AlFithrah

Amaliyah Mutih

Sekilas tentang amaliyah mutih

Setiap bulan Ramadhan, murid Ath Thoriqoh Al Qodiriyah wan Naqsyabandiyah Al Utsmaniyah melaksanakan mutih. Amaliyah ini dituntukan oleh Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy – Allahu yarhamuhuu – selaku mursyidnya.

Mutih adalah amaliah berupa tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berasal  dari makhluk yang bernyawa atau yang bahan campuran pembuatannya terdapat unsur hewani.

Tujuan amaliyah mutih

Tujuan utama mutih adalah untuk riyadhoh, mujahadah, taqliluth thoam (menyedikitkan makan) agar hawa nafsu bisa dikendalikan, semangat beribadah (Jawa: rikat) dan agar dibersihkan dari pengaruh-pengaruh makanan syubhat dan haram.

Oleh karenanya, perintah mutih dari guru Mursyid kepada murid lebih pada sisi menghasilkan kesempurnaan bagi murid. Jika dirasa bermanfaat kemudian ia meninggalkan, maka ia termasuk melakukan adab yang buruk (su’ul adab).

Pendapat Ulama mengenai amaliyah mutih

Menurut sebagian Sufi – dikutip oleh Syaikh Abdul Wahhab al-Syaraniy ra. dalam kitab al-Anwaru al-Qudsiyyah -, tiang penyangga pelaku tarekat ada empat;

  1. menahan rasa lapar,
  2. tidak banyak bergaul jika tidak ada manfaatnya (al-‘uzlah )
  3. bangun malam
  4. tidak berbicara jika tidak bermanfaat.

Kunci pokok dari ke-empat hal ini adalah rasa lapar.

Rasulullah Saw pernah bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setan mengalir pada diri anak cucu Adam mengikuti aliran darah. Maka, sempitkanlah semua jalan setan dengan (cara) lapar.” [HR. Ibnu Abi Dunya].

Syaikh Abdul Wahab al-Sya’raniy ra dalam karya beliau , yaitu al-Mizan al-Kubra menyebutkan beberapa syarat yang hendaknya dilakukan oleh penempuh jalan tarekat [baca; salik]. Satu di antara dari beberapa syarat tersebut adalah tidak mengonsumsi makanan yang mempunyai ruh/nyawa yang dalam tarekat kita dikenal dengan istilah mutih ini.

Waktu amaliyah mutih

Amaliyah mutih dimulai tanggal 21 Sya’ban bagi laki-laki dan tanggal 1 Ramadhan bagi perempuan. Pada tahun ini 21 Sya’ban bertepatan dengan tanggal 13 Maret 2023.

Sehingga mutih bagi laki-laki sudah dimulai sejak hari Senin malam Selasa 12 Maret 2023, tepat setelah azan Maghrib. Hal ini sesuai dengan pergantian hari pada kalender Hijriyah, di mana azan sebagai tanda masuknya hari baru.

Sementara mutih untuk perempuan menunggu diumumkannya tanggal 1 Ramadhan 1444 H..

Referensi

  1. Maklumat Amaliah Mutih PP Ath Thoriqoh
  2. Buletin Al Fithrah edisi 56

Pentingnya Niat Dalam Belajar

Di penghujung Februari hingga awal Maret 2023 santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah mendapat jatah liburan yang lumayan panjang. Liburan sebelum Haul Akbar Al Fithrah 2023 selama seminggu dan seminggu lagi setelah haul.

Santri memang baru pulang ke rumah pada hari minggu bakda Salat Dhuhur setelah haul berlansung. Hari-hari dalam seminggu menjelang haul santri ikut membantu menyiapkan hau sesuai dengan kemampuannya.

Setelah di rumah sejak tanggal 26 Februari 2023, minggu besok tanggal 5 Maret 2023 santri harus kembali ke pondok Al Fithrah Surabaya. Pengurus memberi tenggang waktu hingga sebelum Maghrib santri harus tiba di lokasi pondok, dan melaporkan kedatangannya pada pengurus.

Kembali dari liburan ada baiknya santri membarui niat. Mengingat setelah santri kembali akan langsung disambut dengan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap. Jangan sampai kembalinya mereka ke pondok, hanya berniat mengikuti UAS Genap saja.

Panduan niat dalam belajar.

Saking pentingnya niat dalam belajar, Syaikh al-Zarnuji menjadikannya bab tersendiri dalam kitab Ta’limu al-Muta’alim. Sebagai pengantar, beliau mengutip hadits Nabi Saw. bahwa suatu rutinitas bisa bernilai ibadah atau sebaliknya ditentukan oleh niat.

Masih dalam kitab yang sama, Syaikh al-Zarnuji memberikan panduan niat dalam belajar. Pertama, mengharap ridho Allah Swt.. Kedua, menghilangkan kebodohan dalam diri. Ketiga, melestarikan agama Islam. Keempat, mensyukuri nikmat berupa akal dan badan yang sehat. (Syarh Ta’limu al-Muta’alaim hlm. 10)

Berniat ulang ketika kembali ke pondok

Dari keterangan tersebut, kiranya penting bagi santri yang kembali ke pondok untuk berniat ulang sesuai dengan panduan Syaikh al-Zarnuji. Dimulai dengan meniatkan rutinitas belajar dan wadhifah untuk mensyukuri nikmat Allah Swt..

Selanjutnya, berniat belajar dan berwadhifah untuk melestarikan agama Islam, khususnya ajaran pengasuh Al Fithrah, Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy – Allahu yarhamuhuu -. Dan, menghilangkan kebodohan dalam diri.

Puncaknya, rutinitas belajar dan wadhifah diniatkan mendapat ridho Allah Swt. Dengan harapan, selama di pondok setelah liburan rutinitas santri berupa belajar ataupun wadhifah tak hanya berhenti di angka yang tertera dalam rapot atau laporan dari wali kelas.

Yang Perlu Diperhatikan Jama’ah Selama di Maktab

Di setiap penyelenggaraan Haul Akbar Al Fithrah, panitia selalu menyediakan tempat menginap bagi jama’ah yang hadir. Tugas ini ditangani oleh tim maktab. Di Haul Akbar Al Fithrah 2023, tim maktab telah menyediakan 837 rumah dengan kapasitas 16.305 orang.

Rumah-rumah itu merupakan milik warga di sekitar ponpes Al Fithrah. Beberapa rumah, baru dijadikan maktab di tahun ini. Adanya rumah-rumah baru ini tak lantas ada penambahan jumlah rumah yang bisa dijadikan maktab dari tahun-tahun sebelumnya.

Informasi dari tim maktab, ada beberapa rumah yang dulunya dijadikan maktab, tahun ini tidak bersedia lagi ditempati. Beberapa pemilik rumah beralasan bertambahnya jumlah keluarga, sehingga rumahnya tidak lagi bisa menjadi maktab.

Jama’ah yang tidak bisa menjaga kebersihan dan perilaku selama di maktab menjadi alasan lain pemilik rumah tidak bersedia lagi ditempati maktab. Untuk alasan ini, tentu jama’ah yang hendak menempati harus menjaga laku selama di maktab.

Adab bertamu

Dalam kitab Jami’u al-Jawaami’ juz 1 halaman 372, ada hadits Nabi Saw., yang artinya “Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka,”

Agar bertamu menghasilkan hal yang baik, tentu harus memperhatikan adab dalam bertamu. Di antara adab bertamu adalah, berpamitan pada pemilik rumah ketika hendak keluar rumah, duduk di selain tempat yang searah dengan kamar perempuan, dan menghindari memandang tempat keluarnya makanan. (Mughni al-Muhtaj, hlm. 412)

Bagi tamu yang menginap, hadits Nabi Saw. yang satu ini perlu diingat, “perjamuan untuk tamu itu sampai tiga hari, lebih dari itu, jamuan merupan sedekah, Tidak boleh bagi tamu untuk menginap di suatu rumah hingga ia menyusahkannya (pemilik rumah).” (Muwatha’, hlm. 335)

Menjadi tamu yang baik

Dari hadits dan maqalah di atas, poin penting dalam bertamu atau menginap di rumah seseorang adalah menjaga kenyamanan dan privasi tuan rumah beserta keluarganya. Hal ini terlepas dari ketidak nyamanan tamu karena laku tuan rumah. Sebagimana keterangan Ulama’, adab yang baik adalah tentang apa yang kita lakukan pada orang lain, bukan sebaliknya.

Semoga pemilik rumah yang dijadikan maktab dan jama’ah yang menginap di maktab sama mendapat keberkahan dan tercatat sebagai hamba yang saling memuliakan saudaranya

Info maktab Haul Akbar: http://alkhidmah.or.id/maktab

Kebersihan Lokasi Haul: Tanggung Jawab Bersama

Menyambut Haul Akbar Al Fithrah 2023, tim kebersihan telah menyiapkan cukup banyak tong sampah. Pada haul edisi ini, tim kebersihan terdiri santri, Ukhsafi, dan Copler Community harus berkhidmah ekstra.

Haul terakhir diselenggarakan dalam skala besar di tahun 2019. 3 tahun kerinduan menghadiri haul tentu akan menimbulkan membludaknya jama’ah yang hadir. Yang juga berarti akan banyak sekali sampah yang bakal menumpuk.

Masih menjadi PR yang belum terpecahkan, menumbuhkan kesadaran para jama’ah yang menghadiri haul, majlis dzikir atau semacamnya untuk ikut andil menjaga kebersihan baik ketika di lokasi haul maupun ketika meninggalkan lokasi haul. Padahal, seruan untuk menjaga kebersihan sudah sering didengungkan lewat pengeras suara atau poster yang ditempel di sekitar lokasi haul.

Agak ironis memang, kehadiran para jama’ah mengikuti haul, majlis dzikir atau semacamnya di antaranya menyucikan hati yang merupakan kebersihan rohani. Tapi, di saat yang sama tidak memperhatikan kebersihan jasmani, yakni kebersihan lokasi haul.

Dalil menjaga kebersihan

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menyinggung tentang kebersihan. Baik itu kebersihan secara jasmani ataupun rohani. Diantaranya surat al-Baqarah ayat 222 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat, dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin juz 1 halaman 125 disebutkan hadits Nabi Saw yang artinya, “pembuka sholat adalah kesucian.” Dalam kitab al-Adabu al-Islamiyyah juz 1 halaman 25 disebutkan bahwa menjaga kebersihan merupakan pokok segala hal yang baik.

Ikut berkhidmah menjaga kebersihan lokasi majlis

Dari dalil-dalil tersebut bisa disimpulkan, dalam beribadah kehadirat Allah Swt. badan, pakaian dan tempat yang akan kita gunakan dituntut untuk bersih lagi suci. Hadirnya para jama’ah dalam haul, majlis dzikir atau semacamnya tentu merupakan wujud beribadah kepada Allah Swt. Oleh sebab itu kebersihan lokasi ibadah tentunya bukan hanya tanggung jawab  panitia saja.

Panitia sudah berkhidmah menyediakan tempat yang bersih bagi jama’ah. Semua jama’ah yang hadir pun bisa ikut andil dalam berkhidmah menjaga lokasi haul tetap bersih selama haul, terlebih setelah haul. Setidaknya jama’ah bisa berkhidmah membuang sampah alas, dan bungkus makanan masing-masing ke tempat yang sudah disediakan. Semoga keikut sertaan jama’ah berkhidmah menjaga kebersihan lokasi majlis menambah catatan amal baik.

Kesiapan Panitia Jelang Haul Akbar Al Fithrah 2023

Empat hari lagi, sepanjang jalan Kedinding Lor akan dipenuhi jama’ah yang menghadiri Haul Akbar Al Fithrah 2023. Panitia yang terdiri dari Jama’ah Al Khidmah, santri Al Fithrah, Ukhsafi, Copler Community, dan warga sekitar pondok Al Fithrah semakin sibuk di bidangnya masing-masing.

Setelah tenda utama berdiri, tim dekorasi, panggung dan listrik langsung beraksi. Lebih dari sebulan yang lalu tim dekorasi dan listrik sudah menyiapkan segala kebutuhan mereka. Kabel-kabel yang akan dipergunakan untuk Haul Akbar Al Fithrah 2023, sudah diperiksa ulang oleh tim listrik jauh-jauh hari. Tim dekorasi sudah sibuk membuat dan mengecat dekorasi utama dalam haul tahun ini.

Tak hanya dua tim itu, tim-tim lain pun berkhidmah secara totalitas sesuai bidangnya dalam menyambut haul yang telah dirintis oleh Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy – Allahu yarhamuhuu -.

Dilansir dari ig @alwavamedia, tim maktab telah menyiapkan 837 rumah berkapasitas 16.305 orang untuk menyambut para jama’ah yang akan hadir dalam haul ini. Lebih dari sebulan tim maktab sudah bertamu dari rumah ke rumah warga sekitar pondok untuk menanyakan kesediaan ditempati jama’ah yang akan menghdiri Haul Akbar Al Fithrah 2023.

Dari tim pengairan dan kamar mandi, sudah menyiapkan kamar mandi permanen dan darurat. Mengingat jumlah jama’ah yang hadir akan membludak, tim pengairan juga menyiapkan sumber air dan penampungnya yang semoga mencukupi kebutuhan para jama’ah.

Tim kebersihan yang beranggotakan puluhan santri telah menyiapkan puluhan tempat sampah. Lazim diketahui, sampah yang tercecer sembarangan masih menjadi PR bagi panitia penyelenggara haul dan majlis dzikir. Menghadapi kenyataan itu, tim kebersihan punya tugas penting dalam berkhidmah menjaga kebersihan sebelum, ketika, dan sesudah haul.

Tim Kesehatan mengadakan Pelatihan Basic Support Life diadakan oleh telah disiapkan tim maktab untuk menyiapkan anggotanya dalam berkhidmah pada jama’ah yang menghadiri haul ini. Tim Kesehatan juga telah menyiapkan 22 titik posko Kesehatan dan 8 mobil ambulan.

41 pembaca dan 20 penerbang sudah berkali-kali melakukan latihan dalam menyambut haul tahun ini. Mereka punya peran yang sangat vital karena nyaris 50% rangkaian inti acara haul akbar tak lepas dari keterlibatan mereka.

Sejak panggung mulai dipasang, tim dapur sudah menyediakan makan talaman bagi tim yang berkhidmah. Selain tim dapur utama yang berlokasi di dapur ponpes Al Fithrah, nantinya akan beberapa pos dapur dari Jama’ah Al Khidmah. Stok bahan makanan dari jama’ah maupun masyarakat umumpun sudah mulai berdatangan.

Al Wava selaku tim dokumentasi ponpes Al Fithrah dan Jama’ah Al Khidmah, akan menurunkan 90 orang untuk berkhidmah mendokumentasikan dan menyiarkan haul tahun ini. Foto dan video pra Haul Akbar 2023 bahkan sudah bisa dinikmati oleh para jama’ah lewat ig @alwavamedia dan chanel youtube al wava tv.

Seperti pada haul sebelumnya, pada tahun ini panitia juga membuka khidmah bantuan dana Haul Akbar Al Fithrah 2023. Bagi Jama’ah yang memiliki kelebihan rizki bisa menyalurkan khidmahnya via transfer melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), kode bank 451, No. Rek. 7150432396, a.n Haul Akbar Al Fithrah. Atau jama’ah juga bisa menyalurkan khidmahnya lewat kode QRIS di bawah ini.

Untuk konformasi dan informasi penyaluran khidmah Haul Akbar 2023, jama’ah bisa menghubungi wa.me/6285799334624 a.n. Ust. Irwanto dan wa.me/6285259784448 a.n. Fitri (UPZ).

Semoga Haul Akbar Al Fithrah 2023 terlaksana tanpa kendala yang berarti dan para panitia diberikan kemudahan dalam menjalan tugas sesuai posnya masing-masing.