Liputan

Halaqah Falakiyah PBNU: Menyikapi Perbedaan Ramadhan dan Dua  Hari Raya

Lajnah Falakiyah Al Fithrah Surabaya mengikuti Halaqah Falakiyah yang di adakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Halaqah ini diadakan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo, Jawa Timur. “Nahdlatul Ulama di Tengah Pusaran Perbedaan Awal Puasa Ramadhan dan Dua Hari Raya”, menjadi tajuk utama dalam halaqah ini.

Halaqah ini merupakan halaqah yang ke dua. Halaqah ini dihadiri langsung oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH. Sirril Wava. Dalam halaqah ini, beliau menyampaikan dalam beberapa tahun masalah persoalan umat mengenai beda hari Ramadhan dan hari raya tidak kunjung terselesaikan. Padahal konsep-konsep penyatuannya sudah ada.

“Jadi masalahnya memang bukan hanya dari kaedah-kaedah itu, bukan. Tapi karena kita belum siap bersatu, karena itu kan,” kata Kiai Sirril di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo, Jawa Timur. Beliau berharap dengan adanya halaqah seperti ini, suatu saat ada kebersamaan dalam mengawali Ramadhan maupun hari raya.

Halaqah ini diisi dengan banyak kegiatan. Dibuka dengan materi pembuatan aplikasi android perhitungan waktu lima shalat fardhu berdasar kitab Durusu al-Falakiyah. Materi ini diisi oleh LF PWNU Jawa Timur, Ust. Fikri dan Ust. Agus Saputra – yang juga Tim Ahli LF Al Fithrah. Pembuatan aplikasi android ini menggunakan aplikasi Aide. Kegiatan ini diadakan dua sesi pada tanggal 8 Desember 2023.

Kegiatan tanggal 9 Desember diisi dua materi utama; Kalender NU 2024 dan Waktu Fajar. Materi pertama disampaikan oleh KH. Shofiyullah, Ketua LF PWNU Jawa Timur. Dalam materinya Gus Shofi (sapaan akrab beliau) menyampaikan dengan tiga kondisi lokasi hilal; mustahil terlihat, mungkin terlihat dan pasti terlihat.

Materi kedua disampaikan oleh Pak Hendro Setyanto, anggota LF PBNU. Beliau menyampaikan penelitiannya tentang waktu shubuh. Beliau juga menampilkan citra fajar yang berhasil beliau abadikan.

Halaqah yang berlangsung dua hari ini, diikuti oleh pengurus LFNU dan LF pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Halaqah ini dilaksanakan dua hari, Jum’at-Sabtu (08-09/12/2023).

dfn/dfn
Foto: ByAgus

Rapat Haul Akbar Al Fithrah 2024: Koordinasi dan Evaluasi  Panitia

Majlis Dzikir Wa Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya di tahun 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 1 Sya’ban 1445 H. bertepatan dengan 10-11 Februari 2024 M. Majlis yang dirintis oleh Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy ra. ini diadakan secara rutin setiap ahad pertama bulan Sya’ban.

Ratusan ribu jama’ah secara istikomah menghadiri majlis ini. Mereka datang dari berbagai daerah dari dalam negeri maupun luar negeri. Banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut majlis ini. Koordinasi dan evaluasi dilakukan mulai dari panitia inti, warga sekitar dan pihak-pihak terkait dalam majlis ini.

26 November 2023, panitia Haul Akbar Al Fithrah 2024 mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi. Rapat ini dihadiri lebih dari 100 peserta rapat. Peserta rapat terdiri dari sesepuh dan asatidz ponpes Al Fithrah, Camat Kenjeran, perwakilan dari Polres Tanjung Perak, perwakilan Koramil Kenjeran, ketua RT dan RW serta sesepuh di lingkungan ponpes Al Fithrah.

Jalannya Rapat

Rapat dimulai pada pukul 19.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan istighotsah dan sholawat fi hubbi oleh sesepuh ponpes Al Fithrah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari H. Ainul Huri, sesepuh ponpes Al Fithrah Surabaya. Beliau juga panitia dalam haul yang mula-mula di adakan oleh Kiai Asrori di ponpes Al Fithrah di tahun 1988 M.

Menurut H. Ainul, Kiai Asrori berpesan kepada panitia Haul Akbar Al Fithrah untuk menyambut dan melayani dengan baik jama’ah yang hadir dalam acara ini. Kiai Asrori menuturkan bahwa jama’ah yang hadir merupakan tamu-tamu Kanjeng Syaikh Abdul Qodir al-Jilany. Hal ini senada dengan yang pernah disampaikan oleh habin Salim bin Umar al-Hafidz dalam ahad ke-2 bulan Rabi’ul Awal 1445 H./2023 M. di ponpes Al Fithrah.

H. Ainul juga menuturkan bahwa di Haul Akbar Al Fithrah 2023,  tidak kurang dari 600 rumah warga sekitar  pondok yang digunakan untuk maktab. Dalam kesempatan itu, beliau mengucapakan terima kasih bagi warga sekitar yang telah membantu terlaksananya Haul Akbar Al Fithrah. Beliau juga meminta dukungan dan keterlibatan warga dalam Haul Akbar 2024 mendatang.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan terkait keamanan Haul Akbar 2024 oleh  Bpk. Muhadi, bagian Keamanan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Beliau menghimbau agar pada hari-hari pelaksanaan Haul Akbar Al Fithrah 2024, lokasi sekitar haul bersih dari atribut politik. Hal ini beliau sampaikan mengingat di tahun 2024, Indonesia akan menggelar hajatan Pilihan Legislatif dan Pilihan Presiden.

Pak Muhadi juga meminta tolong kepada ketua RT dan RW untuk ikut aktif mengkondisikan daerahnya. Dan, jika ada hal yang perlu ditangani terkait kemanan, segera melaporkan kepada beliau untuk segera ditangani.

Hadir juga dalam rapat itu Bapak Yuri Widarko, SH., Camat Kenjeran. Beliau menyatakan siap mendukung penuh Haul Akbar 2024, yang memang sudah menjadi aganda rutin di setiap tahunnya di kecamatan Kenjeran. Hadir juga  perwakilan dari Polres Tanjung Perak dan Koramil Kenjeran. Kedua institusi kemanan negara ini mengungkapkan siap mendukung penuh acara Haul Akbar dan berharap semoga acara Haul Akbar Al Fithrah tahun 2024 berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan itu ketua RT dan RW di sekitar pondok dan ditutup dengan doa oleh Ustadz Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Bahtsul Masail Sughra: Meningkatkan Kemampuan Berdiskusi

Bahtsul Masail adalah kegiatan musyawarah yang lazim dilakukan oleh santri. Dalam bahtsul masail berbagai masalah keagamaan dan muamalah di dibahas. Di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya bahtsul masail dilaksanakan sebulan sekali.

Di Al Fithrah, bahtsul masail merupakan kelanjutan musyawarah kubro (musykub) yang dilaksanakan setiap pekan. Musykub sendiri merupakan kelanjutan dari musyawarah harian yang dilaksanakan setiap malam.

Ada dua bahtsul masail di lingkungan ponpes Al Fithrah; bahtsul masail sughro dan bahtsul masail kubro. Bahtsul masail sughro diperuntukkan untuk santri tingkat wustha. Dan, bahtsul masail kubro diperuntukkan untuk santri tingkat ulya.

Bahtsul masail baik tingkat sughro dan kubro biasa diadakan di auditorium Al Fithrah. Bulan November ini kegiatan bahtsul masail sughra santri putri dilaksanakan pada Jum’at malam, 24 November 2023 M. Bertepatan dengan malam 11 Jumadil Awal 1445 H.

Bahtsul masail sughro edisi ini diikuti oleh perwakilan santri putri dari PDF Wustho Al Fithrah dan Isti’dad Ulya Al Fithrah. Bahjatul Imania, santri Ma’had Aly Al Fithrah menjadi moderator yang memandu jalannya bahtsul masail kali ini.

Di barisan perumus, hadir Ust. Abdul Hatib, Ust. Abdul Basir, Ust. Ainul Yaqin, Ust. Misbahul Hadi, Ust. Nurush Shobah dan Ust. Iklilul Mukarom. Hadir sebagai Mushohih, Ust. Agus Saputra dan Ust. Ilyas Rohman.

Meningkatkan Kemampuan Berdiskusi

Tidak semua santri mengikuti bahtsul masail. Mereka yang hadir lazimnya adalah santri yang aktif di musyawarah harian dan musyawarah kubro mingguan. Santri yang hadir dalam bahtsul masail juga dituntut menyiapkan tawaran jawaban berikut referensinya pada permasalahan yang dibahas.

Bahtsul masail merupakan ajang bagi santri untuk meningkatkan kemampuan santri untuk menyampaikan pendapat dan diskusi. Santri juga belajar menganalisis, menyarikan berbagai pendapat yang disampaikan dan puncaknya menyelesaikan masalah.

Di bahtsul masail, selain mempraktikkan ilmu alat dan ushul fiqh yang didapat di kelas, santri juga mendapat banyak pengetahuan baru yang belum bahkan tidak pernah disampaikan di kelas.

TPQ Al Fithrah Selenggarakan Penataran An Nahdliyah

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Fithrah Surabaya mengadakan kegiatan penataran pengembangan metode An Nahdliyah. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan mutu para pengajar. KH. Syamsu Dhuha dari Tulungagung menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini. Kiai Dhuha merupakan salah satu muasi/pendiri metode An Nahdliyah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 November 2023. Berlokasi di Auditorium Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, berlangsung mulai jam 07.00-17.00. Pengajar TPQ Al Fithrah yang terdiri dari alumni dan santri aktif menjadi sasaran utama kegiatan ini. Kegiatan ini juga disiarkan di channel youtube TPQ Al Fithrah Surabaya.

Panitia pelaksana menyampaikan tiga tujuan utama penyelanggarakan kegiatan ini. Pertama, menyambung sanad dan silaturrahmi kepada muassis metode An Nahdliyah. Metode ini ditunjuk langsung oleh Hadhratusy Syaikh Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqy ra, untuk dipergunakan di TPQ Al Fithrah.

Kedua, penyegaran kembali niat dan model belajar mengajar metode An Nahdliyah. Pandemi Covid-19 sempat menghentikan proses kegiatan belajar dan mengajar di semua tingkat Pendidikan. Ditambah lagi karakter peserta belajar tentunya berubah setiap tahunnya. Sehingga perlu untuk memperbaharui model belajar mengajar metode An Nahdliyah.

Ketiga, talaqqi secara langsung kepada muassis metode An Nahdliyah. Menghadirkan langsung salah satu muassis metode ini diharapkan menambah bekal dan semangat dalam mengajar bagi para pengajar di TPQ Al Fithrah. Kiai Dhuha menyampaikan materi terkait cara mengajar kitab jilid dan cara improvisasi variasi lagu metode An Nahdliyah.

Kiai Dhuha juga menyampaikan tantangan dan peluang guru TPQ di masa sekarang. Beliau berharap adanya pengembangan metode An Nahdliyah ini bisa membuat kualitas mengaji para santri dan masyarakat sekitar bisa jauh lebih baik. Dalam kegiatan ini beliau juga mengijazahkan metode An Nahdliyah pada peserta kegiatan ini.

rhm/dfn

Hari Santri 2023: Santri Sebagai Pilar Pembangun Bangsa

Amanat inspektur apel menjadi acara selanjutnya. Ust, Nashiruddin menyampaikan beberapa hal penting terkait apel hari santri kali ini. Pertama, apel ini sebagai wujud terimakasih pada para pejuang terdahulu dan simbol Syukur atas pertolongan Allah Swt, dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kedua, tema hari santri “jihad santri jayakan negeri”, mencerminkan semangat dedikasi dan kontribusi santri dalam mengawal kemajuan bangsa. Ketiga, jihad santri tak harus diartikan dengan perjuangan fisik. Jihad santri bisa berwujud perjuangan spiritual, intelektual, dan moral.

Keberadaan santi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, punya dua peran utama. Pertama sebagai penjaga dan pelestaari nilai-nilai agama dan budaya di Indonesia. Kedua, santri juga menjadi pelopor untuk memajukan aspek pendidikan, sosial dan lainnya di manapun mereka bertempat tinggal.

Di penghujung amanatnya, Ust. Nashir mendoakan para santri di seluruh negeri ini agar senantiasa menjadi pilar-pilar kebaikan dalam membangun bangsa.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hari Santri dan Ayo Mondok, diringi dengan kirap bendera merah putih raksasa. Pembacaan Do’a oleh Ust. H. Adenan menjadi penutup seremonial apel.

Selepas pembacaan do’a dan inspektur apel meninggalkan apel, acara ini tak langsung usai. Setelah santri dipersilahkan duduk, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon dan burung, sebai simbol kebebasan. Ikut memeriahkan apel tahun ini, Gus Hafidzul Ahkam dari Syubbanul Muslimin. Gus Ahkam menyumbang beberapa lagu religi untuk menghibur para santri.

22 Oktober akan datang lagi tahun depan. Logo hari santri yang baru akan diluncurkan beserta taglinenya. Apel serupa pun akan diadakan beserta amanat yang menyertainya. Sampai tanggal itu tiba, waktu terus berjalan. Dan, jihad santri semoga tak hanya jadi slogan-slogan yang terpampang di baliho dan media lainnya.

Foto: Al Wava Media

dfn