haul akbar

Liburan Pulang Santri Al Fithrah: Jadwal Kepulangan, Teknis, dan Pesan Penting Selama Liburan

Liburan pulang santri merupakan salah satu momentum yang paling dinanti, selain agenda besar Haul Akbar Al Fithrah. Di masa inilah para santri kembali ke rumah untuk menyulam kebersamaan, melepas rindu dengan ayah bunda, saudara, dan keluarga besar.

Sebagai bentuk ikhtiar memberikan waktu istirahat yang berkualitas sekaligus mempererat hubungan santri dengan keluarga, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah menetapkan jadwal liburan pulang santri yang teratur, tertib, dan penuh tanggung jawab. Berikut informasi lengkap yang perlu diperhatikan oleh santri dan wali santri.


Jadwal Liburan dan Waktu Kembali Santri

Liburan pulang santri dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Waktu kepulangan santri:
    Setelah Majelis Haul Akbar Al Fithrah, pada Ahad, 6 Sya’ban 1447 H / 25 Januari 2026 M
  • Waktu kembali ke pesantren:
    Senin, 14 Sya’ban 1447 H / 2 Februari 2026 M

Santri diharapkan kembali tepat waktu. Santri yang datang di atas pukul 17.00 WIB akan dianggap terlambat dan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan pesantren.


Teknis Kepulangan dan Kembali Santri

Agar pelaksanaan liburan berjalan tertib, aman, dan lancar, berikut teknis yang harus diperhatikan:

a. Ketentuan Kepulangan

  • Santri wajib dijemput oleh wali santri atau pihak yang diberi kuasa.
  • Khusus santri putri, penjemput diwajibkan menunjukkan kartu mahrom.
  • Selama berada di rumah, santri sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua/wali.
  • Santri tidak diperkenankan mengadakan kegiatan atau acara yang mengatasnamakan santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

b. Ketentuan Kembali ke Pesantren

  • Santri wajib hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • Membawa perlengkapan pribadi, kitab, dan kebutuhan belajar.
  • Tidak membawa barang-barang terlarang sesuai tata tertib pesantren.
  • Pastikan kondisi fisik dan mental siap untuk kembali mengikuti kegiatan pesantren.

Pesan dan Saran untuk Santri Selama Liburan

Liburan bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga kesempatan untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari di pesantren. Oleh karena itu, santri diharapkan:

  • Tetap menjaga shalat lima waktu, adab, dan akhlak Islami.
  • Menghormati dan berbakti kepada orang tua.
  • Membantu pekerjaan rumah dan menjaga keharmonisan keluarga.
  • Mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti mengaji, membaca, dan silaturahmi.
  • Menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater pesantren.
  • Menghindari pergaulan dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Penutup

Demikian pengumuman liburan pulang santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan. Semoga masa liburan ini membawa keberkahan, mempererat ikatan keluarga, serta menambah semangat santri untuk kembali menuntut ilmu dengan hati yang segar dan niat yang lurus.

Atas perhatian dan kerja sama wali santri, kami sampaikan terima kasih.
Jazakumullahu khoiron katsiro, wafiron, ma’furan fiddarain. Amin.

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya: Bukan Akhir Segalanya, Tapi Cermin Mutu Pendidikan

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya kembali dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu pendidikan Diniyah Formal (PDF) berbasis pesantren. Imtihan Wathoni bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sarana evaluasi dan refleksi atas proses pembelajaran yang telah dijalani santri.

Ujian ini menjadi momen penting untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami soal-soal berbahasa Arab, yang memang menjadi tantangan tersendiri karena bukan bahasa keseharian. Nilai yang diperoleh bukan semata angka, tetapi gambaran sejauh mana santri menguasai kurikulum nasional PDF.


Pelaksanaan Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya dilaksanakan selama tiga hari pada 10 hari menuju Haul Akbar Al Fithrah Surabaya. IW PDF Wustha Al Fithrah ini tepatnya diselenggarakan pada Senin–Rabu, 12–14 Januari 2026 M / 23–25 Rajab 1447 H. Ujian ini diikuti oleh 421 santri, dengan rincian 238 santri putra dan 183 santri putri.

Pelaksanaan ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis android, mengingat keterbatasan jumlah komputer. Sebanyak 22 ruangan digunakan dengan dukungan 44 pengawas dan 4 operator. Panitia internal berasal dari pengurus dan pengajar PDF Wustha Al Fithrah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Secara umum, pelaksanaan berjalan lancar. Kendala yang muncul bersifat teknis, seperti perangkat yang tidak mendukung, baterai habis, atau paket internet, namun hal tersebut telah diantisipasi melalui simulasi dan pengalaman pelaksanaan Imtihan Wathoni sebelumnya.

Tantangan, Evaluasi, dan Kesiapan Santri

Tantangan utama Imtihan Wathoni terletak pada penggunaan bahasa Arab dalam sebagian besar mata pelajaran, seperti Fiqih, Tauhid, Nahwu Shorof, dan Akhlak, sementara Tarikh menggunakan aksara pegon. Hal ini menuntut santri untuk memiliki kemampuan memahami teks Arab secara komprehensif.

Sebagai bentuk kesiapan, lembaga telah melakukan berbagai langkah evaluatif dan preventif, seperti:

  • Tryout dan bimbingan khusus mata pelajaran Imtihan Wathoni
  • Pemberian gambaran soal dan kisi-kisi
  • Simulasi CBT untuk memastikan santri mampu login dan mengerjakan ujian
  • Pengumpulan handphone sebelum ujian demi menjaga kejujuran

Selain pembekalan akademik, santri juga diberikan motivasi, trik sukses Imtihan Wathoni, doa bersama, dan istighosah. Antusiasme santri terlihat tinggi karena ujian ini menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan dan hasil belajar mereka.


Makna dan Dampak Imtihan Wathoni bagi Santri dan Lembaga

Imtihan Wathoni memiliki dampak strategis, baik bagi santri maupun lembaga. Bagi santri, ujian ini memberikan pengalaman, pemahaman pola soal, serta pembiasaan menghadapi ujian berskala nasional. Nilai Imtihan Wathoni memang bukan penentu lulus atau tidak lulus, namun menjadi syarat kelulusan administratif, karena data blanko ijazah di Kemenag RI didasarkan pada peserta Imtihan Wathoni.

Bagi lembaga, hasil Imtihan Wathoni menjadi indikator ketercapaian mutu pendidikan. Nilai yang diperoleh akan diketahui oleh seluruh penyelenggara PDF, sehingga menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah. Nilai yang baik tentu menjadi kabar positif, sekaligus pemicu peningkatan kualitas pendidikan ke depan.

“Lebih dari itu, Imtihan Wathoni menanamkan nilai-nilai utama pesantren, seperti kejujuran sebagai mahkota santri, doa, dan tawakal. Para pengawas diimbau untuk menjaga integritas dengan tidak membocorkan soal, apapun hasil yang akan diperoleh” kata Ust. Nur Yasin, S.Ud selaku Kepala PDF Wustha Al Fithrah Surabaya.

Penutup

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya bukan sekadar ujian nasional, tetapi cermin ketercapaian kurikulum dan mutu pendidikan pesantren. Secara formal, ia menjadi jalan menuju ijazah, dan secara keilmuan menjadi ajang kompetisi antar-PDF dalam skala nasional. Dengan komitmen, evaluasi berkelanjutan, dan nilai kejujuran, Imtihan Wathoni diharapkan terus menjadi penguat kualitas pendidikan Diniyah Formal di Indonesia.

270 Santri PDF Ulya Al Fithrah Ikuti Imtihan Wathoni 2026 Berbasis CBT

PDF Ulya Al Fithrah Surabaya menyelenggarakan Imtihan Wathoni, yaitu Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Imtihan Wathoni merupakan ujian nasional bagi santri PDF dengan sistem pendidikan pesantren berbasis kajian kitab kuning.

Pelaksanaan Imtihan Wathoni Tahun 2026 berlangsung pada 8–10 Januari 2026 M / 19–21 Rajab 1447 H. Program Pendidikan Diniyah Formal sendiri telah berjalan sejak tahun 2015 dan terus mengalami penguatan dari sisi mutu pembelajaran maupun pengakuan nasional.


Pelaksanaan Imtihan Wathoni dan Sistem CBT

Pada tahun ini, Imtihan Wathoni tingkat Ulya diikuti oleh 83 lembaga PDF Ulya se-Indonesia. Pelaksanaannya kembali menggunakan Computer Based Test (CBT) sebagai bentuk komitmen transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren.

“Pelaksanaan Imtihan Wathani kembali menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang mencerminkan komitmen dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren,”
ungkap Basnang Said, Direktur Pesantren Kementerian Agama RI.

Di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, demi menjaga fokus dan kedisiplinan, para wali santri diminta mengumpulkan handphone kepada pengurus dan hanya digunakan saat ujian berlangsung. Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan ini juga mendapat kunjungan dari Kementerian Agama Kota Surabaya, khususnya dari Kasi Pondok Pesantren.


‍Jumlah Peserta dan Tujuan Imtihan Wathoni

Jumlah peserta Imtihan Wathoni di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya tahun ini mencapai 270 santri, dengan rincian 134 santri putra dan 136 santri putri. Sebanyak 4 santri mengikuti ujian dari rumah, dan terdapat santri yang melaksanakan ujian di rumah sakit karena kondisi sakit tifus.

Menurut Ust. H. Nashiruddin, M.M., selaku Kepala PDF Ulya Al Fithrah, Imtihan Wathoni bertujuan untuk:

  1. Menunjukkan kualitas pembelajaran PDF Ulya
  2. Mengukur kemampuan akademik santri
  3. Menstandarkan mutu pendidikan diniyah formal
  4. Memberikan pengakuan resmi capaian santri oleh Majelis Masyayikh dan Kementerian Agama RI

Harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy

Ust. Nashiruddin juga menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren, khususnya di bidang turats:

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. H. Nashiruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Haul Akbar Al Fithrah 2026.


Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Pondok Pesantren Al Fithrah diharapkan menjadi teladan, tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum, sehingga santri mampu menghadapi tantangan zaman secara seimbang.

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. Nashiruddin.

Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Al Fithrah diharapkan menjadi teladan tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum.

Semoga para santri semuanya diberikan nilai yang baik, serta diberikan ilmu yang manfaat penuh keberkahan. Aamiin

Haul Akbar Al Fithrah 2026: Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Doa Bersama

Dalam rangka Haul Akbar Kanjeng Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani r.a., Syaikh Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel) r.a., Syaikh Muhammad Utsman Al Ishaqy r.a., serta Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya insya Allah akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Haul Akbar 2026.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, bekerja sama dengan Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah.

Rangkaian kegiatan Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya ini adalah puncak dari wadhifah dan amaliah majlis manaqib Ahad Awal yang dilaksanakan setiap bulannya.

Seluruh kegiatan ini terlaksana atas swadaya dan dana dari Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah, sebagai wujud khidmah dan cinta kepada para masyayikh dan ulama salaf.

Tujuan Mulia Haul Akbar Al Fithrah

Kegiatan ini memiliki tujuan utama yang bersifat sadar, terencana, dan berkelanjutan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan berkepribadian luhur.

Maksud dan Tujuan Kegiatan

  1. Menanamkan, mensyi’arkan, melestarikan, serta mempertahankan nilai-nilai amaliah Salafus Sholeh
  2. Menanamkan akhlaqul karimah kepada generasi muda sebagai pewaris perjuangan Agama, Bangsa, dan Negara
  3. Memasyarakatkan dzikir dan do’a demi kemaslahatan Umat, Bangsa, dan Negara

Generasi muda sebagai penerus perjuangan umat perlu dibekali ilmu, amaliah, dan akhlaq Salafus Sholeh, agar mampu menjaga diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas di era globalisasi.


Majlis Doa untuk Orang Tua, Ulama, dan Negeri

Majlis ini juga menjadi majelis kirim doa, yang ditujukan kepada:

  • Kedua orang tua
  • Para kyai, guru, dan pinisepuh
  • Muslimin-muslimat serta mukminin-mukminat
  • Doa untuk perdamaian dan keselamatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia

 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari & Tanggal:

  • Sabtu malam Ahad, 06 Sya’ban 1447 H / 24 Januari 2026 M
  • Ahad pagi, 06 Sya’ban 1447 H / 25 Januari 2026 M

Waktu:

  • 18.00 WIB – Selesai
  • 07.00 WIB – Selesai

Tempat:
Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya


Rangkaian Kegiatan Haul Akbar 2026

1️ Majlis Dzikir wa Khatmil Qur’an & Dzikir Fida’

(Dilaksanakan Sabtu malam Ahad)

  • Tawasul
  • Istighotsah
  • Khatmil Qur’an
  • Do’a Khatmil Qur’an
  • Dzikir Fida’
  • Do’a Tahlil
  • Do’a Birrul Walidain
  • Maulidurrasul SAW
  • Do’a Maulidur Rasul SAW
  • Mauidhoh Hasanah
  • Do’a Bihaqqil Fatihah

2️ Majlis Dzikir wa Maulidurrasul SAW

(Dilaksanakan Ahad pagi)

  • Al-Fatihah
  • Istighotsah
  • Surat Yasin
  • Tawassul Manaqib
  • Manaqib
  • Do’a Manaqib
  • Talqin
  • Do’a Tahlil
  • Maulidurrasul SAW
  • Do’a Maulidur Rasul SAW
  • Mauidhoh Hasanah
  • Do’a Bihaqqil Fatihah

Kegiatan ini insyaAllah dihadiri oleh:

  • Muslimin dan muslimat dari seluruh Indonesia dan luar negeri
  • Tamu undangan instansi pemerintahan, akademisi, TNI, Polri, dan lembaga keagamaan
  • Santri dan alumni Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
  • Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah

Pesan KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a tentang Haul

“(Haul Akbar) arti jelasnya, kirim bacaan-bacaan Al-Qur’an, kirim bacaan-bacaan dzikir, wirid-wirid, yang disampaikan, dihaturkan kepada Syaikh Abdul Qodir Al-Jilany, wa Sayyidina Syaikh Muhammad Utsman Al-Ishaqy, dan tentunya kirim kepada cucu-cucu daripada Rasulillah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Juga kirim kepada para kedua orang tua kita.”
(KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a.)

Beliau juga menegaskan makna hakiki dari majlis dzikir dan haul:

“Dzikir, Maulid, Haul, itu cuma label, cuma merek. Ini orang besar, sudah ada di sisi Allah, ‘inda malikin muqtadir. Tapi yang khusus di hati saya, saya ingin dengan kalian, ingin jadi orang sholeh, dan anak-anak kita menjadi anak sholeh.”

“Anak yang sholeh, syaratnya hanya satu kata Rasulullah SAW; ingat kedua orang tua, mau mendoakan kedua orang tua. Kita kirim majlis ini agar bisa mengganti kekurangan, kesalahan, dan dosa-dosa kita kepada kedua orang tua.”
(KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a.)


Penutup

Haul Akbar Al Fithrah 2026 bukan sekadar peringatan haul dan majlis dzikir, melainkan media pendidikan ruhani, pembentukan akhlaq, serta sarana menyambung sanad doa antara anak, orang tua, guru, dan para ulama salaf.

Semoga kegiatan ini menjadi wasilah turunnya rahmat, keberkahan, serta keselamatan bagi umat, bangsa, dan negara.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Haul Akbar Al Fithrah 2026 silakan kunjungi haf.alkhidmah.id