AlFithrah

Hari Santri 2023: Santri Al Fithrah Surabaya Laksanakan Apel Hari Santri

Hari Santri, sejak mulai ditetapkan menjadi agenda yang wajib dirayakan di berbagai pesantren. Begitu juga di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya. Nyaris satu bulan, tim Paskibraka santri Al Fithrah Surabaya menyiapkan apel hari santri 2023.

Apel hari santri 2023 diadakan hari  Minggu, 22 Oktober 2023. Santri Al Fithrah –  tingkat RA, MI, PDF Wustho, PDF Ulya, MDTJ dan Ma’had Aly mengikuti apel ini. Berlokasi di lapangan ponpes Al Fithrah, apel ini juga dihadiri oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan ponpes Al Fithrah.

Apel ini dimulai pukul 07.00 WIB. Sebelum apel dimulai, drum band santri MI Al Fithrah menampilkan Ya Lal Wathan dan Hari Santri. Apel dimuai dengan pembacaan Tawasul oleh Ust. H. Sholeh. Dilanjutkan dengan seremonial apel. Ust. Nashiruddin, Kepala Bagian Pendidikan, menjadi inspektur dalam apel kali ini.

Berbeda dengan upacara 17 Agustus lalu. Dalam apel kali ini, pengibar bendera hanya terdiri tiga orang, tanpa diiringi pasukan lain. Latihan berhari-hari terbayar tuntas dengan lancarnya proses pengibaran bendera diiringi dengan lagu Indonesia Raya.

Selepas dilaksanakan pengibaran bendera merah putih, acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh inspektur apel. Pembacaan ini diikuti oleh seluruh peserta apel. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Ya Lal Wathan oleh seluruh peserta apel.

Acara selanjutnya, pembacaan Malhudzat oleh Ust. Mustaqim. Malhudzat adalah tuntunan dan bimbingan Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy, pendiri ponpes Al Fithrah. Selapas itu, pembacaan teks resolusi jihad oleh Ust. Agus Saputra.

Penampilan santri menjadi acara selanjutnya. Banu Thabrani dan Fayruz Zamzami membacakan Puisi tentang bagaimana resolusi jihad menjadi bagian sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan.

Foto: Al Wava Media

dfn

Filosofi Logo Hari Santri

Kemenag Republik Indonesia kembali meluncurkan logo Hari Santri 2023. Mengusung tema Jihad Santri Untuk Negeri, logo ini diluncurkan Jumat, 6 Oktober 2023. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas langsung meluncurkan logo ini di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

“Pada peringatan tahun ini, kita usung semangat Jihad Santri Jayakan Negeri,” kata Menag Yaqut di Jakarta, Jumat (6/10/2023). “Melalui tema ini, kami ajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital,” imbuhnya.

Selain merilis logo Hari Santri 2023, Kemenag RI juga merilis makna dan filosofi logo ini. Logo ini terdiri atas gambar dan simbol berupa: bendera merah putih dan api berkobar, jaringan digital, empat pilar, titik di atas empat pilar, simbolisasi huruf Nun, dan goresan tinta. Logo didesain dengan lima warna, yaitu merah, putih, hijau, orange, dan biru.

Makna dan Filosofinya Hari Santri 2023

Ada enam elemen utama dalam logo Hari Santri 2023, berikut urainnya.

  • Kobaran api nasionalisme

Rasa cinta tanah air, adalah semangat yang dalam dada setiap santri. “Hubbul wathan mina iman” (rasa cinta adalah bagian dari iman), adalah kobaran api yang selalu menyala.

  • Teknologi digital

Tantangan hari ini yang harus dijawab oleh santri adalah, kemajuan teknologi digital. Santri hari ini, harus mengembangkan pengetahuannya untuk mengikuti transformasi teknologi digital.

  • 4 pilar kebangsaan

Indonesia dibangun diatas 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

  • Santri menjaga negeri

Santri senantiasa siaga menjaga 4 pilar kebangsaan, inilah komitmen dan jiwa nasionalisme yang dimiliki oleh para santri.

  • Simbolisasi “Nun”

Dalam Islam, jelas sekali huruf “Nun” berdiri sendiri sebagai pembuka surat Al Qalam, yang disimbolkan dengan tempat tinta, lalu disusul ada kalam dan tempat menulisnya sebagai mana disebutkan dalam ayat: “Nuun wal-qalami wa maa yasthuruun”. Ini bermakna, “Nun” sebagai simbol pengetahuan.

  • Goresan Tinta.

Tantangan hari ini yang harus dijawab oleh santri adalah, kemajuan teknologi digital. Santri hari ini, harus mengembangkan pengetahuannya untuk mengikuti transformasi teknologi digital.

Ada lima warna dalam komposisi logo, yaitu merah, putih, hijau, orange, dan biru. Warna merah mencerminkan semangat yang menyala dalam berjuang. Warna putih melambangkan kesucian dan kemurnian.

Warna hijau sering dikaitkan dengan Islam dan warna ini mencerminkan nilai‑nilai agama, kedamaian, dan pertumbuhan. Warna orange menciptakan kontras dan eceriaan, menggambarkan semangat, antusiasme, dan energi dalam upaya memajukan negeri. Warna biru adalah lambang kecerdasan dan kebijaksanaan.

Link download Logo Hari Santri 2023

dfn

Menjadi Santri, Menggali Potensi, Meraih Prestasi

Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, terus menuai prestasi. Para santri tidak hanya sekedar menjadi partisipan dalam berbagai lomba dan kompetisi, baik yang berkaitan dengan turats ataupun umum, dari tingkat regional hingga nasional.

Meskipun hari-harinya disibukkan dengan mengaji dan wadhifah, para santri tetap bisa menggali dan menyalurkan potensi bakatnya. Para santri bisa mengikuti berbagai ekstrakurikuler yang diselenggarakan di ponpes Al Fithrah.

Ekstrakurikuler yang diadakan, diisi oleh ahli dibidangnya. Sehingga, para santri tidak hanya menyalurkan bakat, tapi juga mengukir prestasi yang membanggakan. Meskipun dengan persiapan yang serba mepet dan terbatas.

Terbaru, santri tingkat PDF Ulya Al Fithrah berhasil meraih juara dalam Kompetisi Nasional

Bahasa Arab & Bahasa Inggris tingkat SMA sederajat. Kompetisi ini diadakan oleh Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang.

14 Santri dari kelas XI dan XII PDF Ulya ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang diadakan tanggal 05 Oktober 2023 di Unhasyi. Khitobah, speech, news anchor dan arabic champion adalah kategori kompetisi yang diikuti.

Dari empat kategori itu, dua di antarnya berhasil dimenangkan oleh santri Al Fithrah;

Muhammad Fayrus Zam Zamy (Juara I Khitobah), Yusuf Surya Kusuma (Juara II Khitobah), Muna Izatun Nisa'( Juara I News Anchor), dan Ulya (Juara III News Anchor).

Kemenangan ini tentu diharapkan menularkan semangat ke santri-santri lain. Kemenangan ini juga mengabarkan bahwa para santri dengan segala kesibukan dan keterbatasannya, tetap bisa menorehkan prestasi di bidang yang mereka memiliki potensi.

dfn

Majlis Ahad Ke-2 Bulan Rabiul Awal 1445 H. (2)

Majlis selanjutnya pembacaan Maulid Dhiya’ul Lami’ – maulid yang ditulis oleh Habib Umar bin Hafidz, Yaman – para Habaib, tim santri Al Fithrah Surabaya. Habib Muhammad bin Abdullah al-Hadar dan Habib Ali Zainal Abidin bin Aqil membacakan rawi dilanjutkan oleh santri Al Afithrah Surabaya. Pembacaan Mahalul Qiyam diiringi hadrah berlangsung khidmat diikuti segenap jama’ah.

Pembacaan Fi Hubbi yang biasanya diagendakan setelah mauidhah, dibacakan lebih awal oleh KH. Abdul Khalik, dari Kudus. Susunan acara mengalami perubahan karena kedatangan Habib Salim bin Umar bin Hafidz, dari Yaman – yang akan memberi mauidhah dalam majlis ini – mengalami keterlambatan. Selanjutnya Habib Najib al-Hadad membacakan do’a Fi Hubbi.

Selepas do’a Fi Hubbi, MC mengambil alih acara. Penerimaan khidmah Haul Akbar 2024 dilaksanakan dengan diiringi qasidah Burdah oleh santri Al Fithrah. Selanjutnya MC membacakan jadwal majlis yang akan diselenggarakan Al Khidmah dalam waktu dekat. Kemudian, Habib Ridho al-Hadad membacakan qasidah Ya Rasulullah.

Mauidhah Hasanah dalam majlis ini disampaikan oleh Habib Salim bin Umar bin Hafidz dari Yaman, dan langsung diterjemahkan oleh Habib Salim bin Jindan dari Jakarta. Habib Salim menekankan bagaimana bentuk mencintai Rasulullah Saw dan betapa beliau mencintai seluruh umat manusia.

Habib Salim juga berulang menyebut Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy, yang telah menyelanggarakan majlis ini. Beliau menuturkan bahwa yang dilakukan oleh Kiai Asrori tidak lain adalah sesuatu yang disukai oleh Rasulullah Saw. Bahkan sah saja jika menyebut majlis yang diistikomahkan oleh Kiai Asrori adalah majlis yang diistikomahkan oleh Rasulullah Saw.

Habib Salim menutup mauidhahnya dengan do’a, semoga Allah merahmati segenap manusia pada umumnya, para pendahulu dan khususnya pada umat islam. Beliau juga mendo’akan agar Allah menyelamatkan segenap manusia, siapapun dengan kondisi apapun. Beliau juga mendo’akan khusus para jama’ah adar selalu dalam limpahan Rahmat-Nya.

Masjlis ditutup dengan do’a Bi Haqqil Fatihah yang dibaca oleh Habib Hamid Mauladdawilah. Setelah do’a selesai, panitia mulai mendistribusikan konsumsi. Pada majlis ini, panitia menyediakan kurang lebih 3000 talam dan 6000 nasi bungkus.

dfn

Majlis Ahad Ke-2 Bulan Rabiul Awal 1445 H. (1)

Ribuan jama’ah memadati Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ahad, 24 September 2023. Mereka datang dari berbagai daerah untuk bersama-sama mengikuti majlis ahad ke-2 bulan Rabiul Awal. Majlis yang dirintis dan secara istikomah diselenggarakan oleh Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al-Ishaqy ra. – Allahu yarhamuhu -, pendiri dan pengasuh Al Fithrah.

Majlis ahad ke-2 bulan Rabiul Awal sekaligus menjadi majlis merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Sosok yang membawa pesan cinta dan kasih sayang pada seluruh semesta. Sosok yang mengentaskan manusia dari melakukan hal yang tercela dan sia-sia, menuju hal baik yang diridhai oleh Allah.

Sosok yang Allah jadikan tidak hanya tutur kata, perbuatan dan ketetapannya sebagai landasan dalam menjalankan agama Islam. Lebih dari itu pada Rasulullah, seluruh umat manusia menemukan panutan dan teladan dalam menjalani kehidupan di dunia. Tentang beragaul pada sesame manusia, dan berdampingan dengan makhluk lainnya

Jalannya Majlis

Kiai Asrori secara istikomah memulai majlis yang diselanggarakan di pagi hari pada jam 07.00 WIB. Setelah beliau meninggal, majlis-majlis yang ditinggalkan beliau juga secara istikomah mengikuti waktu mulai dari beliau. Majlis ini dibuka dengan pembacaan tawasul – berkirim fatihah kepada Nabi, sahabat, ulama’ dan ahlul arwah – yang dibacakan oleh KH. Najib Zamzami dari Kediri.

Majlis dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah berjama’ah yang dipimpin oleh KH. Althof, dari Pekalongan. Selepas istighotsah para jama’ah membaca Al-Qur’an yang disediakan perjuz. Bagi yang tidak kebagian, dianjurkan membaca surat al-Ikhlas sebanyak mungkin. Khatmil Qur’an ditutup dengan pembacaan surat al-Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain oleh KH. Nur Slamet, dari Jombang.

Do’a Khatmil Qur’an menjadi acara selanjutnya yang dibacakan oleh KH. Mujib Qulyubi dari Jakarta. Selanjutnya para jama’ah membaca tahlil berjama’ah dipimpin oleh KH. Ma’ruf, dari Lamongan. Tahlil ditutup dengan pembcaan talqin oleh KH. Hilmi Basyaiban, dari Surabaya. Kemudian Habib Musthofa al-Jufri membacakan do’a tahlil.

dfn