alfithrah surabaya

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya: Bukan Akhir Segalanya, Tapi Cermin Mutu Pendidikan

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya kembali dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu pendidikan Diniyah Formal (PDF) berbasis pesantren. Imtihan Wathoni bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sarana evaluasi dan refleksi atas proses pembelajaran yang telah dijalani santri.

Ujian ini menjadi momen penting untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami soal-soal berbahasa Arab, yang memang menjadi tantangan tersendiri karena bukan bahasa keseharian. Nilai yang diperoleh bukan semata angka, tetapi gambaran sejauh mana santri menguasai kurikulum nasional PDF.


Pelaksanaan Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya dilaksanakan selama tiga hari pada 10 hari menuju Haul Akbar Al Fithrah Surabaya. IW PDF Wustha Al Fithrah ini tepatnya diselenggarakan pada Senin–Rabu, 12–14 Januari 2026 M / 23–25 Rajab 1447 H. Ujian ini diikuti oleh 421 santri, dengan rincian 238 santri putra dan 183 santri putri.

Pelaksanaan ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis android, mengingat keterbatasan jumlah komputer. Sebanyak 22 ruangan digunakan dengan dukungan 44 pengawas dan 4 operator. Panitia internal berasal dari pengurus dan pengajar PDF Wustha Al Fithrah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Secara umum, pelaksanaan berjalan lancar. Kendala yang muncul bersifat teknis, seperti perangkat yang tidak mendukung, baterai habis, atau paket internet, namun hal tersebut telah diantisipasi melalui simulasi dan pengalaman pelaksanaan Imtihan Wathoni sebelumnya.

Tantangan, Evaluasi, dan Kesiapan Santri

Tantangan utama Imtihan Wathoni terletak pada penggunaan bahasa Arab dalam sebagian besar mata pelajaran, seperti Fiqih, Tauhid, Nahwu Shorof, dan Akhlak, sementara Tarikh menggunakan aksara pegon. Hal ini menuntut santri untuk memiliki kemampuan memahami teks Arab secara komprehensif.

Sebagai bentuk kesiapan, lembaga telah melakukan berbagai langkah evaluatif dan preventif, seperti:

  • Tryout dan bimbingan khusus mata pelajaran Imtihan Wathoni
  • Pemberian gambaran soal dan kisi-kisi
  • Simulasi CBT untuk memastikan santri mampu login dan mengerjakan ujian
  • Pengumpulan handphone sebelum ujian demi menjaga kejujuran

Selain pembekalan akademik, santri juga diberikan motivasi, trik sukses Imtihan Wathoni, doa bersama, dan istighosah. Antusiasme santri terlihat tinggi karena ujian ini menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan dan hasil belajar mereka.


Makna dan Dampak Imtihan Wathoni bagi Santri dan Lembaga

Imtihan Wathoni memiliki dampak strategis, baik bagi santri maupun lembaga. Bagi santri, ujian ini memberikan pengalaman, pemahaman pola soal, serta pembiasaan menghadapi ujian berskala nasional. Nilai Imtihan Wathoni memang bukan penentu lulus atau tidak lulus, namun menjadi syarat kelulusan administratif, karena data blanko ijazah di Kemenag RI didasarkan pada peserta Imtihan Wathoni.

Bagi lembaga, hasil Imtihan Wathoni menjadi indikator ketercapaian mutu pendidikan. Nilai yang diperoleh akan diketahui oleh seluruh penyelenggara PDF, sehingga menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah. Nilai yang baik tentu menjadi kabar positif, sekaligus pemicu peningkatan kualitas pendidikan ke depan.

“Lebih dari itu, Imtihan Wathoni menanamkan nilai-nilai utama pesantren, seperti kejujuran sebagai mahkota santri, doa, dan tawakal. Para pengawas diimbau untuk menjaga integritas dengan tidak membocorkan soal, apapun hasil yang akan diperoleh” kata Ust. Nur Yasin, S.Ud selaku Kepala PDF Wustha Al Fithrah Surabaya.

Penutup

Imtihan Wathoni PDF Wustha Al Fithrah Surabaya bukan sekadar ujian nasional, tetapi cermin ketercapaian kurikulum dan mutu pendidikan pesantren. Secara formal, ia menjadi jalan menuju ijazah, dan secara keilmuan menjadi ajang kompetisi antar-PDF dalam skala nasional. Dengan komitmen, evaluasi berkelanjutan, dan nilai kejujuran, Imtihan Wathoni diharapkan terus menjadi penguat kualitas pendidikan Diniyah Formal di Indonesia.

PDF Ulya Al Fithrah Resmi Raih Akreditasi Mumtaz (A/Unggul)

Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah ﷻ, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah resmi meraih Akreditasi MUMTAZ (A/Unggul) dari Majelis Masyayikh Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Nomor 47 Tahun 2025.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PDF Ulya Al Fithrah sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang berkomitmen menjaga mutu, amanah, dan kualitas pendidikan diniyah tingkat menengah atas.

Proses Visitasi Asesmen Akreditasi

Akreditasi ini diperoleh melalui proses visitasi asesmen yang dilaksanakan pada:

  • Tanggal: 28–29 Oktober 2025
  • Tim Asesor Majelis Masyayikh RI:
    • Dr. Hj. Faizah Rohmah, M.Pd
    • Muhammad Falah Fasih, M.Ag

Proses asesmen dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar nasional Pendidikan Diniyah Formal.

Sertifikat hasil asesmen akreditasi ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak:

  • 5 Desember 2025 hingga 5 Desember 2030
  • Ditandatangani langsung oleh Ketua Majelis Masyayikh RI, KH. Abdul Ghofarrozin

Akreditasi Mumtaz merupakan predikat tertinggi yang menandakan keunggulan lembaga dalam aspek tata kelola, kurikulum, tenaga pendidik, serta sistem pembelajaran berbasis kitab kuning.

Bukti Ikhtiar dan Komitmen dalam Mendidik Santri

Capaian Akreditasi Mumtaz ini merupakan bukti nyata dari ikhtiar, kesungguhan, dan amanah PDF Ulya Al Fithrah dalam menjaga mutu Pendidikan Diniyah Formal Ulya, sekaligus menjadi motivasi untuk terus istiqamah mendidik generasi yang beradab, berilmu, beramal ilmiah dan berilmu amaliah.

Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, serta keistiqamahan dalam setiap langkah pengabdian PDF Ulya Al Fithrah untuk umat dan bangsa.


Profil PDF Ulya Al Fithrah

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah atas yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang didirikan oleh Hadhrotus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA.

PDF merupakan layanan pendidikan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencetak kader ulama, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 31 Tahun 2020, yaitu pendidikan pesantren formal yang diselenggarakan secara berjenjang, terstruktur, dan berbasis kitab kuning.

  • Nama Sekolah: PDF Ulya Al Fithrah
  • NSPDF: 231235780008
  • NPSN: 69937227
  • Alamat: Jl. Kedinding Lor No. 99, Surabaya
  • Kelurahan: Tanah Kali Kedinding
  • Kecamatan: Kenjeran
  • Kota: Surabaya
  • Kode Pos: 60129
  • Telepon: (031) 37304978
  • Email: pdfulya.alfithrah@yahoo.com

 Penutup

Dengan diraihnya Akreditasi Mumtaz (A/Unggul), PDF Ulya Al Fithrah semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan pesantren formal yang unggul, terpercaya, dan berorientasi pada pembentukan ulama masa depan yang berilmu dan berakhlak.

Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Rajab 1447 H digelar di Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dengan terselenggaranya Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Bulan Rajab 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 28 Desember 2025 M bertepatan dengan 8 Rajab 1447 H, bertempat di Jln. Kedinding Lor 99 Surabaya.

Majlis tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, meliputi para Habaib, Masyayikh, Jamaah Ath Thoriqoh, Jamaah Al Khidmah, Ukhsafi Copler Community, serta umat Islam dari berbagai daerah. Kehadiran jamaah yang membludak menambah kekhidmatan suasana majlis yang sarat dengan nilai spiritual dan kebersamaan.

Rangkaian Acara Penuh Nilai Ruhani

Acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Rangkaian majlis diawali dengan tawasul, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Fatihah, istighotsah, khotmul Qur’an, dzikir fida, serta pembacaan Maulidurrasul SAW. Setiap rangkaian menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Mauidlotul Hasanah: Keistimewaan Ruh Manusia

Pada sesi mauidlotul hasanah, Dr. Habib Abdurrahman bin Agil menyampaikan kajian dari Kitab Al-Muntakhobat fi Robithah al-Qalbiyah wa Shilah al-Ruhiyah, bab Min Khoshoishul Insan (Di antara keistimewaan manusia).

Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki ruh yang lembut. Ruh tersebut pada hakikatnya bercahaya, namun menjadi persoalan bagaimana cara menjaga dan memperolehnya agar tetap hidup dan bercahaya. Salah satu jalannya adalah bersyukur atas setiap kenikmatan yang Allah berikan, terutama dengan bersyukur melalui dzikir kepada Allah SWT.

Habib Abdurrahman menegaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan memiliki kemuliaan yang sangat agung, bahkan melebihi kemuliaan Ka’bah sekalipun jika dilihat dari sisi kehormatan seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Beliau mengutip kalimat penuh makna:

إِذَا ذَكَرْتَنِي شَكَرْتَنِي، وَإِذَا نَسِيتَنِي كَفَرْتَنِي

“Jika engkau mengingat-Ku, engkau bersyukur kepada-Ku; dan jika engkau melupakan-Ku, engkau mengingkari-Ku.”

Sehingga Rasulullah SAW sendiri mendedikasikan dirinya untuk beribadah kepada Allah, hingga bengkak kedua kakinya. Beliau mengatakan bahwa itu adalah sebagai bentuk rasa syukurnya.

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Maka tidakkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?”

Serta membacakan firman Allah SWT :

ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءࣰ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَ ٰ⁠تِ رِزۡقࣰا لَّكُمۡۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ لِتَجۡرِیَ فِی ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡأَنۡهَـٰرَ ۝٣٢

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.

Makna Taslim kepada Qadha dan Qadar

Mengutip penjelasan Syaikh Ibnu Ajibah, beliau menyampaikan makna bahwa Allah menahan fuyudhot ilahiyah agar seorang hamba benar-benar siap dijadikan sebagai kekasih-Nya. Seorang hamba yang telah memahami hakikat ini akan mampu menerima qadha dan qadar Allah SWT dengan lapang dada.

Sebagaimana firman Allah SWT:

﴿وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِ جَمِیعࣰا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ یَتَفَكَّرُونَ﴾ [الجاثية ١٣]

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan hati dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu, sebagaimana disebutkan:

أن النفس لامارة بالسوء

Di akhir mauidlotul hasanah, beliau berdoa agar Allah SWT memberikan limpahan rahmat, hidayah, dan keteguhan iman kepada seluruh jamaah. Aamiin.

Pengumuman Agenda Majlis Dzikir Al-Khidmah

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan beberapa agenda Majlis Dzikir Al-Khidmah terdekat, di antaranya:

Haul Desa Ambar Ambir, Rabu malam, 30 Desember 2025 M

Haul KH. Yusuf PPRM Wanar Pucuk Lamongan, 5 Januari 2026 M

Haul Akbar Malang, pada Ahad pagi, 6 Januari 2026, bertempat di depan Masjid Jami’ Alun-alun Kota Malang

Hari Amal Bakti, pada Selasa pagi 7 Januari 2026, Kantor Kemenag Trenggalek

Haul Sesepuh Desa Kendung Benowo Surabaya

Haul Akbar Cirebon dan Jakarta serta Ziarah Walisongo, 29 Januari – 2 Februari 2026

Jamaah didoakan agar diberikan keluasan rezeki, kesehatan lahir dan batin, sehingga dapat menghadiri majlis-majlis penuh keberkahan tersebut.

Dari hasil pengumpulan dana khidmah dilaporkan Khidmah Haul Akbar Al Fithrah 2026 terhimpun, yaitu: Rp 19.535.200, 1 US Dollar, 15 Ringgit Malaysia, 10.000 Dong Vietnam.

Semoga seluruh khidmah tersebut diterima sebagai amal shalih dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

Penutup

Majlis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Pengajian Ahad Kedua Bulan Rajab 1447 H di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menjadi momentum penting untuk memperkuat ruhani, memperdalam makna syukur, serta menumbuhkan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.

Semoga keberkahan meliputi kita semuanya. Aamiin.

PDF Wustha Al Fithrah Gelar Uji Publik Metode Nashor ‘Imrithi dan Khotmul Qur’an Metode Ummi

Surabaya – PDF Wustha Al Fithrah Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan kitab kuning melalui dua agenda penting yang diselenggarakan secara terbuka dan disiarkan langsung melalui YouTube. Kegiatan tersebut meliputi Uji Publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1 serta Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi.

Dalam acara ini dilakukan prosesi penghargaan kepada total 275 santri, yang terdiri dari 42 tahfidz putra, 50 tahfidz putri, yang terbagi dalam kategori juz 30, juz 1 dan juz 2, serta 89 tartil putra, 95 tartil putri.

Kedua kegiatan ini berlangsung di Gedung Timur Lantai 5 Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dan diikuti oleh para santri, asatidz, wali santri, serta masyarakat luas yang menyaksikan secara langsung maupun daring.

Link youtube: https://youtube.com/live/8twK96Dw8cs?feature=share

Uji Publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1

Uji publik Metode Nashor dan Nadhom ‘Imrithi ke-1 dilaksanakan pada Jum’at pagi, 26 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan capaian santri PDF Wustha Al Fithrah dalam memahami ilmu nahwu melalui metode Nashor serta penguasaan nadham kitab ‘Imrithi.

Melalui uji publik ini, para santri diuji secara langsung kemampuan membaca, menghafal, serta memahami kaidah nahwu yang tertuang dalam nadham ‘Imrithi. Metode Nashor sendiri dikenal sebagai pendekatan sistematis dalam pembelajaran gramatika Arab yang aplikatif dan mudah dipahami oleh santri tingkat wustha.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi internal, namun juga sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban akademik lembaga kepada masyarakat.

“Di dua hari ini kita menyaksikan bahwa Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya sangat berkomitmen untuk mendidik santri-santrinya, bukan hanya di bidang Alquran, melainkan juga dalam bidang kitab kuningnya, di mana kemarin para santri telah melaksanakan Uji publik baca kitab Metode Nashor” ujar Ust. Imam dari perwakilan Ummi Foundation

Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi

Selain uji publik nahwu, PDF Wustha Al Fithrah Surabaya juga menggelar Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-8 Metode Ummi, yang dilaksanakan pada Sabtu pagi, 26 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, di lokasi yang sama.

Acara ini menjadi penanda keberhasilan santri dalam menempuh tahapan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi, metode pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan pada tartil, tahsin, dan ketepatan makharijul huruf sesuai standar bacaan yang mutqin.

Dalam imtihan tersebut, para santri diuji secara langsung oleh penguji untuk memastikan kualitas bacaan Al-Qur’an sebelum dinyatakan lulus pada jenjang tertentu. Khotmul Qur’an pun menjadi momen penuh khidmat dan syukur atas ikhtiar panjang para santri dalam mempelajari Kalamullah.

“Ibu-ibu kira-kira melihat DA7 sama putra putrinya pandai menghapal Alquran, kira-kira seneng mana?

Njenengan tidak perlu mengasih gift D’Sultan, cukup didoakan. Agar semakin hari, putra putrinya di pondok tercinta, semakin mempeng belajarnya, semakin sungguh-sungguh, sehingga nanti betul menjadi anak-anak yang saleh salehah sebagaimana yang telah diazamkan” Ust. Nur Yasin, S.Ud, selalu Kepala PDF Wustho Al Fithrah

Disiarkan Langsung dan Terbuka untuk Masyarakat

Seluruh rangkaian kegiatan ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube resmi Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas, alumni, dan wali santri dari berbagai daerah.

Langkah ini sejalan dengan semangat keterbukaan informasi dan dakwah digital yang terus dikembangkan oleh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya bersama jaringan media Al Wava.

Berikut Link dokumentasi kegiatan yang disiarkan oleh Channel Youtube Al Wava TV https://youtube.com/live/4Fli7ZkhkpE?feature=share

Komitmen Al Fithrah dalam Pendidikan Santri

Melalui kegiatan uji publik, imtihan, dan khotmul Qur’an ini, PDF Wustha Al Fithrah Surabaya menegaskan komitmennya dalam mencetak santri yang unggul dalam ilmu alat (nahwu–sharaf) serta bacaan Al-Qur’an yang tartil dan benar.

Pihak pesantren berharap kegiatan semacam ini dapat terus meningkatkan mutu pendidikan, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, serta melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat.

Kepala Bagian Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Dr. Ust. Fathur Rozi, M.H.I berkenan memberikan sambutannya. Beliau berkata:

“Pada hari ini, Allah SWT gerakkan hati dan pikiran kita untuk menyaksikan bagaimana keberhasilan proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah dapat kita lihat dan disyukuri bersama. Mudah-mudahan perjalanan panjenengan dari jauh-jauh maupun yang dekat, dibalas oleh Allah subhanahu wataala” Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Multaqo Media Pondok Jawa Timur 2025: Ajang Silaturahmi Media Pondok Pesantren Se-Jawa Timur

Jum’at malam, 19 Desember 2025, menjadi momentum penting bagi perkembangan media pesantren di Jawa Timur. Pembukaan Multaqo Media Pondok Jawa Timur (MPJ) secara resmi digelar di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, dengan dihadiri oleh perwakilan insan media pondok pesantren dari berbagai daerah se-Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, serta menyatukan visi insan media pesantren dalam menghadirkan dakwah yang santun, mencerahkan, dan relevan dengan perkembangan zaman digital.

Sebagai tuan rumah, Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menyambut hangat seluruh delegasi yang hadir, menciptakan suasana kekeluargaan yang khas pesantren sejak awal acara.

Sesi Perkenalan Antar Regional Penuh Keakraban

Sesi malam pada pembukaan MPJ 2025 diisi dengan perkenalan antar regional media pondok pesantren. Setiap daerah diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri, berbagi pengalaman, serta menyampaikan semangat kebersamaan dalam membangun media pesantren.

Dalam suasana santai namun penuh makna, muncul ungkapan yang menggambarkan semangat MPJ:

“Meskipun bukan yang terbaik, yang penting yang terbanyak.”

Ungkapan ini merujuk pada antusiasme keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah. Sebagai catatan, pada Multaqo Media Pondok Jawa Timur tahun sebelumnya, Madura Raya tercatat mendelegasikan hingga 90 peserta, menjadi salah satu regional dengan jumlah delegasi terbanyak.

Hal tersebut menunjukkan besarnya semangat dan kepedulian pesantren terhadap peran media sebagai sarana dakwah dan informasi.

Syair Persahabatan dan Makna Kebersamaan

Suasana semakin hangat ketika Pak Ali menyampaikan sebuah syair penuh makna yang mencerminkan eratnya ukhuwah antar insan media pondok pesantren:

فِي قَلْبِنَا أَنْتُمْ جَلِيلُ # فَإِنَّكُمْ خَلِيلُنَا الخَلِيلُ

Syair tersebut menggambarkan kedekatan batin dan persaudaraan yang tulus, bahwa insan media pondok pesantren bukan sekadar mitra kerja, melainkan sahabat yang memiliki tempat mulia di hati.

Makna ini sejalan dengan semangat Multaqo Media Pondok Jawa Timur, yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas media, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan adab pesantren dalam setiap langkah perjuangan.

MPJ sebagai Pilar Penguatan Media Pesantren

Multaqo Media Pondok Jawa Timur diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan, peningkatan kapasitas, serta penguatan peran media pesantren dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan sinergi antar pondok pesantren, media diharapkan mampu menjadi corong dakwah yang berimbang, menyejukkan, dan berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pembukaan MPJ 2025 di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menjadi langkah awal yang penuh harapan, menandai komitmen bersama insan media pesantren untuk terus berkhidmah melalui tulisan, visual, dan narasi yang beradab serta bertanggung jawab.