Agenda

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Peringati Milad Ke-40 bersamaan dengan HUT Ke-81 Republik Indonesia

Ada nuansa berbeda pada peringatan HUT Ke-81 RI di Al Fithrah Surabaya kali ini. Pada hari yang sama, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah juga melaksanakan seremonial perayaan Milad Ke-40 tahunnya.

Para santri dari semua jenjang di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya turut hadir dalam pelaksanaan upacara bendera di lapangan Al Fithrah. Tampak hadir juga para Tenaga Pendidik dan Kependidikan mulai dari RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDTJ Al Fithrah.

Mereka terlihat antusias memperingati Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia. Tim Paskibraka Al Fithrah dengan tenang menyuguhkan formasi indah 81 TH ketika prosesi pengibaran bendera. Mereka telah berlatih siang malam dalam sebulan terakhir ini untuk kesuksesan pengibaran sangsaka merah putih di Peringatan HUT Ke-81 RI di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Menjadi Santri yang Merdeka

“Hari kemerdekaan bukan sekedar momentum untuk mengenang masa lalu. Kemerdekaan adalah suatu amanah. Para pahlawan telah memberikan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa mereka untuk kemerdekaan. Maka tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan ilmu, dengan akhlak, dengan kerja keras, persatuan dan pengabdian” Kata Ust. Nashirudin, M.Pd dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara 17 Agustus 2026 di lapangan Al Fithrah.

“Seorang santri tidak akan menjadi manusia yang merdeka, apabila dirinya masih dikuasai oleh kemalasan, dikuasai oleh hawa nafsu, dikuasai oleh keinginan yang tidak terkendali. Karena itu, kemerdekaan seorang santri ialah ketika ia mampu menjadikan dirinya dan mengarahkannya taat kepada Allah SWT, disiplin dalam sholat, bersungguh-sungguh dalam belajar, taat kepada guru, mentaati aturan, menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap amanah. Semua itu adalah latihan menjadi santri yang merdeka dan bertanggung jawab” imbuhnya.

Upacara selesai tepat pada pukul 08.00 WIB dan acara dilanjutkan dengan sowan kepada Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Bagi kami, momentum HUT RI adalah juga harinya Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Beliau -dalam riwayat yang masyhur-, lahir pada 17 Agustus 1950 M dan wafat pada hari Selasa, 18 Agustus 2009 M. Sehingga, momentum Hari Kemerdekaan adalah juga mement haulnya guru kami.

Memperingati Milad Ke-40 Al Fithrah

Setelah sowan Hadratusy Syaikh, acara dilanjutkan dengan seremonial peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah yang berpusat di Masjid Al Fithrah. Acara dimulai dengan Tawasul Al Fatihah dan Pembacaan Maulid Ad-Diba’i, serta dilanjutkan dengan sambutan dan Mau’idotul hasanah.

Sambutan mewakili Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya disampaikan oleh Ust. Ilyas Rohman, S.Ud. Beliau menyampaikan bahwa 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. 40 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, doa, kesabaran dan keikhlasan dari pendiri, khususnya Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.

“Oleh sebab itu, Peringatan Milad Ke-40 ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebuah perayaan bertambahnya usia, namun lebih dari itu, Milad Ke-40 ini adalah sebuah moment untuk bermuhasabah, introspeksi diri, memperkuat rasa syukur, dan meneguhkan kembali komitmen kita meneruskan perjuangan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy” tutur Ust. Ilyas.

“Pada moment Milad Ke-40 ini ada hal yang bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing; ‘Apa dan sudah sejauh mana kita memberikan manfaat kepada lembaga ini.  Bukan hanya apa yang telah kita terima dari pondok, tetapi juga apa yang telah kita berikan untuk keberlangsungan dan kemajuan pondok’” tambah beliau

Dengan menghadapi perkembangan zaman ini, Al Fithrah harus mampu menyesuaikan dan menyelesaikan tantangan zaman, tapi juga harus tetap dalam tradisi luhur para masyakhih. Sesuai prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah.

“Dalam moment Milad ke-40 pada siang ini, Jadilah santri yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat, berkarakter dalam berakhlakul karimah dan adab. Hormati para guru, para masyayikh, para ketua kamar, para pengurus yang lebih tua. Serta bagi yang lebih tua, hendaknya mengayomi menyayangi adek-adeknya yang lebih muda. Muliakan orang tua kalian. Senantiasa menanamkan nilai-nilai Al Fithrah dalam hati kalian dan manfaatkan waktu selama berada di pondok untuk menuntut ilmu dan membentuk kepribadian. Ingat, kalian semua membawa amanah dari rumah masing-masing” pesan beliau

Mengembalikan Semangat Khidmah

Mauidhotul hasanah dalam peringatan Milad Ke-40 Al Fithrah disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Mengawali mauidohnya, Ustad Wahdi mendoakan agar para guru, para ustad dan ustadzah diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir batih untuk menjaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Tak lupa, beliau mendoakan para santri agar menjadi orang-orang yang diorangkan oleh orang lain. Menjadi orang mulia dan dimuliakan oleh orang lain. Salah satu kuncinya adalah dengan berkhidmah kepada orang yang mulia.

الخَادِمُ يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمَخْدُوْمِ

“Pembantu itu akan menjadi mulia, sebab kemuliaan orang yang dilayani” jelas Ust. Wahdi menyampaikan penjelasan yang disampaikan ulama-ulama shufiyah.

Khidmah di pesantren di antaranya adalah dengan melaksanakan sholat berjamaah dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Beliau juga menyampaikan bahwa usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk menjadi lebih baik lagi. Disebutkan dalam sebuah ayat Al-Qur’an :

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan ketika dia (Musa) telah dewasa dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Qashash [28]: 14)

Sebelum mengakhiri mauidohnya, Ust. Wahdi menghadiahkan sebuah syair untuk Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Beliau menamainya Sab’ul Wasaith li nail matholib Tujuh syair untuk mendapatkan apa yang dicari. Tapi kemudian disempurnakan dengan menambahkan dua syair. Berikut bait syairnya:

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَفَاعَةِ الْهَادِي مُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِبَرَكَةِ السُّلْطَانِ الْجِيلَانِي

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِشَيْخِنَا عُثْمَانَ قُدْوَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِأَحْمَدَ أَسْرَارِي مُرْشِدِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِحُضُورِ الْمَجْمَعِ وَخِدْمَتِنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا# بِالْقُرْبِ فِيهِ وَشَهِدْنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # مَا أَذْرَفَتِ الْعُيُونُ دُمُوعَنَا

يَا مَوْلَانَا اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِصَلَاةٍ مِنْكَ طَهَ الْأَمِينَ

يَا مَوْلَايَ اسْتَجِبْ دُعَانَا # بِالْآلِ وَالْأَصْحَابِ وَالتَّابِعِينَ

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan syafaat Al-Hadi, Nabi kami Muhammad ﷺ.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan Sultan Auliya Al-Jilani.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (berkah) guru kami, Syaikh Utsman, teladan kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan (keberkahan) SyaikhAhmad Asrori, pembimbing kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kehadiran dalam majelis dan pengabdian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan kedekatan di dalamnya dan kesaksian kami.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, ketika mata kami meneteskan air mata.

Wahai Tuhan kami, kabulkanlah doa kami, dengan shalawat dari-Mu kepada Thaha Al-Amin ﷺ.

Wahai Tuhanku, kabulkanlah doa kami, dengan keberkahan keluarga, para sahabat, dan para tabi’in.

Selamat memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia, serta Selamat Sukses Milad Ke-40 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Semoga senantiasa guyub rukun dan istiqomah dalam perjuangan. Aamiiin

Haul Akbar Al Fithrah Semarang: Digagas Berasas Takwa

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Meteseh Semarang kembali menyelenggarakan Haul Akbar Al Fithrah yang menjadi agenda tahunan setiap Ahad pagi ketiga bulan Shafar. Tahun ini, kegiatan berlangsung pada Ahad, 2 Agustus 2026 M, dan dihadiri ribuan jamaah Al Khidmah dari berbagai daerah di Indonesia.

Haul Akbar bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum mempererat ukhuwah, memperkuat kecintaan kepada para ulama, serta menghidupkan syiar dzikir dan shalawat yang telah diwariskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Meteseh memiliki sejarah yang sangat penting dalam perjalanan dakwah beliau. Di tempat inilah Perkumpulan Jamaah Al Khidmah dideklarasikan sebagai wadah untuk menghimpun umat dalam majelis dzikir, shalawat, dan mahabbah kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.

Berlokasi di Jalan Prof. Soeharso No. 99, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, pondok pesantren yang berdiri di kawasan perbukitan ini secara istiqamah menyelenggarakan Majelis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani setiap malam sebelas bulan Hijriah. Tradisi tersebut menjadi salah satu warisan dakwah Hadratusy Syaikh yang hingga kini terus hidup dan berkembang.

Persiapan Matang Demi Khidmah kepada Jamaah

Kesuksesan penyelenggaraan Haul Akbar tidak lepas dari kerja keras panitia bersama masyarakat sekitar. Sejak jauh hari, berbagai persiapan dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada seluruh jamaah yang hadir.

Perbaikan fasilitas pondok, perluasan area parkir, penataan dekorasi, hingga penyediaan konsumsi dipersiapkan dengan penuh semangat khidmah.

Masyarakat sekitar pondok pun turut berpartisipasi dengan membuka rumah mereka sebagai tempat singgah bagi jamaah dari luar kota maupun luar provinsi yang telah hadir sejak malam Ahad.

Berdasarkan data Panitia Maktab, terdapat 111 rumah warga yang siap menampung jamaah. Rumah-rumah tersebut terbagi dalam lima sektor dengan kapasitas mencapai 4.529 orang, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan persaudaraan yang telah lama menjadi ciri khas Jamaah Al Khidmah.

Mewakili panitia, Jamaah Al Khidmah, dan Keluarga Ndalem, H. Amir Mahmud, S.Sos., M.T. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Haul Akbar tahun ini.

“Semoga perkumpulan ini senantiasa dijaga oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā sehingga acara ini terus terselenggara hingga hari kiamat.”

Sementara itu, sambutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Gunawan Sudharsono, S.E., S.H., M.Si. Beliau menegaskan pentingnya pesantren sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa.

“Pesantren merupakan pusat pendidikan karakter yang membentuk generasi beriman, berakhlak mulia, memiliki moralitas yang tinggi, serta mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.”

Haul Menjadi Momentum Berbakti kepada Orang Tua

Mau’idhah hasanah disampaikan oleh KH. Muhammad Husni Mubarok, M.Ag. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk memahami bahwa kehadiran dalam haul bukan sekadar menghadiri sebuah acara, melainkan memperkuat mahabbah kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, para ulama, serta memperbanyak dzikir dan shalawat.

Beliau mengingatkan bahwa setiap majelis dzikir mendapatkan perhatian dari para malaikat Allah SWT.

Kemudian beliau menyampaikan sebuah atsar dari Ka’b al-Aḥbār:

لَوْ أَنَّ ثَوَابَ مَجَالِسِ الْعُلَمَاءِ بَدَا لِلنَّاسِ لَاقْتَتَلُوا عَلَيْهِ بِالسُّيُوفِ، حَتَّى يَتْرُكَ كُلُّ ذِي إِمَارَةٍ إِمَارَتَهُ، وَكُلُّ ذِي سُوقٍ سُوقَهُ

“Seandainya pahala menghadiri majelis para ulama tampak nyata bagi manusia, niscaya mereka akan saling memperebutkannya dengan pedang, hingga setiap pemegang kekuasaan meninggalkan kekuasaannya dan setiap pedagang meninggalkan pasar serta perdagangannya.”

Beliau juga mengingatkan bahwa salah satu tujuan utama menghadiri haul ialah memohon ampunan Allah SWT bagi diri sendiri dan kedua orang tua.

“Tidaklah seseorang keluar dari majelis ini kecuali dengan harapan dosa-dosanya dan dosa kedua orang tuanya diampuni oleh Allah SWT. Semoga siapa pun yang sedang mengalami kesulitan diberikan kemudahan oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.”

Sebagai penguat, beliau mengutip hadis Nabi ﷺ:

أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا، ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ

“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau menambahkan bahwa bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka wafat. Justru setelah wafat, salah satu bentuk bakti yang paling utama adalah senantiasa mendoakan mereka. Karena itu, hakikat haul adalah menghadiahkan doa dan memohon rahmat Allah SWT untuk kedua orang tua serta para guru dan masyayikh.

Digagas Berasas Takwa, Bukan Kepentingan Dunia

Sejak awal berdirinya, Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy telah menegaskan bahwa Jamaah Al Khidmah bukanlah organisasi politik maupun wadah kepentingan duniawi. Jamaah Al Khidmah dibentuk sebagai sarana berkumpulnya umat Islam untuk berdzikir kepada Allah SWT, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan para ulama.

Landasan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpegangteguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, serta janganlah bercerai-berai.”
(QS. Āli ‘Imrān: 103)

Persatuan yang diperintahkan dalam ayat ini adalah persatuan yang dibangun di atas Al-Qur’an, Sunnah, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَجْمَعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلَالَةٍ، وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ

“Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku di atas kesesatan, dan pertolongan Allah bersama jamaah.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2167)

Keutamaan berkumpul dalam majelis ibadah juga ditegaskan dalam hadis sahih:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.”
(HR. Muslim no. 2699)

Imam al-Ghazali dalam Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn juga menjelaskan:

الْمُجَالَسَةُ مَعَ أَهْلِ الدِّينِ تُورِثُ زِيَادَةَ الْإِيمَانِ.

“Duduk bersama orang-orang yang taat kepada agama akan menambah keimanan.”

Karena itu, tujuan utama menghadiri majelis-majelis Al Khidmah adalah menyambungkan hati dengan Allah SWT melalui perantara kecintaan kepada Rasulullah SAW, para ulama, dan orang-orang saleh. Dengan fondasi takwa inilah Jamaah Al Khidmah terus menjaga istiqamah sebagai majelis dzikir, majelis ilmu, dan majelis yang menguatkan ukhuwah Islamiyah lintas daerah hingga hari ini.

Guyub, Rukun, Istiqamah: Tiga Pesan Utama HUT Ke-17 UCC di Al Fithrah Gresik

GRESIK – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang terletak di Jln Lingkar Selatan Desa Kembangan 99, Kebomas, Gresik pada Sabtu malam Ahad, 18 Juli 2026. Ribuan jamaah, keluarga besar Ukhsafi Copler Community (UCC), Jamaah Al Khidmah, para habaib, kiai, dan masyarakat berkumpul dalam Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Ukhsafi Copler Community (UCC).

Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan UCC selama 17 tahun sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan yang dibangun di atas kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Acara diisi dengan pembacaan Tawasul Fatihah, Surat Yasin, Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jilany, Maulidurrasul SAW, mauidhoh hasanah, serta doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan seluruh anggota UCC, para masyayikh, dan kaum muslimin.

Syukur atas Usia Ke-17, Perkuat Ukhuwah karena Allah

Dalam sambutannya yang mewakili Jamaah Al Khidmah, panitia HUT UCC, dan Keluarga Ndalem, KH. Muhammad Husni Mubarok menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-17 UCC.

Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh anggota UCC seraya mendoakan agar kebersamaan yang telah terjalin semakin kuat.

“Selamat ulang tahun untuk teman-teman semuanya. Semoga semakin guyub, semakin rukun, semakin kompak. Yang sudah waktunya menikah, semoga Allah segera memberikan jodoh terbaik.”

Beliau juga mengajak seluruh anggota UCC agar terus istiqamah mengamalkan ajaran Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy serta menjaga niat dalam berorganisasi semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Menurut beliau, lahirnya UCC patut disyukuri melalui amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, membaca manaqib, dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.

“Semoga tidak ada yang keluar dari tempat ini kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya,” doa beliau yang diamini seluruh jamaah.

KH. Muhammad Husni Mubarok juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara selama berminggu-minggu hingga berlangsung dengan lancar.

Beliau berharap seluruh anggota diberikan umur panjang sehingga dapat kembali dipertemukan pada HUT UCC ke-18 tahun 2027.

Persaudaraan karena Takwa Tidak Akan Terputus

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula pesan penting mengenai hakikat persaudaraan dalam Islam.

Mengutip firman Allah SWT:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf ayat 67).

Pesan ini menjadi pengingat bahwa hubungan duniawi akan berakhir, sedangkan persaudaraan yang dibangun karena ketakwaan akan tetap membawa keberkahan hingga akhirat.

Semangat inilah yang menjadi ruh berdirinya UCC, yakni membangun persahabatan tanpa memandang latar belakang. Ada anggota yang pernah mondok maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, namun semuanya dipersatukan oleh kecintaan kepada Allah, Rasulullah SAW, para ulama, serta keinginan untuk terus memperbaiki diri.

Para jamaah juga diajak untuk senantiasa menjaga kekompakan dan persatuan karena rahmat Allah SWT senantiasa turun kepada orang-orang yang hidup dalam kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan sejumlah agenda besar Jamaah Al Khidmah yang akan datang, di antaranya:

  • Haul Akbar Al Fithrah Semarang pada 2 Agustus 2026.
  • Haul Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy di Masjid Al Fithrah Kepanjen, Malang pada Jum’at malam, 14 Agustus 2026.
  • Haul KH. Afifi dan KH. Ali Afifi pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Jamaah turut memanjatkan doa untuk kesembuhan Ketua Umum Pengurus Jamaah Al Khidmah, H. Muhammad Uripan, agar segera dianugerahi kesehatan dan dapat kembali berkhidmah bersama jamaah.

Mauidhoh Hasanah: Taubat Membuka Jalan Kemuliaan

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Habib Abas bin Abu Bakar Al-Haddad dari Tegal, Jawa Tengah.

Beliau mengajak jamaah agar senantiasa memuliakan Rasulullah SAW, para ulama, dan para kiai sebagai penyambung risalah Nabi Muhammad SAW.

Habib Abas juga mendoakan agar seluruh ulama, habaib, kiai, serta para ustaz diberikan umur panjang, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan dakwah.

Tak lupa beliau turut mendoakan seluruh jamaah.

“Semoga yang belum mendapatkan jodoh segera dipertemukan dengan pasangan terbaik. Yang sudah berumah tangga semoga Allah menambahkan mawaddah, rahmah, dan sakinah.”

Dalam tausiyahnya, beliau mengisahkan perjalanan hidup Imam Fudhail bin Iyadh yang diringkas dari Kitab Hilyatul Auliya’.

Dikisahkan bahwa sebelum menjadi seorang ulama besar, Fudhail bin Iyadh dikenal sebagai seorang yang sangat disegani karena keburukannya. Namun ketika hendak menemui kekasihnya pada suatu malam, beliau mendengar firman Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 16:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

Seketika beliau berkata, “Qad āna (sudah saatnya).”

Ayat tersebut menjadi titik balik kehidupannya hingga beliau bertaubat, berangkat ke Makkah, menuntut ilmu, dan akhirnya menjadi salah satu ulama besar yang dikenang sepanjang sejarah.

Habib Abas juga menjelaskan adab berdoa sebagaimana diajarkan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, yakni menghadapkan hati kepada Allah SWT serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai wasilah dalam memohon kepada-Nya.

Beliau mengutip sejumlah atsar dan pendapat ulama, di antaranya dari Imam Makruf Al-Karkhi sebagaimana dinukil dalam I’anatut Thalibin:

مَنْ هَيَّأَ طَعَامًا لِأَجْلِ قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَمَعَ إِخْوَانًا، وَأَوْقَدَ سِرَاجًا، وَلَبِسَ جَدِيدًا، وَتَبَخَّرَ، وَتَعَطَّرَ تَعْظِيمًا لِمَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَشَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الْفِرْقَةِ الْأُولَى مِنَ النَّبِيِّينَ، وَكَانَ فِي أَعْلَى عِلِّيِّينَ.

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin).”

Acara ditutup dengan doa bersama agar UCC senantiasa mendapatkan keberkahan di usianya yang ke-17, diberikan kekuatan untuk terus istiqamah dalam kebaikan, serta menjadi wadah persaudaraan yang semakin kokoh karena Allah SWT.

Semoga seluruh jamaah yang hadir memperoleh ampunan dosa, diangkat derajatnya, dimudahkan segala urusannya, serta senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

MUKERTA PDF Ulya Al Fithrah 2026: Perkuat Khidmah dan Bangun Manajemen Pendidikan yang Profesional

Musyawarah Kerja Tahunan (MUKERTA) PDF Ulya Al Fithrah Surabaya Tahun Pelajaran 2026–2027 M sukses diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 26–27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan PDF Ulya Al Fithrah Surabaya.

Mengusung tema “Menguatkan Khidmah, Menegakkan Nilai Salaf, Membangun Manajemen Pendidikan yang Profesional, Inspiratif dan Berintegrasi”, kegiatan hari pertama dilaksanakan di Auditorium Al Fithrah, sedangkan hari kedua bertempat di Gedung Timur Lantai 5. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) PDF Ulya Al Fithrah Surabaya mengikuti agenda ini dengan penuh khidmat dan antusias.

Evaluasi Program dan Penguatan Komitmen Khidmah

Rangkaian acara diawali dengan seremonial keagamaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana serta evaluasi program tahunan yang disampaikan langsung oleh Kepala PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, Ust. H. Nashiruddin, M.M.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada para khuddam (pendidik dan tenaga kependidikan) yang telah dengan penuh amanah dan tanggung jawab mengawal seluruh proses pembelajaran di PDF Ulya Al Fithrah Surabaya.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang terbagi menjadi beberapa kelompok, meliputi:

  • Mata pelajaran agama Imtihan Wathoni (IW)
  • Mata pelajaran agama non-IW
  • Mata pelajaran umum dan bahasa
  • Mata pelajaran sorogan
  • Mata pelajaran Al-Qur’an
  • Mata pelajaran Gramatika Arab

Di penghujung kegiatan hari pertama, Wakil Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ust. Ilyas Rahman, M.Ag, hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap tata kelola lembaga.

Beliau mengapresiasi transparansi laporan keuangan yang disampaikan oleh Pengurus PDF Ulya Al Fithrah.

“Kami memberi nilai 9 dari 10.”

Beliau juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.

“Setiap kegiatan yang melibatkan dana yang diterima dari pemerintah, harus dilakukan audit secara internal terlebih dahulu.”

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Tata Kelola yang Baik

Memasuki hari kedua yang dilaksanakan di Gedung Timur Lantai 5, acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala PDF Ulya Al Fithrah Surabaya, Ust. Nashiruddin, M.M.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan semangat pengabdian, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang profesional.

“Pendidikan yang baik bukan hanya membutuhkan semangat khidmah pendidiknya, melainkan juga tata kelola yang baik juga, sehingga tercapai tujuan pendidikan dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy.”

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ust. Nashiruddin, S.Ud., M.Pd.I.

Beliau mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Pondok hanya merumuskan, selebihnya amanah dan tanggung jawab adalah konsekuensi yang harus dihadirkan oleh diri sendiri.”

Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan di lingkungan Al Fithrah tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

“Pendidikan di Al Fithrah ini tidak hanya di kelas, melainkan juga dalam wadhifah keseharian santri dalam bentuk pendidikan karakter, serta dalam kegiatan syiar yang berhubungan dengan masyarakat.”

Seminar Metode Mengajar dan Apresiasi bagi Pendidik

Sesi selanjutnya diisi dengan seminar metode mengajar yang disampaikan oleh Drs. H. Miftahul Jinan, Lc, dari Griya Parenting Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Pengasuh Pondok Modern Al-Firdaus.

Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa mendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kepada peserta didik. Beliau mengilustrasikan hal tersebut melalui kisah tiga orang tukang sapu.

Tukang sapu pertama bekerja hanya sebagai rutinitas. Tukang sapu kedua memiliki motivasi membersihkan lingkungan. Sementara tukang sapu ketiga merasa pekerjaannya mulia karena merupakan amanah dari kepala daerah agar kotanya memperoleh penghargaan Adipura sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Menurut beliau, tukang sapu ketiga akan menjalankan tugasnya dengan kualitas yang jauh lebih maksimal karena memahami makna di balik pekerjaannya.

Beliau juga menekankan bahwa seorang pendidik harus memiliki bonding (kedekatan emosional) dengan murid agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterima secara utuh.

Setidaknya terdapat empat ciri seorang pendidik yang memiliki bonding yang baik dengan peserta didiknya, yaitu:

  • Murid merasa aman.
  • Murid merasa dicintai.
  • Murid merasa penting.
  • Murid merasa diterima.

Seluruh pendidik PDF Ulya Al Fithrah Surabaya tampak mengikuti seminar dengan penuh perhatian dan antusias.

Sebagai penutup rangkaian MUKERTA, panitia menyampaikan raport evaluasi pendidik sekaligus memberikan penghargaan kepada para pendidik terbaik dalam aspek kedisiplinan, keteladanan, dan keaktifan.

Melalui Musyawarah Kerja Tahunan (MUKERTA) Tahun Pelajaran 2026–2027 ini, diharapkan seluruh hasil evaluasi dan perencanaan mampu menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat nilai-nilai salaf, serta menghadirkan tata kelola lembaga yang semakin profesional, inspiratif, dan berintegrasi demi kemaslahatan santri maupun lembaga.

Semoga acara ini dapat membawa manfaat perubahan ke arah kebaikan, baik kepada santri maupun lembaga. Aamiiin.

Rapat Khidmah Pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya selenggarakan rapat khidmah pengurus. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Timur Lantai 5  ini diikuti oleh semua jajaran tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Nampak hadir dalam rapat khidmah ini para pendidikan dan tenaga kependidikan dari tingkat RA Al Fithrah, MI Al Fithrah, PDF Wustha Al Fithrah, PDF Ulya Al Fithrah, Ma’had Aly dan MDT Jami’ah Al Fithrah.

Rapat khidmah yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka dengan bacaan Tawasul, Istighotsah, Maulid dan Doa fi hubby. Dalam hal ini dipimpin oleh Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Khoiruddin, S.Ud, Ust. H. Hadori, S.Ud, Ust. Syirojul Munir, S.Ud, dan Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I.

Mewujudkan Cita-Cita Besar

Sambutan oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan oleh Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa dalam rapat khidmah ini akan disusun rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. “Besar harapan kami terhadap doa, dukungan dan arahan panjenengan semua” kata beliau.

Beliau mengingatkan kembali tentang cita-cita besar dan harapan Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy terhadap Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

“Pondok pesantren ini perlu dikelola secara profesional, sehingga masyarakat melihat (keunggulan) pondok ini, tidak hanya melihat Hadratusy Syaikh” pesan beliau.

Secara umum, unit-unit lembaga di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah sudah terakreditasi baik oleh pihak stakeholder. RA Al Fithrah terakreditasi B, MI Al Fithrah terakreditasi A, PDF Ulya Al Fithrah terakreditasi A, Ma’had Aly Al Fithrah akreditasi A, Institut Al Fithrah terakreditasi B.

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tidak hanya untuk belajar agama, melainkan juga ilmu umum, serta pengamalannya. Sesuai dengan jargon yang biasa digaungkan “Pendidikan agama menjadi tauladan dan pendidikan umum tidak ketinggalan”.

Untuk mencapai tujuan santri menjadi tauladan, setidaknya membutuhkan dua kekuatan; kekuatan ruhani dan kekuatan tata kelola yang baik.

Kekuatan ruhani kita jamak ketahui bisa berupa doa, kesungguhan dan keikhlasan hati. Sementara kekuatan tata kelola bisa berupa laporan-laporan yang terdokumentasikan dan manajemen yang jelas. Pelaporan dan transparansi ini tentu untuk menghindari adanya kepentingan pribadi, serta tercapainya cita-cita Al Fithrah.

Nasehat terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sambutan penasehat dan mauidoh disampaikan oleh Ust. H. Wahdi Alawy, S.Ud. Beliau mengharapkan agar para pendidik dan tenaga pendidik sebagai pembantu dan penerima amanah Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy harus memiliki himmatun aliyah (kesungguhan yang tinggi) dan lebih banyak belajar lagi.

“Jangan hanya iktifa’an bima kaana” (merasa cukup dengan keadaan) pesan beliau.

Dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya, jangan jadi ‘pembantu’ yang buruk.

الأجير السوء لا يعمل إلا بالأجرة

“Seng estu. Seng temen. Lek nang kene, ojok itung-itungan bayaran. Insya Allah, Allah yang akan mencukupi. (Yang ikhlas. Yang sungguh-sungguh. Kalau di sini, jangan perhitungan bayaran. Insya Allah, Allah yang mencukupi)” pesan beliau.

Beliau berpesan juga agar para pendidik dan tenaga pendidikan untuk banyak membaca kitab. Mengingat bahwa Hadratusy Syaikh sendiri adalah pribadi yang rajin membaca, di manapun berada. “Jangan sampai orang menilai bahwa Al Fithrah hanya bisa manaqib saja” tegas beliau.

Acara dilanjutkan dengan sidang komisi per bidang kepengurusan dalam struktural pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Total ada empat bidang yang mengampu kepengurusan Al Fithrah Surabaya, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kewadhifahan, Bidang Umum dan Administrasi dan Bidang Keuangan.

Merumuskan Program

Selama dua hari ini dilakukan diskusi mendalam terkait program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Hasil pemaparan, pengayaan dan kesimpulan yang dihasilkan dalam sidang komisi ini kemudian dipaparkan Kepala bidang masing-masing dalam Sidang Pleno di hari kedua.

Dalam sesi ini, semua kepala pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya mengisi panggung. Tampak hadir Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Ust. Nashiruddin, S.Ud, M.Pd, Wakil Kepala Pondok I Ust. Ilyas Rahman, M.Pd, Wakil Kepala II Ustadzah Mufarohah, S.Ud, Kepala Bagian Pendidikan Ust. Dr. Fathur Rozi, M.H.I, Kepala Bagian Umum dan Administrasi Ust. Mustaqim, M.Ag, Kepala Bagian Kewadhifahan Ust. M. Toha, Kepala Bagian Keuangan Ust. Nashruddin, S.Ud,

Semoga setiap agenda dan program yang telah dan akan dilaksanakan ini dapat membawa perbaikan dan kebaikan untuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di masa depan. Aamiiin.