alkhidmah

Rapat Koordinasi Guru PDF Ulya Al Fithrah: Menguatkan Tafaqqquh Fiddin dan Penyesuaian Kurikulum

Dalam rangka mengawali kembali kegiatan belajar mengajar pasca liburan Idul Fitri serta menyambut perubahan kalender pendidikan dari Hijriyah ke Masehi, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Al Fithrah Surabaya menggelar rapat koordinasi bagi seluruh ustadz dan ustadzah pada Selasa, 31 Maret 2026 bertempat di Pendopo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi lembaga dalam memperkuat kembali komitmen mencetak generasi tafaqquh fiddin, yaitu para pelajar yang mendalami ilmu agama secara utuh, mendalam, dan berkelanjutan. Dengan perubahan kalender dan dinamika pembelajaran modern, diperlukan penyusunan ulang strategi pembelajaran agar tetap selaras dengan visi pendidikan pesantren.

Acara dibuka dengan bacaan tawassul Al-Fatihah, dilanjutkan istighotsah dan Sholawat Fi Hubbi, sebagai bentuk permohonan keberkahan kepada Allah SWT agar rapat berjalan lancar dan membawa maslahat bagi lembaga. Dalam sesi ini dipandu beberapa asatidz sepuh. Tampak hadir Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I, Ust. H. Zainul Arif, S.Ud, Ust. H. Moh. Sholeh, S.Ud, Ust. H. Khoirudin, S.Ud, Ust. H. Ridwan, S.Ud dan asatid lainnya.

Apresiasi atas dedikasi

Dalam sambutannya, Kepala Pendidikan Diniyah Formal Ulya Al Fithrah, H. Nasiruddin, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya ketepatan administrasi melalui sosialisasi jurnal mengajar dan absensi, serta perlunya menyesuaikan materi ajar dengan kalender pendidikan baru. Ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus bagian dari upaya menjaga kesinambungan belajar santri.

โ€œBerdasarkan hasil penilaian assesor kemarin, kita (PDF Ulya Al Fithrah, red.) sudah mendapatkan nilai akreditasi A. Tapi ada satu yang kurang, berdasarkan saran yang disampaikan oleh salah seorang assesor yang merupakan dzurriyah Pondok Lirboyo, yaitu jurnal (mengajar)โ€ jelas Ust. Nashir.

Dalam suasana masih bulan Syawal itu beliau juga tak lupa memohon maaf atas segala kurang dalam memberikan pelayanan.

โ€œKami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panjenengan semua atas dedikasinya dalam membersamai dan mengajar para santri semuanyaโ€ lanjut beliau.

Penyesuaian Materi Ajar

Agenda utama rapat kali ini adalah musyawarah materi ajar setiap mata pelajaran seiring perubahan kalender pendidikan. Dalan hal ini diisi dengan pengarahan dari Waka Kurikulum, Ust. Dzulfikar Nasrullah, S.Ud.

โ€œTahun ini santri kelas XII sudah tidak lagi kembali (karena sudah dinyatakan lulus), sehingga perlu adanya penyesuian terhadap kegiatan belajar mengajarโ€ terang Ustadz Dzul.

Dalam kesempatan ini beliau juga memandu diskusi kelompok guru sesuai rumpun mata pelajaran yang fokus pembahasannya pada dua hal penting:

1. Penyesuaian materi ajar sesuai kalender Masehi

2. Pengaturan ulang waktu dan alokasi pembelajaran

Para pendidik diminta membawa kitab mata pelajaran untuk jenjang Istiโ€™dad, kelas X, dan kelas XI agar proses musyawarah berjalan efektif dan terarah.

Mengawal Proses Tafaqquh fiddin

Melalui forum musyawarah tersebut, diharapkan tersusun langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat proses pembelajaran, khususnya yang berorientasi pada pendalaman ilmu agama. Dengan demikian, setiap guru memiliki peran penting dalam menjaga ruh pendidikan pesantren, yaitu membentuk santri yang memahami agama secara menyeluruh (tafaqquh fiddin) sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh ustadz dan ustadzah yang hadir tepat waktu dan mengikuti acara hingga selesai akan memperoleh fasilitas transport dari panitia. Hal ini merupakan wujud penghargaan atas dedikasi dan partisipasi aktif tenaga pendidik dalam memajukan lembaga.

Acara ditutup dengan penyampaian hasil diskusi dan doa bersama, dipimpin oleh MC. Semoga seluruh rangkaian musyawarah ini membawa keberkahan dan menjadi langkah maju dalam meningkatkan mutu pendidikan di PDF Ulya Al Fithrah.

Menggapai Lailatul Qodar di Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan

Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan berpamitan. Gegap gempita ibadah di dalamnya akan kita rindukan. Yaa semestinya itu yang perlu kita hidupkan di bulan-bulan Ramadhan.

Di antara ‘hadiah besar’ yang ada di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodar. Malam Lailatul Qodar adalah modal yang sangat besar. Keistimewaannya yang berlipat ganda membuat semua hati ingin mengejar. Apakah semua orang berhak untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qodar?

Tanda-tanda Lailatul Qodar

Lailatul Qodar memiliki tanda-tanda yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Tanda-tanda ini meliputi tanda-tanda alam dan tanda-tanda rasa.

Tanda-tanda alam Lailatul Qodar di antaranya adalah pada malam itu tidak terasa panas dan tidak pula dingin. Malam itu nyaman dan tenteram sekali. Pada pagi harinya, matahari terbit dan sinar sorot dan hanya menampakkan kuningnya selayaknya kuning telur.

Pada malam itu juga tidak terdengar gonggongan anjing. Atau maknanya adalah tidak terdengar suara yang tidak Allah ridai pada malam Lailatul Qodar.

Tanda-tanda rasa Lailatul Qodar bisa dirasakan oleh orang yang mendapatkannya. Pada malam itu hati terasa mudah tersentuh. Muncul perasaan rendah diri dan merasa banyak kesalahan dan dosa yang dilakukan.

Yang muncul hanyalah rasa tunduk. Hingga kemudian keluar air mata. Pada waktu itulah bertepatan dengan disalami oleh Malaikat Jibril.

Kapan Lailatul Qodar?

Para ulama berselisih tentang kapan Lailatul Qodar. Tak lain sebab Allah merahasiakan kapan Lailatul Qodar.

Ada banyak riwayat yang menyatakan bahwa para sahabat dan ulama salaf yang mengalami Lailatul Qodar di tanggal yang berbeda-beda.

Dari banyaknya pengalaman para sahabat didapati bahwa mereka ‘menemukan’ Lailatul Qodar pada malam 27 Ramadhan (pitulikur). Hal ini yang kemudian melandasi kegiatan Majlis Dzikir dan Sholat Malam di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya dilaksanan setiap malam 27 Ramadhan atau Pitulikuran. Tentu dengan tidak melupakan pelaksanaan dzikir dan sholat malam setiap malam selama bulan Ramadhan.

Berikut doa munajat yang biasa dibaca ketika Majlis Sholat Malam 27 Ramadhan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

ู…ููˆูŽุฏูŽู‘ุนู’ ู…ููˆูŽุฏูŽู‘ุนู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ # ุนูŽูˆู’ุฏูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบููู’ุฑูŽุงู†ู

ุญููˆูŽูŠู’ุฏููŠ ุฃูŽุนูุฏู’ ู„ููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุญูŽุฏููŠู’ุซู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽุงุฆูุจู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽู…ูŽุง ุญูŽุงู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ู ุบูŽุงุฆูุจู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฌูŽู…ููŠู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุญูŽูŠูŽู‘ุง ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฌูŽุนููŠู’ุฏู ุฃูŽู…ู’ ุฐูŽูˆูŽุงุฆูุจู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฑูŽุนูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุงู„ููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุญูุธููŠู’ู†ูŽุง ุจููˆูŽุตู’ู„ูู‡ู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽุทูŽุงุจูŽ ุงุชูŽู‘ุตูŽุงู„ููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุจูุนูŽู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู†ูŽู‡ู’ู„ูู‡ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŒ

ููŽูŠูŽุง ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ู„ููู’ ุดูŽู…ู’ู„ููŠ ุจูุดูŽู…ู’ู„ูู‡ู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ููŽู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูุนู’ุฏู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูŽุฌู’ุฑู ุฐูŽุงุฆูุจู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฃูŽู†ูŽุง ุณูŽุฃูŽุชู’ุฑููƒู ุงู„ู’ู‡ูŽู…ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ูˆูŽูˆูŽุงุตูู„ู’ ุณูุฑููˆุฑููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽุดูŽุงุฏู’ุฎูู„ู’ ูˆูŽุดูŽุงุฒู’ุญูŽู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุจูู‚ูŽู„ู’ุจู ุฌูŽุดููˆู’ุฑููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽู„ููŠ ุฑูŽุจูู‘ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุจูุฎูŽุงูููŠ ุฃูู…ููˆู’ุฑููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฃูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฎูŽุทูŽุฃู‹ ุบูŽูŠู’ุฑู ุตูŽุงุฆูุจู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู’

ุฃูŽู†ูŽุง ู…ูุณู’ุชูŽุฌููŠู’ุฑู ุจูŽุงู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฌูŽู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ููƒูŽู…ูŽู‘ู„ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู’ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ู’ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ู„ูŽู†ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูุฑู’ุณูŽู„ูŒ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุจูู‡ู ุชูŽู†ู’ู‚ูŽุถููŠู’ ู„ููŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ู…ูŽุทูŽุงู„ูุจู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูŽุฏูู‘ู‡ู ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ # ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ุชูŽุจูŽุฌูŽู‘ุญู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู’

ููŽูููŠ ูƒูู„ูู‘ ูˆูŽุฒู’ู†ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ููŽูˆูŽุฒู’ู†ูŽุชูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุฌูŽุญู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุจูุจูŽุฑู’ูƒูŽุชูู‡ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ูŠูุฌูŽุงูˆูุฒู ูˆูŽูŠูŽุณู’ู…ูŽุญู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

ุฅูุฐูŽุง ุงุนู’ูŠูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู # ุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ู…ูŽุฐูŽุงู‡ูุจู’ ูŠูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู

Siapa yang berhak atas Lailatul Qodar

Kembali ke pertanyaan awal tentang apakah semua orang bisa ‘memetik keutamaan’ Lailatul Qodar?

Terkait ini Hadratusy Syaikh KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqy pernah dawuh:

“Kulo kaleh panjenengan dipun pacu dening Gusti Allah. Dipun pacu dus pundi? Shidqut tawajjuh ilaa Allah. Mboten cuma ngelakoni, mboten cuma tunduk. Estu. Estu seng ndadosaken kulo kaleh panjenengan niku shidqut tawajjuh niku nopo? Iso ngumpulaken pikiran lan atine dadi siji. Dikumpulaken ten pundi? Madep dateng Gusti Allah. Coro dus pundi? Ilang rasane. Mboten cumak ngelakoni tok mboten”

(Dengan dirahasiakannya Lailatul Qodar) saya dan Anda sekaliyan dipacu oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dipacu untuk apa? Bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah (shidqut tawajjuh). Bersungguh-sungguh. Bukan hanya sekadar melaksanakan. Bukan hanya tunduk. Bersungguh-sungguh bagaimana yang menyebabkan saya dan Anda sekaliyan menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala? Yaitu yang bisa mengumpulkan hati dan pikiran menjadi satu. Dikumpulkan ke mana? Menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Caranya bagaimana? Hilang rasanya (dari kepentingan). Bukan hanya melaksanakan-melaksanakan (ibadah) saja” (terj.)

Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan keistikomahan dalam menghadap dan sibo kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin

Qasidah Ramadhan Arab, Latin dan Terjemahnya

Ramadhan adalah bulan yang dinantikan umat muslim sedunia. Hati mereka merindukannya. Pada bulan Ramadhan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sementara setan dalam belenggu-Nya. Artinya, pada bulan Ramadhan Allah membuka pintu rahmatnya dan pengaruh setan ‘melemah’.

Banyak orang mengisi Ramadhan dengan berbagai macam amal kebaikan. Ada yang membaca Alquran, memperbanyak dzikir dan sholawat, menambah ilmu dan pengetahuan, bersedakah serta banyak amal kebaikan lainnya.

Di antaranya adalah berdzikir dengan bacaan Qasidah Ramadhan. Qasidah ini tidak asing di hampir seluruh kalangan umat muslim Indonesia. Hanya saja dalam pengamalannya ada yang memulainya dengan redaksi berbeda. Dalam sebagian kalangan menggunakan redaksi Syai’lillah yaa Ramadhan ataupun Syirillah yaa Ramadhan.

Qasidah Ramadhan biasa dibaca di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya setiap malam bulan Ramadhan, tepatnya setelah selesai salam kesepuluh sholat Tarawih. Berikut redaksi lengkap Qasidah Ramadhan, Arab, indonesia dan terjemahnya.

Redaksi Lengkap Qasidah Ramadhan

Berikut redaksi lengkap Qasidah Ramadhan yang dibaca di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

ู„ูŽุง ุฅู„ู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ูย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู

ูŠูŽุง ุญูŽู†ูŽู‘ุงู†ู ูŠูŽุง ู…ูŽู†ูŽู‘ุงู†ูย ย ย ย ย ย ย ย  ุฌูุฏู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบููู’ุฑูŽุงู†ู

ูŠูŽุง ุญูŽู†ูŽู‘ุงู†ู ูŠูŽุง ู…ูŽู†ูŽุงู†ู         ูŠูŽุง ู‚ูŽุฏููŠู…ูŽ ุงู„ู’ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู

ุจูŽุญู’ุฑู ุฌููˆุฏููƒูŽ ู…ูŽู„ู’ูŠูŽุงู†ู      ุฌูุฏ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบููู’ุฑูŽุงู†ู

ุฌูุฏู’ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู        ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุณููˆุกู ุฎูŽุฒู’ูŠูŽุงู†

ู…ูู†ู’ ุฐูู†ููˆู’ุจู ูˆูŽุญู’ู„ูŽุงู†ู’      ุฎูŽุงุฆููู’ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุบูŽุถู’ุจูŽุงู†ู’

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู†ูŽุณู’ุชูŽุนู’ูููŠูƒูŽ            ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู†ูŽุณู’ุชูŽุฑู’ุถููŠู’ูƒูŽ

ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุง ุธูŽู†ูŒู‘ ูููŠูƒูŽ             ูŠูŽุงุฑูŽุฌูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู

ู„ูŽุง ุชูุฎูŽูŠูู‘ุจู ุฑูŽุงุฌููŠ         ุชูŽุญู’ุชูŽ ุจูŽุงุจููƒู’ ู„ูŽุงุฌููŠ

ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูŽู‘ุฌููŠ      ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ ูŠุง ุญูŽู†ูŽู‘ุงู†ู’

ุจูุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุงู„ู’ุฃูู…ูู‘ูŠ             ูˆูŽุฎูŽุฏููŠุฌูŽุฉู ุฃูู…ูู‘ูŠ

ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุชููˆู’ู„ู ุงู„ุฎูŽุชู’ู…ููŠ         ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽุงุชู ุงู„ู†ูู‘ุณู’ูˆูŽุงู†ู

ุจูุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’             ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ู†ูŽุง ุขุฏูŽู…ู’

ูˆูŽ ุจูู†ููˆู’ุญู ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ู’           ูˆูŽุฎูŽู„ููŠู„ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†

ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุชูุฑู’ุจูŽุฉูŒ ุจูŽุดูŽุงุฑ        ูˆูŽุงู„ู’ููŽู‚ููŠู‡ู ุงู„ู’ู…ูุดู’ู‡ูŽุงุฑู

ูˆูŽุจูŽุฃูŽู„ู ุนูŽู„ู’ูˆูู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุฑูŽุงุฑู   ู…ูŽู†ู’ ุจูู‡ูู…ู’ ุญูŽุงู„ููŠ ุฒูŽุงู†

ูˆูŽุจูุญูŽุฏูŽู‘ุงุฏู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู’          ูŠูู†ูŽุงู„ู ูƒูู„ูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุบููˆุจ

ูˆูŽุฒูŽุงู„ูŽ ุฌูู„ูู‘ ุงู„ู’ูƒูุฑููˆู’ุจู    ุฏูŽุงุฆูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ู

ูˆูŽุณูู„ู’ุทูŽุงู†ูู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ุธููˆู’ุฑูŒ      ูˆูŽุณูŽูŠู’ููู‡ูู…ู’ ู…ูŽุดู’ู‡ููˆู’ุฑูŒ

ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ุณูู‡ูู…ู’ ู…ูŽูˆู’ุชููˆู’ุฑู’         ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุฏูุฑู ุงู„ู’ุฌููŠู’ู„ูŽุงู†ู

ูˆูŽุจูุงู„ู’ุจูŽุทูŽู„ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ู‚ูŽุฑููŠ      ูˆูŽุณูุฑูู‘ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุฑููŠู’

ู„ูู…ูุญูุจูู‘ูŠู’ู‡ู’ ูŠูŽุณู’ุฑููŠู’           ุดูŽูŠู’ุฎูู†ูŽุง ุนูุซู’ู…ูŽุงู†

ูˆูŽุจูุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู’ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑููŠย ย ย ย ย ย  ุฐููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู ุงู„ู†ูŽู‘ู‚ููŠูู‘

ู„ูู…ูุนู’ุชูŽู‚ูุฏููŠู’ู‡ู ูˆูŽุงูููŠู’ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  ูููŠ ู…ูŽุฏูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุฒู’ู…ูŽุงู†ู

ูˆูŽุฃูŽุญู’ุฒูŽุงุจูู‡ู ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŒ      ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽููŽุงู‚ู ู…ูŽุดู’ู‡ููˆู’ุฑูŒ

ูˆูŽู…ูุชูŽู‘ุจูุนููŠู’ู‡ู’ ู…ูŽุญู’ุตููˆู†ูŽ     ูููŠู’ ุฑูุถูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู’

ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู’ ูˆูŽุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู’ู‚ููŠู’ู†ู’ ูˆูŽุงู„ุดูู‘ู‡ูŽุฏูŽุงุกู’ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู’ู†ู’

ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุชู’ู‚ููŠูŽุงุกู’ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ู’  ูŠูŽุง ุฑูŽุฌูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูุฑู’ููŽุงู†ู’

ูŠูŽุง ุตูŽู…ูŽุฏู ูŠูŽุง ู…ูุนู’ุทููŠู’      ุจูุงู„ู’ุนูŽุทูŽุง ู„ูŽุง ุชูุจู’ุทููŠู’

ุฌูุฏู’ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุทููŠู’       ุจูุงู„ุฑูู‘ุถูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุบููู’ุฑูŽุงู†

ุฌูุฏู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุทู’ู„ููˆุจู       ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑูŽุญู’ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูŽูŠูู‘ูˆุจู

ูˆูŽุจูููŽุฑู’ุญูŽุฉู’ ูŠูŽุนู’ู‚ููˆู’ุจู’         ุญููŠู’ู†ูŽ ุฒูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุฒูŽุงู†

ุงู„ู’ููŽู‚ููŠุฑู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุถูŽุงุฑู        ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุญูŽุงุฑู

ู‚ูŽุงุฆูู„ู‹ุง ูŠูŽุง ุณูŽุชูŽุงุฑู             ุฌูุฏู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบููู’ุฑูŽุงู†

ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฆูู…ู          ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุจู’ู†ู ู‡ูŽุงุดูู…

ุนูŽุฏูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู’          ุจูุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู’ ุณูŽู‡ู’ุฑูŽุงู†ู

Redaksi Latin Qasidah Ramadhan

Redaksi Latin Qasidah Ramadhan ala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah

Lฤ ilฤha illallฤh
Lฤ ilฤha illallฤh

Yฤ แธคannฤn yฤ Mannฤn
Jud lanฤ bil-ghufrฤn

Yฤ แธคannฤn yฤ Manฤn
Yฤ qadฤซmal-iแธฅsฤn

Baแธฅru jลซdika malyฤn
Jud lanฤ bil-ghufrฤn

Jud lihฤdzal-insฤn
โ€˜Abda sลซโ€™in khazyฤn

Min dzunลซbin waแธฅlฤn
Khฤif innaka ghaแธbฤn

Rabbanฤ nastaโ€˜fฤซka
Rabbanฤ nastarแธฤซka

Wa lanฤ แบ“annun fฤซka
Yฤ rajฤโ€™a ahlal-ฤซmฤn

Lฤ tukhayyib rฤjฤซ
Taแธฅta bฤbika lฤjฤซ

Lam yazal fid-dajฤ
Qฤโ€™ilan yฤ แธคannฤn

Bin-nabiyyil-ummฤซ
Wa Khadฤซjatu ummฤซ

Wal-batลซlil-khatmฤซ
Sayyidฤtin-niswฤn

Bin-nabiyyฤซnal-jamโ€˜
Min abฤซnฤ ฤ€dam

Wa bi Nลซแธฅil-aqdฤm
Wa Khalฤซlir-Raแธฅmฤn

Bi ahli turbati Bashฤr
Wal-faqฤซhil-mishhฤr

Wa bi ฤ€li โ€˜Alawiyil-abrฤr
Man bihim แธฅฤlฤซ zฤn

Wa bi แธคaddฤdil-qulลซb
Yunฤlu kullul-marghลซb

Wa zฤla jullul-kurลซb
Dฤโ€™iman fil-amฤn

Wa sulแนญฤnihim manแบ“ลซr
Wa saifihim mashhลซr

Wa qawsihim mawtลซr
โ€˜Abdul Qฤdir al-Jฤซlฤnฤซ

Wa bil-baแนญalil-โ€˜abqarฤซ
Wa sirruhลซs-sฤrฤซ

Li muแธฅibbฤซhi yasrฤซ
Syaikhunฤ โ€˜Utsmฤn

Wa bi Aแธฅmad Asrฤrฤซ
Dzil-akhlฤqin-naqฤซ

Li muโ€˜taqidฤซhi wฤfฤซ
Fฤซ madal-azmฤn

Wa aแธฅzฤbihฤซ manแนฃลซr
Fil-ฤfฤqi mashhลซr

Wa muttabiโ€˜ฤซhi maแธฅแนฃลซn
Fฤซ riแธar-Raแธฅmฤn

Wal-awliyฤโ€™i wash-แนฃiddฤซqฤซn
Wash-shuhadฤโ€™i wash-แนฃฤliแธฅฤซn

Wal-atqiyฤโ€™i wal-muslimฤซn
Yฤ rajฤโ€™a ahlal-โ€˜irfฤn

Yฤ แนขamad yฤ Muโ€˜แนญฤซ
Bil-โ€˜aแนญฤ lฤ tubแนญฤซ

Jud lihฤdzal-mukhแนญฤซ
Bir-riแธฤ wal-ghufrฤn

Jud lanฤ bil-maแนญlลซb
Wal-faraแธฅ mitsla Ayyลซb

Wa bifarแธฅati Yaโ€˜qลซb
แธคฤซna zฤlatil-aแธฅzฤn

Al-faqฤซril-Muแธฅแธฤr
Qฤโ€™iman fil-asแธฅฤr

Qฤโ€™ilan yฤ Sattฤr
Jud lanฤ bil-ghufrฤn

Wash-แนฃalฤtud-dฤโ€™im
โ€˜Alan-nabiyyi ibni Hฤsyim

โ€˜Adda man huwa qฤโ€™im
Bil-โ€˜ibฤdati sahrฤn

Terjemahan Lengkap Qasidah Ramadhan

Berikut terjemahan lengkap Qasidah Ramadhan

Tiada Tuhan selain Allah.
Tiada Tuhan selain Allah.

Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Maha Pemberi,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Wahai Maha Pengasih, Wahai Maha Pemberi,
Wahai Dzat yang sejak dahulu melimpahkan kebaikan.

Lautan kemurahan-Mu penuh melimpah,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Karuniakanlah kepada manusia ini,
Seorang hamba yang buruk dan hina.

Yang tenggelam dalam lumpur dosa,
Takut karena Engkau murka.

Wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu,
Wahai Tuhan kami, kami memohon keridaan-Mu.

Dan kami berbaik sangka kepada-Mu,
Wahai harapan orang-orang beriman.

Jangan Engkau kecewakan orang yang berharap,
Yang berlindung di bawah pintu-Mu.

Yang terus berada dalam gelap malam,
Seraya berkata: Wahai Maha Pengasih.

Dengan (perantaraan) Nabi yang ummi,
Dan Sayyidah Khadijah ibuku.

Dan wanita suci yang utama,
Pemimpin para wanita.

Dengan seluruh para nabi,
Dari ayah kami Nabi Adam.

Dan Nabi Nuh yang teguh,
Dan kekasih Allah (Nabi Ibrahim).

Dengan para penghuni Turbah Basyar,
Dan para fuqaha yang masyhur.

Dengan keluarga Alawi yang saleh,
Yang dengan mereka keadaanku menjadi indah.

Dengan penempaan hati,
Dengannya tercapai segala harapan.

Dan hilanglah segala kesusahan,
Selamanya dalam keamanan.

Dan sultan mereka tampak nyata,
Dan pedang mereka masyhur.

Dan busur mereka yang kuat,
(Ya Allah, dengan wasilah) Abdul Qadir al-Jilani.

Dengan sang pahlawan yang luar biasa,
Dan rahasianya yang mengalir.

Kepada para pecintanya mengalir,
Guru kami Syekh Utsman Al-Ishaqy.

Dengan (keberkahan) Syaikh Ahmad Asrori (Al-Ishaqy),
Yang berakhlak suci.

Bagi para pengikutnya setia,
Sepanjang zaman.

Dan hizibnya mendapat pertolongan,
Terkenal di seluruh penjuru.

Para pengikutnya terlindungi,
Dalam keridaan Ar-Rahman.

Dan para wali, para shiddiqin,
Para syuhada dan orang-orang saleh.

Para muttaqin dan kaum muslimin,
Wahai harapan ahli makrifat.

Wahai Dzat Maha Dibutuhkan, Wahai Maha Pemberi,
Dalam memberi jangan Engkau tunda.

Karuniakan kepada hamba yang bersalah ini,
Keridaan dan ampunan.

Karuniakan kepada kami apa yang kami harapkan,
Dan kebahagiaan seperti Nabi Ayyub.

Dan kebahagiaan Nabi Yaโ€˜qub,
Ketika kesedihan telah hilang.

Hamba yang fakir, Al-Muhdhar,
Berdiri di waktu sahur.

Seraya berkata: Wahai Maha Menutup Aib,
Anugerahkanlah kepada kami ampunan.

Dan shalawat yang terus-menerus,
Atas Nabi keturunan Bani Hasyim.

Sebanyak orang yang berdiri,
Dalam ibadah di malam hari.

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026โ€“2027

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya resmi dibuka untuk Tahun Ajaran 2026โ€“2027 M / 1447โ€“1448 H. Informasi ini diperuntukkan bagi calon santri dan wali santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya.

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, jenjang pendidikan, serta tata cara pendaftaran santri baru.

Tentang Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dengan berbagai jenjang formal maupun nonformal.

Lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah meliputi pendidikan untuk santri mukim (menetap) dan non mukim (tidak menetap).

Alamat lengkap:
Jl. Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur (60129)

Tahun Ajaran 2026โ€“2027 M / 1447โ€“1448 H

Pendaftaran santri baru dibuka untuk Tahun Ajaran: 2026โ€“2027 Masehi / 1447โ€“1448 Hijriyah

Tingkat Pendidikan yang Dibuka

Berikut jenjang pendidikan yang tersedia dalam Pendaftaran Santri Baru Al Fithrah Surabaya:

Untuk pendaftaran santri non mukim meliputi dua lembaga pendidikan dasar:

Sedangkan untuk pendaftaran santri baru mukim meliputi

Calon santri dapat memilih jenjang pendidikan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan pendidikan masing-masing.

Jadwal Pendaftaran Santri Baru 2026

Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang:

๐ŸŸข Gelombang I

  • 20 Februari โ€“ 5 Maret 2026 M
  • 2 โ€“ 15 Ramadhan 1447 H

๐ŸŸข Gelombang II

  • 1 April โ€“ 30 April 2026 M
  • 12 Syawal โ€“ 12 Dzulqaidah 1447 H

Disarankan untuk mendaftar lebih awal agar mendapatkan kesempatan lebih luas, disebabkan pembatasan kuota santri baru.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Berikut alur pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

1. Tes Non Akademik

Calon santri melakukan tes akademik dan non akademik secara offline di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya:

  • Tes Akademik meliputi baca Al-Qurโ€™an dan tulis pego untuk santri baru lulusan SD sederajat, baca Fathul Qorib dan pengetahuan Nahwu Shorof untuk lulusan SMP sederajat dan baca Kitab Mauโ€™idzatul Muโ€™minin bagi santri baru Maโ€™had Aly Al Fithrah.
  • Tes Non Akademik meliputi tes skill non-akademik seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, disiplin, adaptasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan ketahanan diri.

Tes ini dilaksanakan untuk menentukan penempatan kelas santri baru. Tes ini juga dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia.

2. Pengumuman Hasil Tes

Hasil tes santri baru akan diinformasikan melalui WhatsApp kepada calon santri atau wali santri.

3. Daftar Ulang

Setelah mendapatkan pengumuman hasil tes, santri baru wajib melakukan:

  • Pembayaran administrasi
  • Pengumpulan berkas persyaratan pendaftaran

Sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Pengumuman Jadwal Masuk

Santri akan mendapatkan informasi jadwal masuk Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya melalui WhatsApp.

Cara Pendaftaran Santri Baru

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui:

๐Ÿ‘‰ https://psb.alfitrah.net

Calon santri juga dapat memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Narahubung Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pendaftaran Santri Baru 2026โ€“2027, silakan menghubungi:

๐Ÿ“ฑ 0812 2339 9950 โ€“ Panitia PSB
โ˜Ž (031) 3717304 / (031) 3722771 โ€“ Kantor Pondok

Media Sosial dan Website Resmi

Ikuti informasi terbaru melalui:

  • Instagram / Media Sosial: @alfitrahsby
  • Website resmi: alfitrah.org

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Tahun Ajaran 2026โ€“2027 telah resmi dibuka dengan dua gelombang pendaftaran. Calon santri diwajibkan mengikuti tes akademik dan non akademik, menunggu pengumuman via WhatsApp, serta melakukan daftar ulang apabila dinyatakan lulus.

Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya.

Semoga dimudahkan segala urusan kita semuanya

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Ramadhan Ala Al Fithrah

Shalat Tarawih merupakan syiar agung di bulan Ramadhan yang telah menjadi tradisi umat Islam sejak masa Nabi Muhammad. Pada masa Umar bin Khattab, pelaksanaan tarawih berjamaah disempurnakan dan dirapikan dalam satu imam sehingga menjadi tradisi yang terus hidup hingga hari ini.

Di berbagai pesantren dan majelis dzikir, termasuk di lingkungan Al Fithrah, bacaan Bilal Shalat Tarawih memiliki kekhasan tersendiri. Bacaan ini bukan sekadar seruan, tetapi menjadi pengikat kekhusyukan, penanda perpindahan rakaat, serta penguat semangat jamaah dalam beribadah.

Peran Bilal dalam Shalat Tarawih

Dalam tradisi pesantren, bilal bertugas:

  • Mengumumkan jeda antar rakaat
  • Membaca shalawat dan doa tertentu
  • Mengajak jamaah memperbanyak dzikir
  • Menjaga irama dan kekhidmatan suasana

Peran ini meneladani semangat sahabat Bilal bin Rabah yang dikenal sebagai muadzin Rasulullah dan simbol keteguhan dalam syiar Islam.

Susunan Bacaan Bilal Shalat Tarawih Ala Al Fithrah

Berikut adalah susunan bacaan Bilal Shalat Tarawih Ramadhan ala Al Fithrah.

1. Bacaan Sebelum Tarawih

ู…ุจู„ุบ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑูŽุงูˆููŠู’ุญู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉู‹ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

2. Bacaan Setelah Salam Pertama

ู…ุจู„ุบ

ุงูŽู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ู†ูŽุจููŠูู‘ูƒูู…ู’ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

3. Bacaan Setelah Salam Kedua

ู…ุจู„ุบ:

ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู‹

 ุฌู…ุงุนุฉ:

ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุชูŽูˆูŽู‘ุงุจู ูŠูŽุงุบูŽููŽู‘ุงุฑู ูŠูŽุง ูˆูŽุงุณูุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

4. Bacaan Setelah Salam Ketiga

ู…ุจู„ุบ:

ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ู†ู ุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู’ู‚ูุŒ ุชูŽุฑูŽุถูŽู‘ูˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

5. Bacaan Setelah Salam Keempat (Setelah Yaa Tawwab)

ู…ุจู„ุบ:

ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู‹

 ุฌู…ุงุนุฉ:

ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุชูŽูˆูŽู‘ุงุจู ูŠูŽุงุบูŽููŽู‘ุงุฑู ูŠูŽุง ูˆูŽุงุณูุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

6. Bacaan Setelah Salam Kelima

ู…ุจู„ุบ:

ุฃูŽู…ููŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุงุจู’ู†ู ุงู„ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจูุŒ ุชูŽุฑูŽุถูŽู‘ูˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู.

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

7. Bacaan Setelah Salam Keenam

ู…ุจู„ุบ:

ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู‹

 ุฌู…ุงุนุฉ:

ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุชูŽูˆูŽู‘ุงุจู ูŠูŽุงุบูŽููŽู‘ุงุฑู ูŠูŽุง ูˆูŽุงุณูุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู

8. Bacaan Setelah Salam Ketujuh

ู…ุจู„ุบ:

ุฃูŽู…ููŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูุซู’ู…ูŽุงู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽููŽู‘ุงู†ูŽ ุŒ ุชูŽุฑูŽุถูŽู‘ูˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

9. Bacaan Setelah Salam Kedelapan (Setelah Yaa Allah biha)

ู…ุจู„ุบ:

ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู‹

 ุฌู…ุงุนุฉ:

ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุชูŽูˆูŽู‘ุงุจู ูŠูŽุงุบูŽููŽู‘ุงุฑู ูŠูŽุง ูˆูŽุงุณูุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

10. Bacaan Setelah Salam Kesembilan

ู…ุจู„ุบ:

ุฃูŽู…ููŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠู’ ุทูŽุงู„ูุจู’ ูƒูŽุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุŒ ุชูŽุฑูŽุถูŽู‘ูˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู.

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

11. Bacaan Sholat Witir Dua Rakaat

ู…ุจู„ุบ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉู‹ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

12. Bacaan Sholat Witir Satu Rakaat

ู…ุจู„ุบ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉู‹ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู

ุฌู…ุงุนุฉ

ุงูŽู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ.

ู…ุจู„ุบ:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู .

ุฌู…ุงุนุฉ:

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู .

Keutamaan Menghidupkan Tarawih

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

โ€œBarang siapa menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ€
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Tradisi bacaan bilal yang tertata dan penuh adab membantu jamaah menjaga niat, kekhusyukan, dan semangat hingga akhir rakaat.

Ciri Khas Bacaan Ala Al Fithrah

Beberapa ciri khas bacaan bilal ala Al Fithrah antara lain:

  • Irama yang tenang dan khidmat
  • Penekanan pada shalawat kepada Nabi ๏ทบ
  • Doa yang sarat makna taubat dan mahabbah
  • Kekompakan antara bilal, imam, dan jamaah

Hal ini menjadikan suasana tarawih terasa lebih hidup, bukan hanya sebagai ibadah rutin, tetapi juga sebagai majelis dzikir yang menyentuh hati.

Penutup

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Ramadhan ala Al Fithrah adalah bagian dari khidmah dalam menjaga tradisi Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ia bukan sekadar teks bacaan, tetapi warisan ruhani yang memperindah malam-malam Ramadhan.

Semoga Allah ๏ทป menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar.