Agenda

270 Santri PDF Ulya Al Fithrah Ikuti Imtihan Wathoni 2026 Berbasis CBT

PDF Ulya Al Fithrah Surabaya menyelenggarakan Imtihan Wathoni, yaitu Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Imtihan Wathoni merupakan ujian nasional bagi santri PDF dengan sistem pendidikan pesantren berbasis kajian kitab kuning.

Pelaksanaan Imtihan Wathoni Tahun 2026 berlangsung pada 8–10 Januari 2026 M / 19–21 Rajab 1447 H. Program Pendidikan Diniyah Formal sendiri telah berjalan sejak tahun 2015 dan terus mengalami penguatan dari sisi mutu pembelajaran maupun pengakuan nasional.


Pelaksanaan Imtihan Wathoni dan Sistem CBT

Pada tahun ini, Imtihan Wathoni tingkat Ulya diikuti oleh 83 lembaga PDF Ulya se-Indonesia. Pelaksanaannya kembali menggunakan Computer Based Test (CBT) sebagai bentuk komitmen transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren.

“Pelaksanaan Imtihan Wathani kembali menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang mencerminkan komitmen dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren,”
ungkap Basnang Said, Direktur Pesantren Kementerian Agama RI.

Di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, demi menjaga fokus dan kedisiplinan, para wali santri diminta mengumpulkan handphone kepada pengurus dan hanya digunakan saat ujian berlangsung. Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan ini juga mendapat kunjungan dari Kementerian Agama Kota Surabaya, khususnya dari Kasi Pondok Pesantren.


‍Jumlah Peserta dan Tujuan Imtihan Wathoni

Jumlah peserta Imtihan Wathoni di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya tahun ini mencapai 270 santri, dengan rincian 134 santri putra dan 136 santri putri. Sebanyak 4 santri mengikuti ujian dari rumah, dan terdapat santri yang melaksanakan ujian di rumah sakit karena kondisi sakit tifus.

Menurut Ust. H. Nashiruddin, M.M., selaku Kepala PDF Ulya Al Fithrah, Imtihan Wathoni bertujuan untuk:

  1. Menunjukkan kualitas pembelajaran PDF Ulya
  2. Mengukur kemampuan akademik santri
  3. Menstandarkan mutu pendidikan diniyah formal
  4. Memberikan pengakuan resmi capaian santri oleh Majelis Masyayikh dan Kementerian Agama RI

Harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy

Ust. Nashiruddin juga menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren, khususnya di bidang turats:

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. H. Nashiruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Haul Akbar Al Fithrah 2026.


Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Pondok Pesantren Al Fithrah diharapkan menjadi teladan, tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum, sehingga santri mampu menghadapi tantangan zaman secara seimbang.

“PR kita bersama, tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan capaian akademik bersama, terutama di tingkat turats,”
ujar Ust. Nashiruddin.

Sebagaimana harapan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., pendidikan agama di Al Fithrah diharapkan menjadi teladan tanpa meninggalkan penguasaan pendidikan umum.

Semoga para santri semuanya diberikan nilai yang baik, serta diberikan ilmu yang manfaat penuh keberkahan. Aamiin

Haul Akbar Al Fithrah 2026: Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Doa Bersama

Dalam rangka Haul Akbar Kanjeng Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani r.a., Syaikh Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel) r.a., Syaikh Muhammad Utsman Al Ishaqy r.a., serta Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy r.a., Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya insya Allah akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Haul Akbar 2026.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, bekerja sama dengan Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah.

Rangkaian kegiatan Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya ini adalah puncak dari wadhifah dan amaliah majlis manaqib Ahad Awal yang dilaksanakan setiap bulannya.

Seluruh kegiatan ini terlaksana atas swadaya dan dana dari Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah, sebagai wujud khidmah dan cinta kepada para masyayikh dan ulama salaf.

Tujuan Mulia Haul Akbar Al Fithrah

Kegiatan ini memiliki tujuan utama yang bersifat sadar, terencana, dan berkelanjutan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan berkepribadian luhur.

Maksud dan Tujuan Kegiatan

  1. Menanamkan, mensyi’arkan, melestarikan, serta mempertahankan nilai-nilai amaliah Salafus Sholeh
  2. Menanamkan akhlaqul karimah kepada generasi muda sebagai pewaris perjuangan Agama, Bangsa, dan Negara
  3. Memasyarakatkan dzikir dan do’a demi kemaslahatan Umat, Bangsa, dan Negara

Generasi muda sebagai penerus perjuangan umat perlu dibekali ilmu, amaliah, dan akhlaq Salafus Sholeh, agar mampu menjaga diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas di era globalisasi.


Majlis Doa untuk Orang Tua, Ulama, dan Negeri

Majlis ini juga menjadi majelis kirim doa, yang ditujukan kepada:

  • Kedua orang tua
  • Para kyai, guru, dan pinisepuh
  • Muslimin-muslimat serta mukminin-mukminat
  • Doa untuk perdamaian dan keselamatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia

 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari & Tanggal:

  • Sabtu malam Ahad, 06 Sya’ban 1447 H / 24 Januari 2026 M
  • Ahad pagi, 06 Sya’ban 1447 H / 25 Januari 2026 M

Waktu:

  • 18.00 WIB – Selesai
  • 07.00 WIB – Selesai

Tempat:
Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya


Rangkaian Kegiatan Haul Akbar 2026

1️ Majlis Dzikir wa Khatmil Qur’an & Dzikir Fida’

(Dilaksanakan Sabtu malam Ahad)

  • Tawasul
  • Istighotsah
  • Khatmil Qur’an
  • Do’a Khatmil Qur’an
  • Dzikir Fida’
  • Do’a Tahlil
  • Do’a Birrul Walidain
  • Maulidurrasul SAW
  • Do’a Maulidur Rasul SAW
  • Mauidhoh Hasanah
  • Do’a Bihaqqil Fatihah

2️ Majlis Dzikir wa Maulidurrasul SAW

(Dilaksanakan Ahad pagi)

  • Al-Fatihah
  • Istighotsah
  • Surat Yasin
  • Tawassul Manaqib
  • Manaqib
  • Do’a Manaqib
  • Talqin
  • Do’a Tahlil
  • Maulidurrasul SAW
  • Do’a Maulidur Rasul SAW
  • Mauidhoh Hasanah
  • Do’a Bihaqqil Fatihah

Kegiatan ini insyaAllah dihadiri oleh:

  • Muslimin dan muslimat dari seluruh Indonesia dan luar negeri
  • Tamu undangan instansi pemerintahan, akademisi, TNI, Polri, dan lembaga keagamaan
  • Santri dan alumni Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
  • Jama’ah Al Khidmah serta Jama’ah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyah

Pesan KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a tentang Haul

“(Haul Akbar) arti jelasnya, kirim bacaan-bacaan Al-Qur’an, kirim bacaan-bacaan dzikir, wirid-wirid, yang disampaikan, dihaturkan kepada Syaikh Abdul Qodir Al-Jilany, wa Sayyidina Syaikh Muhammad Utsman Al-Ishaqy, dan tentunya kirim kepada cucu-cucu daripada Rasulillah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Juga kirim kepada para kedua orang tua kita.”
(KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a.)

Beliau juga menegaskan makna hakiki dari majlis dzikir dan haul:

“Dzikir, Maulid, Haul, itu cuma label, cuma merek. Ini orang besar, sudah ada di sisi Allah, ‘inda malikin muqtadir. Tapi yang khusus di hati saya, saya ingin dengan kalian, ingin jadi orang sholeh, dan anak-anak kita menjadi anak sholeh.”

“Anak yang sholeh, syaratnya hanya satu kata Rasulullah SAW; ingat kedua orang tua, mau mendoakan kedua orang tua. Kita kirim majlis ini agar bisa mengganti kekurangan, kesalahan, dan dosa-dosa kita kepada kedua orang tua.”
(KH. Achmad Asrori Al Ishaqy r.a.)


Penutup

Haul Akbar Al Fithrah 2026 bukan sekadar peringatan haul dan majlis dzikir, melainkan media pendidikan ruhani, pembentukan akhlaq, serta sarana menyambung sanad doa antara anak, orang tua, guru, dan para ulama salaf.

Semoga kegiatan ini menjadi wasilah turunnya rahmat, keberkahan, serta keselamatan bagi umat, bangsa, dan negara.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Haul Akbar Al Fithrah 2026 silakan kunjungi haf.alkhidmah.id

Bahtsul Masail Al Fithrah: Bahas Feodalisme Pesantren dalam Rangka Milad ke-39

Surabaya – Majlis Kebersamaan dalam Pembahasan Ilmiah (MKPI) bersama pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya sukses menggelar Bahtsul Masail Se-Gerbang Kertosusila dalam rangka Milad ke-39 Ponpes Assalafi Al Fithrah.
Kegiatan ilmiah ini berlangsung selama dua hari, 25–26 Agustus 2025, di Gedung Timur lantai 5 Ponpes Al Fithrah, Surabaya.

Acara pembukaan dimulai dengan tawassul dan istighatsah oleh Ust. Khoiruddin, dilanjutkan dengan sholawat Fi Hubbi oleh Ust. Ahmad Syatori serta doa Fi Hubbi yang dipimpin oleh Ust. Fathur Razi.
Dalam sambutannya, Kepala Pondok Ust. Nashiruddin menyampaikan bahwa Bahtsul Masail ini diharapkan menjadi wasilah keberkahan bagi kemajuan pondok.

“Semoga dengan mujalasah dalam rangka tasyakuran Milad Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ke-39 ini, bisa menjadikan Pondok lebih berkah, berkembang, dan maju,” ungkap beliau.

Beliau juga menuturkan sejarah singkat berdirinya Al Fithrah yang dimulai pada bulan Maulid tahun 1997, bersamaan dengan lahirnya berbagai kegiatan ilmiah dan sosial yang menjadi ciri khas pesantren ini.


Merawat Tradisi, Membangun Generasi Santri Berilmu dan Berakhlak

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Generasi”, acara ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk memperdalam keilmuan turats sekaligus menjawab tantangan zaman.
Ust. Nashiruddin menegaskan bahwa santri Al Fithrah diharapkan tak hanya memahami kitab kuning, tetapi juga mampu menjadi muhaqqiq (peneliti) dalam menghadapi problematika modern tanpa meninggalkan nilai-nilai amaliah pesantren.

Bahtsul Masail kali ini diikuti oleh 20 pondok pesantren dari berbagai daerah seperti Lirboyo, Al Falah Ploso, Sidogiri, dan Al Fatich Osowilangun, serta beberapa perwakilan dari MWC NU Bubutan Surabaya.
Para mushohih yang hadir antara lain KH. Asyar Shofwan, KH. Dr. Musyaffa’, K. Soelaiman, KH. Ma’ruf Khozin, dan K. Abu Sari, dengan moderator Ust. Abdullah dan Ust. M. Nurush Shobah.


Feodalisme Pesantren: Antara Ta’dhim dan Pendidikan Akhlak

Topik pertama yang dibahas pada Jalsah malam hari adalah “Feodalisme Pesantren”, yang diangkat oleh Ponpes Lirboyo Induk.
Dalam forum yang berlangsung hingga pukul 23.30 WIB itu, para peserta sepakat bahwa sikap ta’dhim santri kepada kiai bukanlah bentuk pengkultusan, melainkan bagian dari pendidikan akhlak dan tarbiyah sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, sahabat, dan para ulama salaf.
Artinya, tradisi penghormatan kepada guru tetap membuka ruang dialog dan tabayyun selama dijaga dengan adab yang baik.

Pada hari kedua, 26 Agustus 2025, topik dilanjutkan dengan pembahasan “Meminta Amal dengan Mengatasnamakan Lembaga Lain” yang merupakan kontribusi soal dari Al Fithrah. Hasil musyawarah menyimpulkan bahwa tindakan tersebut haram karena mengandung unsur penipuan (gharar), namun amal pemberi tetap sah selama niatnya tulus.

Acara ditutup dengan pembacaan hasil keputusan dan doa oleh KH. Ma’ruf Khozin, Ketua Fatwa MUI Jawa Timur, yang menegaskan:

“Pondok Pesantren Al Fithrah yang dikenal dari sisi tasawuf dan spiritualnya, ternyata juga memiliki kedalaman dalam kajian fikihnya.”

Untuk hasil keputusan bahtsul masail nya bisa dilihat di sini.

Santri Sehat, Indonesia Hebat: Dinkes Surabaya Gelar Aksi Bergizi di Ponpes Al Fithrah

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Cegah Stunting di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Rabu (22/10).
Kegiatan ini diikuti oleh 655 santri MTs dan MA Al Fithrah, dengan tujuan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat melalui sarapan bergizi, aktivitas fisik, konsumsi tablet tambah darah (TTD), serta edukasi kesehatan dan gizi seimbang.


Gerakan Aksi Bergizi, Langkah Nyata Cegah Stunting

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Kartika Sri Redjeki, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya peringatan semata, tetapi diharapkan menjadi rutinitas mingguan bagi para santri.
Menurutnya, program Siber Casting (Aksi Bergizi Cegah Stunting) idealnya dilakukan setiap minggu melalui kegiatan senam pagi, sarapan bersama, minum TTD, serta penyuluhan pentingnya gizi seimbang.

“Melalui kebiasaan kecil seperti sarapan sehat dan olahraga rutin, kita bisa membentuk generasi muda yang lebih kuat dan produktif,” ungkap dr. Kartika.


Pesantren Dukung Santri Sehat Lahir Batin

Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Ust. Nashiruddin, S.Ud., M.Pd., menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap Gerakan Nasional Aksi Bergizi dapat membantu menjaga kesehatan dan semangat belajar para santri.
“Jika santri sehat lahir dan batin, insyaAllah semangat belajarnya akan semakin meningkat,” ujarnya.


Antusiasme Santri Warnai Rangkaian Kegiatan

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Acara diawali dengan senam cuci tangan bersama, dilanjutkan sarapan bergizi, serta minum tablet tambah darah serentak bagi remaja putri.

Para santri juga mendapatkan edukasi kesehatan tentang PHBS yang disampaikan oleh Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi, S.KM., M.Kes., dan materi pola gizi seimbang dari Dr. Novera Herdiani, S.KM., M.Kes. dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Acara dimoderatori oleh Irma Dian Permata, S.KM., M.Kes. dari PPPKMI (Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia) cabang Surabaya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan tenaga kesehatan, kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju generasi santri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Peringati Hari Santri 2025 Al Fithrah Selenggarakan Doa Bersama

Rabu (22/10) Peringatan Hari Santri tahun ini diselenggarakan dengan suasana berbeda di Al Fithrah Surabaya. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya tidak menyenangkan upacara hari santri.

“Tahun ini Kita menyelenggarakan peringatan hari santri dengan kemasan sederhana. Kita benar-benar menunjukkan identitas kita, sebagai santri Al Fithrah” Ungkap Kepala Pondok, Ust. Nashiruddin, M.Pd dalam  sambutan yang disampaikannya.

Iya, Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dilaksanakan di Masjid Al Fithrah. Acara yang dimulai pukul 06.30 WIB ini diisi dengan Tawasul, Istighotsah, Yasin dan Maulidurrasul SAW. Para ustadz senior diamanahi untuk mengisinya. Di antaranya ada Ust. H. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Hadori, S.Ud, Ust. H. Wahdy Alawy, S.Ud, Ust. H. Khoiruddin, S.Ud, dan Ust. H. Ridwan, S.Ud.

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dari semua unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Turut hadir peserta didik RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustho Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly Al Fithrah dan MDTJ Al Fithrah beserta guru-gurunya.

Agenda tahunan ini semakin istimewa dengan kehadiran putri-putri dari Hadratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al Ishaqy. Rawuhnya beliau adalah pelipur lara hati para santri Al Fithrah semuanya. Di momentum hari santri kali ini, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya turut menyumbang doa-doa terbaiknya.

Harapan untuk Santri Masa Depan

Peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’. Tema ini mengandung makna bahwa keberadaan para kiai dan santri memiliki peran yang penting dalam mengupayakan kemerdekaan bangsa.

“Tentunya dalam mengawal ini, di zaman sekarang ini, tentunya bukan mengawal dengan otot, melainkan mengawal dengan ilmu, dengan adab, dengan akhlak, dengan keterampilan, sehingga bisa menuju peradaban dunia” jelas Ust. Nashiruddin.

“Dalam konteks Al Fithrah, kita punya tanggung jawab, punya tugas untuk mengawal bagaimana cita-cita ini (ilmu agamanya menjadi teladan, ilmu umumnya tidak ketinggalan) terealisasikan” tambah Ustadz yang juga pernah menjabat sebagai kepala PDF Wustho Al Fithrah.

Di antara caranya, sebagaimana dituturkan beliau adalah dengan bersatulangkah searah seirama antar para asatidz dan santrinya.

Para perintis lembaga pendidikan pondok pesantren seluruh Indonesia memiliki cita-cita yang sama agar para santri menjadi bagian bagi warna cerah peradaban dunia. Waktu para kiai dihabiskan untuk memperhatikan para santrinya.

Siapa itu kiai? Mereka yang mampu bersabar. Mereka yang tidak ada waktu untuk istirahat, melainkan 24 jam mendoakan santrinya. Bukan berfoya-foya dengan memanfaatkan santrinya. Mereka mengamalkan hadits Nabi untuk senantiasa mengasihi seluruh makhluk-Nya.

“Santri harus punya dua tujuan; pertama, istifadah min ilmi al-ulama, mencari ilmunya para ulama; istifadhoh bi nuril ulama, menjadi corong lubernya ilmu dan keberkahan” jelas Ust. Wahdy

مَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ فَذَاكَ يُدْعَى عَظِيمًا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ

“Barang siapa berilmu, beramal, dan mengajarkan (ilmu), maka dia disebut sebagai orang yang agung di dalam kerajaan langit.” Musnad al-Firdaws karya ad-Daylamī dan Ihya karya Imam Ghozali

Contohnya adalah melaksanakan sholat sesegera mungkin setelah mengetahui keutamaan sholat adalah dilaksanakan pada awal waktunya.

Contoh nyata keberhasilan adalah Syaikh Syamsuddin. Beliau mampu ber-istifadhoh sebab keestuan ngajinya kepada guru. Syaikh Syamsuddin ngaji kepada Syaikh Abdul Karim dengan berjalan kaki dari Bangkalan ke Pamekasan setiap hari.

“Kebetulan pada hari ini, Beliau Nyai Siera En Nadia juga berulang tahun. Mudah-mudahan diberikan panjang umur, kesehatan dan keberkahan, sehingga senantiasa mendoakan panjenengan semua menjadi santri yang saleh dan salehah” tutup Ust. Wahdy diaminkan oleh seluruh santri.

“Mudah-mudahan seluruh santri Indonesia, khususnya santri Al Fithrah, mendapatkan siraman keberkahan dari para guru-guru” Ust. H. Wahdy Alawy, S.Ud.

Meningkatkan Kesejahteraan Santri

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan santri. Peringatan Hari Santri tahun ini diselenggarakan beberapa rangkaian terkait pelayanan kesehatan, baik untuk masyarakat di luar pesantren, maupun para santri.

Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah adakan acara bakti sosial sebagai bagian dari rangkaian acara hari santri. Bakti sosial pembersihan karang gigi ini diadakan pada 19 Oktober 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Poskestren Al Fithrah ini dikawal oleh Drg. Yolanda dan dr. Faradila, serta diikuti 50 warga sekitar pondok.

Selain itu, Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Cegah Stunting. Dalam kegiatan ini juga dilaksnakanan edukasi tentang kesehatan Perilaku Hidup Sehat (PHBS) untuk cegah stunting, edukasi kesehatan pola gizi seimbang bagi santri dan skrinning kesehatan santri.

Semoga momentum hari santri ini bukan sekadar doa bersama, melainkan juga menjadi batu pijakan agar para santri menjadi lebih baik lagi, senantiasa dalam rahmah, maghfiroh, dan ma’unah Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiiin