Majlis Ahad Kedua Bulan Muharram 1447 H (Bag. 2)

Silahkan share

Meneladani Ulama Pewaris Nabi

Di era penuh fitnah dan kemunculan berbagai aliran baru yang menyimpang dari jalan Rasulullah SAW, keberadaan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi mercusuar penuntun. Hal ini ditegaskan oleh Habib Musthofa Jamal Alaydrus yang mengutip sabda Rasulullah SAW mengenai perpecahan umat menjadi 73 golongan, di mana hanya satu yang selamat: mereka yang mengikuti jalan Nabi dan para Sahabatnya.

Habib Musthofa mengingatkan akan bahaya kelompok-kelompok seperti Syiah Rafidhah, Jahmiyah, Qadariyah, dan Jabariyah, yang menyimpang dari akidah yang benar. Ia juga mengutip Kitab Hasyiyah al-Sinwani yang menegaskan bahwa berbagai paham sesat termasuk dalam bid’ah muharromah (bid’ah yang diharamkan).

Dalam penjelasannya, Habib Musthofa merinci pembagian bid’ah menurut Syaikh Izzudin Ibnu Abdissalam: ada yang wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Contohnya, belajar ilmu Nahwu adalah bid’ah wajib karena menjadi sarana memahami syariat. Sesuai kaidah fikih:

ماَ لاَ يَتِمُ الْوَاجِبُ اِلَّا بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

Baca Juga  TPQ Al Fithrah Selenggarakan Penataran An Nahdliyah

“Sesuatu yang wajib dan tidak sempurna kecuali dengan sarana tertentu, maka sarana itu menjadi wajib.”

Sebaliknya, madzhab Jabariyah dan Qadariyah termasuk dalam bid’ah yang haram karena menyandarkan dosa dan kehendak manusia sepenuhnya kepada takdir, menghilangkan tanggung jawab pribadi.

Warisan Ahlussunnah wal Jama’ah

Ciri khas ulama Ahlussunnah wal Jama’ah adalah ilmu yang dalam, akhlak yang luhur, dan amal saleh yang tersembunyi dari riya. Mereka adalah pewaris Nabi yang tidak hanya menjaga syariat, tetapi juga memelihara umat dengan kasih sayang dan kebijaksanaan. Sebagaimana digambarkan oleh Imam al-Bushiri dalam Qasidah Burdah:

وَالْآلِ وَالصَّحْبِ ثُمَّ التَّابِعِيْنَ فَهُمْ   أَهْلُ التُّقَى وَالنَّقَا وَالْحِلْمِ وَالْكَرَمِ

“(Keridaan juga untuk) keluarga Nabi, para Sahabat, dan para Tabi’in; mereka adalah orang-orang bertakwa, berhati bersih, penuh kesabaran dan kemuliaan.”

Majlis Ahad Kedua Muharram 1447 H ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya berpegang teguh pada jalan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah—mereka yang mewarisi ilmu, akhlak, dan perjuangan Rasulullah Saw. serta para Sahabatnya.

Baca Juga  Silaturrahmi Kapolsek Kenjeran ke Ponpes. Al Fithrah

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk meneladani para pendahulu yang saleh. Aamiin.