PDF Ulya Al Fithrah

Kedatangan Santri Baru Al Fithrah Gelombang I

Gelombang pertama kedatangan santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tiba juga. Setelah rangkaian proses pendaftaran, tes akademik dan non akademik yang memakan waktu nyaris tiga bulan, santri baru resmi bermukim di pondok yang didirikan oleh Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy ra.

Kedatangan santri baru dari berbagai daerah membuat suasana di sekitar pondok menjadi riuh. Mereka bersama keluarga mereka, dengan barang bawaan yang mereka kemas dalam tas atupun koper. Perasaan campur aduk sekilas tampak di wajah mereka. Beberapa dari mereka terlihat gugup, sementara yang lain tampak bersemangat dan penuh antusiasme.

Tanggal 18 Dzulqo’dah 1444 H bertepatan dengan tanggal 7 Juni 2023, akan dicatat oleh santri baru yang datang di gelombang pertama. Hari mereka menjadi bagian dari keluarga besar Al Fithrah. Pondok yang mereka dan orang tua mereka pilih untuk sebagai tempat menempa keilmuan dan kerohanian.

Setiba di pondok, santri baru dan keluarga mereka disambut oleh asatidz  dan panitia PSB. Mereka diarahkan langsung ke auditorium pondok untuk diberikan pengarahan tentang aturan dan tata tertib pondok. Selesai mendapat pengarahan kemudian diarahkan ke Maqbarah sebelum mereka dipasrahkan oleh orang tua atau wali pada sesepuh pondok.

Pemasrahan merupakan tradisi pesantren salaf. Dimana orang tua atau wali santri menitipkan secara penuh anaknya untuk dididik, dibimbing dan patuh terhadap aturan dan tata tertib pondok. Di sesi ini biasanya sesepuh pondok juga menyampaikan anjuran yang hendaknya dilakukan oleh orang tua selama anaknya berada di pondok.

 Setelah melewati sesi ini mereka diarahkan ke kamar masing-masing. Kemudian diterima oleh ketua kamar. Ketua kamar akan menjelaskan tentang tata tertib selama di kamar, dan memberikan kunci loker. Loker yang ukurannya tak lebih dari panjang, lebar dan tinggi 50 cm akan menjadi tempat santri baru untuk menyimpan pakaian.

“Pada tahun ini, sejumlah 517 santri baru, baik putra maupun putri telah mendaftar dan siap untuk belajar, menimba ilmu dan berkhidmah di Pondok. Gelombang pertama diketahui terdapat 171 santri, dan sisanya akan masuk pada gelombang II dan III,” kata Ust. Muhlis, selaku  ketua PSB Al Fithrah tahun ajaran 1444-1445 H. / 2023-2024 M.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini, tes akademik dan non akademik telah dilaksanakan sebelum kedatangan santri di pondok. Hasil dari tes akademik  menentukan santri tersebut masuk langsung ke jenjang pendidikan regular atau masih harus berlajar di jenjang persiapan (Isti’dad).

Proses adaptasi menjadi santri baru di pondok memang tidaklah mudah. Namun hal ini akan menjadi pengalaman pembelajaran mereka. Harapannya, santri baru dapat menjalani kehidupan di  Al Fithrah ini dengan disiplin dan semangat tinggi. Baik dalam menuntut ilmu dan melaksanakan wadhifah sehari-hari.

(ahm/dfn)

61 Santri Al Fithrah Mengikuti MQK Tingkat Jawa Timur

61 santri Al Fithrah tercatat sebagai peserta mewakili kota Surabaya dalam Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Jawa Timur. Perlombaan Baca Kitab ini diselanggarakan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto 5-7 Juni 2023. 21 bidang dilombakan di marhalah Ula, Wustha, Ulya, dan Ma’had ‘Aly.

Melibatkan Ustadz yang memang ahli di bidangnya, dan tenaga muda lulusan Ma’had Ay, 61 santri mendapat bimbingan khusus. Beberapa kitab yang dimusabaqahkan memang tidak menjadi bahan ajar di Al Fithrah. Sehingga beberapa santri terkesan asing dengan kitab yang akan mereka baca.

Persiapan yang dilakukan oleh santri Al Fithrah juga boleh dibilang amat singkat. Mulai dari seleksi santri PDF Wustha, PDF Ulya, dan Ma’had Aly hingga proses penggemblengan dilakukan nyaris kurang dari 1 bulan.

Meski demikian, santri Al Fithrah yang mewakili Surabaya, tidak pulang dengan tangan hampa. Dilansir dari Surat Keputusan Kepala Kantor Kemenag Jawa Timur No. 574 Tahun 2023, ada nama-nama santri Al Fithrah yang berhasil menyabet juara.

Kafi Mubarok meraih juara 3 bidang Tauhid di Marhalah Ula. Imarah Vania Rahmawati  meraih juara 3 bidang Tarikh di Marhalah Ulya. Azurah, Kinesti Auliya Putri, Isyafa Ramadani, Nihayatusyifa, Alfia Maisya Zainatun Najah meraih juara 2 bidang Lalaran Alfiyah di Marhalah Ulya.

Raihan ini tentu harus mendapat apresiasi. Jika mengingat persiapan yang terkesan alakadarnya, raihan ini tentu bisa menjadi bahan evaluasi untuk MKQ di edisi yang akan datang. Walupun raihan ini tak mengantarkan mereka untuk berlaga di MKQ tingkat Nasional.

Kemenag Surabaya juga ikut berperan aktif atas keikutsertaan santri Al Fithrah dalam MKQ tingkat Jatim edisi ini. Mulai dari menyiapkan transportasi  berupa dua bus dan dua elf. Dan, sebelum keberangkatan ke Mojokerto, diadakan juga pelepasan oleh Kankemenag Surabaya di Aula Kemenag Sby. Utusan dari Kemenag Surabaya juga mendampingi dari pemberangkatan, selama di lokasi musabaqah hingga proses kepulangan.

Selanjutnya, terimakasih untuk semua santri dan ustadz yang terlibat dalam MQK tingkat Jatim edisi ini. Selamat atas raihan prestasi yang disumbangkan.

(dfn)

PDF Ulya Al Fithrah Adakan Praktik Merawat Jenazah

Dalam literatur fiqh disebutkan, bahwa merawat jenazah seorang muslim hukumnya fardlu kifayah bagi umat muslim lainnya. Artinya, jika ada satu orang saja yang sudah melaksanakannya hukum wajib bagi yang lain akan gugur dengan sendirinya.

Yang jadi soal, lazimnya di sebuah pemukiman, tidak semua warga muslim yang tinggal di situ pasti tahu bagaimana cara merawat jenazah dari a sampai z. Hal ini melatarbelakangi perlunya PDF Ulya mengadakan kegiatan praktik merawat jenazah.

Ust. Soelaiman sedang menyampaikan materi praktik merawat jenazah

113 santri putra dan 119 santri putri dengan antusias mengikuti praktik ini. Dibimbing langsung oleh Ust. H. Soelaiman, santri mulanya disuapi dalil-dalil merawat jenazah. Kemudian satu santri berperan sebagai jenazah, untuk dijadikan bahan praktik.

Santri mengikuti dengan baik proses memandikan jenazah dan mengafani jenazah. Walaupun praktik dipisah antara santri putra dan putri, Ust. Soelaiman tetap menyampaikan perbedaan antara merawat jenazah laki-laki dan perempuan.

Walaupun praktik megubur tidak disimulasikan langsung di dalam tanah, santri tetap antusias menyimak keterangan yang diberikan Ust. Soelaiman.

Praktik ini menyasar santri kelas XII PDF Ulya Al Fithrah, yang merupakan santri tahun terakhir. Pembekalan mengenai merawat jenazah akan jadi modal bagi mereka, terutama yang sudah berencana boyong setelah menamatkan pendidikannya di PDF Ulya Al Fithrah.

PDF Wustho dan Ulya Al Fithrah Laksanakan Simulasi IW

Bulan Rajab akan menjadi bulan yang sibuk bagi santri kelas XII PDF Ulya Al Fithrah dan kelas IX PDF Wustho Al Fithrah. Imtihan Wathoni (IW), ujian nasional untuk santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) tingkat akhir akan dilaksanakan di bulan ini.

Agak berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana IW di kedua unit Pendidikan ini dilaksanakan di waktu yang sama. Untuk tahun ini, IW di kedua unit Pendidikan ini dilaksanakan di waktu yang berbeda.

Tahun ini, untuk pertama kali di PDF Wustho akan dilaksanakan IW berbasis online. Sementara di PDF Ulya ini akan jadi kali kedua pelaksanaan IW dilakukan secara online.

Sejak pertengahan Januari lalu, bagian administrasi dan waka kesiswaan PDF Wustho dan Ulya sudah melakukan sosialisasi pada para santri terkait pelaksanaan IW. Mengingat IW akan dilaksanakan secara online, dan santri akan melaksanakannya dengan menggunakan hp.

Pengumpulan HP santri sudah dilakukan di sepertiga akhir bulan Januari 2023. HP yang sudah dikumpulkan selanjutnya secara bertahap dipasang aplikasi pengerjaan IW.

Pada tanggal 24 Januari 2023, PDF Wustho Al Fithrah lebih dulu melaksanakan simulasi IW. Sehari setelah itu, PDF Ulya Al FIthrah juga melaksanakan simulasi IW.  IW sendiri akan dilaksanakan pada bulan Februari 2023.

232 santri kelas XII PDF Ulya akan mengikuti IW PDF tingkat Ulya pada tanggal 7-9 Februari 2023. Sementara itu, 410 Santri kelas XI PDF Wustho akan mengikut IW PDF tingkat Wustho pada tanggal 14-16 Februari 2023.

Semoga santri kelas IX PDF Wustho dan santri kelas XII PDF Ulya diberikan kemudahan dalam melaksanakan IW. Selanjutnya semoga hasil yang akan mereka dapat setelah IW berlangsung bermanfaat buat mereka khususnya, dan orang-orang di sekitar mereka pada umumnya.

Santri PDF Ulya Mengikuti Vokasi Pesantrenpreneur Al Fithrah 2022

Sejak bulan Agustus lalu ada kegiatan menarik di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Pesantrenpreneur, atau lebih dikenal oleh santri Al Fithrah dengan kegiatan vokasi (program bisnis terapan).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Walaupun sudah dimulai sejak bulan Agustus 2022, kegiatan vokasi ini baru diresmikan dari pihak BUMN pada tanggal 14 September 2022.

“Kegiatan (vokasi) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan berwirausaha di pondok pesantren.” terang Bapak Erick Thohir, Menteri BUMN lewat video yang ditampilkan di acara peresmian kegiatan vokasi di Al Fithrah.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan, bahwa penyelanggraan kegiatan ini dimaksudkan agar pesantren dapat menjadi mercusuar peradaban. Dan, pusat pemberdayaan muslimpreneur.

Ada tiga pendidik yang sudah lebih dulu mengikuti Training of Trainer Pesantrenpreneur 2022. Dalam training ini, tiga pendidik disiapkan untuk mendampingi santri selama kegiatan vokasi ini berlangsung. Ust. Sudarsono, Ust. Badrul Komar, dan Usth. Lilik Maftuhah, adalah tiga pendidik yang diutus ponpes Al Fithrah untuk mengikuti training ini.

Di ponpes Al Fithrah, kegiatan vokasi ini diikuti oleh santri kelas XII Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah. Tidak semua santri mengikuti kegiatan ini, mengingat keterbatasan pendamping dan memang diutamakan bagi santri yang berminat saja.

Jus buah D’Santri, hasil kegiatan vokasi pesantrenpreneur Al Fithrah 2023

Ada 12 produk dari hasil kegiatan vokasi ini, 9 diantaranya dalah produk makanan dan minuman. Dari produk makanan santri belajar membuat sandwich, seblak kering, kriuk pedas, lumpia ayam, martabak ayam dan sayur, dan pisang coklat. Sementara dari produk minuman santri belajar membuat jus buah, es boba, dan es timun serut.

Selain itu ada tiga produk di luar makanan dan minuman yang juga dibuat oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Sabun cuci piring, buket ulang tahun, wisuda, dan pernikahan, dan figura hantran lamaran dan pernikahan.

Hantaran lamaran, hasil kegiatan vokasi pesantrenpreneur Al Fithrah 2023

Kegiatan vokasi ini tidak berhenti pada bagaimana santri menghasilkan produk. Dalam kegiatan vokasi ini santri juga diberikan pembelajaran mengenai bagaimana mengemas dan memasarkan produk. Termasuk juga menentukan  harga jual produk yang sudah mereka buat.

Selasa, 17 Januari 2023 para santri yang mengikuti kegiatan vokasi ini memamerkan produk-produk yang sudah mereka buat. Berlokasi di auditorium ponpes Al Fithrah, pameran ini dihadiri semua pendidik dan tenaga pendidik PDF Ulya Al Fithrah.

Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Ust. Kunawi juga hadir dalam kegiatan pameran itu. Turut mendampinginya Ust. Nashiruddin selaku Kabag. Pendidikan Al FIthrah dan Ust. Yasin selaku Kabag. Umum dan Administrasi Al Fithrah.

Pameran ini juga dihadiri Mas Iqbal Yanuardi, menantu KH. Achmad Asrori al-Isahaqy – Allahu yarhamuhu -. Didampingi Ust. Kunawi, Mas Yanu ikut melihat produk-produk hasil kreasi para santri yang mengikuti vokasi ini.

Dalam pameran ini pendidik dan tenaga pendidik serta tamu undangan bisa menikmati produk makanan dan minuman yang sudah dibuat oleh santri. Tak hanya itu, bingkisan berupa sabun cuci piring dan buket makanan ringan juga mereka terima ketika meninggalkan lokasi pameran.

Dengan diikuti oleh santri tingkat akhir PDF Ulya ada harapan, jika santri pulang ke rumah, mereka bisa menerapkan apa yang sudah mereka pelajari. Sangat mungkin produk yang mereka buat di luar kegiatan vokasi yang mereka ikuti.

Namun, kemampuan dalam mengemas(packing), menentukan harga (keystone pricing) dan memasarkan produk (marketing), produk tentu akan sangat berguna buat mereka. Apapun produk atau jasa yang akan mereka tawarkan.