan.

Rangkaian Acara Penuh Nilai Ruhani

Acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Rangkaian majlis diawali dengan tawasul, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Fatihah, istighotsah, khotmul Qur’an, dzikir fida, serta pembacaan Maulidurrasul SAW. Setiap rangkaian menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Mauidlotul Hasanah: Keistimewaan Ruh Manusia

Pada sesi mauidlotul hasanah, Dr. Habib Abdurrahman bin Agil menyampaikan kajian dari Kitab Al-Muntakhobat fi Robithah al-Qalbiyah wa Shilah al-Ruhiyah, bab Min Khoshoishul Insan (Di antara keistimewaan manusia).

Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki ruh yang lembut. Ruh tersebut pada hakikatnya bercahaya, namun menjadi persoalan bagaimana cara menjaga dan memperolehnya agar tetap hidup dan bercahaya. Salah satu jalannya adalah bersyukur atas setiap kenikmatan yang Allah berikan, terutama dengan bersyukur melalui dzikir kepada Allah SWT.

Habib Abdurrahman menegaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan memiliki kemuliaan yang sangat agung, bahkan melebihi kemuliaan Ka’bah sekalipun jika dilihat dari sisi kehormatan seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Beliau mengutip kalimat penuh makna:

إِذَا ذَكَرْتَنِي شَكَرْتَنِي، وَإِذَا نَسِيتَنِي كَفَرْتَنِي

“Jika engkau mengingat-Ku, engkau bersyukur kepada-Ku; dan jika engkau melupakan-Ku, engkau mengingkari-Ku.”

Sehingga Rasulullah SAW sendiri mendedikasikan dirinya untuk beribadah kepada Allah, hingga bengkak kedua kakinya. Beliau mengatakan bahwa itu adalah sebagai bentuk rasa syukurnya.

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Maka tidakkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?”

Serta membacakan firman Allah SWT :

ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءࣰ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَ ٰ⁠تِ رِزۡقࣰا لَّكُمۡۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ لِتَجۡرِیَ فِی ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡأَنۡهَـٰرَ ۝٣٢

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.

Makna Taslim kepada Qadha dan Qadar

Mengutip penjelasan Syaikh Ibnu Ajibah, beliau menyampaikan makna bahwa Allah menahan fuyudhot ilahiyah agar seorang hamba benar-benar siap dijadikan sebagai kekasih-Nya. Seorang hamba yang telah memahami hakikat ini akan mampu menerima qadha dan qadar Allah SWT dengan lapang dada.

Sebagaimana firman Allah SWT:

﴿وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِ جَمِیعࣰا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ یَتَفَكَّرُونَ﴾ [الجاثية ١٣]

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan hati dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu, sebagaimana disebutkan:

أن النفس لامارة بالسوء

Di akhir mauidlotul hasanah, beliau berdoa agar Allah SWT memberikan limpahan rahmat, hidayah, dan keteguhan iman kepada seluruh jamaah. Aamiin.

Pengumuman Agenda Majlis Dzikir Al-Khidmah

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan beberapa agenda Majlis Dzikir Al-Khidmah terdekat, di antaranya:

Haul Desa Ambar Ambir, Rabu malam, 30 Desember 2025 M

Haul KH. Yusuf PPRM Wanar Pucuk Lamongan, 5 Januari 2026 M

Haul Akbar Malang, pada Ahad pagi, 6 Januari 2026, bertempat di depan Masjid Jami’ Alun-alun Kota Malang

Hari Amal Bakti, pada Selasa pagi 7 Januari 2026, Kantor Kemenag Trenggalek

Haul Sesepuh Desa Kendung Benowo Surabaya

Haul Akbar Cirebon dan Jakarta serta Ziarah Walisongo, 29 Januari – 2 Februari 2026

Jamaah didoakan agar diberikan keluasan rezeki, kesehatan lahir dan batin, sehingga dapat menghadiri majlis-majlis penuh keberkahan tersebut.

Dari hasil pengumpulan dana khidmah dilaporkan Khidmah Haul Akbar Al Fithrah 2026 terhimpun, yaitu: Rp 19.535.200, 1 US Dollar, 15 Ringgit Malaysia, 10.000 Dong Vietnam.

Semoga seluruh khidmah tersebut diterima sebagai amal shalih dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

Penutup

Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Bulan Rajab 1447 H di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menjadi momentum penting untuk memperkuat ruhani, memperdalam makna syukur, serta menumbuhkan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.

Semoga keberkahan meliputi kita semuanya. Aamiin.

PDF Wustha Al Fithrah Gelar Uji Publik Metode Nashor ‘Imrithi dan Khotmul Qur’an Metode Ummi

Surabaya – PDF Wustha Al Fithrah Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan kitab kuning melalui dua agenda penting yang diselenggarakan secara terbuka dan disiarkan langsung melalui YouTube. Kegiatan tersebut meliputi Uji Publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1 serta Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi.

Dalam acara ini dilakukan prosesi penghargaan kepada total 275 santri, yang terdiri dari 42 tahfidz putra, 50 tahfidz putri, yang terbagi dalam kategori juz 30, juz 1 dan juz 2, serta 89 tartil putra, 95 tartil putri.

Kedua kegiatan ini berlangsung di Gedung Timur Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dan diikuti oleh para santri, asatidz, wali santri, serta masyarakat luas yang menyaksikan secara langsung maupun daring.

Link youtube: https://youtube.com/live/8twK96Dw8cs?feature=share

Uji Publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1

Uji publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1 dilaksanakan pada Jum’at pagi, 26 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan capaian santri PDF Wustha Al Fithrah dalam memahami ilmu nahwu melalui metode Nashor serta penguasaan nadham kitab ‘Imrithi.

Melalui uji publik ini, para santri diuji secara langsung kemampuan membaca, menghafal, serta memahami kaidah nahwu yang tertuang dalam nadham ‘Imrithi. Metode Nashor sendiri dikenal sebagai pendekatan sistematis dalam pembelajaran gramatika Arab yang aplikatif dan mudah dipahami oleh santri tingkat wustha.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi internal, namun juga sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban akademik lembaga kepada masyarakat.

“Di dua hari ini kita menyaksikan bahwa Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya sangat berkomitmen untuk mendidik santri-santrinya, bukan hanya di bidang Alquran, melainkan juga dalam bidang kitab kuningnya, di mana kemarin para santri telah melaksanakan Uji publik baca kitab Metode Nashor” ujar Ust. Imam dari perwakilan Ummi Foundation

Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi

Selain uji publik nahwu, PDF Wustha Al Fithrah Surabaya juga menggelar Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi, yang dilaksanakan pada Sabtu pagi, 26 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, di lokasi yang sama.

Acara ini menjadi penanda keberhasilan santri dalam menempuh tahapan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi, metode pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan pada tartil, tahsin, dan ketepatan makharijul huruf sesuai standar bacaan yang mutqin.

Dalam imtihan tersebut, para santri diuji secara langsung oleh penguji untuk memastikan kualitas bacaan Al-Qur’an sebelum dinyatakan lulus pada jenjang tertentu. Khotmul Qur’an pun menjadi momen penuh khidmat dan syukur atas ikhtiar panjang para santri dalam mempelajari Kalamullah.

“Ibu-ibu kira-kira melihat DA7 sama putra putrinya pandai menghapal Alquran, kira-kira seneng mana?

Njenengan tidak perlu mengasih gift D’Sultan, cukup didoakan. Agar semakin hari, putra putrinya di pondok tercinta, semakin mempeng belajarnya, semakin sungguh-sungguh, sehingga nanti betul menjadi anak-anak yang saleh salehah sebagaimana yang telah diazamkan” Ust. Nur Yasin, S.Ud, selalu Kepala PDF Wustho Al Fithrah

Disiarkan Langsung dan Terbuka untuk Masyarakat

Seluruh rangkaian kegiatan ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube resmi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas, alumni, dan wali santri dari berbagai daerah.

Langkah ini sejalan dengan semangat keterbukaan informasi dan dakwah digital yang terus dikembangkan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya bersama jaringan media Al Wava.

Berikut Link dokumentasi kegiatan yang disiarkan oleh Channel Youtube Al Wava TV https://youtube.com/live/4Fli7ZkhkpE?feature=share

Komitmen Al Fithrah dalam Pendidikan Santri

Melalui kegiatan uji publik, imtihan, dan khotmul Qur’an ini, PDF Wustha Al Fithrah Surabaya menegaskan komitmennya dalam mencetak santri yang unggul dalam ilmu alat (nahwu–sharaf) serta bacaan Al-Qur’an yang tartil dan benar.

Pihak pesantren berharap kegiatan semacam ini dapat terus meningkatkan mutu pendidikan, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, serta melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat.

Kepala Bagian Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Dr. Ust. Fathur Rozi, M.H.I berkenan memberikan sambutannya. Beliau berkata:

“Pada hari ini, Allah SWT gerakkan hati dan pikiran kita untuk menyaksikan bagaimana keberhasilan proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dapat kita lihat dan disyukuri bersama. Mudah-mudahan perjalanan panjenengan dari jauh-jauh maupun yang dekat, dibalas oleh Allah subhanahu wataala” Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Perbanyak Dzikir di Bulan Rajab: Majlis Ahad Awal di Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya

Surabaya (21/12) Hujan tak menyurutkan antusias para Jamaah Ath Thariqah, Al Khidmah dan umat muslim dari berbagai daerah untuk hadir di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Mereka hendak menyambungkan hati dan menambatkan ruhani mereka melalui hadir dalam Majlis Manaqib Ahad Awal Bulan Rajab 1447 H.

Rajab, Bulan Mulia untuk Menghidupkan Dzikir

Bulan Rajab 1447 Hijriyah kembali disambut dengan penuh kekhusyukan melalui Majlis Rutin Ahad Awal Bulan Rajab yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah.

Majlis dzikir ini bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan menjadi momentum ruhani untuk menghidupkan hati dengan mengingat Allah, terutama di bulan Rajab yang termasuk al-asyhur al-hurum (bulan-bulan yang dimuliakan).

Allah SWT berfirman:

> إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ … مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.” (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa Rajab termasuk salah satu dari empat bulan mulia tersebut.

Dzikir: Amalan Paling Mudah dan Agung

Dalam Majlis Rutin Ahad Awal Bulan Rajab ini, jamaah diajak untuk memperbanyak dzikir karena dzikir adalah amalan yang paling ringan di lisan namun berat dalam timbangan pahala.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ… ذِكْرُ اللَّهِ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian amal terbaik, paling suci di sisi Tuhan kalian…? Yaitu dzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan:

> اعلم أن الذكر محبوب في جميع الأحوال، إلا في أحوال مخصوصة

“Ketahuilah, dzikir itu dicintai dalam setiap keadaan, kecuali pada kondisi-kondisi khusus.” (Al-Adzkar, Imam An-Nawawi)

Ini menunjukkan bahwa dzikir adalah amalan universal, bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Rajab dan Tradisi Dzikir Berjamaah

Tradisi dzikir berjamaah sebagaimana yang dilaksanakan di Ponpes Assalafi Al Fithrah memiliki dasar kuat dalam literatur klasik. Imam As-Suyuthi dalam Natijah Al-Fikr menegaskan keutamaan majlis dzikir:

مجالس الذكر رياض الجنة

“Majlis dzikir adalah taman-taman surga.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, berkumpulnya jamaah dalam Majlis Rutin Ahad Awal Bulan Rajab bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi sarana turunnya rahmat dan ketenangan hati.

Allah SWT berfirman:

> أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Pesan Spiritual dari Majlis Ahad Awal Rajab

Majlis Rutin Ahad Awal Bulan Rajab di Ponpes Assalafi Al Fithrah mengajarkan bahwa memasuki Rajab bukan sekadar pergantian waktu, melainkan panggilan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله berkata:

> رجب شهر الزرع، وشعبان شهر السقي، ورمضان شهر الحصاد

“Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen.” (Latha’if Al-Ma’arif)

Maka memperbanyak dzikir di bulan Rajab adalah benih ruhani untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.

Penutup

Majlis Rutin Ahad Awal Bulan Rajab 1447 H di Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya menjadi pengingat bahwa dzikir adalah kunci kehidupan hati. Melalui dzikir, seorang hamba mendekat kepada Allah, menenangkan jiwa, dan memperkuat iman.

Sebagaimana namanya, Majlis Manaqib Ahad Awal adalah kegiatan majlis rutin setiap Ahad pertama bulan hijriyah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Semoga majlis seperti ini terus hidup dan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah bagi umat Islam, khususnya di bulan Rajab yang penuh kemuliaan.

اللهم اجعلنا من الذاكرين الله كثيرا والذاكرات

Dalam Majlis ini juga diumumkan akan diadakannya Majlis Ahad Kedua Bulan Rajab pada Hari Ahad, 28 Desember 2025 M / 8 Rajab 1447 H dan juga Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya pada Sabtu malam dan Ahad pagi, 24-25 Januari 2026 M / 6 Sya’ban 1447 H. Semoga diberikan rezeki yang luas, kesehatan dan kesempatan, sehingga dapat hadir bersama keluarga dalam majlis-majlis yang mulia. Aamiiin

Adab Berdoa Nabi Zakaria AS dari Surah Maryam: Kunci Doa Mustajab

Kita semua pernah berada di titik di mana kita merasa doa terasa jauh, entah karena permintaan itu terlalu besar atau kondisi kita secara logika mustahil. Namun, Al-Qur’an menyajikan sebuah pelajaran emas yang indah melalui kisah Nabi Zakaria AS dalam Surah Maryam (ayat 1–11).

Kisah ini bukan hanya tentang bagaimana Allah mengabulkan permintaan yang mustahil (keturunan di usia tua dan istri mandul), tetapi tentang adab yang beliau tunjukkan saat mengetuk pintu langit. Nabi Zakaria mengajarkan kita bahwa fokus utama bukanlah pada “apa” yang kita minta, melainkan “bagaimana” cara kita meminta.

Mari kita bongkar pelajaran emas adab berdoa dari Surah Maryam yang bisa membuat curahan hati kita lebih didengar dan dicintai oleh-Nya.

Memulai Doa dengan Kerendahan Hati dan Pengakuan Diri

Adab berdoa bukanlah sekadar rangkaian kata-kata, melainkan kondisi hati. Nabi Zakaria mengawalinya dengan cara yang menakjubkan. Beliau tidak langsung meminta, tetapi melakukan pengakuan tulus tentang kondisi dan kelemahannya.

Dalam firman-Nya,

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا

Nabi Zakaria berkata: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban…” (QS. Maryam: 4)

Ada dua poin penting di sini:

  1. Memuji Allah dan Mengakui Kelemahan: Beliau memulai dengan memuji Allah, kemudian menyebutkan kelemahannya yang nyata. Ini adalah puncak kerendahan hati. Semakin kita merasa lemah dan fakir di hadapan Allah, semakin dekat kita dengan rahmat-Nya.
  2. Berdoa dengan Suara Lirih (Khafiyya): Surah Maryam ayat 3 menyebutkan,

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lirih.

Ini menunjukkan tingkat kekhusyukan dan keintiman yang tinggi. Allah mendengar bisikan hati kita, bahkan suara selembut lirihan sekalipun. Adab ini adalah pintu mustajabnya doa.

Mencurahkan Kegelisahan dan Meminta Kebaikan Akhirat

Setelah memuji dan mengakui kelemahan, Nabi Zakaria tidak malu mengutarakan kegelisahan terdalamnya secara jujur.

Beliau khawatir tidak adanya penerus dakwah sepeninggalnya, terutama karena istrinya mandul. Beliau mencurahkan:

 وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا

Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu (QS. Maryam: 5).

Doa adalah wadah pengaduan yang paling tulus kepada Sang Pencipta.

Namun, permohonan beliau tidak berhenti pada permintaan anak saja.

Dia melanjutkan doanya dengan meminta yang terbaik:

يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

(Beliau meminta anak) yang akan mewarisi ilmu dan risalah, serta menjadikannya seorang yang diridai (QS. Maryam: 6).

Pelajaran emasnya: Curahkan semua isi hati Anda dengan jujur, tetapi selalu arahkan permintaan Anda pada kebaikan dan manfaat akhirat, bukan sekadar keinginan duniawi. Fokuslah memohon kesalehan dan keberkahan.

Keyakinan dan Kesabaran adalah Puncak Adab Berdoa

Adab berdoa tidak sempurna tanpa dua elemen krusial: keyakinan penuh dan kesabaran tanpa batas.

Nabi Zakaria berdoa dalam kondisi yang secara logika manusia, mustahil. Usia tua dan istri mandul adalah batasan yang tidak bisa ditembus oleh sains. Namun, beliau memiliki keyakinan mutlak bahwa Allah tidak tunduk pada kemungkinan manusia. Beliau tidak pernah putus asa, bahkan di ayat 4 disebutkan:

وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا ۝٤

 “dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.” (QS. Maryam: 4).

Adab terakhir yang beliau ajarkan adalah kesabaran. Beliau menunggu jawaban Allah dengan teguh. Setelah melalui penantian dan ujian kesabaran, barulah malaikat datang membawa kabar gembira tentang kelahiran putranya, Yahya

يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ࣙاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ۝

(Allah berfirman,) “Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang bernama Yahya yang nama itu tidak pernah Kami berikan sebelumnya.” (QS. Maryam: 7).

Setelah doa dikabulkan, adab beliau pun berlanjut pada rasa syukur yang total. Beliau segera menjalankan perintah Allah untuk berzikir selama tiga hari penuh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat 11

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا ۝

Lalu, (Zakaria) keluar dari mihrab menuju kaumnya lalu dia memberi isyarat kepada mereka agar bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang. (QS. Maryam: 11) sebagai bentuk ketaatan atas nikmat yang didapat.

Jika Nabi Zakaria, yang merupakan seorang Nabi, menunjukkan adab sebegitu indahnya, bagaimana dengan kita? Mari perbaiki kondisi hati dan cara kita meminta. Mulai sekarang, selalu awali doa dengan pujian, panjatkan dengan rendah hati, dan akhiri dengan keyakinan serta kesabaran. Yakinlah, Allah mendengar doamu, sekecil apapun bisikan itu.