Liputan

Majlis Ahad Kedua Bulan Muharram 1447 H (1)

Majlis Ahad Kedua merupakan salah satu majlis rutin yang diselenggarakan oleh Jamaah Al Khidmah di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Majlis ini telah diinisiasi sejak masa hidup Hadhratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori Al Ishaqi ra. Rangkaian majlis meliputi pembacaan Tawasul Fatihah, Istighotsah, Khotmil Qur’an, dan Maulid. Setelah serangkain munajat dan dzikir Kiai Asrori akan menyampaikan pengajian dengan bahasa Indonesia atau Jawa

Setelah beliau wafat, tradisi Majlis Ahad Kedua tetap dilestarikan dan kini diadakan setiap Ahad Kedua pada bulan Muharram, Rabiul Awal, Rajab, dan Dzulqaidah. Khusus pada bulan Dzulqaidah, turut dibacakan Manaqib Sayyidatina Khadijah al-Kubra dari kitab al-Busyra karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.

Menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan Kebaikan

Tahun ini, Majlis Ahad Kedua Muharram 1447 H. bertepatan dengan Hari Asyura, tanggal 10 Muharram—hari yang sarat makna dalam sejarah Islam. Di antaranya adalah keselamatan Nabi Nuh as. dari banjir besar, keselamatan Nabi Ibrahim as. dari api Raja Namrud, serta keberhasilan Nabi Musa As. lolos dari kejaran Fir’aun.

Berbagai amalan dianjurkan pada Hari Asyura, seperti memotong kuku, memperluas nafkah kepada keluarga, bersilaturahmi, sowan kepada para ulama (baik yang masih hidup maupun telah wafat), bersedekah, berpuasa, dan amalan-amalan kebajikan lainnya sebagai bentuk syukur dan peningkatan spiritual.

Dalam Naungan Ahlussunnah wal Jama’ah

Salah satu agenda penting dalam majlis ini adalah pengajian kitab al-Muntakhobat fi Rabithah al-Qalbiyah wa Shilah al-Ruhiyah karya Hadhratusy Syaikh KH. Achmad Asrori al Ishaqi ra. Pada kesempatan ini, pengajian disampaikan oleh Habib Musthofa Jamal Alaydrus, yang membahas bab Fi Dhilal Ahlussunnah wa al-Jama’ah dalam jilid pertama kitab tersebut.

Habib Musthofa menekankan bahwa setelah wafatnya Rasulullah Saw. dan masa Sahabat, muncul tantangan besar dalam memahami syariat, khususnya terhadap ayat-ayat mutasyabihat. Lemahnya keilmuan dan minimnya ulama yang berhikmah membuat umat rentan terhadap penyimpangan. Namun Allah SWT menjaga agama ini melalui kehadiran para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang bersih fitrahnya, jernih hatinya, dan tidak mudah tergoda dunia.

Mereka diibaratkan seperti pohon yang baik, yang tumbuh kokoh dan menghasilkan buah sepanjang waktu, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ibrahim ayat 24–25.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ    تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢبِاِذْنِ رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit. Dan menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran.
QS. Ibrahim: 24-25

FESTBA 2024: Ajang Silaturrahmi Lembaga Se-Jawa Timur

Sabtu (28/12/2024). Sejak Jum’at malam, Al Fithrah kedatangan beberapa santri dari berbagai pesantren se-Jawa Timur. Mereka hendak berkompetisi dalam Festival Turats dan Bahasa FESTBA 2024 di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PDF Ulya Al Fithrah ini mengangkat enam jenis lomba, yakni; MQK Fathul Qorib, Hafalan Alfiyyah Ibni Malik, Hafalan Aqidatul Awam, Story telling, Qishoh Araby dan Eksebisi lalaran.

Pembukaan FESTBA 2024

Tercatat hadir 150 lebih peserta dan pendamping terlibat dalam kegiatan ini. Dari data yang dimiliki panitia, terdaftar peserta MQK Fathul Qorib sejumlah 27, Hafalan Aqidatul Awam 27 peserta, Hafalan Alfiyah 22 peserta, Story telling 20 peserta, Qishoh Araby 9 peserta dan  Eksebisi Lalaran 7 peserta.

Pembukaan acara FESTBA 2024 dilaksanakan di Pendopo Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Acara dibuka dengan Tawasul, Istighotsah dan Maulid Fi Hubby. Setelah acara seremonial doa pembuka dilanjutkan dengan sambutan mewakili panitia yang disampaikan oleh Kepala PDF Ulya Al Fithrah, Ust. Hermansah, M.Ag.

“Kami sebagai tuan rumah mengucapkan selamat datang di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Terima kasih atas kerawuhan panjenengan sedoyo. Mohon maaf, apabila dalam penyambutan – tadi malam sudah banyak yang datang – barangkali ada tempat atau hidangan, saya yakin banyak kekurangan. Mudah-mudahan kehadiran panjenengan sedoyo di sini dibalas oleh Allah subhanahu wa ta’ala, jazakumullahu ahsanal jaza’” Sambut Ust. Hermansah.

Sambutan atas nama pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah disampaikan langsung oleh Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ust. Ahmad Kunawi, M.Pd.

“Mudah-mudahan acara-acara seperti ini bisa kita selenggarakan secara istiqomah. Dan mudah-mudahan Pondok Pesantren di Jawa Timur terutama, akan semakin maju, semakin menggeliat dengan adanya acara semacam ini” Ust. Ahmad Kunawi.

“Kami menyambut baik lomba pada hari ini dalam rangka mengasah fikiran, mengasah otak kita. Tujuannya adalah kita fastabiqul khoirut. Menang alhamdulillah, tidak menang ya innalillah. Yang penting adalah silaturrahmi nya” kata Ust. Kunawi disertai canda yang kemudian dilanjutkan pembukaan FESTBA secara resmi oleh beliau.

Setelah sesi opening ceremony, para peserta diarahkan oleh teman-teman OSIS PDF Ulya Al Fithrah menuju ke ruang lomba masing-masing. Ruang lomba MQK di pendopo, Hafalan Alfiyah di PW lantai tiga, Hafalan Aqidatul Awam di PW lantai dua, Story telling di Perpustakaan PDF Ulya Al Fithrah, Qishoh di ruang PJM Manaqib dan Eksebisi lalaran di ruang PJM Al-Qur’an.

Juri FESTBA 2024 merupakan individu yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Ada KH. Soelaiman, M.Sy. dan Mas Faiz Albar Basyaiban sebagai juri MQK. Mas Ahmad Jabroil dan Ust. Sirojul Munir, S.Ud. sebagai juri Hafalan Alfiyah. Ust. Ali Sofwan Muzani, M.Pd. dan Ust. M. Nizar Sholeh sebagai juri Hafalan Aqidatul Awam. Pak Ahmad Ghozi Al Faiz dan Ust. Moh, Yasin, M.Pd. sebagai juri Story telling. Habib Saiful Rohman, Lc, M.Th.I. sebagai juri qishoh dan Riski Septian Indrajid, M.Pd. dan Ust. Misbahul Hadi, M.Ag. sebagai juri eksebisi lalaran.

Daftar Juara

Dari hasil penilaian juri diperoleh juara sebagai berikut

MQK Fathul Qorib
Juara I Hendri Susanto (PP Mambaul Ulum Bata Bata Pamekasan)
Juara II Shinta Aziza (PP Nurul Iman Banat Blitar)
Juara III Ahmad Husnul Khuluq (PP Nurul Iman Garum Blitar)

Hafalan Alfiyah
Juara I Ali Tamam (PP Mamba’ul Ulum Bata-Bata)
Juara II Syaifuddin (PDF Ulya Al Fithrah Surabaya)
Juara III Misbahul Munir Zubair (MA Mamba’ul Ulum Bata-Bata)

Hafalan Aqidatul Awam
Juara I Muhammad Raihan Zaini (MTs Mamba’ul Ma’arif Jombang)
Juara II Risalatul Amalia (PDF Ulya Al Fithrah Surabaya)
Juara III Fajrianto Wildani (PDF Wustho Muhadloroh Assyamsuriyah Tuban)

Story Telling
Juara I Bunga Agustin Sri Utami (MAN 2 Gresik)
Juara II Joshevira Al-Faidzin (PDF Wustha Al Fithrah Surabaya)
Juara III Aisyah Ani Nur Sholikhah (PDF Ulya Al Fithrah Surabaya)

Qishoh Arab
Juara I Istighfarin Hafidlo Hasanah (Madin Nurul Huda Surabaya)
Juara II Muhammad Ibnan Rijalal Ghaibi (Madin Darul Lughah Wal Karomah Probolinggo)
Juara III Fawwazah Naila Hafiz (SPM Ulya Al-Amiriyyah Banyuwangi)

Eksebisi Lalaran
Juara I PP Nurul Iman Induk Blitar
Juara II PP Annajiyah Timur Surabaya
Juara III PDF Ulya Al Fithrah Surabaya
Harapan I PP Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan

Penutupan FESTBA 2024

Pembagian hadiah FESTBA 2024 dilaksanakan pada hari Sabtu itu juga. Para juara FESTBA 2024 mendapat sertifikat penghargaan dan uang pembinaan. Pembagian hadiah ini sekaligus menutup FESTBA 2024.

“Kepada teman-teman panitia, terutama Pengurus PDF Ulya Al Fithrah. Terima kasih telah mengadakan acara ini. Barangkali menjadi inspirasi bagi unit-unit yang lain. Semoga juga menjadi inspirasi bagi santri-santri yang tidak mengikuti lomba tadi menjadi motivasi untuk lebih semangat belajar lagi” Kata Ust. Nashiruddin, M.Pd. dalam sambutannya.

“Lomba-lomba ini, apapun bidangnya tadi untuk melatih diri kita sendiri, untuk menumbuhkan keterampilan. Entah terampil dalam berbicara, menyampaikan, mengutarakan ide, atau keterampilan dalam skil-skil yang lain” tambah Ust. Nashiruddin.

“Tentunya, kami dari pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, khususnya teman-teman panitia, kemungkinan banyak yang kurang cocok, kurang pas, entah tadi dalam sarana lomba atau hal-hal yang lain, kami mohon maaf. Insya Allah dari Al Fithrah, jika nanti panjenengan mengadakan lomba, insya Allah Al Fithrah akan ke sana. Karena kita saling saudara. Di sinilah tumbuh silaturrahmi” tutup Ust. Nashiruddin.

Semoga, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya bisa terus istiqomah menyelenggarakan acara-acara baik untuk meningkatkan kualitas dan mutu para santrinya. Dan, semoga FESTBA menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Aamiin.

Hilal Shafar 1446 H. Terlihat di Al Fithrah Surabaya

Lajnah Falakiyah Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah kembali menggelar rukyat hilal bulan Shafar 1445 H. (05/08/2024). Rukyat dilaksanakan di lantai 7 gedung timur ponpes Al Fithrah. Rukyat diikuti oleh empat orang; Ust. Agus Saputra, Ust. Dzul Fikar, Habibi, dan Syaifuddin. Dua nama terakhir merupakan santri kelas XII PDF Ulya Al Fithrah.

Sejak atap lantai 5 gedung timur ponpes Al Fithrah selesai, LF Al Fithrah sudah lima kali melaksanakan rukyat awal bulan di sana. Rukyat awal bulan Rajab 1445, LF Al Fithrah berhasil melihat hilal di lokasi tersebut. Dan, yang terbaru LF Al Fithrah juga berhasil melihat hilal awal bulan Shafar 1446 H.

Berbekal alat theodolit, rukyat Shafar 1446 H. dimulai pada pukul 17.05 WIB. Berdasar data hisab ephimeris yang dihitung oleh LF Al Fithrah ghurub (saat matahari tenggelam) pukul 17:30 WIB, tinggi mar’i hilal 09° 33′ 01”, dan elongasi 11° 34′ 13”. Lama hilal di atas ufuk setelah ghurub 39 menit.

Berdasar data di atas, rukyat berlangsung hingga pukul 18.10 WIB. Dan, pada pukul 17.56 – 17.59 hilal berhasil terlihat dengan bantuan theodolit. Kondisi hilal terlentang, berwarna oranye. Sayangnya hilal tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Meski tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, citra hilal berhasil didokumentasikan oleh tim LF Al Fithrah. Hasil rukyat ini selain dilaporkan ke pengurus ponpes Al Fithrah, juga dilaporkan pada Lajnah Falakiyah PBNU.

Terlihatnya hilal untuk kali ke dua ini tentu memantapkan ponpes Al Fithrah sebagai satu dari sekian tempat rukyat di Jawa Timur. Khususnya Surabaya, yang memang kesulitan untuk mencari lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan rukyatul hilal. Harapan besar balai rukyat segera bisa digunakan untuk perukyat hilal dari luar, seiring proses pembangunan gedung timur ponpes Al Fithrah selesai.

LF Al Fithrah mengagendakan untuk melakukan rukyat setiap awal bulan Hijriyah. Tujuannya untuk menguji data hisab yang sudah digarap, menambah kemampuan dalam mengunakan alat yang ada, dan yang paling utama proses regenerasi.

MKPI Ponpes Al Fithrah Gelar Kajian Al-Muntakhabat dengan Tema “Keistimewaan-Keistimewaan Manusia”

Majelis Kebersamaan dalam Pembahasan Ilmiah (MKPI) Ponpes Assalafi Al Fithrah menggelar kajian kitab al-Muntakhabat karangan KH. Achmad Asrori dengan tema “min khasais al-insan” (Sebagian Keistimewaan Manusia) yang bertempat di auditorium pendopo Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya pada Rabu (12/06/2024).

Kajian ini merupakan kajian rutinan yang diadakan setiap bulan. Sementara pada sesi ini, kajian al-Muntakhabat merupakan kajian pertama di tahun ajaran baru Ponpes Assalafi Al Fithrah setelah sebelumnya vakum selama tiga bulan karena liburan pondok.

“Momentum kajian spesial ini akan dirutinkan sekali dalam sebulan, merupakan bukti nyata atas kesungguhan kita bersama sebagai santri-santri ponpes Al Fithrah yang dalam hal ini kita tetap menyisakan keinginan kuat untuk terus mengkaji dan menelaah karya pemikiran daripada Romo Kyai Asrori al-Ishaqy,” ujar Ust. Ainul Yaqin selaku ketua panitia kajian Muntakhabat.

Kajian al-Muntakhobat di kesempatan ini, panitia mendatangkan Ust. Abu Sari sebagai narasumber. Beliau merupakan salah satu dosen aktif di Institut Al Fithrah dan sekaligus di Ma’had Aly Al Fithrah Surabaya. Peserta pada kajian ini terdiri dari santri Wustha, PDF Ulya dan para pengajar di ponpes Al Fithrah. Uniknya, para panitia kajian al-Muntakhabat tidak hanya menyediakan ruang offline tetapi juga online. Sehingga alumni ataupun masyarakat umum bisa ikut meramaikannya melalui link zoom yang dibagikan.

Dalam pemaparannya, Ust. Abu Sari menyampaikan tentang keterbukaan Romo Kyai Asrori al-Ishaqi terhadap ilmu pengetahuan tanpa harus mensimplifikasinya.

“Kata ‘min’ pada min khasais al-insan, mempunyai faidah li al-tab’id yang menunjukkan makna sebagian. Artinya, tidak menutup kemungkinan nanti ada keistimewaan-keistimewaan lain yang dimiliki oleh manusia yang tidak tertulis di sini. Nah, kalau saya memahami ini, pertama menunjukkan sikap akademisi, sifat beliau (Kyai Asrori) sebagai akademisi atau ilmuan yang tidak menutup ruang pintu pengetahuan,” jelas Ust. Abu Sari pada Rabu (12/06/2024).

Sementara itu, Ust. Abu Sari memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai keistimewaan-keistimewaan manusia yang terdapat dalam kitab al-Muntakhabat. Secara garis besar keistimewaan-keistimewaan ini dapat diklasifikasi menjadi tujuh. Pertama, Allah menjadikan dalam raga manusia ruh yang bersifat lembut, sehingga manusia dapat beraktifitas dan memenuhi segala tujuannya. Kedua, Allah menciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk dan dihiasi dengan keindahan-keindahan hikmah-Nya. Ketiga, Allah menciptakan hati manusia untuk menyimpan sirri-rahasia ketuhanan.

Keempat, Allah menjadikan hati manusia menurut fitrahnya (asal ciptaannya) untuk mengetahui hal yang bersifat empiris (nyata) dan benar. Kelima, Allah menjadikan sebagai khalifah di bumi. Keenam, Allah memberikan berbagai macam ilmu dan segala pemahaman pada manusia yang tidak dimiliki oleh selainnya. Ketujuh, Allah menjadikan manusia sebagai salinan alam semesta. Jika alam adalah makro kosmis, maka manusia adalah mikro kosmis. Namun, jika manusia dapat ma’rifat kepada Allah, maka ia dapat menjadi makro kosmis atau semua yang ada adalah salinan wujud darinya.

Selanjutnyam kajian kitab al-Muntakhabat ini dilanjut dengan diskusi melalui pertanyaan-pertanyaan oleh para peserta selama 25 menit. Salah satu penanya dari PDF Ulya, Kahfi Mubarak, memberikan pertanyaan yang cukup menarik tentang keberadaan manusia di bumi. “Jika manusia adalah khalifah di bumi, lantas kenapa manusia selalu melakukan kerusakan?” tanya Kahfi.

Ust. Abu Sari mengawali jawaban pertanyaan itu dengan menyatakan kerusakan yang dilakukan oleh manusia itu merupakan sunnatullah. Namun, bukan berarti Allah tidak mampu menjadikan seluruh manusia di muka bumi untuk ta’at kepada-Nya. Hanya saja, Allah ingin menguji mereka dengan perbedaan tersebut. Hal ini tercermin dalam surah al-Maidah ayat 48 yang artinya, “jika Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepadamu.”

“Jadi, kalau ada manusia yang rusak, ya biarkan saja! Artinya kita tidak usah ikut-ikutan rusak. Lantas, bagaimana kemudian cara untuk mengoptimalkan manusia sebagai khalifah ya tingkatkan SDM kita dengan cara belajar, bergaul dengan orang baik dan sebagainya. Jadi cara untuk mengoptimalkanmu sebagai khalifah di bumi, caranya ya tingkatkan sumber daya manusiamu,” ungkapnya.

Hal yang dapat diapresiasi dari acara ngaji kitab al-Muntakhabat ini ialah komitmen dan keistiqamahan para peserta untuk mengikuti wawasan ngaji dari awal pembukaan hingga acara selesai. Selanjutnya, Ust. Abdul Hatib sebagai moderator menutup acara dengan doa. Kajian al-Muntakhobat istikomah dilaksanakan satu bulan sekali. Kajian selanjutnya akan dilakukan bulan depan. Isi dari ngaji kitab al-Muntakhabat dapat di lihat di akun youtube Alwava Media.

Majelis Halal bi Halal dan Haul Sayyidatina Khadijah Rah. : Meneladani Akhlaq Wanita Shalihah

Halal bi Halal dan Haul Sayyidatina Khadijah Rah adalah majlis rutin yang dirintis oleh Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Majlis rutin tahunan ini biasa diselenggarakan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, tepatnya setiap Ahad kedua bulan Dzulqaidah. Tahun ini dilaksanakan pada Ahad tanggal 19 Mei 2024 M atau 10 Dzulqaidah 1445 H.

Dalam majelis ini dibacakan manaqib Sayyidatina Khadijah Rah yang terhimpun dalam Kitab Al-Busyra fi Manaqib Sayyidah Khadijah al-Kubra Rah yang ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Tentu saja dengan rangkaian Tawasul, Istighatsah dan doa-doa yang telah ditartibkan oleh Hadratusy Syaikh.

Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Habsyi dari Yaman berkesempatan menyampaikan kasidah. Beliau menasyidkan syair Natawassal yang juga gemar disampaikan oleh Sayyid Muhammad Al-Maliki.

نَتَوَسَّلْ بِالْحُبَابَة وَالْبَتُوْلِ الْمُسْتَطَابَة
وَالنَّبِي ثُمَّ الصَّحَابَة فَعَسَى دَعْوَة مُجَابَة

Kami bertawassul kepada sosok tercinta, Sayyidah Khadijah Ra dan dia yang murni lagi dihargai, Sayyidah Fatimah Ra, dan Nabi serta para sahabat, semoga doa kita diijabah

Dalam acara ini kembali digalang pendanaan untuk Pembangunan Gedung Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Diketahui bahwa RAB untuk pembangunan gedung timur ini adalah Rp 26.457.442.242,- dan telah terkumpul senilai Rp 18.527.247.242,-, sementara kekurangannya adalah Rp 7.930.195.000,-. Dari hasil penggalangan dana acara Ahad kedua ini diperoleh senilai Rp 30.470.800,-. Semoga amal jariah para jamaah semua ini menjadi amal yang senantiasa mengalir pahalanya.

Mauidoh Hasanah disampaikan oleh Habib Abbas bin Abu Bakar Al-Haddad dari Tegal, Jawa Tengah.

 “Kita doakan para habaib kita, ulama kita, penyambung lisan Rasulullah SAW, diberikan panjang umur. Kita doakan, keluarga besar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, yang diasuh langsung oleh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi. Anak-anak beliau, anak biologis dan anak-anak ideologis, wabil khusus keluarga besar beliau semoga diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” doa beliau di awal mauidohnya.

“Anak-anak di masa depan, adalah bergantung pada pendidikan, bagaimana asuhan, bagaimana pantauan,” Habib Abbas mengapresiasi partisipasi Ukhsafi Copler Community dalam setiap majelis-majelis Al Khidmah di bawah naungan para masyayikh.

“Mereka mendidik dengan pandangan rohmah, kasih sayang. Sudah seharusnya kita memandang para guru dengan pandangan penuh takdzim, menghormat” pesan beliau.

Beliau mengungkapkan tentang pertemuan terakhir Sayyidina al-Walid Abuyya Sayyid Muhammad al-Maliki dengan Hadratusy Syaikh Romo Kyai Asrori. Di situ beliau mengijazahkan kepada Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi Kitab al-Busyro. Kitab berisikan manaqib Sayyidatina Khadijah Rah.

Sayyidatina Khadijah Rah sendiri merupakan istri tercinta Rasulullah SAW. Beliau istri pertama Rasulullah SAW dan menemani Rasulullah SAW dalam menjalani pahit getirnya perjuangan menyebarkan agama Islam.

Sayyidatina Khadijah Rah merupakan perempuan kaya raya. Bisnisnya menjangkau ke beberapa negara. Bukan hanya di Makah dan Madinah. Beliau perempuan terpandang dan memiliki banyak pekerja yang bisa dipercaya.

Sayyidatina Khadijah Rah merupakan wanita yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW. Bukan hanya beriman, melainkan juga mengerahkan semua harta bendanya untuk perjuangan beliau. Jiwa raganya untuk Rasulullah.

Keberhasilan Rasulullah SAW tidak lepas dengan peran penting istri beliau, Sayyidatina Khadijah Rah.

لِكُلِّ رَجُلٍ عَظِيْمٍ وَرَائَهُ اِمْرَءَةٌ عَظِيْمَةٌ

“Orang hebat di belakangnya ada seorang istri atau ibu yang hebat” ungkap Habib Abas.

Beliau Sayyidah Khadijah Rah wafat pada 11 Ramadhan tiga tahun sebelum hijrahnya Rasulullah SAW. Alhasil, semoga momentum baik ini menjadi spirit kita untuk menauladani beliau Sayyidah Khadijah Rah.

اللَّهُمَّ كَما مَنَنتَ عَلَى السَّيِّدَةِ خَدِيجَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِتَمَامِ التَّصْدِيقِ وَالإِيمَانِ، بِنَبِيكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ فَمُنَّ عَلَيْنَا بِذلِكَ يَا قَدِيمَ الإِحْسَانِ

Ya Allah, sebagaimana Engkau karuniakan kepada Sayyidah Khadijah kesungguhan dan keimanan yang sempurna terhadap Nabi Muhammad SAW, karuniakanlah kepada kami hal demikian itu. Wahai Dzat Yang Maha Dahulu kebaikannya

اللَّهُمَّ أَعطِنَا مِنَ الدنيا مَا تَقِينَا بِهِ فِتَنَتَهَا ، وَتُعْنِينَا بِهِ عَن أَهْلِهَا، وَيَكُونُ بَلَاغاً لَنَا إِلَى مَا هُوَ خَيْرٌ مِنهَا، فَإِنَّهُ لَا حَولَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ .

Ya Allah, berikan kami harta dunia yang kami mampu menghindari fitnahnya dan mencukupi kami dari berharap kepada manusia, serta menjadi sebab bagi kami melakukan kebaikan darinya. Sungguh, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Engkau, Yaa Allah.