Dalam literatur fiqh disebutkan, bahwa merawat jenazah seorang muslim hukumnya fardlu kifayah bagi umat muslim lainnya. Artinya, jika ada satu orang saja yang sudah melaksanakannya hukum wajib bagi yang lain akan gugur dengan sendirinya.
Yang jadi soal, lazimnya di sebuah pemukiman, tidak semua warga muslim yang tinggal di situ pasti tahu bagaimana cara merawat jenazah dari a sampai z. Hal ini melatarbelakangi perlunya PDF Ulya mengadakan kegiatan praktik merawat jenazah.

113 santri putra dan 119 santri putri dengan antusias mengikuti praktik ini. Dibimbing langsung oleh Ust. H. Soelaiman, santri mulanya disuapi dalil-dalil merawat jenazah. Kemudian satu santri berperan sebagai jenazah, untuk dijadikan bahan praktik.
Santri mengikuti dengan baik proses memandikan jenazah dan mengafani jenazah. Walaupun praktik dipisah antara santri putra dan putri, Ust. Soelaiman tetap menyampaikan perbedaan antara merawat jenazah laki-laki dan perempuan.
Walaupun praktik megubur tidak disimulasikan langsung di dalam tanah, santri tetap antusias menyimak keterangan yang diberikan Ust. Soelaiman.
Praktik ini menyasar santri kelas XII PDF Ulya Al Fithrah, yang merupakan santri tahun terakhir. Pembekalan mengenai merawat jenazah akan jadi modal bagi mereka, terutama yang sudah berencana boyong setelah menamatkan pendidikannya di PDF Ulya Al Fithrah.
- Halal Bihalal Santri dan Asatidz Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah: Mengawali Hari Baik dengan Keberkahan Ilmu - April 1, 2026
- Rapat Koordinasi Guru PDF Ulya Al Fithrah: Menguatkan Tafaqqquh Fiddin dan Penyesuaian Kurikulum - March 31, 2026
- Menggapai Lailatul Qodar di Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan - March 16, 2026


