Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Pesan Memanfaatkan Waktu Luang

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya berkomitmen mewujudkan generasi yang sholih dan sholihah, pandai bersyukur, ta’at kepada Allah SWT., ta’at kepada Rasulullah SAW., berbakti kepada kedua orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa. Hal ini tertulis dan menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Di antara bentuk ikhtiar baik ini adalah mengenalkan santri kepada sejarah. Di antara bentuk sejarah santri adalah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya. Secara berurutan tanggal penting dalam perjalanan Bangsa Indonesia di antaranya adalah 17 Agustus 1945, 22 Otober 1945, 10 November 1945.

Tanggal 22 Otober 1945 menjadi patut dikenang sebab menjadi titik awal perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan Indonesia, tepatnya persiapan menuju pertempuan 10 November di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945 ini KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan perintah Resolusi Jihad yang mewajibkan para santri untuk ikut dalam andil mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hari ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Peringatan Hari Santri 2026 dikemas dengan acara yang berbeda. Jika biasanya peringatan hari santri diisi dengan apel atau upacara, dua tahun terakhir ini Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisinya dengan Majlis Dzikir dan Maulidurrasul SAW, serta refleksi mengingat sejarah hari santri.

Acara yang diikuti semua santri dan guru dari mulai RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan diisi Tawasul, Isttighotsah dan Maulid fi Hubby. Dalam hal ini dipimpin secara bergilir oleh Ust. H. Hadlori, S.Ud, Ust. H. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Lukman Bahrowi, S.Ud, Ust. Ahmad Syathori, M.Fil.I dan Ust. Kholil Su’udi, S.Ud. Acara dilanjutkan dengan sambutan setelah Doa Maulid fi Hubby selesai dibacakan.

“Mudah-mudahan perkumpulan kita pada hari ini menjadi perkumpulan yang penuh dengan keberkahan. Menjadikan kita sebagai santri yang tidak pernah lepas identitasnya, hatta ilaa yaumil qiyamah” buka Ust. Ilyas Rahman, S.Ud dalam sambutannya mewakili Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

“Hari Santri ini Mari kita jadikan sebagai momen untuk meningkatkan kedisiplinan kita sebagai santri.  Kedisiplinan kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Kedisiplinan kita dalam menjalankan amaliah-amaliah Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” pesan beliau.

Pesan Untuk Terus Mengaji

Kewajiban untuk belajar adalah terus tertanam selagi nyawa masih dikandung badan. Menggunakan seluruh waktu untuk memupuk ilmu bukanlah hal tabu. Menyemai ilmu di usia senja juga tidak perlu malu. Sebab, ilmu dibutuhkan kapanpun, di mana pun dan dalam kondisi apapun.

Senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan sangat kuat kewajibannya bagi santri. Di usianya yang masih muda, Santri diharap menjadi agent of change menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

“Pada moment hari santri pada hari ini, Saya berpesan kepada panjenengan semua, khususnya kepada diri sendiri. Teruslah belajar. Teruslah mengaji. Teruslah mengisi waktu-waktu kosong dengan berdiskusi, dengan mengevaluasi, musyawarah, sebagaimana yang tertunag dalam Al-Mahfudlot, pesan dan tips yang diberikan oleh Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” pesan Ust. Ilyas Rahman, S.Ud.

“Mudah-mudahan panjenengan semua semakin meningkat menjadi pribadi yang penuh dengan kasih sayang, berakhlakul karimah, istikomah, tumakninah, baik dalam berkhidmah dan mencari barokah kepada para guru, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy” tutup beliau.

Refleksi Hari Santri 2026

Refleksi dalam agenda Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan di Masjid Al Fithrah Surabaya ini disampaikan oleh Ust. H. Khoiruddin, S.Ud. Beliau menyampaikan ada banyak hal yang perlu kita syukuri, di antaranya adalah menjadi santri.

“Tentu pada pagi hari ini, kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya kepada kita semua, dhahiran wa bathinan, sehingga hari ini kita bisa bersama-sama mensyukuri suatu nikmat Allah SWT, yang berupa peringatan Hari Santri pada pagi hari ini”

Semoga kaberkahan majlis ini Allah menambahkan kesemangatan kita dalam menuntut ilmu di masa yang akan datang. Menjadi santri adalah di antara nikmat besar, sebab kita dikehendaki baik oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT baik, maka Allah SWT akan memahamkannya dalam urusan agama” (HR Imam Bukhari (no. 71) dan HR Imam Muslim (no. 1037))

Tentu hal ini tidak akan berhasil, kalau kita tidak didasari dengan ilmu. Berdasar yang disampaikan Imam Syafi’i:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia berbekal ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia berbekal ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah ia berbekal ilmu.”

Untuk mencapai tujuan ilmi ini, Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy dalam Al-Malhudlot-nya mengatakan:

وَعَلَيْكَ بِالْمُوَاظَبَةِ وَالْمُدَاوَمَةِ فِي أَوْقَاتِ فَرَاغِكَ لِلْمُطَالَعَةِ وَالْمُرَاجَعَةِ وَالْمُذَاكَرَةِ وَالْمُشَاوَرَةِ عَلَى نَهْجِ التَّدْقِيقِ وَالتَّحْقِيقِ، مُسْتَعِينًا وَمُسْتَمِدًّا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ.

“Dan hendaklah engkau senantiasa tekun dan istiqamah pada waktu-waktu luangmu untuk menelaah, mengulang pelajaran, berdiskusi, dan bermusyawarah dengan menempuh metode yang cermat dan mendalam dalam meneliti serta memastikan kebenaran, seraya memohon pertolongan dan mengharap limpahan pertolongan dari Allah Swt.”

Kita tidak cukup mengandalkan ilmu. Maka Hadratusy Syaikh Romo KH Ahmad Asrori Al Ishaqy memberikan uswah, suritauladan, yakni Imtitsalul awamiri wa ijtinabun nawahi, melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

“Kami memohon kepada para ustadz dan ustadzah untuk membersamai adek-adek santri kegiatan wadzifah yaumiyah wal lailiyah. Sehingga menjadi sebab sa’idud dunya wa sa’idul akhiroh (kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat)” tutup beliau.

Acara selesai pukul 09.00 WIB dengan ditutup Doa Fatihah oleh Ust. H. Ridwan, S,Ud. Para asatidz dan asatidzah melanjutkan beramah tamah di Pendopo Al Fithrah, sementara para santri bisa membeli aneka makanan ringan hingga buku-buku bacaan menarik di stand-stand bazar yang diadakan oleh pengurus pondok.

Mengakhiri tulisan ini, Kami Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menyampaikan selamat hari santri 2026 dan Selamat Milad Nyai Seira En Nadia El Ishaqy, semoga panjang umur dan senantiasa dapat membimbing kami, serta semoga peringatan hari santri ini menjadi motivasi untuk menjadi santri yang lebih baik lagi.